Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id
Dinas kesehatan Kota Metro, melalui bidang kesehatan masyarakat subtansi kesga dan gizi menggelar workshop kader pelayanan kesehatan bagi usia produktif dan lansia di Ruang Ballroom hotel Grand Sekuntum Kota Metro, pada Senin, 18 September 2023

Kegiatan yang diikuti sekitar 120 orang Kader dan menghadirkan 2 narasumber,yaitu dr. Ni Wayan Dewi Putriny Asih, Sp.KJ
dan dr.solechin Prasetyo,Sp.PD.
Dalam rangka mendukung implementasi Transformasi Layanan Primer sampai ke masyarakat, Posyandu diharapkan mampu memenuhi layanan dasar bagi seluruh siklus hidup yaitu layanan dasar pada bayi dan balita, layanan dasar pada ibu hamil, ibu nifas dan ibu balita, layanan dasar pada anak sekolah dan remaja, layanan pada usia produktif dan lansia. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/B/732/2023 tentang Pelaksanaan Pembinaan Kader dan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2023.

Pada butir keenam surat edaran tersebut mengamanahkan agar seluruh Dinas Kesehatan melakukan pelatihan atau orientasi peningkatan kapasitas kader posyandu secara bertahap untuk memenuhi 25 ketrampilan dasar kesehatan.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas Kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Diah Meira juga mengatakan bahwa Penyakit Tidak Menular(PTM) kini tidak lagi menjadi penyakit yang diderita oleh orang lanjut usia namun sudah ditemukan di usia Produktif,” ungkapnya
Dari data yang ada,angka kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat dan menjadi penyebab kematian terbesar,seperti Jantung , stroke, diabetes melitus, hipertensi kanker dan paru ofstruktif kronis.
Pada umumnya PTM disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, salah satunya adalah kurang aktivitas fisik.
Padatnya kesibukan serta mobilitas yang tinggi membuat masyarakat kurang mengalokasikan waktu untuk berolahraga.
Untuk itu perlu ada upaya strategis dalam melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit ini. Salah satunya, Masyarakat turut melakukan gerakan hidup sehat yaitu melakukan perubahan perilaku seperti meningkatkan aktivitas, tidak merokok kemudian tidak mengkonsumsi alkohol serta pola konsumsi atau makanan gizi seimbang.
“Untuk mengetahui segera mungkin dalam tubuh kita ini aman tidak terjadi PTM ya kita harus mau melakukan deteksi dini,” Kata Diah Meira ,

Dalam kesempatan yang sama Subkoordinator Kesga dan Gizi Risnawati,SKM menyampaikan bahwa Deteksi dini bisa melalui pelayanan kesehatan Puskesmas.
Kegiatan tersebut bertujuan agar tercapainya masyarakat yang sehat khususnya usia produktif dan lansia,” pungkas Risnawati.