Selasa (25/10/2023), Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI melakukan monev capaian program Promosi Kesehatan untuk TW III dan sosialisasi penginputan indikator GERMAS (penggerakkan GERMAS) bagi Kabupaten/Kota melalui daring. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati, SKM.,MKes menyampaikan Pada pertemuan monev capaian program Promosi Kesehatan untuk TW III, Kota Metro mendapatkan apresiasi karena menjadi satu-satunya Kab/Kota yang berasal dari Provinsi Lampung yang telah mencapai target nasional untuk indikator Kabupaten/Kota dengan minimal 80% Posyandu. Data per 19 Oktober menunjukkan, 15 Kabupaten/Kota di Lampung, baru 2 Kab/Kota telah mencapai minimal 80% Posyandu Aktif, yakni Kota Metro mencapai 100% dan Kabupaten Pesisir Barat 99%. Diah Meira juga menyampaikan Kriteria sebuah posyandu untuk dapat dikatakan posyandu aktif adalah : 1) melakukan kegiatan rutin posyandu minimal 1 kali dalam sebulan atau minimal 8 kali setahun; 2) memberikan pelayanan kesehatan minimal untuk ibu hamil dan atau balita dan atau remaja; 3) memiliki minimal 5 orang kader Diah Meira juga menambahkan Untuk indikator Kabupaten/Kota yang menerapkan Kebijakan GERMAS, Kota Metro juga meraih capaian memenuhi indikator, Sedangkan untuk indikator Pembinaan Posyandu, Kota Metro meraih capaian 100% sesuai data Pusat pada aplikasi Microsite Promkes. Selamat atas capaian yang membanggakan ini, semua itu merupakan hasil dari kerja keras semua pihak, Semoga apa yang telah kita raih ini tetap dapat dipertahankan dan ditingkatkan.Tetap Semangat, Salam Sehat! “ungkap Diah Meira”
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak , Dinkes Metro adakan pertemuan AMP
DINKES METRO HARI INI__ Dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, Dinas Kesehatan Kota Metro melalui subtansi Kesga & Gizi melaksanakan Pertemuan Evaluasi Audit Kematian Maternal Perinatal (AMP) Tahun 2023, Kegiatan dilaksanakan di The Vintage berlokasikan di Jl. Sultan Sahrir 35, Tejoagung, Kec. Metro TimurKotaMetro,Lampung (18/10/2023) Secara umum tujuan kegiatan ini untuk Melakukan evaluasi kegiatan audit maternal dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan KIA melalui upaya penerapan tata kelola klinik yang baik dalam rangka percepatan penurunan AKI dan AKB di Kota Metro, hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes pada saat membuka Pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP). Dikatakan Diah Meira , Audit maternal perinatal merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri sebab kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dengan maksud mencegah kesakitan dan kematian dimasa yang akan datang dan pentingnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan dan masa sesudah melahirkan, kontrasepsi dan pelayanan kesehatan seksual sesuai dengan permenkes no.21 tahun 2021 “Penelusuran ini memungkinkan tenaga kesehatan menentukan hubungan antara faktor penyebab yang dapat dicegah dan kesakitan/kematian yang terjadi. Dengan kata lain, istilah audit maternal perinatal merupakan kegiatan death and case follow up“, terang Kabid Kesmas. Sebagai penutup, Diah Meira mengatakan strategi kunci untuk meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal adalah Mendekatkan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir yang berkualitas kepada masyarakat, peserta dalam kegiatan ini Bidan Kordinator Se Puskesmas Kota Metro, Turun mendampingi Kabid Kesmas , Subkordinator Kesga & Gizi Risnawati,SKM.
Kuatkan Integrasi Layanan Primer , Dinkes Kota Metro Gelar workshop Kader Posyandu
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id – Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subtansi Promkes & Pemberdayaan Masyarakat menggelar kegiatan Orientasi Pengelolaan Posyandu Integrasi Layanan Primer Kota Metro Angkatan I, bertempat di Aula Pertemuan Hotel Grand Sekuntum Kota Metro, Kamis, 12/10/2023 Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan bahwa Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan dengan sumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Eko Hendro mengatakan bahwa Posyandu sebagai sasaran utama dalam implementasi integrasi layanan kesehatan primer. Posyandu menjadi alat yang efektif dalam menjalankan tugas promotif dan preventif, serta membantu identifikasi masalah kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah. Eko Hendro juga menyampaikan Pelayanan Posyandu integrasi layanan primer sesuai siklus hidup. Siklus ini dimulai dari ibu hamil, bayi, Balita, anak, usia remaja dan produktif hingga lansia. Seluruh kelompok usia akan mendapatkan pelayanan kesehatan, pelayanan posyandu tidak lagi terkotak-kotak sesuai dengan program, seperti yang dilakukan sebelumnya. Dalam Kesempatan yang sama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan Dalam Pelaksanaan Kegiatan ini di bagi ke dalam 2 Angkatan untuk Angkatan pertama dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 11-12 Oktober 2023 di Grand Sekuntum Kota Metro. Diah Meira juga mengatakan bahwa tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk mewujudkan Posyandu terintegrasi layanan primer dengan peningkatan keterampilan kader Posyandu sebagai penggerak, penyuluh, dan pencatat agar mampu memberikan pelayanan seluruh sasaran siklus kehidupan melalui 25 keterampilan dasar kader,” ungkap Diah Meira Diah Meira juga menyampaikan bahwa Proses Orientasi Workshope ini akan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2024, dengan tujuan agar Posyandu siap untuk memberikan pelayanan primer secara mandiri dan Puskesmas berkembang menjadi Fasilitas Kesehatan tingkat lanjutan,” Diah meira juga menyoroti peran penting kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat melalui Posyandu dalam rangka melaksanakan transformasi pelayanan kesehatan. Turut hadir dalam kegiatan ini Subkoordinator Promkes & Pm Maryanto, SKM, Subkoordinator Kesga & Gizi Dinas Kesehatan Kota Metro , Risnawati,SKM dan peserta dalam kegiatan ini adalah pengelola program UKBM di Puskesmas Metro dan Bidan Poskeskel wilayah kerja Kecamatan Metro Utara, Metro Barat dan Metro selatan serta Kader Posyandu Kota Metro
PPTI Kota Metro Mantapkan Program Kerja
Selasa (10/10/2023) bertempat di Guest House Rumah Dinas Walikota Metro, dilaksanakan rapat kerja cabang Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis (PPTI) Kota Metro. Kegiatan ini merupakan upaya dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan penyakit TB di Kota Metro. Oleh karenanya perlu dilakukan program penanggulangan TB secara berkesinambungan sesuai strategi nasional nomor 5, penanggulangan TB yaitu dengan peningkatan peran serta komunitas, mitra dan multisektor lainnya dalam eliminasi tuberculosis tahun 2030. dr. Silfia Naharani Wahdi,Sp. KKlp,MM selaku Ketua Kehormatan Pengawas PPTI Kota Metro, secara resmi membuka kegiatan Rapat kerja cabang Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis (PPTI) Kota Metro. Dalam sambutannya dr Silfia mengungkapkan bahwa penyakit tuberkulosis merupakan salah satu dari empat penyebab teratas kematian di Indonesia. Dari jumlah kasus yang ada, baru dua per tiga yang ditemukan dan diobati, sehingga sisanya sebanyak sepertiga belum diobati dan berisiko menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya. “Pemerintah secara nasional telah menetapkan target eliminasi TBC pada tahun 2035. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan bagi kita semua. Namun saya yakin dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan kerjasama yang baik, penyakit tuberkulosis di Kota Metro dapat terkendali. Silfia menyebutkan, PPTI merupakan salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam membantu Pemerintah menanggulangi TBC. PPTI dengan segenap pengurus beserta kader-kadernya merupakan aset sumber daya di bidang kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra yang juga selaku Ketua Kehormatan Pengawas PPTI Kota Metro menyebutkan, PPTI senantiasa mendukung program pemerintah untuk menuntaskan TBC di Indonesia dengan membantu pemerintah melalui Dinas Kesehatan di setiap tingkatan dalam menemukan kasus TBC dan memberikan pendampingan kepada pasien TBC sampai sembuh.Peran tersebut dapat dicapai melalui penyuluhan, menemukan kasus TBC sebanyak-banyaknya dan pendampingan pengobatan pasien TBC sampai sembuh, serta memberi santunan kepada pasien TBC yang tidak mampu sebatas kemampuan organisasi,” ucap Eko Hendro. Dalam Kesempatan yang sama Ketua PPTI Kota Metro dr.Ronald D martua,Sp. PD menyampaikan bahwa Tuberkulosis yang biasanya disingkat menjadi TB atau TBC adalah penyakit menular disebabkan oleh kuman tuberkulosis (Mycobacterium Tuberculosis). Umumnya menyerang paru, tetapi bisa juga menyerang bagian tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, selaput otak, kulit, tulang dan persendian, usus, ginjal dan organ tubuh lainnya. TB sangat berbahaya karena bisa menyebabkan seseorang meninggal dan sangat mudah ditularkan kepada siapa saja dimana 1 orang pasien TB dengan Baksil Tahan Asam (BTA) Positif bisa menularkan kepada 10 -15 orang di sekitarnya setiap tahun. dr Ronal yang biasa akrab di sapa menyampaikan bahwa PPTI merupakan mitra yang handal dalam mendukung program TB nasional dan ikut berperan meringankan beban pasien TB. Selain itu PPTI berfungsi menyelenggarakan penanggulangan dan pemberantasan tuberkulosis melalui penyuluhan, pendidikan, pelatihan dan upaya lain baik bersama Pemerintah sesuai dengan programnya Rapat Kerja PPTI Kota Metro, ini di Moderator oleh Verawati Nasution, SKM.,M.Kes, selaku Sektetaris Pengurus PPTI Kota Metro , rapat kerja PPTI Kota Metro dihadiri oleh Pengurus PPTI Kota Metro, dalam rapat ini kerja ini juga membahas tentang pengukuhan pengurus PPTI Kota Metro dan juga membahas rencana kerja 2024.
Kadiskes Metro Eko Hendro, didaulat sebagai salah satu narasumber Transformasi Kesehatan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer
Kadis Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro,ST.,MKes didaulat sebagai salah satu narasumber dalam acara Pertemuan Koordinasi Pembinaan Wilayah Provinsi Lampung dengan tema “Keberhasilan, Tantangan dan Terobosan dalam Implementasi 6 Pilar Transformasi Kesehatan di Kota Metro. Kegiatan Pertemuan Koordinasi Pembinaan Wilayah Provinsi Lampung yang di selenggarakan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian RI bertempat di Balroom Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis,05 Oktober 2023. Dinas Kesehatan Kota Metro , di tunjuk oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer untuk menjadi Kota/Kab yang sudah melakukan terobosan dalam mengimplementasikan 6 Pilar Transformasi Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,MKes menyampaikan implementasi Transformasi Kesehatan di Kota Metro, Terdapat 6 pilar transformasi sistem kesehatan, yaitu pilar pertama transformasi layanan primer di kota metro Puskesmas dan Posyandu memiliki peran untuk menjaga masyarakat tetap sehat, Dinas Kesehatan Kota Metro sedang mengupayakan 22 Percontohan Posyandu Integrasi Layanan Primer di masing- masing kelurahan di Kota Metro, dengan Penerapan siklus hidup sebagai platform integrasi pelayanan kesehatan sekaligus platform penguatan promosi dan pencegahan, dalam hal ini paket pelayanan sesuai siklus hidup telah disusun meliputi edukasi, pencegahan, skrinning, diagnosis, pengobatan serta konseling. Pilar ke dua transformasi layanan Rujukan Kota Metro mempunyai RSUD Ahmad Yani Sebagai Rumah Sakit Rujukan regional propinsi Lampung (75% pasien luar Kota Metro). Pilar ke tiga Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Metro selalu mengupayakan kesedian Vaksin,dan Implementasi Cakupan imunisasi dasar kota metro per september sebesar 76% sudah mencapai target nasional. Pilar ke Empat Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Metro telah mencapai Jaminan Kesehatan Semesta UHC 100%.Pilar Ke Lima Transformasi SDM Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Metro adanya kemitraan dan fasilitasi dengan, perguruan tinggi disektor riset, di Kota Metro yang tertuang dengan kerjasama dalam bentuk Nota Kesepakatan dan Upaya pemenuhan 9 jenis tenaga kesehatan sesuai standar di puskesmas dengan melakukan rekrutmen tenaga BLUD Pilar ke Enam Transformasi Teknologi Kesehatan Salah satu implementasi dari transformasi teknologi di bidang kesehatan adalah pengembangan aplikasi kesehatan masyarakat, Walikota Metro, Wahdi mempunya Inovasi Aplikasi Jamapai (mews) integrated aplikasi yang memiliki manfaat sebagai deteksi dini kegawat daruratan kesehatan spesialis obstetri, untuk mencegah 3 terlambat, terlambat mengenal bahaya, terlambat merujuk dan terlambat mendapatkan pertolongan cepat di tempat rujukan Turut mendampingi Kadis Kesehatan Kota Metro,Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes , Kepala Bidang SDK Sabarina Amir, S.Farm.,Apt , dan Kasubag Perencanaan Daniel,SKM.,MKes

