Kota Metro kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional, berhasil meraih penghargaan Kategori Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024. Penghargaan tersebut diterima di acara Jambore Kader Tingkat Nasional Tahun 2024 sekaligus Malam Penganugerahan/ Apresiasi kepada Kader dan Posyandu Terbaik Tingkat Nasional 2024 di Trans Convention Center (TCC), The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 13 September 2024. Kota Metro menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin untuk Posyandu Mawar, Kelurahan Karangrejo, UPTD Puskesmas Karangrejo Kota Metro Provinsi Lampung. Kita bersyukur dan berterima kasih atas diraih penghargaan tersebut, ini sebuah prestasi dan kebanggaan,” ujar wahdi, sapaan akrabnya. Walikota Metro Wahdi, mengatakan terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan karena hanya penghargaan saja, tetapi bentuk pengabdian. “Kita berterima kasih kepada para kader posyandu telah berbuat dan menyumbang prestasi terhadap Kota Metro. Terus dikembangkan dan dipertahankan, prestasinya,” pungkasnya. Atas nama pemerintah kota Metro, wahdi turut mengapresiasi peran kader posyandu dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di kota Metro. “Tentunya atas kerjasama dan kolaborasi bersama kader posyandu ini menghasilkan dampak yang sangat positif terhadap peran-peran kader posyandu. Maka dari itu, Pemerintah Kota Metro sangat mengapresiasi dan akan terus berupaya untuk meningkatkan perhatian pemerintah, salah satu ya seluruh kader Kota Metro sudah di lindungi Oleh BPJS Ketenagakerjaan maka diharapkan seluruh kader selalu semangat, bangun kebersamaan, kompak dan terus tingkatkan pelatihan-pelatihan terhadap kader-kader posyandu,” dan semoga posyandu tetap ada di hati masyarakat dan terus berperan dalam mewujudkan masyarakat sehat,” tutupnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr Eko Hendro Saputra yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat , Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan bahwa kegiatan Jambore Kader Tingkat Nasional Tahun 2024 ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI yang mengusung tema “Kader Terampil, Layanan Berkualitas di Posyandu Siklus Hidup” yang diadakan tanggal 12-15 September 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat. Jambore Kader Tingkat Nasional adalah acara apresiasi bagi kader dan posyandu bidang kesehatan dimana semua kader terbaik se-Indonesia berkumpul termasuk para kader Provinsi Lampung yang telah mengikuti penilaian lomba Posyandu dan Kader bidang kesehatan mulai dari tingkat Kelurahan, kecamatan hingga provinsi. Posyandu Mawar meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitu Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024 dan serta Juara 1 Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024. Malam Penghargaan Jambore Kader Tingkat Nasional 2024 ini digelar Kementerian Kesehatan. Meira menjelaskan selama kegiatan Jambore Kader Tingkat Nasional berlangsung,Para Kader Provinsi Lampung akan bersaing dalam lomba yel-yel, poster, cerdas cermat serta mengikuti talk show, city tour, dan Ayo Sehat Fest hingga puncak acara pada malam penganugerahan penghargaan untuk kader dan Posyandu berprestasi dan inovatif. Diketahui, Posyandu berprestasi tingkat nasional tahun 2024 yang didapat Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo, Kota Metro Provinsi Lampung berkat inovasi Kompas Komunitas Orang Tua Asuh Posyandu yang Solidaritas dan gagasannya dalam menggalakkan program Penyelenggaran Posyadu di wilayah kelurahan Karangrejo. Berkat inovasinya itu Posyandu Mawar berhasil meraih penghargaan Kategori Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024. Kontributor Liputan: Promkes_Dinkes Metro/ Eci
Dinkes Metro Bentuk Tim PMO dan Pos Jiwa Terpadu, Dukung Inovasi Gemoy Sejiwa untuk Kesehatan Jiwa Lebih Baik
Metro, 12 September 2024 – Dinas Kesehatan Kota Metro melaksanakan kegiatan pembentukan Tim Pengawas Minum Obat (PMO), Kader Gemoy Sejiwa, dan Pos Jiwa Terpadu Kecamatan pada Kamis, 12 September 2024, di ruang OR Dinas Kesehatan Kota Metro. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., MKes, dengan harapan program ini dapat memperkuat penanganan kesehatan jiwa, khususnya bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat. Eko hendro mengatakan bahwa Program Gemoy Sejiwa atau “Gerakan Minum Obat Yuk Sehatkan Jiwa” merupakan upaya inovatif Dinas Kesehatan Kota Metro dalam menangani masalah kesehatan jiwa, terutama bagi ODGJ berat. Fokus utama dari program ini adalah pengawasan ketat agar pasien ODGJ rutin mengonsumsi obat setiap hari, dengan melibatkan keluarga dan masyarakat sekitar. Pembentukan Tim PMO menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini. PMO bertugas memastikan setiap ODGJ minum obat secara teratur. Jika ODGJ memiliki keluarga yang sehat dan tinggal serumah, keluarga tersebut akan menjadi PMO. Namun, jika tidak memungkinkan, peran PMO akan diambil oleh pamong setempat (RT/RW), kader Gemoy Sejiwa, atau petugas kesehatan jiwa dari puskesmas yang berada di bawah koordinasi camat wilayah terkait “ujar Eko Hendro’ Selain itu, Eko hendro juga menyebutkan bahwa kader Gemoy Sejiwa dibentuk di setiap kelurahan di Kota Metro, dengan satu kader per kelurahan. Kader ini bertugas mengidentifikasi dan melaporkan kasus gangguan jiwa di masyarakat, membantu merujuk pasien ODGJ ke puskesmas, melakukan kunjungan rumah minimal sebulan sekali, serta memberikan informasi dan motivasi kepada pasien dan keluarga. Para kader juga berperan penting dalam mengubah stigma negatif masyarakat terhadap ODGJ melalui penyuluhan dan edukasi , Pos Jiwa Terpadu Tingkat Kecamatan juga didirikan di kantor-kantor kecamatan di seluruh wilayah Kota Metro. Pos ini akan menjadi pusat pengaduan dan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait masalah kesehatan jiwa yang tidak dapat ditangani di tingkat kelurahan. Dengan terbentuknya tim dan pos jiwa terpadu ini, diharapkan penanganan kesehatan jiwa di Kota Metro semakin efektif dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus, program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan Kota Metro yang inklusif dan peduli terhadap kesehatan jiwa, sekaligus sebagai inspirasi bagi daerah lain dalam menangani tantangan serupa “ujar Eko Hendro” Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro
Kembali Jadi Calon Penerima STBM Award 2024, Sanitasi Kota MetroKembali di nilai oleh Tim Verifikasi Kemenkes
Kota Metro menjadi sorotan dalam pencapaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di tingkat nasional. Tim penilai STBM Award 2024 yang terdiri dari perwakilan Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dan Kemendagri memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang telah diimplementasikan oleh Kota Metro. Tim Verifikator STBM Award yang terdiri dari perwakilan Kemenkes RI, dan Kemendagri RI, dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengunjungi Kota Metro untuk melakukan Verifikasi Lapangan ini tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Metro, dr. H. Wahdi, Sp.OG.(K), M.H., di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro Ny. dr.Silfia Wahdi, Sp.KKLP, MM beserta jajaran Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas Se-Kota Metro, PKK, Forum Kota Sehat, Kader Posyandu dan berbagai komunitas masyarakat, bertempat di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (5/09/2024). Setelah tahun sebelumnya meraih penghargaan sebagai Kota Sehat Swasti Saba Padapa di tahun 2023 dan STBM Award Kategori STBM Berkelanjutan yang di raih pada tahun 2022, kali ini Kota Metro masuk sebagai nominator dalam STBM Award Kategori Paripurna. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes mengatakan bahwa penghargaan STBM Award merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada daerah yang berhasil menerapkan lima pilar STBM secara konsisten dan berkelanjutan. Dalam rangkaian penilaian ini, tim verifikator mengunjungi beberapa lokasi penting yang menjadi contoh sukses program STBM di Kota Metro, termasuk bank sampah di Hadimulyo Barat, IPAL Komunal di Kelurahan Ganjar Asri wilayah UPTD Puskesmas Ganjar Agung,Kelompok Arseti Rejomulyo, KWT Hadimulyo Barat Puskesmas Iringmulyo dengan WASH ni HCF ,ujar Eko Hendro” Eko Hendro menyampaikan rasa syukurnya atas penilaian yang diberikan” Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan penilaian dari tim verifikasi terkait STBM Award 2024. Penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras seluruh elemen kota, dan kami berharap kali ini bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi, bahkan jika memungkinkan hingga ke tingkat Paripurna,” ungkap Eko Hendro Dengan berbagai inovasi dan pencapaian yang telah dilakukan, Kota Metro optimis dapat kembali meraih penghargaan ini untuk ketiga kalinya, sekaligus terus berupaya meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan bagi seluruh warganya. Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menambahkan bahwa kegiatan verifikasi lapangan ini merupakan lanjutan serangkaian dari self assesment dokumen yang telah dilakukan oleh tim Kementerian Kesehatan pada Agustus lalu, di mana Kota Metro masuk nominasi untuk menentukan peringkat dalam STBM Award 2024. Menurut Diah Meira, untuk mewujudkan itu semua tentu dituntut adanya komitmen pemerintah terkait dengan regulasi, kebijakan-kebijakan program dan anggaran sampai ke tingkat kelurahan, dan yang terpenting, lanjutnya, adalah sejauh mana peran masyarakat dan pengusaha dalam STBM bisa terwujud dengan baik, melalui penerapan lima pilar yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Pengelolaan Air Limbah Domestik Rumah Tangga (PALDRT), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).
Kota Metro Masuk Nominator STBM Award 2024, Wali Kota Metro Wahdi ungkap STBM “Konsep Bergerak Bersama”
Pemerintah Kota Metro kembali dinilai dalam ajang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM Award 2024. Setelah tahun sebelumnya meraih penghargaan sebagai Kota Sehat Swasti Saba Padapa di tahun 2023 dan STBM Award Kategori STBM Berkelanjutan yang di raih pada tahun 2022, kali ini Kota Metro masuk sebagai nominator dalam STBM Award Kategori Paripurna. Tim Verifikator STBM Award yang terdiri dari perwakilan Kemenkes RI, dan Kemendagri RI, mengunjungi Kota Metro untuk melakukan verifikasi lapangan ,serta turut mendampingi dari Subtansi Kesling & Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bertempat di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (5/09/2024). Kedatangan tim verifikator diterima oleh Walikota Metro, dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG.(K), M.H. di Aula Pemerintah Kota Metro.,menurut wahdi, kunjungan ini merupakan bagian penting dari proses penilaian setelah sebelumnya Pemkot Metro telah mempresentasikan paparan yang mendalam terkait implementasi program STBM. Dalam sambutan dan arahannya, Wahdi menyampaikan bahwa Program STBM berkelanjutan ini harus kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan sanitasi yang lebih baik, program ini adalah wujud nyata dari komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, STBM bukan hanya tentang fasilitas fisik,tetapi juga tentang perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan Wahdi juga mengungkapkan bahwa program STBM adalah memetakan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur sanitasi, ketika masyarakat punya peran aktif di berbagai tahapan pembangunan infrastruktur, niscaya masyarakat akan merasa lebih memiliki,Keberlanjutan pun akan terjadi. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek penilaian, terutama dalam implementasi 5 Pilar STBM telah terpenuhi dengan baik di lapangan. “Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Metro berharap dapat meraih penghargaan tertinggi dalam STBM Award 2024 sebagai bukti keberhasilan mereka dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pendekatan sanitasi berbasis masyarakat,” ujar Wahdi. Ketua Tim Verifikator STBM Award 2024, Adelina Hutauruk, SKM, MSc.PH menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ke Kota Metro untuk memverifikasi kesesuaian antara data yang telah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Metro dengan kondisi nyata di lapangan. Menurut dia, Kota Metro telah berhasil memenuhi banyak aspek penilaian untuk kategori paripurna berdasarkan hasil verifikasi ini. Penilaian dalam STBM Award didasarkan pada lima pilar utama, yaitu: Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pengelolaan Air Minum/Makanan Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga. “Kota Metro telah menunjukkan keseriusan dalam mengimplementasikan kelima pilar tersebut, yang diharapkan bisa menjadi model bagi Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Lampung,” ujarnya. Adelina juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar perilaku sanitasi yang sudah dibentuk melalui program STBM dapat tetap terjaga dan diteruskan ke generasi berikutnya. “Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus menerapkan perilaku STBM dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan generasi muda juga ditekankan sebagai bagian penting dalam proses kaderisasi, memastikan bahwa nilai-nilai dan praktik STBM terus berlanjut ke masa depan,” katanya. (*) Dalam rangkaian penilaian ini, tim verifikator mengunjungi beberapa lokasi penting yang menjadi contoh sukses program STBM di Kota Metro, termasuk bank sampah di Hadimulyo Barat, IPAL Komunal di Kelurahan Ganjar Asri wilayah UPTD Puskesmas Ganjar Agung,Kelompok Arseti Rejomulyo, KWT Hadimulyo Barat Puskesmas Iringmulyo dengan WASH ni HCF.
Tim Kerja “Gemoy Sejiwa” Gelar Rapat Bahas Tupoksi dan Tindak Lanjut Inovasi Kesehatan Jiwa di Kota Metro
Metro, 2 September 2024 – Tim Kerja “Gerakan Minum Obat Yuk Sehatkan Jiwa” atau yang dikenal dengan Gemoy Sejiwa menggelar rapat pada Senin, 2 September 2024. Pertemuan berlangsung di ruang OR Dinas Kesehatan Kota Metro, membahas tugas dan fungsi (tupoksi) tim kerja serta strategi operasional untuk mendukung inovasi penanganan kesehatan jiwa di Kota Metro Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,MKes mengatakan rapat ini bertujuan memperjelas peran setiap anggota tim dalam mendukung Gemoy Sejiwa dan memastikan setiap kegiatan dijalankan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Program inovasi Gemoy Sejiwa bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi obat secara teratur bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Selain itu, gerakan ini juga mengajak masyarakat, baik di tingkat RT/RW maupun keluarga, untuk berperan aktif dalam pengawasan dan pendampingan pasien ODGJ agar tidak terputus dari pengobatan. Hasil dari rapat ini akan menjadi panduan dalam pelaksanaan kegiatan Gemoy Sejiwa di lapangan. Tim kerja berkomitmen untuk menjalankan program ini secara efektif dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup ODGJ serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesehatan jiwa di Kota Metro “Ujar Eko Hendro” Setiap anggota tim kerja Gemoy Sejiwa memiliki tugas dan tanggung jawab yang spesifik. Beberapa poin penting dari pembahasan tupoksi dalam rapat ini antara lain: Liputan : Promkes Dinkes Metro

