Menjadi Kader Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan Kadang, menjadi kader itu terasa sederhana datang ke posyandu, menimbang balita, mencatat buku KIA, mengingatkan ibu hamil agar periksa.Namun, di balik kesederhanaan itu, ada cahaya yang tak semua orang bisa lihat. Cahaya itu lahir dari hati yang tulus, dari langkah yang selalu hadir di tengah warga.Bukan karena disuruh, tapi karena peduli.Bukan karena ingin pujian, tapi karena ingin lingkungan sehat dan bahagia. Menjadi kader bukan soal seragam atau jadwal kegiatan.Ini tentang menjadi penjaga kehidupan kecil bayi yang tumbuh sehat, ibu yang kuat, keluarga yang sadar akan pentingnya kesehatan.Tentang menjadi sahabat di tengah masyarakat, yang selalu siap mendengar, menenangkan, dan menuntun. Kadang, kerja kader tak terdengar.Tak ada sorotan kamera, tak banyak ucapan terima kasih.Tapi percayalah setiap senyum balita, setiap warga yang sembuh, setiap ibu yang merasa didampingi…Semua itu adalah pahala yang abadi, tanda bahwa cahaya kecilmu menerangi banyak hati. Karena menjadi kader bukan sekadar tugas.Itu panggilan jiwa.Dan setiap panggilan yang dijawab dengan cinta akan selalu membawa terang bagi sekelilingnya. Karya: Eci Lindasari — “Menjadi Kader Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan”
Kapus Puskesmas Banjarsari dr. Balkis Sebut Kader Posyandu Garda Terdepan Jaga Kesehatan Warga Metro Utara
METRO — Kepala UPTD Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menegaskan bahwa kader pos pelayanan terpadu (posyandu) merupakan garda terdepan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung. Hal itu disampaikannya saat kegiatan pembinaan kader posyandu di Posyandu Mawar Merah pada Rabu (8/10/2025) dan Posyandu Lestari pada Sabtu (11/10/2025) di Kelurahan Banjarsari. “Saya sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi para kader posyandu yang selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap kegiatan pelayanan kesehatan. Mereka adalah ujung tombak keberhasilan program kesehatan di tingkat kelurahan,” ujar dr. Balkis. Menurutnya, kader posyandu memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, terutama di bidang kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Melalui kegiatan posyandu, masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dasar dengan cepat, mudah, dan terjangkau. Semua ini tidak lepas dari kerja keras dan kepedulian para kader yang bekerja dengan tulus di tengah masyarakat,” jelasnya. Lebih lanjut, dr. Balkis menambahkan bahwa Puskesmas Banjarsari secara berkelanjutan memberikan pembinaan keterampilan kepada kader melalui pelatihan 25 kompetensi dasar kader posyandu. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar secara mandiri dan profesional. “Kami senantiasa melakukan pembinaan untuk meningkatkan kecakapan kader melalui jenjang kategori Purwa, Madya, dan Utama. Dengan sistem ini, kader dapat berkembang sesuai tingkat kemampuan dan pengalaman mereka dalam melaksanakan tugas di lapangan,” terangnya. Saat ini, di wilayah Kelurahan Banjarsari terdapat 82 kader posyandu aktif yang tersebar di sejumlah posyandu binaan Puskesmas Banjarsari. Para kader secara rutin melaksanakan kegiatan penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, penyuluhan gizi, serta kegiatan promotif dan preventif lainnya. Sebagai bentuk komitmen, Puskesmas Banjarsari terus memperkuat kapasitas kader agar semakin berdaya dan tangguh dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan masyarakat sehat. “Dengan dukungan para kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis Metro Utara dapat menjadi wilayah yang lebih sehat, tangguh, serta bebas stunting,” tutup dr. Balkis. Kontributor Liputan : Eci Lindasari
Dua Hari Gebrakan Puskesmas Banjarsari: Dari Musyawarah Warga hingga Launching PMT Cegah Stunting
“Puskesmas Banjarsari: Sahabat Sehat Keluarga, Pelopor Cegah Stunting di Metro Utara” Metro – Puskesmas Banjarsari kembali berkomitmen selalu memberikan layanan terbaik untuk masyarakat dan juga sebagai pelopor inovasi layanan kesehatan di Metro Utara. Dalam dua hari berturut-turut, puskesmas ini menggelar kegiatan besar yang menegaskan komitmennya melawan stunting. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Posyandu Lestari RW 08 Kelurahan Banjarsari. Keesokan harinya, dilanjutkan dengan Launching Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Cegah Stunting pada Kamis, 2 Oktober 2025, di Kota Metro. Hari Pertama: Musyawarah Masyarakat Kelurahan Kegiatan MMK membahas kondisi gizi balita di Kelurahan Banjarsari sekaligus menyusun langkah bersama untuk mencegah stunting yang juga di hadiri Lurah Banjarsari Nila Kusumawati, S.IP., M.Si. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya forum diskusi, tetapi gerakan bersama masyarakat,“Melalui forum ini, kami ingin mengidentifikasi masalah kesehatan di tingkat kelurahan, khususnya kasus gizi pada balita, sekaligus menyusun solusi yang tepat agar angka stunting bisa ditekan. Puskesmas Banjarsari siap menjadi mitra keluarga dalam mewujudkan generasi sehat,” ungkap dr. Balkis. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan SIGIZIKESGA 2025 menunjukkan adanya 25 balita di Banjarsari yang mengalami masalah gizi. Mereka menjadi sasaran utama program PMT cegah stunting yang didukung oleh YBM Brilian. Ahli gizi Puskesmas, Shera Artina, S.Gz, turut memberikan pemaparan mengenai program PMT 90 hari berbasis Pos Gizi. “Menu olahan sederhana seperti ubi, pisang, ayam, dan ikan bisa menjadi sumber gizi seimbang bagi anak, tanpa harus mahal,” jelas Shera. Hari Kedua: Launching Program PMT Sehari setelah musyawarah, Puskesmas Banjarsari melaksanakan Launching Program PMT Cegah Stunting di Kota Metro. Kegiatan ini didukung penuh oleh YBM Brilian Bandar Lampung, yang diwakili oleh Pak Amir. Acara berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan edukasi gizi, demo masak makanan sehat, pengukuran berat badan dan tinggi badan anak, serta makan bersama. Dalam sambutannya, dr. Balkis menegaskan pentingnya program ini. “Kami ingin memastikan balita mendapatkan makanan tambahan bergizi yang sesuai kebutuhan mereka. Program ini adalah langkah nyata Puskesmas Banjarsari bersama YBM Brilian dalam melahirkan generasi sehat,” tegasnya. Sementara itu, Pak Amir dari YBM Brilian menyampaikan apresiasinya. “Perbaikan gizi anak adalah investasi masa depan bangsa. Kami mendukung penuh langkah Puskesmas Banjarsari yang inovatif ini,” ujarnya. Suasana kegiatan semakin hidup dengan partisipasi warga. Anak-anak tampak gembira mengikuti pengukuran berat badan dan tinggi badan, sementara para ibu antusias menyaksikan demo masak dan menikmati hasil olahan sehat bersama. Dua hari berturut-turut dengan agenda dan komitmen dari semua pihak hal ini menegaskan bahwa Puskesmas Banjarsari bukan hanya fasilitas kesehatan biasa, melainkan pusat inovasi dan penggerak perubahan sosial di Metro Utara, Dengan strategi berbasis masyarakat, pendekatan edukasi gizi yang sederhana namun efektif, serta kemitraan strategis bersama YBM Brilian, Puskesmas Banjarsari tampil sebagai contoh nyata puskesmas modern yang menginspirasi wilayah lain. “Visi kami jelas: menjadikan Banjarsari sebagai kelurahan sehat, dengan anak-anak yang tumbuh optimal, cerdas, dan bebas stunting. Puskesmas Banjarsari akan selalu hadir dengan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas dr. Balkis. 🖊️ Liputan Kontributor Promkes :Eci Lindasari 📸 Dokumentasi: Puskesmas Banjarsari

