Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Kota Sehat di Aula Pemda Kota Metro pada Senin (24/06/2024). Kegiatan ini digelar di Aula Pemda Kota Metro, dan dihadiri puluhan perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkup Pemkot Kota Metro,Bimtek ini dibuka oleh Sekda Kota Metro Ir. Bangkit Haryo Utomo, MT” Kota sehat merupakan proses yang terus menerus untuk menciptakan tatanan masyarakat yang sehat,” kata Sekda Kota Metro. Untuk mewujudkan Kota Sehat, lanjut dia, kita harus melibatkan seluruh elemen masyarakat sehingga kesadaran warga dalam menjalani hidup sehat dapat menjadi budaya sehari-hari. Kita memiliki Forum Kota Metro Sehat yang didalamnya terdapat unsur masyarakat, pemerintah kota, tokoh masyarakat, akademisi dan media massa. Dukungan dan kolaborasi dari semua pihak sangat penting dalam implementasi Kota Sehat,” ucapnya. Bangkit meminta perangkat daerah yang terlibat untuk menyiapkan kebutuhan data sesuai kebutuhan indikator pada tatanan kota sehat untuk mendukung penilaian Kota Sehat pada 2025. Tahun 2024 ini merupakan tahun pembinaan Kota Sehat. Saya berharap bimbingan teknis penyusunan dokumen Kota Sehat ini dapat menghantarkan Kota Metro meraih Swasti Saba Wistara pada 2025,” tuturnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan Pemerintah Kota Metro terus berkomitmen untuk menjadikan Kota Metro sebagai Kota yang sehat. Salah satu langkah yang dilakukan dengan melakukan Bimbingan Teknis Kabupaten/Kota Sehat. Diah Meira menyatakan kegiatan yang digelar sebagai upaya update pengetahuan tentang Kabupaten/Kota Sehat Kita terus update pengetahun tentang Kabupaten/Kota Sehat, kita ingin Kota Metro kembali mendapatkan penghargaan Kota Sehat kategori Wistara. Tentu perlu dukungan segenap elemen masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan tetap sehat,” pungkas Diah Meira Turut Hadir dalam kegiatanBimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Penyelenggaraan Kota Sehat Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Yulianto,SKM.,MKes dan tim dari Subtansi Kesling Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Bapak Sutrisno,SKM.,MKes dan ibu Decci Sandriyana, SKM Kontributor Liputan : Promkes_DinkesMetro/E
Presiden Setujui Pemekaran Wilayah Lamteng, Lamsel, dan Lampura
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menyetujui pemekaran Kabupaten Natar Agung dari Lampung Selatan, Kabupaten Sungkai Bunga Mayang dari Lampung Utara, dan Kabupaten Seputih dari Lampung Tengah. Berdasarkan Surat Presiden (Surpres) Nomor R-21/Pres/06/2024 tanggal 3 Juni 2024 mengenai penunjukan wakil pemerintah untuk membahas 26 RUU usul DPR RI. Surpres tersebut menindaklanjuti Surat Ketua DPR RI Nomor B/3495/LG.01.01/03/2024 tanggal 28 Maret 2024 perihal penyampaian RUU usul DPR RI. Wamendagri John Wempi Wetipo, mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, mengatakan dalam Surprea dimaksud, Presiden Jokowi menugaskan Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama, untuk mewakili pemerintah dalam pembahasan 26 RUU dimaksud. Wempi melanjutkan, Presiden memberi arahan kepada para menteri agar dapat mempertahankan substansi yang menjadi kesepakatan pemerintah. Sejalan dengan itu, Wempi menyampaikan pendapat dan pandangan pemerintah atas 26 RUU tentang kabupaten/kota ke dalam dua poin utama. Pertama, pemerintah pada prinsipnya menghormati dan menghargai inisiatif DPR RI dan setuju dilakukan pembahasan dengan catatan terbatas pada pembahasan: dasar hukum, penataan kewilayahan, dan karakteristik daerah. Kedua, pemerintah pada prinsipnya meminta agar tidak memperluas pembahasan terhadap 26 RUU ini di luar dari perubahan dasar hukum, penataan kewilayahan, dan karakteristik daerah, termasuk tidak membahas masalah kewenangan dan lain-lain. Hal ini lantaran akan berpotensi bertentangan dengan sejumlah undang-undang. “Oleh karena itu, pada prinsipnya sekali lagi pemerintah setuju melanjutkan pembahasan 26 Rancangan Undang-Undang (RUU) Kabupaten/Kota usul DPR RI sebatas substansinya sama dengan 20 Undang-Undang Provinsi yang telah diundangkan sebelumnya dan 27 Undang-Undang Kabupaten/Kota [Tahap I] yang telah disetujui menjadi Undang-Undang pada sidang paripurna DPR RI pada tanggal 4 Juni 2024 yang lalu,” terang Wempi belum lama ini. Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Syamsurizal menjelaskan bahwa RUU tersebut disusun untuk mengakomodasi dinamika sosial, ekonomi, dan politik di masing-masing wilayah. Dia menambahkan bahwa RUU ini juga memberikan pengakuan atas karakteristik unik masing-masing daerah, termasuk ciri geografis, potensi sumber daya alam, serta aspek suku dan budaya. “Diharapkan bahwa pembahasan 26 RUU Kabupaten/Kota ini tidak hanya akan menjadi instrumen hukum, tetapi juga panduan efektif dalam pengelolaan pemerintahan daerah yang lebih responsif dan efisien,” harapnya. Lanjutnya, RUU ini akan terdiri dari tiga bab utama, yaitu Bab I tentang Ketentuan Umum, Bab II tentang Cakupan Wilayah dan Karakteristik Kabupaten/Kota, serta Bab III tentang Ketentuan Penutup. “Kementerian Dalam Negeri dan DPR RI berharap bahwa pembahasan lanjutan ini dapat memberikan solusi konkret terhadap masalah dan kebutuhan hukum pemerintah daerah serta masyarakatnya, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan wilayah masing-masing,” pungkasnya. Adapun 26 RUU tersebut untuk tingkat kabupaten meliputi RUU tentang Kabupaten Bintan, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Batanghari, Kerinci, Merangin, Bengkalis, Indragiri Hulu, Kampar, Lima Puluh Kota, Agam, Padang Pariaman, Pasaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, dan Tanah Datar. Kemudian untuk tingkat kota terdiri dari RUU tentang Kota Jambi, Pekanbaru, Bukittinggi, Padang Panjang, Padang, Payakumbuh, Sawahlunto, dan Solok. Berbagai kabupaten/kota tersebut berada di Provinsi Sumatera Barat, Lampung, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau. Diketahui usul pemekaran Lampung Selatan menjadi Kabupaten Natar Agung. Kabupaten Lampung Utara dimekarkan menjadi Kabupaten Sungkai Bunga Mayang, dan Kabupaten Lampung Tengah dimekarkan menjadi Kabupaten Seputih. sumber : beritasatu.com
Posyandu Mawar Kota Metro Masuk Tiga Besar Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung berpeluang maju ke tingkat Nasional
Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara Kota Metro UPTD Puskesmas Karangrejo di nilai Tim Penilai Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung, Jumat,21/06/2024. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Metro yang melalui Dinas Kesehatan Kota Metro, mendampingi Tim Verifikasi Lapangan, yang mana juga disambut oleh Wakil Wali kota Metro, Qomaru Zaman dan jajaran, serta Ketua TP-PKK Metro sekaligus penasehat kader Posyandu dr. Silfia Naharani Wahdi, Sp.KKLP, MMSelaku ujung tombak pelayanan Pemerintah Kota Metro, sekaligus mitra Posyandu bersama Puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menjelaskan, ada beberapa tahap penilaian yang telah dilalui dalam penilaian Posyandu berprestasi, yaitu seleksi administrasi, seleksi paparan melalui Video ,dan hari ini penilaian verifikasi lapangan oleh tim penilai Provinsi Lampung. Eko Hendro menambahkan Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara Kota Metro masuk 3 Besar dalam penilaian Lomba Posyandu Berprestasi, dan hari ini di nilai untuk menentukan juara satu yang nanti yaa akan diajukan untuk maju ke tingkat Nasional, “ungkap Eko Hendro” Sementara Ketua PKK Kota Metro dr. Silfia Naharani Wahdi, Sp.KKLP, MM , mengungkapkan dengan keikutsertaan posyandu mawar kelurahan karangrejo dalam lomba posyandu tingkat provinsi Lampung tahun 2024 ini merupakan bukti nyata keseriusan dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan • kesehatan kepada masyarakatnya,” Ungkap Silfia. Berharap tidak hanya keikutsertaan dalam lomba saja dalam memberikan pelayanan kesehatan di Posyandu, tetapi terus menerus untuk memberikan pelayanan kesehatan lebih baik lagi. “Manfaatkan dalam lomba ini, untuk menambah wawasan dan pengalaman serta ide kreatif dalam menjalankan tugas sebagai kader posyandu, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan di posyandu,” harap Silfia”. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati menambahkan “Ada 10 inovasi yang diterapkan di Posyandu Mawar , dan inovasi yang di unggulkan di Posyandu mawar adalah Kompas (komunitas orang tua asuh Posyandu yang solidaritas) Diah Meira menjelaskan pada awalnya Posyandu Mawar ini berjalan monoton dengan kegiatan rutinnya saja. Namun dengan arahan dan bantuan dari beberapa pihak seperti Puskesmas dan Pokja Keluran Karang Rejo, Posyandu Mawar berinovasi – inovasi di dalam nya yang bersumber dana dari Mitra Pemerintah yakni ada Organisasi IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia, sehingga tercetus nya Orang Tua Asuh bagi Posyandu Mawar yang di sebut dengan Inovasi KOMPAS (Komunitas Orang Tua Asuh Posyandu yang Solidaritas), dengan adanya donator orang tua asuh, menciptkan suasana yang berbeda dari mulai Pemberian PMT lokal yang lezat dan beragam serta terdapat pembagian hadiah sehingga masyarakat para ibu – ibu sasaran Posyandu Mawar selalu aktif dalam kegiatan di posayandu. Inovasi kompas yang hal ini adalah organisasi IIDI (Ikatan Istri-Istri Dokter Indonesia Cabang Kota Metro) berperan sebagai pendampingan Posyandu yang menjadi donator, serta Orang tua Asuh untuk membantu penyediaan makanan tambahan bagi balita sebagai upaya membantu menekan angka stunting di Kelurahan Karang rejo Posyandu Mawar kemudian memberikan kejutan berupa doorprice bagi balita yang beruntung sebagai strategi dalam meningkatkan jumlah kunjungan ke Posyandu. Dengan adanya inovasi-inovasi ini diharapkan Posyandu mawar menjadi Posyandu yang ditunggu-tunggu, sebagai tempat menambah ilmu, tempat bermain, posko pemberdayaan keluarga dan ajang silaturahmi antar sasaran Posyandu. Inovasi-inovasi ini diadakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan semua pihak yang terlibat ungkap Diah Meira. Tim Penilai Provinsi Lampung, Septiana Zainal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung mengatakan kriteria penilaiannya dari sisi kelembagaan berdasarkan Kemendagri No. 18 Tahun 2018 bahwa posyandu telah menjadi salah satu lembaga kemasyarakatan.Kalo dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi itu melihat dari sisi kelembagaannya, jadi kita melihat dari bagaimana Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di kelurahan, apakah memang berjalan atau tidak atau sudah ada peraturan-peraturan baik itu peraturan yang dikeluarkan kelurahan terkait posyandu maupun peraturan perwali yg dikeluarkan terkait dengan lembaga kemasyarakatan yang ada di desa,” jelasnya. Secara keseluruhan, Posyandu Mawar sudah cukup baik sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Sudah ada perwalinya tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), Kepengurusan Kelompok Kerja (Pokja), dan SK sudah diterbitkan. Ketua Kader Posyandu Mawar, Thalib menyatakan kesiapan untuk Lomba Penilaian Posyandu sudah dipersiapkan dengan baik, mulai dari administrasinya hingga sumberdaya manusianya. Thalib berharap mudah-mudahkan tim penilai memberikan nilai yang terbaik kepada Posyandu mawar Kelurahan Karangrejo Kota Metro dan Kader Berprestasi Yuniar Susan. “harap Thalib” Kontributor Liputan ; Promkes_Dinkes Metro
Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo Siap Ikuti Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung
Kolaborasi PKK, Disnakertrans, IIDI , Pokjanal Kota dan OPD Lainnya MEMBANGGAKAN: Rapat persiapan penilaian Lomba Posyandu , Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo yang mewakili Kota Metro pada Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024. Dalam rangka persiapan mengikuti lomba posyandu tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Metro, Disnakertrans Kota Metro, dan PKK Kota Metro, Pokjanal Kota Metro menggelar rapat untuk persiapan penilaian verifikasi Lomba Posyandu dan Kader Berprestasi, Kamis (20/06/2024) di ruang rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kota Metro. Rapat dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kota Metro.M. Supriadi, SH, MM dan selalu Ketua Pokjanal Kota Metro mengatakan, dalam rapat itu disampaikan persiapan yang sudah dilakukan. Sekaligus melakukan evaluasi agar saat penilaian, seluruhnya sudah siap dan maksimal. Selain itu, supriadi mengatakan bahwa melalui lomba ini, dapat meningkatkan pengetahuan 25 kompetensi kader dan peran serta masyarakat dalam pentingnya penyelengaraan Posyandu Integrasi Layanan Primer yakni untuk peningkatan kunjungan ke Posyandu, sehingga sasaran Posyandu sesuai siklus hidup mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga meningkatakan status derajat kesehatan. “Selayaknya, posyandu maupun kadernya diberikan apresiasi, khususnya bagi yang memiliki kreasi kegiatan atau inovasi dalam mendukung program pemerintah,” tambahnya. Untuk diketahui, dalam rapat persiapan ini membahas petunjuk teknis dan panduan persiapan lomba berprestasi & kader berprestasi, Adapun pelaksanaan lomba Posyandu dan kader berprestasi ini dilakukan secara berjenjang,dimulai dari tingkat kecamatan, tingkat Kota hingga tingkat provinsi dan nasional” ungkap Supriadi” Turut hadir dalam persiapan lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kota Metro M. dan Selaku Pokjanal Kota Metro Supriadi, SH, MM Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro,ST.,MKes , Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi Disnakertrans Kota Metro, Marina Indrawati,SH,.MM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes beserta Tim Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro serta Kepala Puskesmas Karang Rejo, Amrina beserta staf.
Miliki Inovasi Kompas, Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo Masuk Tiga Besar Penilaian Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung 2024
Begini Cara Dinas Kesehatan Kota Metro Memastikan ASN Selalu Bugar “1002 orang ASN Ikuti Pengukuran Kebugaran”
Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro dan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Metro beserta Yayasan Jantung Indonesia Klub Jantung Remaja Cab Kota Metro menggelar pengukuran kebugaran dan skrining bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Sai Wawai. Kegiatan berlangsung di Taman Merdeka Kota setempat, Jumat (14/6/2024). Dalam rangka memperingati HUT Kota Metro ke-87, Pemerintah Kota Metro sukses menggelar acara Pengukuran Kebugaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diinisiasi oleh Walikota Metro, dr. H. Wahdi, Sp.OG (K)., M.H Acara ini berlangsung lancar dengan kehadiran Walikota beserta rombongan yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Acara yang berlangsung di Taman merdeka depan Rumah Dinas Walikota Metro ini dimulai pada pukul 06:30 WIB dan dihadiri oleh banyak ASN dari berbagai instansi pemerintahan di Kota Metro. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan dan kebugaran para ASN tetap terjaga, sehingga mereka dapat bekerja secara optimal dan produktif. Walikota Metro, dr. H. Wahdi, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi para ASN. “Banyaknya prestasi Kota Metro adalah kontribusi aktif ASN. Jadi harus memperhatikan kesehatan mereka sendiri yang terpenting,” ujar Walikota. Beliau juga menyampaikan bahwa perhatian khusus terhadap kesehatan ASN adalah salah satu prioritas dalam pemerintahannya. Kegiatan ini tentunya sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh ASN maupun pegawai di lingkungan Pemkot Metro,” katanya. “Jadi, kalau kita punya ASN yang tidak berkualitas, artinya tidak baik. Maka pembangunan juga tidak berjalan. Oleh sebab itu, pemerintah mengadakan cek kebugaran bagi para ASN. Kalau kita sehat, InsyaAllah kita bisa berfikir baik dan memberikan manfaat,” imbuhnya. Menurutnya, Pengukuran Kebugaran dapat di laksanakan setiap saat menggunakan aplikasi sipgar.Saya kira program ini memang harus dilakukan tidak dalam bentuk seperti ini saja. Tetapi, setiap saat pun bisa dilakukan. Yaitu masuk dalam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat),” ucapnya. Dia mengungkapkan, program Germas dan PHBS tersebut sudah masuk dalam rangkaian JAMA-PAI (Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu). “JAMA-PAI itu merupakan kearifan lokal yang berkerja secara bareng-bareng dan gotong royong, disitulah terlihat pilar-pilarnya. Kalau kita mau lihat bagaimana merancang pembangunan, di situ bisa terlihat,” ungkapnya. Sementara, Kepala Dinas (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro Saputra menyampaikan, terimakasih kepada Wali Kota Metro atas dukungan yang telah diberikan pada kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terimakasih kepada pak wali atas dukungannya. Kegiatan ini merupakan dalam rangka sosialisasi Germas dan juga pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, jangan sampai ASN kita yang sebagai tulang punggung Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tidak sehat dan tidak bugar,” ujarnya. Pada Gelaran kegiatan Pengukuran Kebugaran ASN tingkat Kota Metro dibagikan juga secara gratis sayuran dan susu kepada seluruh peserta kebugaran Dia menyebut, kegiatan tersebut sangat penting. Karena kegiatan tersebut masuk dalam lingkup Germas dan mewujudkan visi Kota Metro. “Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan di masyarakat. Namun, kalau untuk ASN memang momennya baru ini, bertepatan pada hari jadi Kota Metro ke 87. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan visi Kota Metro, yaitu kota berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya,” ucap wahdi” Senada dengan Kadis Kesehatan Kota Metro, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro Diah Meirawati menambahkan Ada sekitar 600 orang ASN perwakilan dari masing-masing OPD se-Kota Metro melakukan Pengukuran kebugaran pada hari ini. Diah Meira menambahkan Untuk pengukuran kebugaran kita menggunakan metode rockport, dimana peserta diharuskan untuk melakukan joging, lari atau berjalan secara konstan sesuai dengan kemampuan mereka pada lintasan yang telah ditentukan sejauh 1.64 km.Dan diukur melalui aplikasi Sistem Informasi Kebugaran (Sipgar). Aplikasi ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI.Tetapi sebelum itu dilakukan skrining kesehatan terlebih oleh para ahli dalam bidangnya yang menentukan para peserta layak melakukan tes rockport nantinya,” tuturnya. Aplikasi Sipgar merupakan aplikasi pencatatan pemeriksaan kondisi fisik seseorang yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan metode Rockport pungkas Diah Meira “Setelah melakukan Pengukuran Kebugaran ini, akan didapatkan rekomendasi latihan fisik yang cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta yang sesuai dengan kategori kebugaran jasmani mereka,” jelas Diah Meira. Turut hadir dalam Penyelenggaraan Kegiatan Pengukuran Kebugaran ASN Tingkat Kota Metro Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Forkopimda Kota Metro, Asisten, Staf Ahli , Kepala OPD se-Kota Metro, Dandim, Kapolres,Camat dan Lurah Se Kota Metro dan juga kehadiran Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Provinsi Lampung Yulianto,SKM.M.Kes
Pengukuran Kebugaran dan Skrining Kesehatan, Walikota Wahdi ingin pastikan ASN Metro Sehat, Unggul dan Produktif.
Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro dan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Metro beserta Yayasan Jantung Indonesia Klub Jantung Remaja Cab Kota Metro menggelar pengukuran kebugaran dan skrining bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Sai Wawai. Kegiatan berlangsung di Taman Merdeka Kota setempat, Jumat (14/6/2024). Dalam rangka memperingati HUT Kota Metro ke-87, Pemerintah Kota Metro sukses menggelar acara Pengukuran Kebugaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diinisiasi oleh Walikota Metro, dr. H. Wahdi, Sp.OG (K)., M.H Acara ini berlangsung lancar dengan kehadiran Walikota beserta rombongan yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Acara yang berlangsung di Taman merdeka depan Rumah Dinas Walikota Metro ini dimulai pada pukul 06:30 WIB dan dihadiri oleh banyak ASN dari berbagai instansi pemerintahan di Kota Metro. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan dan kebugaran para ASN tetap terjaga, sehingga mereka dapat bekerja secara optimal dan produktif. Walikota Metro, dr. H. Wahdi, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi para ASN. “Banyaknya prestasi Kota Metro adalah kontribusi aktif ASN. Jadi harus memperhatikan kesehatan mereka sendiri yang terpenting,” ujar Walikota. Beliau juga menyampaikan bahwa perhatian khusus terhadap kesehatan ASN adalah salah satu prioritas dalam pemerintahannya. Kegiatan ini tentunya sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh ASN maupun pegawai di lingkungan Pemkot Metro,” katanya. “Jadi, kalau kita punya ASN yang tidak berkualitas, artinya tidak baik. Maka pembangunan juga tidak berjalan. Oleh sebab itu, pemerintah mengadakan cek kebugaran bagi para ASN. Kalau kita sehat, InsyaAllah kita bisa berfikir baik dan memberikan manfaat,” imbuhnya. Menurutnya, Pengukuran Kebugaran dapat di laksanakan setiap saat menggunakan aplikasi sipgar.Saya kira program ini memang harus dilakukan tidak dalam bentuk seperti ini saja. Tetapi, setiap saat pun bisa dilakukan. Yaitu masuk dalam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat),” ucapnya. Dia mengungkapkan, program Germas dan PHBS tersebut sudah masuk dalam rangkaian JAMA-PAI (Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu). Pada Gelaran Pengukuran Kebugaran ASN tingkat Kota Metro juga di bagikan sayuran dan susu gratis kepada semua peserta kebugaran. “JAMA-PAI itu merupakan kearifan lokal yang berkerja secara bareng-bareng dan gotong royong, disitulah terlihat pilar-pilarnya. Kalau kita mau lihat bagaimana merancang pembangunan, di situ bisa terlihat,” ungkapnya. Sementara, Kepala Dinas (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro Saputra menyampaikan, terimakasih kepada Wali Kota Metro atas dukungan yang telah diberikan pada kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terimakasih kepada pak wali atas dukungannya. Kegiatan ini merupakan dalam rangka sosialisasi Germas dan juga pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, jangan sampai ASN kita yang sebagai tulang punggung Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tidak sehat dan tidak bugar,” ujarnya. Dia menyebut, kegiatan tersebut sangat penting. Karena kegiatan tersebut masuk dalam lingkup Germas dan mewujudkan visi Kota Metro. “Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan di masyarakat. Namun, kalau untuk ASN memang momennya baru ini, bertepatan pada hari jadi Kota Metro ke 87. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan visi Kota Metro, yaitu kota berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya,” ucapnya Senada dengan Kadis Kesehatan Kota Metro, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro Diah Meirawati menambahkan Ada sekitar 600 orang ASN perwakilan dari masing-masing OPD se-Kota Metro melakukan Pengukuran kebugaran pada hari ini. Diah Meira menambahkan Untuk pengukuran kebugaran kita menggunakan metode rockport, dimana peserta diharuskan untuk melakukan joging, lari atau berjalan secara konstan sesuai dengan kemampuan mereka pada lintasan yang telah ditentukan sejauh 1.64 km.Dan diukur melalui aplikasi Sistem Informasi Kebugaran (Sipgar). Aplikasi ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI.Tetapi sebelum itu dilakukan skrining kesehatan terlebih oleh para ahli dalam bidangnya yang menentukan para peserta layak melakukan tes rockport nantinya,” tuturnya. Aplikasi Sipgar merupakan aplikasi pencatatan pemeriksaan kondisi fisik seseorang yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan metode Rockport pungkas Diah Meira “Setelah melakukan Pengukuran Kebugaran ini, akan didapatkan rekomendasi latihan fisik yang cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta yang sesuai dengan kategori kebugaran jasmani mereka,” jelas Diah Meira. Turut hadir dalam Penyelenggaraan Kegiatan Pengukuran Kebugaran ASN Tingkat Kota Metro Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Forkopimda Kota Metro, Asisten, Staf Ahli , Kepala OPD se-Kota Metro, Dandim, Kapolres,Camat dan Lurah Se Kota Metro dan juga kehadiran Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Provinsi Lampung Yulianto,SKM.M.Kes

