Sebagai upaya meraih prestasi tinggi dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro menggelar pertemuan rapat koordinasi hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) 5 Pilar STBM, Bertempat di Ruang OR, Dinas Kesehatan Kota Metro, Rabu (31/7/2024). Pertemuan dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM, Ia memaparkan pentingnya kerja sama dengan Lintas OPD dalam pelaksanaan Persiapan Penilaian STBM Award. Diah Meira menambahkan bahwa dalam PERMENKES Nomor 3 Tahun 2014, strategi penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) meliputi 3 (tiga) komponen yang saling mendukung satu dengan yang lain yaitu; Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment); Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation); Peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply improvement); Apabila salah satu dari komponen STBM tersebut tidak ada maka proses pencapaian 5 (lima) Pilar STBM tidak maksimal. Tiga strategi ini disebut Komponen Sanitasi Total. Diah Meira mengungkapkan bahwa STBM Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kabupaten/Kota yang secara konsisten, memiliki komitmen dan partisipasi tinggi dalam pemicuan dan partisipasi masyarakat di bidang higiene dan sanitasi. Ajang ini dilaksanakan sekali dalam dua tahun. STBM Award ini bukan hanya ajang award saja tetapi tujuan utamanya adalah meningkatkan pembangunan sanitasi untuk menciptakan kondisi sanitasi yang baik berupa penyediaan sarana sanitasi yang berkualitas dan perubahan perilaku saniter masyarakat dalam rangka menunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, maka akan muncul kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Kini isu-isu kesehatan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab medis dan tenaga kesehatan saja, tetapi masyarakat memiliki peran utama dalam mewujudkan lingkungan sehat. Sisa fungsi kita semua untuk membina masyarakat agar program pusat ini dapat berjalan baik dan lancar,” jelas Diah Meira . Turut hadir dalam rapat ini perwakilan dari Bappeda Kota Metro, DPUPR Kota Metro, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Metro, Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Sanitarian Puskesmas Se-Kota Metro
Penggerakan Posyandu Aktif Tingkat Kota Metro 2024″Posyandu Aktif, Keluarga Sehat “Bersama Wujudkan Kota Metro Bebas Stunting 2024”
Pemerintah Kota Metro dipimpin oleh Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru senantiasa memperhatikan peningkatan sumberdaya manusia yang ada di Kota Metro dalam rangka mendukung program nasional mencapai Indonesia Emas tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan RI. Di Kota Metro sendiri dengan program Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang), seluruh SDM di Kota Metro mendapatkan perhatian serius. Salah satu yang tak luput dari perhatian adalah kader Posyandu, yang selama ini keberadaannya sangat mendukung dalam penyiapan SDM di Kota Metro. Berkaitan dengan itu, pada hari Selasa, 23 Juli 2024, di TMII Metro, Pemkot Metro bersama para stakeholder dan pihak swasta mengadakan kegiatan Posyandu Aktif. Kegiatan ini diisi dengan edukasi peningkatan SDM dalam bidang kesehatan, hingga bidang keuangan melalui materi literasi keuangan keluarga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Selain OJK, turut andil dalam kegiatan ini adalah PT. Bank Lampung, PT Astra, PT. Pegadaian (Persero), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Adapun kegiatan ini mengusung tema “Tema Kegiatan Penggerakan Posyandu Aktif Tingkat Kota Metro 2024“Posyandu Aktif, Keluarga Sehat: Bersama Wujudkan Kota Metro Bebas Stunting 2024” Dalam peningkatan kapasitasnya, para kader diberikan pelatihan dan pembekalan mengenai penanganan kasus kesehatan masyarakat, pentingnya promosi kesehatan, dan peran posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Dalam kesempatan ini, Wahdi mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai edukasi untuk para kader, agar tercapai revitalisasi fungsi Posyandu sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing. “Kita bisa melihat di sini mereka ini ujung tombak dalam integrasi layanan primer sesuai dengan enam pilar transformasi di bidang kesehatan. Posyandu itu terbentuk sudah lama, makanya kita hanya perlu revitalisasi fungsi dan revitalisasi sarana dan prasarana, seperti kita lihat tadi ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk dibuat posyandu, ini wujud nyata bahwa peran masyarakat juga ada disini,” paparnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan tak hanya fokus pada aspek kesehatan saja, melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah dengan Industri jasa keuangan, Kader Posyandu yang hadir diberikan wawasan bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangga agar bisa menciptakan keluarga yang harmonis. “Semoga kegiatan Posyandu Aktif dan Literasi Keuangan Keluarga ini dapat menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih luas dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan finansial masyarakat Kota Metro,” sambungnya. Sementara itu dalam sesi edukasi yang dipimpin oleh OJK, peserta diberikan informasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi, perlindungan asuransi, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan, sehingga masyarakat sejahtera secara finansial dan tidak terjebak kepada investasi ilegal atau bodong. Di kesempatan ini Oto fitriandi kepala OJK Provisi Lampung menyampaikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, kader posyandu, dan OJK, masyarakat Kota Metro akan semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan literasi keuangan. “Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Daerah dapat ditingkatkan khususnya di Kota Metro. Sementara dari segi literasi keuangan, diharapkan masyarakat Kota Metro dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya penetrasi Jasa Keuangan disini bukan membahas soal bisnis semata akan tetapi mendukung Program-program Pemerintah Daerah melalui Kader posyandu dalam mendukung gerakan penurunan angka stunting serta pengetahuan literasi akan pentingnya mengelola keuangan keluarga. “Karna menurut saya kader posyandu inikan sesungguhnya bisa menjadi aset agen literasi kepada masyarakat di Kota Metro bisa kita lihat bahwa dalam pemetaan identifikasi masyarakat secara serentak 1 kader itu bisa meng cover 10 sampai 15 orang ini artinya pengetahuan kader posyandu kalau dibekali pengetahuan kesehatan dan pengelolaan keuangan yang baik itu bisa menjadi lengkap dalam kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ungkapnya. Sebaga bentuk perhatian dan apresiasi, Pemerintah Kota Metro bekerjasama dengan pihak swasta memberikan hadiah wisata religi, berupa paket Umrah ke Arab Saudi, untuk 1 orang kader Posyandu yang diundi langsung oleh Walikota Metro. Dalam kesempatan ini juga, sebagai perhatian Wahdi memberikan santunan jaminan sosial kematian klaim BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42 Juta kepada ahli waris seorang kader posyandu yang meninggal dunia. Tak sampai di situ, ia juga menyerahkan beasiswa kepada anak cucu kader posyandu dengan masa bakti 40 tahun pengabdian yang berjumlah 4 orang kader. Kepada kader aktif yang mempunyai anak yang sedang sekolah juga diberikan Tabungan Simpanan Pelajar. Selain itu diberikan juga kepada Kader Berprestasi Tingkat Provinsi, Kader Inovasi Tingkat Kota Metro dan Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional.
Apresiasi Kinerja Kader Posyandu, Kolaborasi dengan Stakeholder, Pemkot Metro Berikan Hadiah Umrah Gratis
Pemerintah Kota Metro dipimpin oleh Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru senantiasa memperhatikan peningkatan sumberdaya manusia yang ada di Kota Metro dalam rangka mendukung program nasional mencapai Indonesia Emas tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan RI. Di Kota Metro sendiri dengan program Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang), seluruh SDM di Kota Metro mendapatkan perhatian serius. Salah satu yang tak luput dari perhatian adalah kader Posyandu, yang selama ini keberadaannya sangat mendukung dalam penyiapan SDM di Kota Metro. Berkaitan dengan itu, pada hari Selasa, 23 Juli 2024, di TMII Metro, Pemkot Metro bersama para stakeholder dan pihak swasta mengadakan kegiatan Jambore Kader Posyandu. Kegiatan ini diisi dengan edukasi peningkatan SDM dalam bidang kesehatan, hingga bidang keuangan melalui materi literasi keuangan keluarga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Selain OJK, turut andil dalam kegiatan ini adalah PT. Bank Lampung, PT Astra, PT. Pegadaian (Persero), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Adapun kegiatan ini mengusung tema “Jambore Kader Terampil Wujudkan Masyarakat Sehat”. Dalam peningkatan kapasitasnya, para kader diberikan pelatihan dan pembekalan mengenai penanganan kasus kesehatan masyarakat, pentingnya promosi kesehatan, dan peran posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Dalam kesempatan ini, Wahdi mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai edukasi untuk para kader, agar tercapai revitalisasi fungsi Posyandu sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing. “Kita bisa melihat di sini mereka ini ujung tombak dalam integrasi layanan primer sesuai dengan enam pilar transformasi di bidang kesehatan. Posyandu itu terbentuk sudah lama, makanya kita hanya perlu revitalisasi fungsi dan revitalisasi sarana dan prasarana, seperti kita lihat tadi ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk dibuat posyandu, ini wujud nyata bahwa peran masyarakat juga ada disini,” paparnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan tak hanya fokus pada aspek kesehatan saja, melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah dengan Industri jasa keuangan, Kader Posyandu yang hadir diberikan wawasan bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangga agar bisa menciptakan keluarga yang harmonis. “Semoga kegiatan Jambore Kader Posyandu dan Literasi Keuangan Keluarga ini dapat menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih luas dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan finansial masyarakat Kota Metro,” sambungnya. Sementara itu dalam sesi edukasi yang dipimpin oleh OJK, peserta diberikan informasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi, perlindungan asuransi, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan, sehingga masyarakat sejahtera secara finansial dan tidak terjebak kepada investasi ilegal atau bodong. Di kesempatan ini Oto fitriandi kepala OJK Provisi Lampung menyampaikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, kader posyandu, dan OJK, masyarakat Kota Metro akan semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan literasi keuangan. “Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Daerah dapat ditingkatkan khususnya di Kota Metro. Sementara dari segi literasi keuangan, diharapkan masyarakat Kota Metro dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya penetrasi Jasa Keuangan disini bukan membahas soal bisnis semata akan tetapi mendukung Program-program Pemerintah Daerah melalui Kader posyandu dalam mendukung gerakan penurunan angka stunting serta pengetahuan literasi akan pentingnya mengelola keuangan keluarga. “Karna menurut saya kader posyandu inikan sesungguhnya bisa menjadi aset agen literasi kepada masyarakat di Kota Metro bisa kita lihat bahwa dalam pemetaan identifikasi masyarakat secara serentak 1 kader itu bisa meng cover 10 sampai 15 orang ini artinya pengetahuan kader posyandu kalau dibekali pengetahuan kesehatan dan pengelolaan keuangan yang baik itu bisa menjadi lengkap dalam kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ungkapnya. Sebaga bentuk perhatian dan apresiasi, Pemerintah Kota Metro bekerjasama dengan pihak swasta memberikan hadiah wisata religi, berupa paket Umrah ke Arab Saudi, untuk 1 orang kader Posyandu yang diundi langsung oleh Walikota Metro. Dalam kesempatan ini juga, sebagai perhatian Wahdi memberikan santunan jaminan sosial kematian klaim BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42 Juta kepada ahli waris seorang kader posyandu yang meninggal dunia. Tak sampai di situ, ia juga menyerahkan beasiswa kepada anak cucu kader posyandu dengan masa bakti 40 tahun pengabdian yang berjumlah 4 orang kader. Kepada kader aktif yang mempunyai anak yang sedang sekolah juga diberikan Tabungan Simpanan Pelajar. Selain itu diberikan juga kepada Kader Berprestasi Tingkat Provinsi, Kader Inovasi Tingkat Kota Metro dan Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional
Ciptakan SDM Unggul, Dinkes Kota Metro Beri Pelatihan Bagi Tenaga Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar Pelatihan Edukasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan Metode Emo Demo Bagi Tenaga Kesehatan, bertempat di Ballroom Hotel Grand Skuntum dan Aula Dinas Kesehatan Kota Metro, Sabtu (20/07/2024). Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini diwakili Sabarina Amir,S.Farm,.Apt selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro, menutup acara sekaligus memberikan sambutan, mengatakan bahwa Kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi 1000 HPK dengan metode Emo Demo bagi tenaga kesehatan ini bekerjasama dengan Hanacaraka Training Center Indonesia PT Prima Medisina Hanacaraka sebagai Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan yang selanjutnya disebut Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan yang telah terakreditasi B Kementrian Kesehatan. Sabarina dalam sambutannya juga mengatakan bahwa Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) yang dikarenakan kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (sejak janin hingga anak usia 2 tahun). Hal ini berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, yang juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan, ucapnya. Sabarina mengatakan bahwa untuk merubah perilaku masyarakat yang lama ke perilaku baru yang lebih baik tentulah tidak mudah. Salah satunya merubah perilaku hidup sehat, dibutuhkan berbagai pendekatan dari pendidikan, penyuluhan hingga konseling untuk dapat merubah perilaku masyarakat. Sehingga diperlukan suatu pendekatan yang efektif agar program dapat tercapai. Salah satu metode pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat yaitu dengan metode Emotional Demonstration (Emo Demo), namun apakah Emo Demo itu? Emo Demo merupakan metode pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat target atau sasaran dari perilaku yang tidak baik atau tidak sehat ke perilaku sehat. Metode dilakukan dengan rangkaian kegiatan yang sangat partisipatif yang bertujuan untuk menyampaikan pesan sederhana dengan cara yang menyenangkan dan atau menyentuh emosi, sehingga mudah diingat dan berdampak perubahan perilaku. Tim Fasilitator Hanacaraka Training Center Indonesia PT Prima Medisina Hanacaraka memberikan demonstrasi 10 modul Emo Demo melalui peragaan yang sangat menarik dan sederhana namun mampu menyentuh emosi peserta. Demo dilakukan dengan metode komunikasi ringan sehari-hari dan peragaan yang menarik untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dengan tujuan merubah perilaku masyarakat target. Harapannya, setelah pelatihan peserta mampu mengaplikasikan dalam kegiatan pendampingan di Kota Metro. Dan akhirnya atas izin dari Tuhan Yang Maha Esa dan kita yang hadir di ruangan ini saya nyatakan Pelatihan Edukasi Gizi 1000 HPK dengan metode Emo Demo bagi tenaga kesehatan Tahun 2024 secara resmi di tutup, “ungkap sabarina”. Dalam kesempatan yang sama Ketua Tim Kerja Subtansi Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro Verdalena Hasan, SKM, M.Kes menambahkan bahwa dalam Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan secara daring/online selama 2 hari yaitu tanggal 16-17 Juli 2024 dan secara luring/offline yaitu tanggal 19-20 Juli 2024. Perlu diketahui, proses Pelatihan dalam pertemuan ini yaitu mengisi pretest dan post test, Paparan dan Tanya Jawab, Diskusi, Praktir Teori dalam kelas (role play), Penugasan dan Praktik Lapangan. Peserta pertemuan yang hadir terdiri dari Petugas Pemegang Program Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Program Gikia, Dari Seluruh Puskesmas Se-Kota Metro ungkap Verdalena Turut Hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Metro,dr. Achmad Redho Akbar sebagai salah satu narasumber Rencana Tindak Lanjut (RTL) pada pelatihan Edukasi Gizi 1000HPK dengan metode Emo Demo bagi Tenaga Kesehatan dr.Redho Akbar mengatakan bahwa di penghujung pelatihan, para peserta diminta untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dan ini tidak sekedar tugas dalam pelatihan saja, akan tetapi harus disesuaikan dengan identifikasi masalah di tempat masing-masing. Perencanaan ini penting dilakukan dengan semua tertata, mulai dari planning, organising, acunting dan conrtoling (POAC) benar-benar diterapkan dengan baik, ungkap dr redho. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro/ E.L.
Pemkot Metro : Wujudkan Lansia Berdaya dengan Inovasi LMSC (Lansia Metro Sehat Ceria) Rumuskan Strategi Kolaboratif
Pertemuan Penguatan Upaya Kesehatan Lansia bagi Lintas Program/ Lintas Sektor, Rumah Sakit Rujukan, Lembaga Swadaya Masyarakat/ Non Government Organizational, Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Grand Skuntum Metro,Jumat, 12/07/2024 Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi lansia, Dinas Kesehatan Kota Metro mengadakan pertemuan penguatan dengan melibatkan lintas program, lintas sektor, rumah sakit rujukan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Metro yang bertujuan untuk merumuskan strategi kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lansia di wilayah Kota Metro. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dr. Silfia Naharani Wahdi, Sp.KKLP, MM mengungkapkan bahwa 2045, penduduk lansia diperkirakan akan mencapai 19,9 persen atau hampir seperlima populasi. Jika para warga lansia tetap sehat dan produktif, Indonesia akan menikmati bonus demografi kedua. Warga lansia sehat dan produktif berpotensi menggerakkan perekonomian negara. Tren angka harapan hidup yang semakin tinggi ini memberikan konsekuensi untuk membuat lansia itu menjadi lansia yang sehat, lansia yang berkarya dan lansia yang berguna bukan lansia yang menjadi beban bagi keluarga, masyarakat maupun negara “lanjut Silfia Naharani” Silfia Naharani yakin dengan adanya inovasi Lansia Metro Sehat Ceria dengan salah satunya akan diadakan nya pelatihan keterampilan untuk para lansia sehingga hal ini akan menjadi salah satu wadah dalam membentuk lansia SMART (Sehat,Mandiri Aktif dan Produktif) Harapan kami melalui pembentukan Inovasi Lansia Sehat Metro Ceria yang hal ini salah satu program kerja nya adalah di adakan pelatihan ketrampilan untuk para lansia di Kota Metro, karena ini adalah salah satu upaya untuk menjaga eksistensi bangsa ini, orang tua yang sudah berusia lanjut adalah sumber nasehat dan restu sehingga harus dihormati dan harus mendapatkan perhatian, kepedulian dan kebahagiaan terutama dari lingkungan dan keluarga,” lanjutnya. Selain program pemerintah, dukungan keluarga juga diperlukan. Kehadiran keluarga berdampak positif bagi lansia. Stigma negatif terkait lansia harus segera dihilangkan. Lansia bukanlah beban melainkan orang yang terhormat dan dapat aktif berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat. Bagi penduduk usia produktif, diharapkan dapat tetap menjaga kesehatan fisik, mental maupun finansial agar tidak akan ada kata ‘merepotkan’ di masa tua nanti. Harapannya dimasa depan lansia bukan lagi menjadi objek yang tak berdaya, melainkan menjadi subjek yang berdaya, sehingga dapat terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi khususnya di Kota Metro, Sehingga lonjakan penduduk lansia di masa mendatang merupakan suatu bonus demografi yang dapat kita nikmati.”ungkap Silfia Naharani” Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes menjelaskan mengenai program baru Kota Metro yakni LSMC ( Lansia Sehat Metro Ceria) ini adalah program kesehatan lansia sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kota metro terhadap kesehatan lansia. Diah Meira mengatakan Lansia menurut UU Nomor 13 tahun 1998 adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lanjut usia (lansia) sebagai individu juga menghendaki kemandirian dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraannya. Perubahan fisik lansia akan mempengaruhi tingkat kemandirian, untuk melihat kemampuan fungsional seseorang (khususnya pada lansia) dapat diamati dari kemampuan melakukan aktivitas kesehariannya (Activities Daily Living/ADL) yang meliputi mandi, berpakaian, pergi ke kamar mandi berpindah kontinen, dan makan. Diah Meira menambah akan bahwa kedepan salah satu program dari LSMC untuk lansia yang tingkat kemandirian A yakni masih melakukan segala aktifitas sehari harinya sendiri akan di bekali beberapa pelatihan yang sesuai dengan minat ya salah satu contoh nya warga Lanjut Usia (Lansia) dibekali pelatihan kerajinan tangan atau handy craft melalui Sekolah Lansia. Diah Meira juga menambahkan untuk Lansia dengan tingkat Kemandirian B dan C dengan definisi sebagian aktivitas nya di bantu sanak saudara/ kerabat anggota keluarga lansia, sehingga kedepannya akan di adakan pelatihan cargiver dengan tujuan bagaimana memberikan bekal kepada anggota keluarga lansia dalam memenuhi kebutuhan dasar mengenai lansia, komunikasi lansia, bagaimana merawat lansia, pemenuhan gizi bagi lansia serta upaya perawatan penyakit degeneratif. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro /E.L
Percepatan Penurunan AKI AKB Dinkes Kota Metro Roadshow Monev AMPSR RS Se-Kota Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro menyambangi semua Rumah Sakit Se-Kota Metro dalam rangka Monev AMPSR / Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon,, Maternal Perinatal Death Notification / MPDN dan e-Kohort KIA. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro yang di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Diah Meirawati,SKM.,MKes berharap dapat melakukan implementasi pencatatan dan pelaporan pelayanan KIA melalui aplikasi AMPSR, SIMATNEO, MPDN dan e-Kohort KIA di Rumah Sakit Se-Kota Metro Diah Meira menyampaikan “Strategi pencapaian penurunan AKI dan AKB melalui; pertama, Peningkatan akses pelayanan; kedua, Peningkatan kuantitas pelayanan kesehatan; ketiga, Peningkatan pemberdayaan masyarakat dan; Keempat, Penguatan tata kelola kesehatan, Salah satu upaya penguatan tata kelola kesehatan yang diakukan adalah dengan meningkatkan pelaporan dan pengkajian kematian maternal dan neonatal melalui kegiatan pengumpulan, analisis dan intepretasi data kematian secara terus menerus melalui sistem surveilans kematian maternal dan perinatal menggunakan AMPSR (Audit Maternal Perinatal Surveilans Respons). Diah Meira mengungkapkan bahwa AMPSR merupakan kegiatan menganalisis secara mendalam untuk mencari akar permasalahan dan rekomendasi atau solusi baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang yang dapat dilakukan untuk mengurangi AKI dan AKB” jelasnya. Bertempat di Aula RS Permata Hati Metro., Kamis, 11/07/2024. Sebagaimana diketahui Salah satu tujuan rencana pembangunan Nasional adalah meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Upaya sektor kesehatan masyarakat berfokus meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, menekankan pada peningkatan upaya promotif dan preventif didukung teknologi dan inovasi. Strategi tersebut sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan pengendalian penyakit serta memperkuat sistem kesehatan. Indikator sasaran stategis tersebut untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Stunting serta pencapaian indikator lainnya.Dalam rangka meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan, Kementerian Kesehatan juga mengembangkan aplikasi notifikasi kematian secara Real Time yaitu MPDN. Aplikasi MPDN dibuat dengan tujuan untuk mendapatkan adanya kematian maternal dan neonatal sedini mungkin guna untuk meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan. Strategi lain yang diterapkan dalam rangka penguatan sistem kesehatan dalam upaya penurunan AKI dan AKB adalah pendampingan fasilitas kesehatan (faskes) rujukan primer, pemantapan sistem informasi dan pemberdayaan masyarakat. Upaya pendampingan rumah sakit (RS) berpeluang besar dalam mempercepat penurunan AKI dan AKB. Pendampingan RS Se Kota Metro merupakan rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kinerja klinis tim pelaksana pelayanan dan institusi RS untuk menciptakan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang bermutu dengan melakukan Kajian Mandiri yang dilaksanakan oleh RS. Kementerian Kesehatan juga mengembangkan aplikasi e-Kohort KIA. E- Kohort KIA ialah platform digital khusus untuk membantu tenaga kesehatan, pengelola progam serta pengambil keputusan di tingkat pelayanan untuk penelurusan & response serta pencatatan pelaporan ibu, bayi & balita sesuai dengan SPM. Diharapkan dengan melakukan pengelolaan kohort KIA berbasis elektronik yang telah diimplementasikan di beberapa kabupaten/kota, maka proses pengembangan dan implementasi e-Kohort KIA dapat dipercepat secara maksimal. Kegiatan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon di RS Permata Hati Diah Meira menambahkan bahwa kegiatan Monev AMPSR dilakukan di sembilan rumah sakit di kota Metro guna mengevaluasi laporan kematian di aplikasi MPDN, dengan menambah surveilans dan respon di dalamnya agar kasus kematian dengan penyebab yang sama tidak terjadi lagi, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan di rumah sakit.
Kadis Kesehatan Eko Hendro Ajak Semua Unsur pelayanan kesehatan reproduksi bagi catin berperan Aktif Pastikan Calon Pengantin Sehat
Bertempat di Hotel Aidia Grande Hotel Metro, Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar Pertemuan Penguatan Kesehatan Calon Pengantin dan KB Bagi Pemegang Program, Lintas Program/Lintas Sektor, Organisasi Profesi ,Organisasi di Luar Pemerintahan dan Tenaga Kesehatan, Pertemuan tersebut sebagai penguatan implementasi dan peran lintas sektor dalam pelayanan kesehatan bagi calon pengantin (catin) dan pasangan usia subur. (Jumat, 05/07/2024) Kegiatan Pertemuan ini Guna mewujudkan Visi dan Misi Kota Metro dan mengimplementasikan Jama Pai dengan ini maka di perlu kan peran serta dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan anak dan ibu yang berkualitas sebagai strategi pembangunan kesehatan masyarakat. Pertemuan Penguatan Upaya Kesehatan Reproduksi Catin & KB ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes.Dalam sambutan mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan calon pengantin mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi. Dengan mengidentifikasi dan mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam implementasi program kesehatan reproduksi, pertemuan ini diharapkan dapat merumuskan perencanaan program kesehatan reproduksi yang lebih baik dan efektif ke depannya,”ungkap Eko Hendro” Dalam kesempatan ini, Eko Hendro juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi bagi catin secara terintegrasi dan menyeluruh. “Maka pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan reproduksi bagi catin dapat terlaksana secara terintegrasi dan menyeluruh, agar ke depannya tidak ada lagi calon pengantin yang tidak mendapatkan skrining dan pelayanan kesehatan reproduksi,” tutupnya. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menambahkan pentingnya pelayanan pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin. “Melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi catin, kita dapat memastikan kesehatan reproduksi calon pengantin, kesehatan reproduksi sendiri merupakan keadaan sehat secara fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi, dengan demikian, hal tersebut dapat menjamin kesehatan ibu dalam usia reproduksi agar mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas, sehingga dapat mengurangi angka kematian ibu, dan bayi, serta mencegah stunting. Kesehatan reproduksi catin tak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Program pelayanan kesehatan reproduksi catin akan dapat terselenggara dengan baik bila lintas program dan lintas sektor (LP/LS) terkait berkomitmen penuh dalam mendukung program tersebut,” ungkap Diah Meira” Lebih lanjut, Diah Meira mengungkapkan bahwa upaya maka upaya percepatan penurunan AKI dan AKB harus dilaksanakan lebih kearah hulu, yaitu pada masa sebelum hamil/prakonsepsi. Hal ini dapat diupayakan melalui peningkatan kesehatan reproduksi. Dalam rangka menjamin setiap orang memperoleh pelayanan kesehatan reproduksi yang bermutu, aman dan dapat dipertanggungjawabkan, Salah satu kelompok yang diperhatikan kesehatan reproduksinya adalah Calon Pengantin (catin). Tak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, program pelayanan kesehatan reproduksi catin akan dapat terselenggara dengan baik bila lintas program dan lintas sektor (LP/LS) terkait berkomitmen penuh mendukungnya. Pada akhir acara penguatan upaya kesehatan reproduksi calon pengantin (catin) dan keluarga berencana (KB) bagi lintas program, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi penting serta adanya komitmen. Kontributor Liputan: Promkes_DinkesMetro/E.L
Pemkot Metro : Penyelenggaran IVA Test,DNA HPV & Sadanis upaya deteksi dini kanker serviks “wujud nyata program aksi kepedulian”
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan Kota Metro,adakan kegiatan gebyar launching IVA Test,DNA HPV & Sadanis “wujudkan wanita sehat, wanita kuat cegah kanker serviks & payudara tingkat kota tahun 2024”. Acara yang berlangsung di sekretariat yayasan kanker Indonesia (YKI) cabang Kota Metro tersebut turut dihadiri Walikota , Wakil Walikota Metro, Ketua DPRD Kota Metro, Para Kepala OPD, Direktur RSUD,Camat, Lurah, dan Kepala UPTD Puskesmas Kota Metro, dan Peserta Iva Test, DNA HPV & Sadanis, Rabu 03/07/2024. Wahdi Siradjuddin dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa dengan diresmikannya Iva Test DNA HPV & Sadanis yang dapat membantu masyarakat dengan memberikan pemerintah kanker serviks secara gratis. “Hari ini kita mengadakan gebyar launching Pemeriksaan HPV DNA Genotyping adalah prosedur tes berbasis molekuler yang bertujuan untuk mencari atau mengetahui adanya tanda-tanda infeksi HPV. Pemeriksaan ini diutamakan untuk mendeteksi jenis (strain) dari Human Papillomavirus (HPV) yang berisiko tinggi (high-risk strains of HPV) menimbulkan kanker serviks (Kanker mulut rahim), dan Sadanis dalam Pemeriksaan Payudara secara Klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Dengan menghindari potensi munculnya kanker payudara, dan melakukan deteksi dini diharapkan penderita bisa segera menemukan kanker pada stadium yang lebih dini. Hal ini dapat meningkatkan peluang kesembuhan hingga 80-90%,” jelasnya. Wahdi menerangkan bahwa dengan adanya program Iva Test dari pemerintah dimana seluruh masyarakat dapat melakukan pemeriksaan di seluruh instansi kesehatan secara gratis. “Biaya Test HPV DNA Genotyping memang cukup besar, tetapi yang sudah masuk program pemerintah yang gratis adalah Iva Test yang bisa di lakukan puskesmas, dan rumah sakit yang khusus melayani Iva, tetapi di puskesmas sudah bisa semua,” terangnya. Kepala Dinas Kesehatan, Eko Hendro Saputra menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran perilaku masyarakat terutama dilingkungan Pemerintah Kota Metro. “Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kesadaran perilaku kita terhadap pencegahan penyakit kanker, dimana senantiasa menjaga hidup bersih dan sehat, dan meningkatkan kewaspadaan perempuan untuk penyakit Kanker Serviks dan Payudara, kesadaran individu, dan masyarakat untuk mengambil peran pengendalian kanker pada perempuan, melibatkan seluruh stakeholder yang ada,” imbuhnya. Eko menyebut kegiatan Iva Test (HPV DNA) & Sadanis telah di laksanakan sejak tanggal 1 Juli – 5 Juli 2024 yang dilakukan di seluruh Puskesmas Kota Metro. Selanjut ia menambahkan bahwa di tahun 2023 sudah ada Vaksin HPV (Imunisasi untuk melindungi tubuh dari infeksi HPV) untuk anak usia anak dini jenjang kelas 5 dan 6 sekolah dasar di Kota Metro. “Jadi generasi muda kita wanita ke depan akan terhindar dari kangker serviks dan kanker payudara yang mana pada bulan Agustus mendatang akan kembali diadakan vaksin untuk kelas 5 dan 6 Kota Metro,” pungkasnya Kontributor Liputan : Promkes_DinkesMetro/E.L

