Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) menggelar Mini Lokakarya (Lokmin) Stunting tingkat kecamatan secara serentak di seluruh wilayah Kota Metro, Senin,30 September 2025 bertempat di Aula Kecamatan Metro Utara Kepala Dinas PPPAPPKB Kota Metro, Subehi, S.STP., M.M., menegaskan bahwa lokmin stunting menjadi forum penting bagi camat, puskesmas, dan lintas sektor untuk melakukan koordinasi, evaluasi, sekaligus merumuskan strategi percepatan penurunan stunting.“Masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Faktor penyebabnya kompleks, mulai dari kondisi gizi ibu hamil, pola asuh, hingga lingkungan dan akses sanitasi. Karena itu, diperlukan sinergi semua unsur agar upaya penurunan stunting dapat lebih optimal,” ungkap Subehi. Salah satu perwakilan Kecamatan Metro Utara, Kepala Puskesmas Banjarsari dr. Balkis, menambahkan bahwa selain faktor gizi, terdapat pula penyerta lain yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak. “Kami menemukan kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit penyerta seperti infeksi berulang, anemia, hingga bayi lahir dengan berat rendah. Hal-hal ini menjadi tantangan di lapangan, sehingga pendampingan keluarga menjadi kunci penting,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Shera Artina, S.Gz., Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Banjarsari, memaparkan inovasi yang tengah dijalankan di Metro Utara, yakni “Kumbang Lestari” (Kelompok Tumbuh Kembang Kelurahan Banjarsari). Program ini dibentuk untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang anak melalui tim pelaksana yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Kumbang Lestari menjadi wadah untuk mengawal anak-anak berisiko stunting dengan pendekatan lebih intensif, mulai dari pendampingan keluarga, penyuluhan gizi, hingga rujukan bila diperlukan,” jelas Shera. Meski berbagai langkah telah ditempuh, tantangan tetap ada. Antara lain, masih ditemui ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), balita yang tidak rutin datang ke posyandu, hingga rendahnya kepatuhan kontrol kesehatan setelah mendapat rujukan. Belum lagi faktor lingkungan, seperti kualitas air minum rumah tangga yang masih memerlukan perhatian. Melalui lokmin ini, seluruh kecamatan di Kota Metro berkomitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menjalankan intervensi secara berkesinambungan. Pemerintah berharap, dengan kerja bersama, angka stunting di Kota Metro dapat terus ditekan, sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Kontributor Liputan: Promkes_Metro Eci Lindasari SKM
“Puskesmas Banjarsari Bersama YBM BRILiaN: Langkah Nyata Bangun Generasi Sehat Bebas Stunting”
Metro Utara – Puskesmas Banjarsari kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN), sebuah Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 458 Tahun 2024 yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan, puskesmas ini menggelar Orientasi dan Pelatihan Kader Pencegahan Stunting di Posyandu Nusa Indah, Kelurahan Banjarsari, Jumat (26/09/2025). Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kapasitas kader, tetapi juga menjadi wujud nyata pendekatan promotif dan preventif yang kini semakin ditekankan dalam sistem pelayanan kesehatan. Stunting sendiri masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga berisiko menghadapi masalah perkembangan kognitif yang berdampak pada kualitas SDM di masa depan. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kader posyandu. “Kader adalah ujung tombak dalam pencegahan stunting di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mendampingi keluarga, khususnya ibu hamil dan balita, dalam memenuhi kebutuhan gizi dan pola asuh yang tepat,” jelasnya. Pelatihan ini memberikan materi seputar deteksi dini risiko stunting, pemantauan tumbuh kembang, hingga strategi komunikasi efektif dalam menyampaikan pesan gizi. Dengan demikian, kader tidak hanya berperan sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai agen perubahan perilaku di tingkat keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Shera Artina, S.Gz, fasilitator dari YBM BRILiaN, memaparkan bahwa program kolaborasi ini juga melibatkan intervensi gizi langsung melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 90 hari dengan pendekatan Pos Gizi Positif Deviance (PD). “Sasaran balita dalam program ini berasal dari Kelurahan Banjarsari sebanyak 25 anak dan Kelurahan Purwosari sebanyak 15 anak di Kecamatan Metro Utara. Melalui pendekatan PD, keluarga diajak belajar dari praktik positif yang terbukti berhasil mencegah stunting meski dengan keterbatasan. Intervensi dilakukan tidak hanya melalui PMT, tetapi juga edukasi gizi, pola asuh, demo masak, dan pendampingan langsung di rumah,” terang Shera. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Banjarsari, Nila Kusumawati, S.IP., M.Si., yang memberikan apresiasi kepada Puskesmas Banjarsari atas konsistensinya dalam menekan angka stunting di wilayah Metro Utara. “Kehadiran puskesmas dalam mendampingi masyarakat tidak hanya terlihat dari layanan kesehatan formal, tetapi juga dari inovasi lapangan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Upaya ini sejalan dengan target nasional penurunan prevalensi stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Provinsi Lampung tercatat sebesar 15,9 persen, menunjukkan tren perbaikan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, angka tersebut masih membutuhkan kerja keras bersama agar bisa mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030. Selain fokus pada pencegahan stunting, Puskesmas Banjarsari juga terus mengembangkan layanan promotif dan preventif lain, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, program gizi seimbang, hingga kampanye pola hidup bersih dan sehat. Sinergi dengan YBM BRILiaN semakin memperkuat daya jangkau program, terutama melalui dukungan pendanaan sosial keagamaan yang dapat diarahkan untuk intervensi gizi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan orientasi dan pelatihan kader di Posyandu Nusa Indah menjadi bukti nyata bahwa Puskesmas Banjarsari hadir tidak sekadar sebagai fasilitas kesehatan, melainkan mitra strategis masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Dengan langkah konsisten, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan penuh dari masyarakat, Puskesmas Banjarsari optimistis dapat menjadi teladan dalam upaya pencegahan stunting di Kota Metro. Kontributor Liputan: Promkes Metro /Eci Lindasari SKM
Quiari Indonesia Perkenalkan Suplemen Kesehatan di Lampung: Seminar Hidup Sehat Bersama dr. Bobie C.M Thene dan dr. Balkis
Pada Jumat, 12 September 2025, Quiari Indonesia memperluas jangkauan mereka dengan menggelar seminar bertajuk Hidup Sehat Bincang Sehat dan Finansial di Hotel Aston Lampung. Seminar ini dihadiri oleh lebih dari seratus peserta yang mendengarkan pemaparan langsung dari Dr. Bobie C.M Thene, Sp.B, seorang dokter spesialis bedah yang berpraktik di RSUD Sukadana Lampung Timur dan RS Arta Bunda Lampung Tengah. Dr. Bobie yang dikenal sebagai Rock Star Quiari Indonesia mengajak masyarakat Lampung untuk mengonsumsi suplemen kesehatan dari Quiari yang diformulasikan khusus untuk memperlambat proses penuaan dan menjaga kesehatan tubuh. “Suplemen ini adalah langkah besar untuk mengatasi masalah penuaan dan penyakit degeneratif, yang semakin banyak ditemui di usia muda. Quiari hadir dengan bahan baku Maqui Berry yang memiliki kandungan antioksidan yang sangat kuat dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Dr. Bobie dalam pemaparannya. Selain itu, dr. Balkis, yang juga hadir dalam seminar ini, menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui gaya hidup sehat dan asupan gizi yang tepat. dr. Balkis menjelaskan bahwa menjaga pola makan sehat dan aktif secara fisik sangat penting untuk mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. “Sebagai tenaga kesehatan, kami selalu mendukung setiap langkah yang mengarah pada pencegahan masalah kesehatan di masa depan. Program ini sangat penting, karena selain memperkenalkan suplemen kesehatan, kita juga mengedukasi masyarakat mengenai pola makan sehat dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak dini,” ujar dr. Balkis. dr. Bobie juga menjelaskan bahwa Quiari merupakan suplemen kesehatan yang dijual langsung kepada konsumen, tanpa melalui apotek atau marketplace. “Kami ingin menciptakan peluang bisnis bagi masyarakat dengan menjadi distributor, yang tidak hanya mendapatkan keuntungan dari produk ini, tetapi juga dapat menyebarluaskan manfaatnya kepada lebih banyak orang,” tambahnya. Suplemen Quiari, seperti Quiari Shake, Quiari Energy (tablet energi), dan Quiari Prime Gel, semuanya dirancang untuk mendukung kesehatan tubuh, memberikan energi, dan memperlambat penuaan. Produk ini diproduksi oleh dr. Juan Hancke, ahli Maqui Berry terkemuka, yang juga mengembangkan produk ini agar mampu menyerap oksigen radikal lebih banyak daripada produk lain seperti buah delima atau manggis. Dalam kesempatan yang sama, dr. Balkis dan dr. Bobie menekankan pentingnya pola hidup sehat untuk mendukung generasi sehat di masa depan juga disampaikan oleh pihak Dinas Kesehatan setempat. Kegiatan seperti seminar ini memberikan nilai tambah yang sangat positif, mengingat pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran kesehatan harus dimulai dari usia dini. Dengan langkah preventif yang melibatkan pemeriksaan kesehatan dan pola hidup sehat seperti yang diadakan dalam seminar ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga pola makan sehat dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Program kesehatan yang didorong oleh Quiari Indonesia juga bertujuan untuk memastikan bahwa generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan bugar, siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Lampung, yang kini menjadi bagian dari ekspansi pemasaran Quiari, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat. dr. Bobie berharap agar Lampung menjadi pusat percontohan bagi pengembangan suplemen ini, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan memperlambat proses penuaan. “Suplemen ini hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam pencegahan penyakit degeneratif yang semakin tinggi. Dengan mengonsumsi suplemen yang tepat, kita bisa mengurangi risiko tersebut sejak dini,” tambah dr. Bobie. Quiari Indonesia yang hadir di Lampung sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan kesehatan yang lebih baik untuk masyarakatnya, khususnya dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan terus melaksanakan program-program kesehatan seperti ini, diharapkan masyarakat Lampung dapat lebih peduli pada pola hidup sehat dan mengurangi potensi masalah kesehatan di masa depan. Kegiatan edukasi dan informasi yang terus dilakukan oleh dr. Bobie dan tim di Lampung memberikan harapan besar dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif.
Mengabdi dengan Hati: Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Komitmen Tinggi dalam Pelayanan Kesehatan di Posyandu SriKandi” Bersinergi dengan Kader Posyandu, Mewujudkan Generasi Sehat di Kota Metro”
Pada Jumat, 12 September 2025, Puskesmas Banjarsari kembali memperlihatkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menggelar kegiatan Posyandu SriKandi di Kelurahan Banjarsari. Kegiatan ini bukan hanya sebuah rutinitas, namun juga wujud nyata pengabdian dan dedikasi para tenaga kesehatan yang selalu siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Banjarsari, di antaranya yang bertugas pada hari ini :yang secara rutin berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. • Putri Aisyah, Amd.Kes• Kristinawati, Amd.Kep• Shera Artina, S.Gz• Santi Prastianingrum, Amd PKIP• Eci Lindasari, SKM• Fiqih Kartika Murti, Amd.Keb• Pradita Nugraheni, Str.Keb• Ajeng Hayyushabilla, Amd.Keb Para tenaga kesehatan ini berkolaborasi dengan kader Posyandu SriKandi, yang memiliki peran penting dalam memastikan terlaksananya program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kader Posyandu dan petugas kesehatan bekerja bahu-membahu dalam memantau kesehatan ibu hamil, bayi, balita, serta memberikan penyuluhan mengenai gizi yang tepat dan pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah. Dalam kegiatan ini, petugas kesehatan dari Puskesmas Banjarsari tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, tetapi juga memberikan edukasi yang sangat penting mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta pencegahan penyakit umum yang terjadi pada anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan balita. Penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, MPASI kaya protein, serta vaksinasi lengkap untuk mencegah penyakit menular menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Melalui program Posyandu ini, Puskesmas Banjarsari menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang sehat dan cerdas. Dengan mencegah masalah kesehatan sejak dini, program ini berfokus pada tumbuh kembang anak-anak, memastikan mereka mendapatkan pemantauan kesehatan yang optimal untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Di bawah kepemimpinan dr. Balkis, Kepala Puskesmas Banjarsari, Puskesmas Banjarsari telah berhasil mewujudkan sebuah sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya peduli dengan aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan emosional dan sosial masyarakat. Kegiatan Posyandu SriKandi adalah salah satu contoh dari pelayanan kesehatan yang holistik dan menyeluruh, dengan tujuan untuk menurunkan angka kecacatan dan kematian yang bisa dicegah di masa depan. Dengan adanya kolaborasi antara tenaga kesehatan Puskesmas Banjarsari dan kader Posyandu, Kota Metro semakin dekat untuk mewujudkan visi kesehatan yang lebih baik, serta membangun masyarakat yang sadar akan pentingnya hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Puskesmas Banjarsari untuk menciptakan Kota Metro yang lebih sehat dan cerdas. Selain itu, melalui upaya-upaya proaktif seperti ini, diharapkan akan tercipta generasi muda yang tidak hanya sehat, tetapi juga cerdas, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kadis Kesehatan Eko Hendro Turun Langsung Tinjau Cek Kesehatan Gratis di SMA Negeri 4 Metro: Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo”
Rabu, 4 September 2025 – Dalam rangka memastikan kesehatan dan kesejahteraan siswa, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, bersama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Metro, Bdn. Diah Meirawati, STr.Keb., SKM., MKes, melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMA Negeri 4 Metro. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat, cerdas, bugar, dan siap menghadapi tantangan hidup, ikut serta juga dalam kegiatan ini Plt Kepala Puskesmas Tejoagung Opsi Okta Handayani, S.ST., M.Kes. Dalam kegiatan yang berlangsung di sekolah tersebut, Dr. Eko Hendro Saputra mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak usia sekolah sangat penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang sering tidak terdeteksi. “CKG merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk memonitor kesehatan anak-anak kita. Program ini bertujuan untuk mencegah masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan perkembangan mereka,” ujar Dr. Eko Hendro Pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mencakup penyuluhan mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta pencegahan penyakit yang umum terjadi di kalangan anak-anak usia sekolah. Dalam kesempatan yang sama, Diah Meirawati menegaskan bahwa CKG juga bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak usia sekolah menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. “Selain pemeriksaan kesehatan rutin, penting bagi kami untuk mendeteksi lebih dini masalah kesehatan yang sering kali tidak terlihat, seperti anemia, gangguan penglihatan, dan pola makan tidak sehat,kegiatan ini juga diikuti dengan penyuluhan terkait pola makan sehat dan pentingnya gizi yang seimbang untuk anak-anak dan remaja. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal dan mencegah penyakit-penyakit yang bisa timbul di kemudian hari,” kata Diah Meira Selain itu, Opsi Okta, Plt Kepala Puskesmas Tejoagung, turut menjelaskan bahwa deteksi dini terhadap masalah kesehatan seperti anemia dan gangguan penglihatan sangat penting, karena masalah ini bisa memengaruhi kualitas hidup dan prestasi belajar anak-anak. Dr. Eko Hendro juga menekankan Kegiatan CKG ini, yang dilakukan dengan penuh perhatian terhadap kesehatan anak-anak, selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita untuk menciptakan Generasi Emas 2045. Program CKG ini mendukung cita-cita besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang, dengan memastikan mereka sehat secara fisik dan mental, serta siap berkontribusi untuk masa depan bangsa. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga bagian dari langkah proaktif untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Dengan pelaksanaan CKG di SMA Negeri 4 Metro, Dinkes Kota Metro dan Puskesmas Tejoagung menegaskan komitmennya untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Pemeriksaan ini bukan hanya bertujuan untuk memantau kesehatan fisik siswa, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mengurangi angka kecacatan dan kematian yang bisa dicegah di masa depan. Program ini sejalan dengan tujuan nasional untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pencegahan penyakit sejak dini, serta mendukung visi Kota Metro sebagai Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius Dengan terus melaksanakan program-program kesehatan seperti ini, diharapkan Kota Metro dapat mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kontributor Liputan : Promkes Eci Lindasari,SKM
Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Langkah Nyata dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Kota Metro dengan Penilaian 25 Kompetensi Kader Posyandu, Dibawah Kepemimpinan Kepala Puskesmas dr. Balkis”
Rabu, 10 September 2025, Puskesmas Banjarsari mengadakan kegiatan penilaian keterampilan kader posyandu di Posyandu Dewi Sri, Kelurahan Banjarsari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kader posyandu memahami dan menguasai 25 keterampilan dasar yang berkaitan dengan kesehatan ibu, bayi, balita, usia sekolah, remaja, hingga lansia. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, yang membuka acara tersebut dan menyampaikan pentingnya keterampilan kader posyandu dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam sambutannya, dr. Balkis menekankan bahwa penilaian keterampilan ini sangat vital untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan layanan kepada masyarakat, khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, serta lansia. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi evaluasi tetapi juga dapat mendorong kader untuk meningkatkan kinerjanya dalam pelayanan posyandu,” ujar dr. Balkis. Santi Prastianingrum,Amd PKIP yang juga merupakan petugas promosi kesehatan (Promkes) dari Puskesmas Banjarsari, sebagai tim penilai yang memberikan penjelasan tentang pentingnya pengelolaan posyandu yang efektif, menjelaskan bahwa keterampilan kader dalam melakukan pencatatan, pelaporan, serta komunikasi efektif adalah aspek yang sangat penting. “Sebagai kader posyandu, ibu kader harus tahu betul tentang cara mengelola posyandu dengan baik. Ini termasuk mengerti tentang paket layanan posyandu, bagaimana melakukan pencatatan dan pelaporan yang benar, serta bagaimana cara melakukan komunikasi yang efektif dengan masyarakat,” kata Santi. Santi juga menjelaskan tentang pentingnya keterampilan kader dalam melakukan kunjungan rumah untuk memantau perkembangan kesehatan ibu dan anak. “Kader posyandu harus mampu memberikan penyuluhan yang efektif tentang ASI Eksklusif, imunisasi, serta pengukuran berat dan tinggi badan bayi dan balita,” lanjutnya. Eci Lindasari, SKM, memberikan penjelasan terkait Sebagai bagian dari penilaian, kader posyandu dibagi dalam kategori berdasarkan jumlah tanda kecakapan yang dicapai. Kader Purwa, yang memiliki kecakapan dasar dalam pengelolaan posyandu, bayi dan balita, serta ibu hamil, adalah mereka yang memiliki 17 hingga 16 tanda kecakapan. Sedangkan Kader Madya adalah kader Purwa yang sudah melengkapi kecakapan dalam empat kelompok keterampilan dasar, sementara Kader Utama adalah kader Madya yang sudah melengkapi semua keterampilan dasar posyandu dan kesehatan masyarakat kemudian Eci Linda juga mengungkapkan pentingnya penyuluhan gizi, terutama bagi ibu hamil, balita, serta remaja. “Selain tugas utama kader posyandu dalam memantau perkembangan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan tentang gizi yang tepat juga sangat penting. Salah satu contoh adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil, serta pentingnya ASI eksklusif dan MPASI kaya protein bagi balita,” ujar Eci. Shera Artina, SGz, sebagai petugas gizi dari Puskesmas Banjarsari, turut menjelaskan tentang pentingnya imunisasi lengkap dan pencegahan penyakit melalui gizi seimbang. “Kader posyandu juga berperan penting dalam memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup dan melakukan imunisasi rutin sesuai jadwal. Penyuluhan mengenai tanda bahaya selama kehamilan juga merupakan bagian yang tak kalah penting dalam mendukung kesehatan ibu hamil,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Banjarsari berharap dapat memastikan bahwa seluruh kader posyandu memiliki pemahaman yang cukup dan keterampilan yang memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kader yang terampil dan kompeten diharapkan dapat membantu mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan penilaian dan pelatihan yang berkelanjutan, Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk menciptakan Kota Metro yang lebih sehat, di mana pelayanan kesehatan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dengan kualitas yang baik.
Wujud Nyata Program Gizi, Dinkes Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan Bagi Penjamah Pangan Program MBG
Metro – Upaya menjaga kualitas pangan terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Melalui Pelatihan Keamanan Pangan bagi Penjamah Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinkes Metro memastikan bahwa pangan yang disajikan bagi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, dan balita, benar-benar aman dan layak konsumsi. Kegiatan yang digelar Senin (8/9/2025) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarsari, Metro Utara ini merupakan batch ke-14 dan diikuti 47 peserta. Mereka terdiri dari penjamah pangan program MBG serta pelaku usaha makanan seperti katering dan restoran yang ditunjuk untuk menyediakan menu gizi seimbang bagi warga. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, menekankan bahwa keamanan pangan adalah fondasi penting untuk membangun generasi sehat. Ia menegaskan bahwa penyedia makanan bukan sekadar memasak dan menyajikan, melainkan juga bertanggung jawab memastikan proses pengolahan sesuai standar higiene dan sanitasi.“Pangan yang aman akan menjadi benteng pertama bagi kesehatan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan semua penjamah pangan memiliki keterampilan dan kesadaran penuh untuk menjaga mutu makanan,” ujarnya. Senada dengan itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Bdn. Diah Meirawati, S.Tr.Keb, SKM, M.Kes, menyebut pelatihan ini bagian dari komitmen Kota Metro untuk mempertahankan predikat Kota Pangan Aman. Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep 5 kunci keamanan pangan keluarga mulai dari menjaga kebersihan, memisahkan makanan mentah dan matang, mengolah dengan suhu tepat, menjaga penyimpanan, hingga menggunakan bahan dan air yang aman. “Kunci sederhana ini bila diterapkan konsisten akan berdampak besar, tidak hanya di dapur keluarga, tetapi juga di layanan pangan skala kota,” jelasnya. Suasana pelatihan berjalan interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar praktik pengolahan makanan sehari-hari. Beberapa bahkan menceritakan tantangan yang mereka hadapi dalam menjaga kualitas pangan di sekolah maupun di usaha katering. Salah satu peserta, Rohani, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dari pelatihan ini.“Selama ini saya sudah berusaha menjaga kebersihan makanan, tapi dari pelatihan ini saya jadi lebih paham cara memisahkan bahan mentah dan matang, juga pentingnya suhu penyimpanan. Ilmu ini sangat bermanfaat untuk kami yang setiap hari berhadapan langsung dengan makanan anak-anak,” ungkapnya. Pelatihan keamanan pangan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari penghargaan yang pernah diraih Metro sebagai Kota Pangan Aman. Bagi pemerintah daerah, menjaga standar tersebut bukan sekadar prestasi, tetapi bentuk perlindungan nyata terhadap masyarakat. Apalagi program MBG menyasar kelompok rentan seperti anak sekolah dan balita yang pertumbuhan serta imunitas tubuhnya sangat dipengaruhi asupan gizi. Dengan pelatihan ini, para penjamah pangan diharapkan mampu bekerja lebih profesional, higienis, dan aman dalam setiap proses pengolahan. Ke depan, Dinkes Metro berkomitmen melanjutkan pendampingan dan pengawasan agar setiap makanan yang tersaji benar-benar mendukung tumbuh kembang generasi sehat di Kota Metro. Kontributor liputan: Promkes_Eci Lindasari,SKM
“Semangat Petugas Puskesmas Banjarsari: Rutinitas Kegiatan Posyandu Mawar Merah dan Mawar Putih Sebagai Langkah Preventif Menghadapi Ancaman Penyakit Musim Peralihan”
Senin, 08 September 2025 – Dalam upaya mendukung kesehatan masyarakat, Posyandu Mawar Putih dan Posyandu Mawar Merah yang berada di Kelurahan Banjarsari Kota Metro wilayah kerja Puskesmas Banjarsari melaksanakan kegiatan rutin sebagai bagian dari upaya preventif dan promotif untuk mengatasi ancaman penyakit yang berpotensi meningkat selama peralihan musim. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah perubahan musim yang terjadi, terutama pada musim peralihan dari kemarau ke penghujan. “Kegiatan ini sangat penting sebagai langkah preventif dalam menghadapi ancaman penyakit yang bisa meningkat selama musim hujan,” ujar dr. Balkis. “Musim peralihan ini sering kali membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan, di mana imunitas tubuh kita cenderung menurun akibat perubahan suhu yang drastis.” Tiga ancaman penyakit yang harus diwaspadai selama musim peralihan tersebut adalah diare, influenza, dan demam berdarah dengue (DBD). Ketiganya sering kali terjadi dalam jumlah yang lebih besar saat musim hujan, mengingat potensi penyebaran yang lebih tinggi di lingkungan yang lembap dan padat penduduk. Menurut dr. Balkis, influenza dapat meningkat saat suhu udara mengalami perubahan drastis. “Suhu yang berubah-ubah dapat membuat sistem kekebalan tubuh kita menurun, sehingga memudahkan virus influenza untuk menyebar dengan cepat,” jelasnya. Penyakit ini sangat mudah menular di kalangan masyarakat yang cenderung menghabiskan waktu di tempat-tempat yang lebih tertutup selama musim hujan. Penyakit DBD juga menjadi perhatian utama dalam periode ini, mengingat faktor lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, penyebar virus dengue. “Faktor pencemaran air menjadi penyumbang utama pembawa virus dan jentik nyamuk. Hal ini harus diwaspadai, terutama di musim hujan, karena potensi berkembang biaknya nyamuk lebih besar,” ujar dr. Balkis. Selain itu, diare juga dapat meningkat karena pencemaran air yang sering terjadi selama musim hujan. Sanitasi yang buruk dapat memperburuk kondisi ini. “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan memastikan ketersediaan air bersih yang dapat mencegah penyebaran penyakit melalui air,” tambahnya. Kegiatan posyandu ini juga berfungsi sebagai tempat untuk memberikan edukasi kepada orang tua, khususnya mengenai cara menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat daya tahan tubuh anak-anak mereka. Posyandu Mawar Putih dan Mawar Merah secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan imunisasi, serta edukasi terkait pentingnya menjaga pola makan dan pola hidup sehat. “Posyandu tidak hanya sebagai tempat untuk memeriksa kesehatan anak, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyakit, termasuk bagaimana cara mencegah diare, influenza, dan DBD,” kata dr. Balkis. Kegiatan di Posyandu ini akan terus dilakukan sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga kesehatan masyarakat di wilayah Puskesmas Banjarsari. Dengan langkah-langkah preventif dan promotif yang tepat, diharapkan angka kejadian penyakit dapat diminimalisir, terutama selama musim peralihan ini. Kegiatan Posyandu Mawar Putih dan Mawar Merah yang dilaksanakan di Puskesmas Banjarsari pada Senin, 08 September 2025 ini merupakan bagian dari upaya besar untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, terutama di tengah perubahan musim. Ancaman penyakit seperti diare, influenza, dan DBD harus diwaspadai, dan langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak dari penyakit-penyakit tersebut. Ke depannya, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk mendukung kesehatan masyarakat yang lebih baik. Liputan Kontributor : Promkes_Eci Lindasari,SKM
Cek Kesehatan Gratis & Edukasi MSD: Aksi Nyata Pengabdian Masyarakat Unila bersama Puskesmas Banjarsari & Karangrejo di Metro”
Metro Utara, 04 September 2025 – Dalam upaya mendukung kesehatan petani dan ketahanan pangan, Universitas Lampung Fakultas Kedokteran , Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Metro, Dinas kesehatan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat bersama Puskesmas Banjarsari dan Karang Rejo Metro, menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis bagi kelompok tani di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan petani serta memberikan edukasi terkait Pencegahan Musculoskeletal Disorders (MSD) yang sering dialami petani akibat aktivitas fisik yang berat, bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Metro Utara. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro adalah Hery Wiratno, S.P. di dampingi Ibu Fitri Yanti, S.E., M.M., Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian & Perikanan Kota Metro dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, serta Kepala Puskesmas Karang Rejo, Ibu Amrina, S.Tr. Keb. Kegiatan ini merupakan kolaborasi pengabdian masyarakat antara Universitas Lampung dan kedua puskesmas tersebut untuk memberikan layanan kesehatan langsung kepada para petani dan menyampaikan informasi penting mengenai cara pencegahan MSD. Petani adalah salah satu kelompok yang paling rentan terhadap Musculoskeletal Disorders (MSD), yang mencakup gangguan pada tulang, sendi, dan otot akibat beban fisik yang berat, posisi tubuh yang tidak ergonomis, serta kegiatan yang dilakukan secara berulang. Gangguan tersebut dapat mengganggu produktivitas mereka dan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. dr. Balkis, Kepala Puskesmas Banjarsari, menjelaskan, “Petani yang bekerja di lapangan sering kali mengalami kelelahan fisik, cedera otot, atau masalah sendi yang dapat mengurangi kemampuan mereka dalam bekerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada mereka tentang cara mencegah masalah kesehatan tersebut, serta pentingnya menjaga postur tubuh yang baik.” Universitas Lampung (Unila) melalui Fakultas Kedokteran berperan aktif dalam kegiatan ini dengan menyelenggarakan penyuluhan kesehatan yang sangat relevan bagi petani. Dr.dr. Fitria Saftarina, M.Sc., Sp.KKLP menyampaikan materi mengenai pencegahan cedera musculoskeletal pada petani. Sementara itu, dr. Jhon Sfatriyadi Suwandi, M.Kes., Sp.ParK dari Fakultas Kesehatan memberikan edukasi terkait kecacingan, masalah kesehatan yang sering dihadapi petani akibat kondisi lingkungan kerja mereka. Para petani yang hadir dalam kegiatan ini mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan kesehatan secara umum. Program ini memberikan kesempatan kepada para petani untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka secara lebih detail, serta melakukan pencegahan dini terhadap masalah kesehatan. “Saya merasa sangat terbantu dengan adanya cek kesehatan gratis ini, Sekarang kami bisa tahu kondisi tubuh kami dan bagaimana cara mencegah masalah kesehatan,” ujar Pak Joko, salah satu petani yang turut serta dalam kegiatan ini. Ibu Fitri Yanti, Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, mengungkapkan, “Kami sangat mendukung program ini, karena selain membantu meningkatkan ketahanan pangan, kesehatan para petani juga harus menjadi perhatian utama. Petani adalah pahlawan yang bekerja keras untuk memastikan ketahanan pangan negara. Kegiatan seperti ini membantu mereka untuk menjaga kesehatan agar tetap produktif.” Kolaborasi antara Universitas Lampung, Puskesmas Banjarsari, dan Puskesmas Karang Rejo menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ibu Amrina, Kepala Puskesmas Karang Rejo, menambahkan, “Program ini sangat bermanfaat bagi petani yang terkadang tidak memiliki cukup waktu untuk memeriksakan kesehatan mereka. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.” Kegiatan Cek Kesehatan Gratis ini mendapat sambutan positif dari petani dan diharapkan dapat dilanjutkan secara berkala. Puskesmas Banjarsari dan Karang Rejo Metro, bersama Universitas Lampung, berkomitmen untuk terus memberikan layanan kesehatan kepada petani dan masyarakat di daerah tersebut. Kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan penyuluhan tentang Pencegahan Musculoskeletal Disorders (MSD) yang diselenggarakan oleh Universitas Lampung, bersama Puskesmas Banjarsari dan Karang Rejo Metro, adalah langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kota Metro. Dengan semakin banyaknya program pengabdian masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, diharapkan akan tercipta masyarakat yang lebih sehat dan produktivitas pertanian yang lebih optimal. Liputan ; Promkes Eci Lindasari

