Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat – Puskesmas Banjarsari, Rabu 26 November 2025 Puskesmas Banjarsari menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dihadiri puluhan ibu-ibu, kader kesehatan, dan warga lanjut usia. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pada kesempatan ini, tim Puskesmas memberikan sosialisasi mengenai manajemen stres dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan hidup, termasuk keluhan warga tentang rezeki yang terasa “seret”, bertempat di salah satu rumah kader posyandu. Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi Puskesmas Banjarsari yaitu Konseling Curhat Sehat, sebuah program pendampingan emosional yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Pernyataan Kepala Puskesmas Banjarsari Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menyampaikan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pelayanan kesehatan primer. Menurut beliau: “Banyak warga yang datang dengan keluhan fisik, namun ketika digali, ternyata akarnya adalah kelelahan emosional. Pendampingan seperti ini penting agar masyarakat memiliki ruang aman untuk bercerita, memahami stresnya, dan belajar mengelola tekanan hidup secara lebih sehat. Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya menyentuh tubuh, tetapi juga hati dan pikiran.” dr. Balkis menegaskan bahwa Puskesmas Banjarsari akan terus menghadirkan edukasi dan dukungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan Emosional sebagai Pendekatan Baru Pendampingan emosional yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat untuk membantu individu mengenali emosi, memahami sumber stres, dan mengembangkan strategi sederhana dalam mengelola tekanan psikososial. Pendekatan ini bersifat non-terapeutik, edukatif, dan dilakukan dalam batas kompetensi tenaga kesehatan masyarakat di Puskesmas. Melalui pendekatan ini, warga memperoleh pemahaman dasar mengenai tekanan emosional yang sering kali tidak disadari, tetapi berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Temuan dari Lapangan: Stres dan Rezeki yang Terasa Terhambat Dalam dialog bersama peserta, terlihat pola serupa: banyak warga yang merasakan rezekinya “seret” bukan semata karena faktor ekonomi, tetapi dipengaruhi oleh beban mental yang tidak tertangani. Keluhan yang muncul meliputi: Sebagian besar warga mengaku memendam stres sendirian tanpa memiliki tempat aman untuk bercerita. Beban ini membuat pikiran mudah keruh, tubuh cepat lelah, dan semangat kerja menurun. Mengapa Stres Mempengaruhi Kelancaran Rezeki Dalam sesi Curhat Sehat dijelaskan bahwa stres dapat memengaruhi: Program Curhat Sehat menjadi sarana yang membantu warga memahami dirinya. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan empatik dan tidak menghakimi. Banyak peserta yang mengaku merasakan kelegaan setelah bercerita dan mendapatkan perspektif baru mengenai situasi hidup mereka. Ketika emosi tidak stabil, kualitas hidup ikut menurun. Hal ini memengaruhi produktivitas, interaksi sosial, serta pola keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan ekonomi keluarga. Ruang Aman untuk Mengurai Beban Batin Beberapa warga bahkan menyampaikan bahwa setelah memahami emosinya, mereka mulai lebih tenang, lebih teratur, dan lebih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan pikiran jernih. Ketika Emosi Pulih, Hidup Ikut Lebih Terbuka Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan aktual warga dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pendampingan emosional di Puskesmas Banjarsari menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pada ketenangan batin dan keseimbangan emosi. Dengan menyediakan ruang aman melalui program Konseling Curhat Sehat, Puskesmas berupaya membantu masyarakat mengelola stres, memperbaiki kualitas hidup, dan mendukung kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan aktual warga dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Konseling Curhat Sehat Jadi Ruang Baru Warga Kota Metro Mengelola Kecemasan dan Isu Sosial
Warga Semakin Rentan Terpengaruh Isu, Layanan Konseling Puskesmas Banjarsari Jadi Rujukan Metro, Lampung — Fenomena warga yang mudah terpengaruh isu, rumor, dan komentar sosial menjadi perhatian layanan Konseling Curhat Sehat di Puskesmas Banjarsari. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah warga yang datang dengan keluhan terkait kecemasan akibat “isu sosial” meningkat cukup signifikan. Konselor Curhat Sehat menyebut bahwa masalah yang muncul bukan hanya berkaitan dengan kurangnya informasi, tetapi berkaitan erat dengan pola psikologis masyarakat yang semakin sensitif terhadap tekanan sosial. “Kami mendapati banyak warga yang datang bukan karena masalah fisik, tetapi karena gelisah terhadap kabar atau perkataan orang. Mereka merasa takut, cemas, dan sering kali tidak punya tempat aman untuk memeriksa kebenaran informasi itu,” kata Konselor Curhat Sehat, Selasa, 25 November 2025 Menurutnya, kerentanan warga terhadap isu dipengaruhi tiga faktor utama, yaitu lemahnya penyaringan informasi, ketidakstabilan emosi, dan minimnya kebiasaan berpikir kritis. Ketiganya muncul sebagai kombinasi yang membuat masyarakat mudah terseret arus rumor, terutama yang bernada negatif. “Sebagian warga memiliki filter sosial yang tipis sehingga apa pun yang didengar langsung diterima tanpa disaring. Sementara kemampuan regulasi emosinya juga belum stabil, sehingga informasi kecil bisa memicu kecemasan besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, warga yang mudah terseret isu bukanlah orang yang lemah atau tidak cerdas. Sebaliknya, mereka memiliki kepribadian sensitif, peduli, dan sangat memperhatikan lingkungan sosialnya. Namun tanpa pengelolaan emosi yang baik, kondisi itu membuat mereka semakin mudah terpengaruh. Fenomena mental ini juga dipengaruhi oleh tekanan sosial dari media digital yang terus berkembang. Arus informasi yang cepat membuat masyarakat tidak memiliki waktu cukup untuk memverifikasi kabar yang diterimanya. “Ketahanan psikologis perlu dibangun. Yang diperlukan bukan menutup telinga, tetapi menguatkan pikiran agar mampu memeriksa informasi dengan tenang,” tambahnya. Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Puskesmas Banjarsari menghadirkan layanan Konseling Curhat Sehat sebagai ruang aman bagi warga untuk bercerita, memperoleh edukasi psikososial, dan mendapatkan pendampingan emosional. Layanan ini menggabungkan pendekatan psikologi spiritual, konseling emosional, dan teknik grounding yang membantu warga meredakan kecemasan. Keluhan yang paling sering muncul antara lain kecemasan akibat gosip lingkungan, rasa takut dinilai orang lain, tekanan keluarga, hingga dampak rumor yang tidak memiliki bukti jelas. “Satu per satu warga mulai memahami bahwa tidak semua informasi harus dipercaya, dan tidak semua bisikan harus ditanggapi. Kami membantu mereka menemukan kembali ketenangan serta kemampuan memilah informasi,” katanya. Puskesmas Banjarsari berharap layanan ini dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat, mengurangi konflik sosial berbasis isu, serta membantu warga menjalani kehidupan yang lebih sehat baik secara fisik maupun emosional.
Puskesmas Banjarsari Gelar Penjaringan Kesehatan di SMK Ma’arif 1 Metro: Cegah Dini, Wujudkan Generasi Sehat dan Produktif
Kota Metro — Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan remaja sekolah dan mendorong perilaku hidup sehat, Puskesmas Banjarsari melaksanakan kegiatan Penjaringan Kesehatan Siswa di SMK Ma’arif 1 Metro, pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Puskesmas Banjarsari dalam mendeteksi dini masalah kesehatan pada remaja serta memperkuat program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di lingkungan sekolah. Serangkaian pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan, meliputi deteksi dini penyakit tidak menular, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan ketajaman penglihatan (tes visus), serta pemeriksaan menggunakan alat Smokerlyzer alat non-invasif untuk mengukur kadar racun karbon monoksida (CO) akibat paparan asap rokok dalam tubuh seseorang. Pemeriksaan ini sekaligus menjadi sarana edukasi dalam kampanye Promosi Kesehatan “Berhenti Merokok” di kalangan pelajar. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, mengatakan bahwa kegiatan penjaringan kesehatan ini sangat penting untuk membentuk kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi lebih awal potensi masalah kesehatan pada remaja. Dengan pemeriksaan seperti tekanan darah, gigi, mata, dan smokerlyzer, kami bisa mengidentifikasi risiko yang mungkin dialami siswa, sekaligus memberikan edukasi agar mereka mulai peduli terhadap gaya hidup sehat,” ujar dr. Balkis. Ia menambahkan, usia remaja merupakan fase penting untuk membangun kebiasaan sehat, karena pada masa inilah gaya hidup seseorang mulai terbentuk. “Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, para siswa tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga termotivasi untuk menjaga diri, menjauhi rokok, serta memperhatikan pola makan dan kebersihan gigi,” lanjutnya. Kegiatan penjaringan kesehatan di SMK Ma’arif 1 Metro berlangsung lancar dan disambut antusias oleh para siswa serta pihak sekolah. Para peserta terlihat aktif mengikuti pemeriksaan sambil mendapatkan penjelasan langsung dari petugas medis mengenai hasil dan tindak lanjut kesehatannya. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Banjarsari menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai mitra edukasi kesehatan bagi generasi muda. Cegah Dini, Hidup Sehat, dan Wujudkan Sekolah Sehat Bersama Puskesmas Banjarsari.” Liputan Kontributor : PromkesMetro_Eci Lindasari,SKM

