Artikel Tekini
Dua Hari Gebrakan Puskesmas Banjarsari: Dari Musyawarah Warga hingga Launching PMT Cegah Stunting
“Puskesmas Banjarsari Bersama YBM BRILiaN: Langkah Nyata Bangun Generasi Sehat Bebas Stunting”
Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Langkah Nyata dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Kota Metro dengan Penilaian 25 Kompetensi Kader Posyandu, Dibawah Kepemimpinan Kepala Puskesmas dr. Balkis”
Bunda Posyandu Hj. Eni Bambang Berikan Pembinaan dan Dukungan kepada Kader Posyandu Sejahtera VIII dalam Persiapan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025
Dinas Kesehatan Kota Metro Dukung Program Residensi Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mitra Indonesia”
Dinas Kesehatan Kota Metro Tanggap Dugaan Keracunan Pangan di SDN 7 Metro Pusat: Belum Mengarah pada KLB
Dinas Kesehatan Kota Metro Tindak Cepat Dugaan KLB Keracunan Pangan di SDN 10: Surveilans dan Kesehatan Lingkungan Bergerak Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Upaya Dinas Kesehatan Kota Metro Tingkatkan Pelayanan Bayi Baru Lahir: “Eko Hendro Gelar Peningkatan Kapasitas Nakes Secara Hybrid”
Dinas Kesehatan Kota Metro Kembali Berprestasi: Sabet Dua Kategori di Ajang Germas 2024”
Studi Tiru ke Sleman: Strategi Dinkes Kota Metro Tingkatkan Kualitas Layanan Puskesmas”
Kota Metro Raih Penghargaan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024, Walikota Metro Wahdi : Terus Ukir Prestasi, Tingkatkan Pelayanan
Kembali Jadi Calon Penerima STBM Award 2024, Sanitasi Kota MetroKembali di nilai oleh Tim Verifikasi Kemenkes
Kota Metro Masuk Nominator STBM Award 2024, Wali Kota Metro Wahdi ungkap STBM “Konsep Bergerak Bersama”
“FGD Bersama Dinas Kesehatan Kota Metro: Lahirnya ‘Gemoy Sejiwa’, Inovasi Baru untuk Masyarakat Sehat Jiwa!”
Jelang Verifikasi Lapangan Penghargaan STBM Award,Kota Metro 2024“ Kadis Kesehatan” Perlu matangkan Sinergi dan Kolaborasi
Ciptakan SDM Unggul, Dinkes Kota Metro Beri Pelatihan Bagi Tenaga Kesehatan
Pemkot Metro : Penyelenggaran IVA Test,DNA HPV & Sadanis upaya deteksi dini kanker serviks “wujud nyata program aksi kepedulian”
TARGETKAN SWASTI SABA WISTARA, PEMKOT METRO GELAR BIMBINGAN TEKNIS KOTA SEHAT
Posyandu Mawar Kota Metro Masuk Tiga Besar Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung berpeluang maju ke tingkat Nasional
Miliki Inovasi Kompas, Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo Masuk Tiga Besar Penilaian Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung 2024
Begini Cara Dinas Kesehatan Kota Metro Memastikan ASN Selalu Bugar “1002 orang ASN Ikuti Pengukuran Kebugaran”
Pengukuran Kebugaran dan Skrining Kesehatan, Walikota Wahdi ingin pastikan ASN Metro Sehat, Unggul dan Produktif.
Wahdi Buka Kegiatan Jambore Kader Dasawisma dan HKG PKK Kota Metro
Pekan Raya Lampung Tahun 2024,Dinkes Kota Metro Promosikan Program Unggulan, Salah Satunya Jama-PAI
Selamat Kota Metro “Terbaik Satu” Penghargaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung Tahun 2024
Kelurahan Yosodadi Wakili Kota Metro, Maju di Lomba Tingkat Provinsi Lampung 
Evaluasi Program Kesehatan, Puskesmas Ganjar Agung Gelar Lokmin Lintas Sektoral Triwulan II
Inspirasi Kota Metro – Sun Day Fun Day (Edumy RSUD Ahmad.Yani) & PPTI Kota Metro Gelar Talkshow”Bersinergi Dalam Percepatan Penanggulangan TB Menuju Eliminiasi TB 2030″
Jelang Haji 2024, Calon Jamaah Haji Kota Metro Ikuti Pengukuran Kebugaran Haji.
Mantap, 3 Puskesmas di Kota Metro Raih Kategori Pelaporan Terbaik Posyandu Aktif Triwulan 1
Pererat Tali Silaturahmi, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Metro Gelar Pengajian Akbar Bulan Suci Ramadhan 1445 H
Kota Metro Berhasil Masuk 10 Besar Penghargaan pembangunan daerah Tahun 2024, hadirkan jama-pai (MEWS) sebagai inovasi
Berkah Ramadhan, Yayasan Jantung Indonesia Klub Jantung Remaja Kota Metro Turun ke Jalan Bagi-bagi Takjil
Komunitas Metro Thrift Charity Kumpulkan Barang Decluttering dan Upcycling untuk Didonasikan bagi Anak Penyintas Kanker,Thalasemia dan Penyakit Kronis Lainnya
Pemko Metro Apresiasi Kegiatan Senam Jantung Remaja KJR dalam Rangkaian acara Sunday Funday
Dinkes Metro-Gelar Webinar Hari Gizi Nasional ke-64, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman Kampanyekan Gizi Seimbang Untuk Cegah Stunting
SMK N 1 METRO BERSAMA DINKES KOTA METRO GIATKAN AKSI BERGIZI DALAM RANGKA HGN KE- 64
Wujudkan Lansia Sehat : Lansia Aktif, Mandiri dan Produktif, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi Pelayanan Kesehatan Lansia
Pemberian Makanan Bergizi dalam rangka HGN Ke-64 Puskesmas Ganjar Agung berkolaborasi dengan IBI Kota Metro
Peringatan HGN-64, Eko Hendro : Jadi Momentum Tingkatkan Komitmen Membangun Gizi Masyarakat Kota Metro Sehat Berprestasi
Peringati HGN-64 Puskesmas Karang Rejo Kolaborasi dengan IIDI Metro beri Makanan Tambahan Lokal Sepekan Sasar Balita Wasting
Bersamai Perjuangan dan Bangkitkan Optimisme, Ketua YKI Silfia Naharani Wahdi Kunjungi Langsung Pejuang Kanker
Keseruan Metro Sunday Funday Sport and Healty berkolaborasi dengan Edumy Gooes to Community RSUD Jend. A. Yani Metro sematkan Pesan Hidup Sehat
Dinkes Metro Bidang P2P Gelar Monev,Kegiatan Ini Untuk Melihat Capaian Program P2PM di Puskesmas
Antisipasi Perilaku Merokok Bagi Pelajar, Puskesmas Ganjar Agung Lakukan Skrining
Gerakan Aktifkan Posyandu Integrasi Layanan Primer Dinkes Kota Metro Turun ke Posyandu- Posyandu
Klinik Metro Medical Centre Kota Metro Raih Paripurna dari LPA Laprida
Di Era Digital, Aplikasi MEWS (mW) Jamapai Integrated Hadir untuk Sukseskan Transformasi Kesehatan dalam menurunkan AKI AKB
Upaya Penurunan AKI AKB Dinkes Gelar Roadshow MEWS-OBSTETRI (mW) Jamapai-Integrated Modifikasi Wahdi
Perpanjangan Izin Operasional, RSUD Jend. A. Yani Terima Tim Visitasi Dinkes Provinsi Lampung
Wow! 5 Puskesmas di Kota Metro Raih Predikat Akreditasi Paripurna, Eko Hendro: Jadikan awal yang baik untuk terus melayani masyarakat
Tim Surveior Laprida Survei Akreditasi Klinik Metro Medical Center, Demi Meningkatkan Mutu dan Standar Pelayanan.
Cegah Penyebaran HIV/AIDS, Puskesmas Ganjar Agung Gelar Penyuluhan
Bagas Satria Prabowo, Asal Metro(Lampung) yang Lolos Ajang Panahan Berkuda Dunia di Saudi Arabia
LPA-Laprida Survei Akreditasi Klinik Pratama Metro Medical Center Kota Metro
Atasi Stunting Dinkes Kota Metro dan Aisyiyah-Lazismu Bagikan Makanan Tambahan Upaya Turunkan Stunting
Angka bebas jentik (ABJ) di wilayah Kota Metro 88,2%, Dinkes Kota Metro terus melakukan pencegahan DBD melalui PSN & GIRIJ
Rapat Evaluasi Kota Sehat, Ketua FKS Qomaru Zaman Perkuat Kebersamaan Wujudkan Kota Sehat
HUT MPP Kota Metro Ke 1, Dinkes Kota Metro Raih Penghargaan Gerai Pelayanan Terbaik 1 Tahun 2023
Wujudkan Penguatan Pokjanal Posyandu, Dinkes Kota Metro Sosialisasikan Konsep Posyandu ILP
Turnamen Tenis Meja Meriahkan HUT Ke 52 KORPRI di Kota Metro
Peringati Hari AIDS Sedunia, Wakil Wali Kota Metro Qomaru Ajak Bersinergi Cegah dan Atasi AIDS
Peringati HCTPS Sedunia, Walikota Metro Ingatkan Kebiasan Cuci Tangan Harus Dimulai Sejak Dini
Membanggakan! Dinkes Kota Metro kembali meraih Penghargaan Posyandu Berprestasi se-Provinsi Lampung
Kota Metro Raih Penghargaan Kota Sehat Tahun 2023 dari Kemenkes RI
Dinkes Kota Metro Raih Peringkat Terbaik Se Provinsi Lampung dalam Capaian SPM TBC dan Treatmen Coverage Tahun 2023
Pentingnya Peran TP PKK Dalam Tingkatkan Cakupan Posyandu Aktif dan Kualitas Pelayanan di Kota Metro.
Dinkes Kota Metro Gelar Workshop Kader Posyandu, Siapkan Layanan Sesuai Siklus Hidup
Dinkes Kota Metro Raih Terbaik II Capaian Posyandu Aktif Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2023
Hadiri Kongres Nasional IBI & PIT Bidan ke XVII JEXPO KEMAYORAN, IBI Kota Metro “Bidan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat”
Kota Metro Menjadi Satu-satunya Daerah dari Provinsi Lampung yang Mencapai 100% Dalam Capaian Indikator Posyandu aktif
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak , Dinkes Metro adakan pertemuan AMP
Kuatkan Integrasi Layanan Primer , Dinkes Kota Metro Gelar workshop  Kader Posyandu
PPTI Kota Metro Mantapkan Program Kerja
Kadiskes Metro Eko Hendro, didaulat sebagai salah satu narasumber Transformasi Kesehatan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer
Membanggakan! Posyandu Anggrek IV/B Kota Metro Masuk Tiga Besar Posyandu Berprestasi se-Lampung
Pastikan Kualitas Air Minum Rumah Tangga, Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Surveilan Kualitas Air Minum Rumah Tangga.
Jalan Sehat Hari Jadi HUT RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro yang ke-51 Meriah, Diberangkatkan Wali Kota Metro Wahdi
Wali Kota Pimpin Apel Besar HUT Pramuka Ke-62
Peduli kualitas air, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi SKAMRT
Dinkes Kota Metro melalui Subtansi Promkes Adakan Pertemuan Koordinasi Petugas dan Validasi Data Komdat.
Dinas Kesehatan Kota Metro Melaksanakan Workshop Kader “Pelayanan bagi Usia Produktif dan Lansia”
Lepas Kontingen Perkemahan Saka Bakti Husada Nasional 2023, Kadinkes Bangga Jadi Bagian Gerakan Pramuka di Kota Metro
Dinkes Kota Metro Launcing Aplikasi Telemedicine
Tim Pembina Cluster Binaan Dinas Kesehatan Kota Metro Kunjungi Puskesmas Ganjar Agung
Untuk Deteksi Dini Kelainan Bawaan pada Bayi Baru Lahir, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)
Tim Verifikasi Lapangan Kota Sehat Tiba Di Kota Metro
Dalam rangka Jambore Kader Tingkat Kota Metro, Dinkes Gelar Perlombaan Posyandu Aktif Tingkat Kota
Meriahkan HUT RI Ke 78, Dinkes Kota Metro ikuti Parade Kebaya Wastra Kota Metro
Semarakkan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI, Dinkes Kota Metro Gelar Berbagai Lomba
Kota Metro Masuk Nominator ASEAN Smoke-Free Award
Dinkes Kota Metro Terpilih Uji Coba E-Monev STBM dari Kemenkes
Tingkatkan SDM Pengelola Program P2PM , Subtansi P2PM Dinkes Metro Gelar Bimtek
Ibu hamil antusias ikuti Gerakan Bumil sehat yang di selenggarakan Puskesmas Karangrejo
Lomba Kelurahan Tingkat Regional Sumatera, Tim Klarifikasi Lapangan Sambangi Kelurahan Yosorejo -Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Petugas Gizi/Penjamah Makanan Restoran, Rumah Makan, Catering dan Hotel di Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Tim Penegak Perda KTR
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Penjamah Makanan Restoran, Rumah Makan, Catering dan Hotel di Kota Metro
Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman beri Siraman Rohani – Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Lomba Balita Sehat Ciptakan Generasi Sehat dan Berprestasi
Swasti Saba Wistara, Kadis Kesehatan Eko Hendro Ungkap Ada 9 Tatanan yang Harus Dipenuhi
Dinkes Kota Metro Gelar Rakor Bidang Kesehatan Masyarakat
Optimalkan Peran Pokjanal Posyandu Kota Metro, Adakan Bimtek di Kecamatan Metro Utara
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Petugas Gizi/Penjamah Makanan RSU dan Pondok Pesantren Kota Metro
Dinkes Kota Metro Selenggarakan Sosialisasi Program Kerja Pokjanal Posyandu
PDPI bekerja sama dengan Dinkes Metro Gelar Road Show Dalam Rangka Menanggulangi Penyakit menular dan tidak menular di bidang paru dan pernafasan
Kadinkes Kota Metro Eko Hendro Hadiri Jambore Kader Puskesmas Purwosari
Puskesmas Banjarsari Gelar Jambore Kader Posyandu -Promkes Dinkes Metro
Berdedikasi dalam Pembangunan Keluarga, Walikota Metro Wahdi dan Istri Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana
DINKES DAN DISKOMINFO KOTA METRO GELAR SOSIALISASI PENERBITAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK & CARA PEMBUATAN SURAT ELEKTRONIK.
Komitmen Turunkan Angka Stunting Kota Metro kembali menggelar Rembuk Stunting 2023
Gelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kelurahan wilayah kerja Puskesmas Margorejo -Promkes
Puskesmas Yosomulyo Gelar Jambore Kader Posyandu tingkat Kelurahan -Dinkes Kota Metro
Kelurahan Yosorejo Kota Metro sampaikan Paparan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi.
Dinas Kesehatan Kota Metro Juarai Stand Terbaik Harapan 1 Festival Putri Nuban Tahun 2023
Dinkes Metro Laksanakan MoU Terkait Pencegahan & Pengendalian Penyakit Menular dengan Lapas Klas II A Metro
Dinkes Kota Metro Tingkatkan Kompetensi Tenaga Medis Melalui Orientasi Kalakarya MTBS
Inovasi Sistem Informasi Berbasis Website dalam Penyelenggaraan Posyandu Aktif Kota Metro.
Jambore Kader Posyandu Puskesmas Ajang Menambah Wawasan -Dinkes Kota Metro
JAMBORE POSYANDU AJANG APRESIASI UNTUK PARA KADER – Dinas Kesehatan Kota Metro
Jambore Kader Posyandu di Gelar, Wujudkan Hidup Sehat -Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro“Sukses Gelar Germas Aksi Bergizi Tingkat Kota Metro dan Lounching KJR SMA/SMK SE-Kota Metro dalam Rangka HUT Kota Metro ke 86”
Kota Metro Raih Penghargaan Kawasan Tanpa Rokok dari Kemenkes
Dinkes Kota Metro Gelar Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan
Peringati HUT Kota Metro ke 86, Dinkes Kota Metro, PKK dan YKI gelar Tes IVA dan Sadanis GRATIS
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Pelatihan Pemantauan Tumbuh Kembang Pada Kader dan Guru Paud/TK/RA Tahun 2023
Capaian JKN 99,9%, Kota Metro Raih Penghargaan Best Practice UHC 2023
Lokakarya Mini 3 Bulanan Ke dua Lintas Sektor UPTD Puskesmas Karangrejo
Wakil Walikota Hadir Dalam Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) salah satu pilar utama dalam upaya mewujudkan Kota Sehat.
Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia,Kadis Kesehatan Metro”Eko Hendro”jadi Narasumber KTR tingkat Nasional.
Peringatan Hari TBC Sedunia Berlangsung Meriah di Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Metro -Dinkes Kota Metro
MENINGKATKAN FUNGSI KERJA POSYANDU, PEMERINTAH KOTA METRO GELAR RAKOR POKJANAL POSYANDU
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Implementasi Penggunaan Aplikasi Monitor KTR di Kota Metro
Kadinkes Kota Metro “Eko Hendro” Pimpin Apel Pagi Rutin Sebelum Memulai Aktivitas
Wakil Walikota Kota Metro Ikuti Gebyar Senam LLI, Turut Hadir LLI dari Pusat- Dinkes Kota Metro
Semarak Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro Tahun 2023, Hari Ke-4-Dinkes Metro
Kadiskes Kota Metro Eko Hendro menjadi narasumber pada Monev Implementasi Dasboard KTR yang digagas Kementerian Kesehatan RI
Gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) Di Kelurahan Imopuro dan Kelurahan Metro- Dinkes Metro
Dinkes Kota Metro dan LLI Gelar Pelatihan AoC Bertajuk Gerakan Kesehatan Usia Lanju
Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro , Dinkes Kota Metro Lakukan Penilaian Posyandu dengan lima indikator
Dinkes Kota Metro dan Puskesmas Metro Gelar Kegiatan Deteksi dini PTM Prioritas dan Deteksi Dini Kanker Servik dan Kanker Payudara di TK Pertiwi Metro
Eko Hendro Kadis Kesehatan Kota Metro Dorong RSUD Sumbersari Bantul Harus Selalu Berinovasi
Upaya Penurunan AKI AKB Dinkes Kota Metro Gelar kegiatan pendampingan Tim Ahli Spesialis Anak dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Tingkatkan Upaya Kesehatan Pekerja, Dinkes Metro Lakukan Pembinaan PHBS di tempat Kerja, Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pos UKK
Qomaru Wakil Walikota Metro Sebut Peran Aktif Remaja Jadikan Generasi Pelaku Pembangunan
Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro, Dinkes Kota Metro Ikut Terlibat
Dinkes Kota Metro Imbau Masyarakat untuk Gencar Sosialisasi 3M plus dan Lakukan PSN
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Puncak Acara Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2023
Kadis Kesehatan Kota Metro Ikuti Acara Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi/Integrasi Stunting Tingkat Provinsi
Jelang Haji 2023, Calon Jamaah Haji Kota Metro Ikuti Tes Kebugaran Haji.
Kadis Kesehatan Kota Metro Hadiri Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Puskesmas Tejo Agung – Dinkes Metro
Giat Penanggulangan DBD di Kelurahan Karangrejo
Tinjau Rumah Sakit RSUD Jend Ahmad Yani Metro Wakil Walikota Qomaru Zaman Minta Nakes Berikan Pelayanan Terbaik
Kadiskes Sidak Sekaligus Pimpin Apel Pagi di Puskesmas Purwosari , ini kata Kadiskes Kota Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Apel Perdana Pasca Cuti Lebaran,Kadis Kesehatan Ajak Pegawai Semangat Gaspol Layani Masyarakat
Untuk Tingkatkan Pelayanan Prima Kadinkes Kota Metro Sidak ke Puskesmas
Tinjau Pos Mudik Idul Fitri 1444H, Kadis Kesehatan Kota Metro “Semangati Petugas”
Inovasi Daun Kelor Upaya Tekan Kasus Stunting, Dinkes Kota Metro Melalui Subtansi Promkes Gelar Pembinaan Kader Posyandu Balita
Kadis Kesehatan Kota Metro Eko Hendro Pimpin Langsung Rapat koordinasi rutin bulanan
Kadis Kesehatan Kota Metro Turun Langsung Supervisi Program Jamapai
Dinkes perkuat koordinasi program P2PM pasca POPM Kecacingan di Sekolah
Dinkes Kota Metro Berikan Bantuan Sembako kepada Ibu Hamil
Cegah Stunting Dengan 8000 Hari Pertama Kehidupan,Dinkes Kota Metro Tekankan Pentingnya Skrining Pranikah.
Dinkes Metro lakukan pemantauan posyandu mudahkan masyarakat peroleh pelayanan kesehatan
Pembinaan Kader, Dinkes Metro Harap Kader Posyandu Jadi Pelopor Kesehatan
SINERGITAS PEMKOT METRO MENUJU PENILAIAN KOTA SEHAT TAHUN 2023
Tekan AKI,AKB dan AKABA Dinkes Kota Metro Melalui Bidang Kesmas Gelar Kegiatan Pembinaan Kader Posyandu
Dinkes Metro Melalui Bidang Kesmas Aktif Mendampingi Posyandu
Update situasi DBD dan Malaria, Dinkes lakukan bimtek/OJT Aplikasi SIARVI, Silantor dan Esismal Malaria Dinkes Metro
Tingkatkan Layanan Kesehatan Primer, Promkes & Kesga Gizi Lakukan Pembinaan Kader di Posyandu Nusa Indah – Dinkes Metro
Kadinkes Kota Metro Hadiri Kegiatan Kunjungan Tim Penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) -Dinkes Kota Metro
PENGAJIAN RAMADHAN/TADARUS QUR’AN di OPD DINAS KESEHATAN KOTA METRO TAHUN 1444 H/2023 M
PENGAJIAN RAMADHAN/TADARUS QUR’AN di OPD DINAS KESEHATAN KOTA METRO TAHUN 1444 H/2023 M
SERAH TERIMA JABATAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA METRO
KEGIATAN LUAR GEDUNG POSYANDU DAN PENYULUHAN TBC DI POSYANDU PERGIWO
Peringati Hari TBC Sedunia, RSUD A.Yani Metro Gelar Penyuluhan TBC Anak – Dinkes Kota Metro
Giat Germas dengan Senam Klub Jantung Sehat dan Screening Kesehatan di Gelaran Pasar Agro Ceria -Dinkes Metro
Dinkes Kota Metro Bersama KOPI TB Gelar Rapat Koordinasi Tanggulangi Masalah Tuberculosis
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Monev Program Kesling dan Kesjaor Puskesmas se-Kota Metro
Kunjungan Dinkes Provinsi Lampung Dalam Rangka Bimbingan Teknis Program Kesling dan K3 Rumah Sakit di RSU. Permata Hati Kota Metro
Gelaran Roundshow Ke-5 Dinkes Metro, Germas Go to School (Aksi Bergizi), Sosialisasi Jama-Pai dan Pembentukan KJR di SMP N 08 Metro
Dinkes Metro, Implementasikan Germas Goes to School (Aksi Bergizi di Sekolah), Sosialisasi Jama-Pai di SMP N 01 Metro
Menuju Kota Sehat, Walikota Metro Kukuhkan Forum Kota Sehat – Dinkes Kota Metro
Dinkes Metro – Pendampingan Penerapan aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated Bagi Tenaga Kesehatan di RSUD Ahmad Yani.
Seru, Sosialisasi Jama-Pai melalui Germas Go to School di SMA Negeri 04 Metro- Dinkes Kota Metro
Dinkes Metro: Kampanyekan GERMAS Go to School di SMA N 04 Metro Jangan Putus Sampai Disini
AKSI BERGIZI TERINTEGRASI DI SMA N 4 METRO
Germas Goes to School (Aksi Bergizi di Sekolah) Pembentukan KJR dan Sosialisasi Jama-Pai Beri Motivasi dan Penguatan Ke Sekolah SMA Ahmad Dahlan Metro -Dinkes Metro
Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Walikota Metro Menghadiri Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Kasus Kematian Akibat Campak menjadi Peringatan Keras ,Dinas Kesehatan Menghimbau Warga Kota Metro untuk lebih waspada
Gerak Cepat Menjangkau Sasaran, Tim PTM Terintegrasi CKG Puskesmas Banjarsari Skrining Guru di SDN 01 Banjarsari
Puskesmas Banjarsari Perkuat Layanan Preventif melalui Skrining Kesehatan Guru di SDN 02 Banjarsari
Sekilas Terlihat Sehat, Tapi Angka Bisa Bicara. SDIDTK Puskesmas Banjarsari di TK Al Qodim
Puskesmas Banjarsari Perluas Layanan, 198 Karyawan PT Sinar Jaya Jalani Skrining Kesehatan Langkah Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes, Pintu Masuk Utama Penyakit Kronis Mematikan
BRI BO Metro dan YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Pendidikan, Sembako, dan Apresiasi Kader di Metro Utara
Program Cegah Stunting YBM BRILiaN Berhasil, Puluhan Balita Metro Alami Perbaikan Gizi
Akhir 2025 Bukan Seremonial, Asesmen Kader Posyandu Menjadi Tolok Ukur Kesiapan 2026
Mengapa Banyak Warga Merasa Rezekinya Seret? Ini Temuan dari Pendampingan Emosional di Puskesmas

Tahun: 2025

BRI BO Metro dan YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Pendidikan, Sembako, dan Apresiasi Kader di Metro Utara

METRO – Yayasan Baitul Maal BRILiaN Regional Office Bandar Lampung melaksanakan Exit Program Cegah Stunting Tahun 2025 di Gedung Aula Kelurahan Banjarasari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Rabu, 24 Desember 2025. Program ini mencatat penurunan kasus stunting dan perbaikan status gizi balita secara terukur. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST, M.Kes, berhalangan hadir dan diwakili Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Desy Eva Rohmawati, SKM, MM. Ia menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan intervensi berkelanjutan. Desy menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Metro tercatat 14,8 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan. Namun, percepatan tetap memerlukan penguatan deteksi dini, edukasi, dan intervensi gizi di tingkat masyarakat. “Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui posyandu, pendampingan ibu hamil dan balita, serta intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya. Pemerintah Kecamatan Metro Utara menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Camat Metro Utara yang diwakili Sekretaris Camat Basuki Rahmat menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja. Menurut Basuki Rahmat, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Ia menilai keterlibatan YBM BRILiaN menjadi contoh nyata peran sektor non-pemerintah dalam mendukung program kesehatan. “Kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan,” katanya. Kegiatan ini juga dihadiri Pemimpin Cabang BRI BO Metro, Jamali, serta perwakilan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung, Amir. Pemimpin Cabang BRI BO Metro, Jamali, menegaskan bahwa BRI berkomitmen menyalurkan dana zakat dan infak pegawai melalui program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Melalui YBM BRILiaN, BRI menyalurkan bantuan pendidikan, sembako, serta apresiasi kepada kader. Kami ingin kehadiran BRI benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Jamali. Dalam kegiatan tersebut, YBM BRILiaN menyalurkan bantuan paket pendidikan kepada 20 anak SD Negeri 1 Metro Utara. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sekolah anak sekaligus mendorong semangat belajar. Selain bantuan pendidikan, BRI melalui YBM BRILiaN juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat penerima manfaat serta apresiasi kepada para kader yang aktif mendampingi program di tingkat kelurahan. Lurah Banjarasari Nila Kusumawati, S.IP, M.Si, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi BRI serta YBM BRILiaN terhadap warganya. “Kami sangat berterima kasih kepada BRI dan YBM BRILiaN. Bantuan pendidikan, sembako, dan perhatian kepada kader sangat membantu masyarakat Banjarasari,” kata Nila Kusumawati. Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Banjarasari, dr. Balkis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YBM BRILiaN atas dukungan yang diberikan melalui Program Cegah Stunting. “Program ini sangat membantu upaya puskesmas dalam meningkatkan status gizi balita. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan YBM BRILiaN dapat terus berlanjut agar upaya pencegahan stunting berjalan konsisten dan berkesinambungan. Perwakilan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung, Amir, menjelaskan bahwa seluruh bantuan tersebut bersumber dari zakat dan infak pegawai BRI yang dikelola secara amanah. “Program ini merupakan bagian dari lima pilar YBM BRILiaN. Total dana yang disalurkan mencapai Rp100 juta untuk wilayah Metro dan Bandar Lampung,” jelas Amir. Melalui kegiatan ini, BRI BO Metro dan YBM BRILiaN menegaskan peran sektor perbankan sebagai mitra pembangunan sosial yang hadir langsung dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kontributor Liputan:Eci Lindasari, SKM

Program Cegah Stunting YBM BRILiaN Berhasil, Puluhan Balita Metro Alami Perbaikan Gizi

METRO – Yayasan Baitul Maal BRILiaN Regional Office Bandar Lampung melaksanakan Exit Program Cegah Stunting Tahun 2025 di Gedung Aula Kelurahan Banjarasari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Rabu, 24 Desember 2025. Program ini mencatat penurunan kasus stunting dan perbaikan status gizi balita secara terukur. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST, M.Kes, berhalangan hadir dan diwakili Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Desy Eva Rohmawati, SKM, MM. Ia menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan intervensi berkelanjutan. Desy menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Metro tercatat 14,8 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan. Namun percepatan tetap memerlukan penguatan deteksi dini, edukasi, dan intervensi gizi di tingkat masyarakat. “Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui posyandu, pendampingan ibu hamil dan balita, serta intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya. Pemerintah Kecamatan Metro Utara menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Camat Metro Utara yang diwakili Sekretaris Camat Basuki Rahmat menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja. Menurut Basuki Rahmat, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Ia menilai keterlibatan YBM BRILiaN menjadi contoh nyata peran sektor non-pemerintah dalam mendukung program kesehatan. “Kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan,” katanya. Fasilitator Kesehatan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung, Shera Artina, S.Gz, menjelaskan bahwa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menyasar 40 balita usia 6 hingga 59 bulan. Rinciannya, 25 balita berasal dari Kelurahan Banjarasari dan 15 balita dari Kelurahan Purwosari. Hasil pemantauan menunjukkan 34 balita mengalami kenaikan berat badan sesuai target, sementara 6 balita belum mencapai target. Data awal mencatat 29 balita dengan status gizi berat badan kurang. Setelah intervensi PMT selama 90 hari, jumlah tersebut turun menjadi 21 balita. Kasus stunting juga menurun dari 27 balita menjadi 20 balita. Sementara itu, jumlah balita dengan kondisi gizi kurang atau wasting berkurang dari 17 balita menjadi 12 balita. Shera menyebutkan bahwa intervensi gizi yang disertai pendampingan dan edukasi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi balita. Selain intervensi kesehatan, YBM BRILiaN juga menyalurkan bantuan paket pendidikan kepada 20 siswa SD Negeri 1 Metro Utara sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Banjarasari Nila Kusumawati, S.IP, M.Si, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Pimpinan Cabang BRI BO Metro Jamali menyampaikan komitmen BRI dalam mendukung program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sementara perwakilan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung Amir menjelaskan bahwa program ini dibiayai dari pengelolaan zakat dan infak pegawai BRI melalui lima pilar program, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah, dan sosial kemanusiaan. Program Cegah Stunting YBM BRILiaN berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui intervensi gizi, pemberian PMT, edukasi, serta pendampingan fasilitator kesehatan. Total penyaluran dana dalam program ini mencapai Rp100 juta, bersumber dari zakat dan infak pegawai BRI di wilayah Metro dan Bandar Lampung. Kepala UPTD Puskesmas Banjarasari, dr. Balkis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YBM BRILiaN atas dukungan yang diberikan melalui Program Cegah Stunting. “Program ini sangat membantu upaya puskesmas dalam meningkatkan status gizi balita. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan YBM BRILiaN dapat terus berlanjut agar upaya pencegahan stunting berjalan konsisten dan berkesinambungan. Kontributor Liputan : Eci Lindasari,SKM

Akhir 2025 Bukan Seremonial, Asesmen Kader Posyandu Menjadi Tolok Ukur Kesiapan 2026

Banjarsari, Rabu 17 Desember 2025Asesmen kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dilaksanakan Puskesmas Banjarsari pada Rabu (17/12/2025) menjadi penanda akhir rangkaian panjang pembinaan kader kesehatan sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini menutup proses peningkatan kapasitas kader yang selama setahun terakhir difokuskan pada penguatan peran Posyandu sebagai simpul utama layanan kesehatan primer di tingkat komunitas. Berbeda dari asesmen yang bersifat awal, penilaian ini berfungsi sebagai evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana pembinaan, pelatihan, dan pendampingan yang telah dilakukan benar-benar membentuk kecakapan kader di lapangan. Fokus penilaian diarahkan pada penguasaan 25 kompetensi dasar yang menjadi fondasi pelaksanaan Integrasi Layanan Primer. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr Balkis, menyampaikan bahwa asesmen ini menjadi cermin kinerja pembinaan kader selama satu tahun penuh.“Ini bukan sekadar menilai kader hari ini, tetapi membaca hasil proses panjang pembinaan sepanjang 2025. Dari sini kami bisa melihat apakah Posyandu sudah siap menjalankan peran layanan primer secara utuh,” ujar dr Balkis. Dalam asesmen tersebut, kader diuji melalui praktik langsung dan simulasi pelayanan yang mencerminkan situasi nyata di Posyandu. Penilaian dilakukan secara rinci menggunakan daftar tilik, mulai dari ketepatan pencatatan dan pelaporan, kemampuan komunikasi edukatif, hingga keterampilan teknis seperti pengukuran antropometri dan skrining awal faktor risiko penyakit tidak menular. Hasil asesmen selanjutnya digunakan untuk menetapkan strata kecakapan kader, yakni Purwa, Madya, dan Utama. Stratifikasi ini menjadi dasar penataan peran kader pada tahun berikutnya, sekaligus bahan perencanaan pembinaan lanjutan agar penguatan kapasitas lebih terarah dan berbasis kebutuhan nyata. Menurut dr Balkis, asesmen penutup tahun ini juga menjadi momentum konsolidasi peran kader dan tenaga kesehatan.“Integrasi layanan primer hanya bisa berjalan jika kader dan tenaga kesehatan bergerak dalam satu ritme. Asesmen ini memastikan standar pelayanan yang sama sebelum memasuki tahun berikutnya,” katanya. Dengan berakhirnya asesmen kader Posyandu ILP ini, Puskesmas Banjarsari menegaskan komitmennya untuk menjadikan Posyandu sebagai layanan kesehatan masyarakat yang aktif, responsif, dan berkesinambungan. Evaluasi akhir tahun ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pada 2026 Kontributor Liputan : Eci Lindasari

Mengapa Banyak Warga Merasa Rezekinya Seret? Ini Temuan dari Pendampingan Emosional di Puskesmas

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat – Puskesmas Banjarsari, Rabu 26 November 2025 Puskesmas Banjarsari menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dihadiri puluhan ibu-ibu, kader kesehatan, dan warga lanjut usia. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pada kesempatan ini, tim Puskesmas memberikan sosialisasi mengenai manajemen stres dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan hidup, termasuk keluhan warga tentang rezeki yang terasa “seret”, bertempat di salah satu rumah kader posyandu. Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi Puskesmas Banjarsari yaitu Konseling Curhat Sehat, sebuah program pendampingan emosional yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Pernyataan Kepala Puskesmas Banjarsari Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menyampaikan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pelayanan kesehatan primer. Menurut beliau: “Banyak warga yang datang dengan keluhan fisik, namun ketika digali, ternyata akarnya adalah kelelahan emosional. Pendampingan seperti ini penting agar masyarakat memiliki ruang aman untuk bercerita, memahami stresnya, dan belajar mengelola tekanan hidup secara lebih sehat. Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya menyentuh tubuh, tetapi juga hati dan pikiran.” dr. Balkis menegaskan bahwa Puskesmas Banjarsari akan terus menghadirkan edukasi dan dukungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan Emosional sebagai Pendekatan Baru Pendampingan emosional yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat untuk membantu individu mengenali emosi, memahami sumber stres, dan mengembangkan strategi sederhana dalam mengelola tekanan psikososial. Pendekatan ini bersifat non-terapeutik, edukatif, dan dilakukan dalam batas kompetensi tenaga kesehatan masyarakat di Puskesmas. Melalui pendekatan ini, warga memperoleh pemahaman dasar mengenai tekanan emosional yang sering kali tidak disadari, tetapi berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Temuan dari Lapangan: Stres dan Rezeki yang Terasa Terhambat Dalam dialog bersama peserta, terlihat pola serupa: banyak warga yang merasakan rezekinya “seret” bukan semata karena faktor ekonomi, tetapi dipengaruhi oleh beban mental yang tidak tertangani. Keluhan yang muncul meliputi: Sebagian besar warga mengaku memendam stres sendirian tanpa memiliki tempat aman untuk bercerita. Beban ini membuat pikiran mudah keruh, tubuh cepat lelah, dan semangat kerja menurun. Mengapa Stres Mempengaruhi Kelancaran Rezeki Dalam sesi Curhat Sehat dijelaskan bahwa stres dapat memengaruhi: Program Curhat Sehat menjadi sarana yang membantu warga memahami dirinya. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan empatik dan tidak menghakimi. Banyak peserta yang mengaku merasakan kelegaan setelah bercerita dan mendapatkan perspektif baru mengenai situasi hidup mereka. Ketika emosi tidak stabil, kualitas hidup ikut menurun. Hal ini memengaruhi produktivitas, interaksi sosial, serta pola keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan ekonomi keluarga. Ruang Aman untuk Mengurai Beban Batin Beberapa warga bahkan menyampaikan bahwa setelah memahami emosinya, mereka mulai lebih tenang, lebih teratur, dan lebih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan pikiran jernih. Ketika Emosi Pulih, Hidup Ikut Lebih Terbuka Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan aktual warga dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pendampingan emosional di Puskesmas Banjarsari menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pada ketenangan batin dan keseimbangan emosi. Dengan menyediakan ruang aman melalui program Konseling Curhat Sehat, Puskesmas berupaya membantu masyarakat mengelola stres, memperbaiki kualitas hidup, dan mendukung kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan aktual warga dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Konseling Curhat Sehat Jadi Ruang Baru Warga Kota Metro Mengelola Kecemasan dan Isu Sosial

Warga Semakin Rentan Terpengaruh Isu, Layanan Konseling Puskesmas Banjarsari Jadi Rujukan Metro, Lampung — Fenomena warga yang mudah terpengaruh isu, rumor, dan komentar sosial menjadi perhatian layanan Konseling Curhat Sehat di Puskesmas Banjarsari. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah warga yang datang dengan keluhan terkait kecemasan akibat “isu sosial” meningkat cukup signifikan. Konselor Curhat Sehat menyebut bahwa masalah yang muncul bukan hanya berkaitan dengan kurangnya informasi, tetapi berkaitan erat dengan pola psikologis masyarakat yang semakin sensitif terhadap tekanan sosial. “Kami mendapati banyak warga yang datang bukan karena masalah fisik, tetapi karena gelisah terhadap kabar atau perkataan orang. Mereka merasa takut, cemas, dan sering kali tidak punya tempat aman untuk memeriksa kebenaran informasi itu,” kata Konselor Curhat Sehat, Selasa, 25 November 2025 Menurutnya, kerentanan warga terhadap isu dipengaruhi tiga faktor utama, yaitu lemahnya penyaringan informasi, ketidakstabilan emosi, dan minimnya kebiasaan berpikir kritis. Ketiganya muncul sebagai kombinasi yang membuat masyarakat mudah terseret arus rumor, terutama yang bernada negatif. “Sebagian warga memiliki filter sosial yang tipis sehingga apa pun yang didengar langsung diterima tanpa disaring. Sementara kemampuan regulasi emosinya juga belum stabil, sehingga informasi kecil bisa memicu kecemasan besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, warga yang mudah terseret isu bukanlah orang yang lemah atau tidak cerdas. Sebaliknya, mereka memiliki kepribadian sensitif, peduli, dan sangat memperhatikan lingkungan sosialnya. Namun tanpa pengelolaan emosi yang baik, kondisi itu membuat mereka semakin mudah terpengaruh. Fenomena mental ini juga dipengaruhi oleh tekanan sosial dari media digital yang terus berkembang. Arus informasi yang cepat membuat masyarakat tidak memiliki waktu cukup untuk memverifikasi kabar yang diterimanya. “Ketahanan psikologis perlu dibangun. Yang diperlukan bukan menutup telinga, tetapi menguatkan pikiran agar mampu memeriksa informasi dengan tenang,” tambahnya. Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Puskesmas Banjarsari menghadirkan layanan Konseling Curhat Sehat sebagai ruang aman bagi warga untuk bercerita, memperoleh edukasi psikososial, dan mendapatkan pendampingan emosional. Layanan ini menggabungkan pendekatan psikologi spiritual, konseling emosional, dan teknik grounding yang membantu warga meredakan kecemasan. Keluhan yang paling sering muncul antara lain kecemasan akibat gosip lingkungan, rasa takut dinilai orang lain, tekanan keluarga, hingga dampak rumor yang tidak memiliki bukti jelas. “Satu per satu warga mulai memahami bahwa tidak semua informasi harus dipercaya, dan tidak semua bisikan harus ditanggapi. Kami membantu mereka menemukan kembali ketenangan serta kemampuan memilah informasi,” katanya. Puskesmas Banjarsari berharap layanan ini dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat, mengurangi konflik sosial berbasis isu, serta membantu warga menjalani kehidupan yang lebih sehat baik secara fisik maupun emosional.

Puskesmas Banjarsari Gelar Penjaringan Kesehatan di SMK Ma’arif 1 Metro: Cegah Dini, Wujudkan Generasi Sehat dan Produktif

Kota Metro — Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan remaja sekolah dan mendorong perilaku hidup sehat, Puskesmas Banjarsari melaksanakan kegiatan Penjaringan Kesehatan Siswa di SMK Ma’arif 1 Metro, pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Puskesmas Banjarsari dalam mendeteksi dini masalah kesehatan pada remaja serta memperkuat program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di lingkungan sekolah. Serangkaian pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan, meliputi deteksi dini penyakit tidak menular, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan ketajaman penglihatan (tes visus), serta pemeriksaan menggunakan alat Smokerlyzer alat non-invasif untuk mengukur kadar racun karbon monoksida (CO) akibat paparan asap rokok dalam tubuh seseorang. Pemeriksaan ini sekaligus menjadi sarana edukasi dalam kampanye Promosi Kesehatan “Berhenti Merokok” di kalangan pelajar. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, mengatakan bahwa kegiatan penjaringan kesehatan ini sangat penting untuk membentuk kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi lebih awal potensi masalah kesehatan pada remaja. Dengan pemeriksaan seperti tekanan darah, gigi, mata, dan smokerlyzer, kami bisa mengidentifikasi risiko yang mungkin dialami siswa, sekaligus memberikan edukasi agar mereka mulai peduli terhadap gaya hidup sehat,” ujar dr. Balkis. Ia menambahkan, usia remaja merupakan fase penting untuk membangun kebiasaan sehat, karena pada masa inilah gaya hidup seseorang mulai terbentuk. “Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, para siswa tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga termotivasi untuk menjaga diri, menjauhi rokok, serta memperhatikan pola makan dan kebersihan gigi,” lanjutnya. Kegiatan penjaringan kesehatan di SMK Ma’arif 1 Metro berlangsung lancar dan disambut antusias oleh para siswa serta pihak sekolah. Para peserta terlihat aktif mengikuti pemeriksaan sambil mendapatkan penjelasan langsung dari petugas medis mengenai hasil dan tindak lanjut kesehatannya. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Banjarsari menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai mitra edukasi kesehatan bagi generasi muda. Cegah Dini, Hidup Sehat, dan Wujudkan Sekolah Sehat Bersama Puskesmas Banjarsari.” Liputan Kontributor : PromkesMetro_Eci Lindasari,SKM

Menjadi Kader Posyandu Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan

Menjadi Kader Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan Kadang, menjadi kader itu terasa sederhana datang ke posyandu, menimbang balita, mencatat buku KIA, mengingatkan ibu hamil agar periksa.Namun, di balik kesederhanaan itu, ada cahaya yang tak semua orang bisa lihat. Cahaya itu lahir dari hati yang tulus, dari langkah yang selalu hadir di tengah warga.Bukan karena disuruh, tapi karena peduli.Bukan karena ingin pujian, tapi karena ingin lingkungan sehat dan bahagia. Menjadi kader bukan soal seragam atau jadwal kegiatan.Ini tentang menjadi penjaga kehidupan kecil bayi yang tumbuh sehat, ibu yang kuat, keluarga yang sadar akan pentingnya kesehatan.Tentang menjadi sahabat di tengah masyarakat, yang selalu siap mendengar, menenangkan, dan menuntun. Kadang, kerja kader tak terdengar.Tak ada sorotan kamera, tak banyak ucapan terima kasih.Tapi percayalah setiap senyum balita, setiap warga yang sembuh, setiap ibu yang merasa didampingi…Semua itu adalah pahala yang abadi, tanda bahwa cahaya kecilmu menerangi banyak hati. Karena menjadi kader bukan sekadar tugas.Itu panggilan jiwa.Dan setiap panggilan yang dijawab dengan cinta akan selalu membawa terang bagi sekelilingnya. Karya: Eci Lindasari — “Menjadi Kader Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan”

Kapus Puskesmas Banjarsari dr. Balkis Sebut Kader Posyandu Garda Terdepan Jaga Kesehatan Warga Metro Utara

METRO — Kepala UPTD Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menegaskan bahwa kader pos pelayanan terpadu (posyandu) merupakan garda terdepan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung. Hal itu disampaikannya saat kegiatan pembinaan kader posyandu di Posyandu Mawar Merah pada Rabu (8/10/2025) dan Posyandu Lestari pada Sabtu (11/10/2025) di Kelurahan Banjarsari. “Saya sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi para kader posyandu yang selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap kegiatan pelayanan kesehatan. Mereka adalah ujung tombak keberhasilan program kesehatan di tingkat kelurahan,” ujar dr. Balkis. Menurutnya, kader posyandu memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, terutama di bidang kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Melalui kegiatan posyandu, masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dasar dengan cepat, mudah, dan terjangkau. Semua ini tidak lepas dari kerja keras dan kepedulian para kader yang bekerja dengan tulus di tengah masyarakat,” jelasnya. Lebih lanjut, dr. Balkis menambahkan bahwa Puskesmas Banjarsari secara berkelanjutan memberikan pembinaan keterampilan kepada kader melalui pelatihan 25 kompetensi dasar kader posyandu. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar secara mandiri dan profesional. “Kami senantiasa melakukan pembinaan untuk meningkatkan kecakapan kader melalui jenjang kategori Purwa, Madya, dan Utama. Dengan sistem ini, kader dapat berkembang sesuai tingkat kemampuan dan pengalaman mereka dalam melaksanakan tugas di lapangan,” terangnya. Saat ini, di wilayah Kelurahan Banjarsari terdapat 82 kader posyandu aktif yang tersebar di sejumlah posyandu binaan Puskesmas Banjarsari. Para kader secara rutin melaksanakan kegiatan penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, penyuluhan gizi, serta kegiatan promotif dan preventif lainnya. Sebagai bentuk komitmen, Puskesmas Banjarsari terus memperkuat kapasitas kader agar semakin berdaya dan tangguh dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan masyarakat sehat. “Dengan dukungan para kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis Metro Utara dapat menjadi wilayah yang lebih sehat, tangguh, serta bebas stunting,” tutup dr. Balkis. Kontributor Liputan : Eci Lindasari

Dua Hari Gebrakan Puskesmas Banjarsari: Dari Musyawarah Warga hingga Launching PMT Cegah Stunting

“Puskesmas Banjarsari: Sahabat Sehat Keluarga, Pelopor Cegah Stunting di Metro Utara” Metro – Puskesmas Banjarsari kembali berkomitmen selalu memberikan layanan terbaik untuk masyarakat dan juga sebagai pelopor inovasi layanan kesehatan di Metro Utara. Dalam dua hari berturut-turut, puskesmas ini menggelar kegiatan besar yang menegaskan komitmennya melawan stunting. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Posyandu Lestari RW 08 Kelurahan Banjarsari. Keesokan harinya, dilanjutkan dengan Launching Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Cegah Stunting pada Kamis, 2 Oktober 2025, di Kota Metro. Hari Pertama: Musyawarah Masyarakat Kelurahan Kegiatan MMK membahas kondisi gizi balita di Kelurahan Banjarsari sekaligus menyusun langkah bersama untuk mencegah stunting yang juga di hadiri Lurah Banjarsari Nila Kusumawati, S.IP., M.Si. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya forum diskusi, tetapi gerakan bersama masyarakat,“Melalui forum ini, kami ingin mengidentifikasi masalah kesehatan di tingkat kelurahan, khususnya kasus gizi pada balita, sekaligus menyusun solusi yang tepat agar angka stunting bisa ditekan. Puskesmas Banjarsari siap menjadi mitra keluarga dalam mewujudkan generasi sehat,” ungkap dr. Balkis. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan SIGIZIKESGA 2025 menunjukkan adanya 25 balita di Banjarsari yang mengalami masalah gizi. Mereka menjadi sasaran utama program PMT cegah stunting yang didukung oleh YBM Brilian. Ahli gizi Puskesmas, Shera Artina, S.Gz, turut memberikan pemaparan mengenai program PMT 90 hari berbasis Pos Gizi. “Menu olahan sederhana seperti ubi, pisang, ayam, dan ikan bisa menjadi sumber gizi seimbang bagi anak, tanpa harus mahal,” jelas Shera. Hari Kedua: Launching Program PMT Sehari setelah musyawarah, Puskesmas Banjarsari melaksanakan Launching Program PMT Cegah Stunting di Kota Metro. Kegiatan ini didukung penuh oleh YBM Brilian Bandar Lampung, yang diwakili oleh Pak Amir. Acara berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan edukasi gizi, demo masak makanan sehat, pengukuran berat badan dan tinggi badan anak, serta makan bersama. Dalam sambutannya, dr. Balkis menegaskan pentingnya program ini. “Kami ingin memastikan balita mendapatkan makanan tambahan bergizi yang sesuai kebutuhan mereka. Program ini adalah langkah nyata Puskesmas Banjarsari bersama YBM Brilian dalam melahirkan generasi sehat,” tegasnya. Sementara itu, Pak Amir dari YBM Brilian menyampaikan apresiasinya. “Perbaikan gizi anak adalah investasi masa depan bangsa. Kami mendukung penuh langkah Puskesmas Banjarsari yang inovatif ini,” ujarnya. Suasana kegiatan semakin hidup dengan partisipasi warga. Anak-anak tampak gembira mengikuti pengukuran berat badan dan tinggi badan, sementara para ibu antusias menyaksikan demo masak dan menikmati hasil olahan sehat bersama. Dua hari berturut-turut dengan agenda dan komitmen dari semua pihak hal ini menegaskan bahwa Puskesmas Banjarsari bukan hanya fasilitas kesehatan biasa, melainkan pusat inovasi dan penggerak perubahan sosial di Metro Utara, Dengan strategi berbasis masyarakat, pendekatan edukasi gizi yang sederhana namun efektif, serta kemitraan strategis bersama YBM Brilian, Puskesmas Banjarsari tampil sebagai contoh nyata puskesmas modern yang menginspirasi wilayah lain. “Visi kami jelas: menjadikan Banjarsari sebagai kelurahan sehat, dengan anak-anak yang tumbuh optimal, cerdas, dan bebas stunting. Puskesmas Banjarsari akan selalu hadir dengan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas dr. Balkis. 🖊️ Liputan Kontributor Promkes :Eci Lindasari 📸 Dokumentasi: Puskesmas Banjarsari

Mini Lokakarya Stunting Digelar Serentak se-Kota Metro 2025, Metro Utara Dorong Inovasi “Kumbang Lestari”

Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) menggelar Mini Lokakarya (Lokmin) Stunting tingkat kecamatan secara serentak di seluruh wilayah Kota Metro, Senin,30 September 2025 bertempat di Aula Kecamatan Metro Utara Kepala Dinas PPPAPPKB Kota Metro, Subehi, S.STP., M.M., menegaskan bahwa lokmin stunting menjadi forum penting bagi camat, puskesmas, dan lintas sektor untuk melakukan koordinasi, evaluasi, sekaligus merumuskan strategi percepatan penurunan stunting.“Masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Faktor penyebabnya kompleks, mulai dari kondisi gizi ibu hamil, pola asuh, hingga lingkungan dan akses sanitasi. Karena itu, diperlukan sinergi semua unsur agar upaya penurunan stunting dapat lebih optimal,” ungkap Subehi. Salah satu perwakilan Kecamatan Metro Utara, Kepala Puskesmas Banjarsari dr. Balkis, menambahkan bahwa selain faktor gizi, terdapat pula penyerta lain yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak. “Kami menemukan kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit penyerta seperti infeksi berulang, anemia, hingga bayi lahir dengan berat rendah. Hal-hal ini menjadi tantangan di lapangan, sehingga pendampingan keluarga menjadi kunci penting,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Shera Artina, S.Gz., Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Banjarsari, memaparkan inovasi yang tengah dijalankan di Metro Utara, yakni “Kumbang Lestari” (Kelompok Tumbuh Kembang Kelurahan Banjarsari). Program ini dibentuk untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang anak melalui tim pelaksana yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Kumbang Lestari menjadi wadah untuk mengawal anak-anak berisiko stunting dengan pendekatan lebih intensif, mulai dari pendampingan keluarga, penyuluhan gizi, hingga rujukan bila diperlukan,” jelas Shera. Meski berbagai langkah telah ditempuh, tantangan tetap ada. Antara lain, masih ditemui ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), balita yang tidak rutin datang ke posyandu, hingga rendahnya kepatuhan kontrol kesehatan setelah mendapat rujukan. Belum lagi faktor lingkungan, seperti kualitas air minum rumah tangga yang masih memerlukan perhatian. Melalui lokmin ini, seluruh kecamatan di Kota Metro berkomitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menjalankan intervensi secara berkesinambungan. Pemerintah berharap, dengan kerja bersama, angka stunting di Kota Metro dapat terus ditekan, sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Kontributor Liputan: Promkes_Metro Eci Lindasari SKM

Back To Top