Artikel Tekini
Dua Hari Gebrakan Puskesmas Banjarsari: Dari Musyawarah Warga hingga Launching PMT Cegah Stunting
“Puskesmas Banjarsari Bersama YBM BRILiaN: Langkah Nyata Bangun Generasi Sehat Bebas Stunting”
Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Langkah Nyata dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Kota Metro dengan Penilaian 25 Kompetensi Kader Posyandu, Dibawah Kepemimpinan Kepala Puskesmas dr. Balkis”
Bunda Posyandu Hj. Eni Bambang Berikan Pembinaan dan Dukungan kepada Kader Posyandu Sejahtera VIII dalam Persiapan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025
Dinas Kesehatan Kota Metro Dukung Program Residensi Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mitra Indonesia”
Dinas Kesehatan Kota Metro Tanggap Dugaan Keracunan Pangan di SDN 7 Metro Pusat: Belum Mengarah pada KLB
Dinas Kesehatan Kota Metro Tindak Cepat Dugaan KLB Keracunan Pangan di SDN 10: Surveilans dan Kesehatan Lingkungan Bergerak Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Upaya Dinas Kesehatan Kota Metro Tingkatkan Pelayanan Bayi Baru Lahir: “Eko Hendro Gelar Peningkatan Kapasitas Nakes Secara Hybrid”
Dinas Kesehatan Kota Metro Kembali Berprestasi: Sabet Dua Kategori di Ajang Germas 2024”
Studi Tiru ke Sleman: Strategi Dinkes Kota Metro Tingkatkan Kualitas Layanan Puskesmas”
Kota Metro Raih Penghargaan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024, Walikota Metro Wahdi : Terus Ukir Prestasi, Tingkatkan Pelayanan
Kembali Jadi Calon Penerima STBM Award 2024, Sanitasi Kota MetroKembali di nilai oleh Tim Verifikasi Kemenkes
Kota Metro Masuk Nominator STBM Award 2024, Wali Kota Metro Wahdi ungkap STBM “Konsep Bergerak Bersama”
“FGD Bersama Dinas Kesehatan Kota Metro: Lahirnya ‘Gemoy Sejiwa’, Inovasi Baru untuk Masyarakat Sehat Jiwa!”
Jelang Verifikasi Lapangan Penghargaan STBM Award,Kota Metro 2024“ Kadis Kesehatan” Perlu matangkan Sinergi dan Kolaborasi
Ciptakan SDM Unggul, Dinkes Kota Metro Beri Pelatihan Bagi Tenaga Kesehatan
Pemkot Metro : Penyelenggaran IVA Test,DNA HPV & Sadanis upaya deteksi dini kanker serviks “wujud nyata program aksi kepedulian”
TARGETKAN SWASTI SABA WISTARA, PEMKOT METRO GELAR BIMBINGAN TEKNIS KOTA SEHAT
Posyandu Mawar Kota Metro Masuk Tiga Besar Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung berpeluang maju ke tingkat Nasional
Miliki Inovasi Kompas, Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo Masuk Tiga Besar Penilaian Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung 2024
Begini Cara Dinas Kesehatan Kota Metro Memastikan ASN Selalu Bugar “1002 orang ASN Ikuti Pengukuran Kebugaran”
Pengukuran Kebugaran dan Skrining Kesehatan, Walikota Wahdi ingin pastikan ASN Metro Sehat, Unggul dan Produktif.
Wahdi Buka Kegiatan Jambore Kader Dasawisma dan HKG PKK Kota Metro
Pekan Raya Lampung Tahun 2024,Dinkes Kota Metro Promosikan Program Unggulan, Salah Satunya Jama-PAI
Selamat Kota Metro “Terbaik Satu” Penghargaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung Tahun 2024
Kelurahan Yosodadi Wakili Kota Metro, Maju di Lomba Tingkat Provinsi Lampung 
Evaluasi Program Kesehatan, Puskesmas Ganjar Agung Gelar Lokmin Lintas Sektoral Triwulan II
Inspirasi Kota Metro – Sun Day Fun Day (Edumy RSUD Ahmad.Yani) & PPTI Kota Metro Gelar Talkshow”Bersinergi Dalam Percepatan Penanggulangan TB Menuju Eliminiasi TB 2030″
Jelang Haji 2024, Calon Jamaah Haji Kota Metro Ikuti Pengukuran Kebugaran Haji.
Mantap, 3 Puskesmas di Kota Metro Raih Kategori Pelaporan Terbaik Posyandu Aktif Triwulan 1
Pererat Tali Silaturahmi, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Metro Gelar Pengajian Akbar Bulan Suci Ramadhan 1445 H
Kota Metro Berhasil Masuk 10 Besar Penghargaan pembangunan daerah Tahun 2024, hadirkan jama-pai (MEWS) sebagai inovasi
Berkah Ramadhan, Yayasan Jantung Indonesia Klub Jantung Remaja Kota Metro Turun ke Jalan Bagi-bagi Takjil
Komunitas Metro Thrift Charity Kumpulkan Barang Decluttering dan Upcycling untuk Didonasikan bagi Anak Penyintas Kanker,Thalasemia dan Penyakit Kronis Lainnya
Pemko Metro Apresiasi Kegiatan Senam Jantung Remaja KJR dalam Rangkaian acara Sunday Funday
Dinkes Metro-Gelar Webinar Hari Gizi Nasional ke-64, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman Kampanyekan Gizi Seimbang Untuk Cegah Stunting
SMK N 1 METRO BERSAMA DINKES KOTA METRO GIATKAN AKSI BERGIZI DALAM RANGKA HGN KE- 64
Wujudkan Lansia Sehat : Lansia Aktif, Mandiri dan Produktif, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi Pelayanan Kesehatan Lansia
Pemberian Makanan Bergizi dalam rangka HGN Ke-64 Puskesmas Ganjar Agung berkolaborasi dengan IBI Kota Metro
Peringatan HGN-64, Eko Hendro : Jadi Momentum Tingkatkan Komitmen Membangun Gizi Masyarakat Kota Metro Sehat Berprestasi
Peringati HGN-64 Puskesmas Karang Rejo Kolaborasi dengan IIDI Metro beri Makanan Tambahan Lokal Sepekan Sasar Balita Wasting
Bersamai Perjuangan dan Bangkitkan Optimisme, Ketua YKI Silfia Naharani Wahdi Kunjungi Langsung Pejuang Kanker
Keseruan Metro Sunday Funday Sport and Healty berkolaborasi dengan Edumy Gooes to Community RSUD Jend. A. Yani Metro sematkan Pesan Hidup Sehat
Dinkes Metro Bidang P2P Gelar Monev,Kegiatan Ini Untuk Melihat Capaian Program P2PM di Puskesmas
Antisipasi Perilaku Merokok Bagi Pelajar, Puskesmas Ganjar Agung Lakukan Skrining
Gerakan Aktifkan Posyandu Integrasi Layanan Primer Dinkes Kota Metro Turun ke Posyandu- Posyandu
Klinik Metro Medical Centre Kota Metro Raih Paripurna dari LPA Laprida
Di Era Digital, Aplikasi MEWS (mW) Jamapai Integrated Hadir untuk Sukseskan Transformasi Kesehatan dalam menurunkan AKI AKB
Upaya Penurunan AKI AKB Dinkes Gelar Roadshow MEWS-OBSTETRI (mW) Jamapai-Integrated Modifikasi Wahdi
Perpanjangan Izin Operasional, RSUD Jend. A. Yani Terima Tim Visitasi Dinkes Provinsi Lampung
Wow! 5 Puskesmas di Kota Metro Raih Predikat Akreditasi Paripurna, Eko Hendro: Jadikan awal yang baik untuk terus melayani masyarakat
Tim Surveior Laprida Survei Akreditasi Klinik Metro Medical Center, Demi Meningkatkan Mutu dan Standar Pelayanan.
Cegah Penyebaran HIV/AIDS, Puskesmas Ganjar Agung Gelar Penyuluhan
Bagas Satria Prabowo, Asal Metro(Lampung) yang Lolos Ajang Panahan Berkuda Dunia di Saudi Arabia
LPA-Laprida Survei Akreditasi Klinik Pratama Metro Medical Center Kota Metro
Atasi Stunting Dinkes Kota Metro dan Aisyiyah-Lazismu Bagikan Makanan Tambahan Upaya Turunkan Stunting
Angka bebas jentik (ABJ) di wilayah Kota Metro 88,2%, Dinkes Kota Metro terus melakukan pencegahan DBD melalui PSN & GIRIJ
Rapat Evaluasi Kota Sehat, Ketua FKS Qomaru Zaman Perkuat Kebersamaan Wujudkan Kota Sehat
HUT MPP Kota Metro Ke 1, Dinkes Kota Metro Raih Penghargaan Gerai Pelayanan Terbaik 1 Tahun 2023
Wujudkan Penguatan Pokjanal Posyandu, Dinkes Kota Metro Sosialisasikan Konsep Posyandu ILP
Turnamen Tenis Meja Meriahkan HUT Ke 52 KORPRI di Kota Metro
Peringati Hari AIDS Sedunia, Wakil Wali Kota Metro Qomaru Ajak Bersinergi Cegah dan Atasi AIDS
Peringati HCTPS Sedunia, Walikota Metro Ingatkan Kebiasan Cuci Tangan Harus Dimulai Sejak Dini
Membanggakan! Dinkes Kota Metro kembali meraih Penghargaan Posyandu Berprestasi se-Provinsi Lampung
Kota Metro Raih Penghargaan Kota Sehat Tahun 2023 dari Kemenkes RI
Dinkes Kota Metro Raih Peringkat Terbaik Se Provinsi Lampung dalam Capaian SPM TBC dan Treatmen Coverage Tahun 2023
Pentingnya Peran TP PKK Dalam Tingkatkan Cakupan Posyandu Aktif dan Kualitas Pelayanan di Kota Metro.
Dinkes Kota Metro Gelar Workshop Kader Posyandu, Siapkan Layanan Sesuai Siklus Hidup
Dinkes Kota Metro Raih Terbaik II Capaian Posyandu Aktif Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2023
Hadiri Kongres Nasional IBI & PIT Bidan ke XVII JEXPO KEMAYORAN, IBI Kota Metro “Bidan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat”
Kota Metro Menjadi Satu-satunya Daerah dari Provinsi Lampung yang Mencapai 100% Dalam Capaian Indikator Posyandu aktif
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak , Dinkes Metro adakan pertemuan AMP
Kuatkan Integrasi Layanan Primer , Dinkes Kota Metro Gelar workshop  Kader Posyandu
PPTI Kota Metro Mantapkan Program Kerja
Kadiskes Metro Eko Hendro, didaulat sebagai salah satu narasumber Transformasi Kesehatan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer
Membanggakan! Posyandu Anggrek IV/B Kota Metro Masuk Tiga Besar Posyandu Berprestasi se-Lampung
Pastikan Kualitas Air Minum Rumah Tangga, Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Surveilan Kualitas Air Minum Rumah Tangga.
Jalan Sehat Hari Jadi HUT RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro yang ke-51 Meriah, Diberangkatkan Wali Kota Metro Wahdi
Wali Kota Pimpin Apel Besar HUT Pramuka Ke-62
Peduli kualitas air, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi SKAMRT
Dinkes Kota Metro melalui Subtansi Promkes Adakan Pertemuan Koordinasi Petugas dan Validasi Data Komdat.
Dinas Kesehatan Kota Metro Melaksanakan Workshop Kader “Pelayanan bagi Usia Produktif dan Lansia”
Lepas Kontingen Perkemahan Saka Bakti Husada Nasional 2023, Kadinkes Bangga Jadi Bagian Gerakan Pramuka di Kota Metro
Dinkes Kota Metro Launcing Aplikasi Telemedicine
Tim Pembina Cluster Binaan Dinas Kesehatan Kota Metro Kunjungi Puskesmas Ganjar Agung
Untuk Deteksi Dini Kelainan Bawaan pada Bayi Baru Lahir, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)
Tim Verifikasi Lapangan Kota Sehat Tiba Di Kota Metro
Dalam rangka Jambore Kader Tingkat Kota Metro, Dinkes Gelar Perlombaan Posyandu Aktif Tingkat Kota
Meriahkan HUT RI Ke 78, Dinkes Kota Metro ikuti Parade Kebaya Wastra Kota Metro
Semarakkan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI, Dinkes Kota Metro Gelar Berbagai Lomba
Kota Metro Masuk Nominator ASEAN Smoke-Free Award
Dinkes Kota Metro Terpilih Uji Coba E-Monev STBM dari Kemenkes
Tingkatkan SDM Pengelola Program P2PM , Subtansi P2PM Dinkes Metro Gelar Bimtek
Ibu hamil antusias ikuti Gerakan Bumil sehat yang di selenggarakan Puskesmas Karangrejo
Lomba Kelurahan Tingkat Regional Sumatera, Tim Klarifikasi Lapangan Sambangi Kelurahan Yosorejo -Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Petugas Gizi/Penjamah Makanan Restoran, Rumah Makan, Catering dan Hotel di Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Tim Penegak Perda KTR
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Penjamah Makanan Restoran, Rumah Makan, Catering dan Hotel di Kota Metro
Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman beri Siraman Rohani – Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Lomba Balita Sehat Ciptakan Generasi Sehat dan Berprestasi
Swasti Saba Wistara, Kadis Kesehatan Eko Hendro Ungkap Ada 9 Tatanan yang Harus Dipenuhi
Dinkes Kota Metro Gelar Rakor Bidang Kesehatan Masyarakat
Optimalkan Peran Pokjanal Posyandu Kota Metro, Adakan Bimtek di Kecamatan Metro Utara
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Petugas Gizi/Penjamah Makanan RSU dan Pondok Pesantren Kota Metro
Dinkes Kota Metro Selenggarakan Sosialisasi Program Kerja Pokjanal Posyandu
PDPI bekerja sama dengan Dinkes Metro Gelar Road Show Dalam Rangka Menanggulangi Penyakit menular dan tidak menular di bidang paru dan pernafasan
Kadinkes Kota Metro Eko Hendro Hadiri Jambore Kader Puskesmas Purwosari
Puskesmas Banjarsari Gelar Jambore Kader Posyandu -Promkes Dinkes Metro
Berdedikasi dalam Pembangunan Keluarga, Walikota Metro Wahdi dan Istri Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana
DINKES DAN DISKOMINFO KOTA METRO GELAR SOSIALISASI PENERBITAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK & CARA PEMBUATAN SURAT ELEKTRONIK.
Komitmen Turunkan Angka Stunting Kota Metro kembali menggelar Rembuk Stunting 2023
Gelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kelurahan wilayah kerja Puskesmas Margorejo -Promkes
Puskesmas Yosomulyo Gelar Jambore Kader Posyandu tingkat Kelurahan -Dinkes Kota Metro
Kelurahan Yosorejo Kota Metro sampaikan Paparan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi.
Dinas Kesehatan Kota Metro Juarai Stand Terbaik Harapan 1 Festival Putri Nuban Tahun 2023
Dinkes Metro Laksanakan MoU Terkait Pencegahan & Pengendalian Penyakit Menular dengan Lapas Klas II A Metro
Dinkes Kota Metro Tingkatkan Kompetensi Tenaga Medis Melalui Orientasi Kalakarya MTBS
Inovasi Sistem Informasi Berbasis Website dalam Penyelenggaraan Posyandu Aktif Kota Metro.
Jambore Kader Posyandu Puskesmas Ajang Menambah Wawasan -Dinkes Kota Metro
JAMBORE POSYANDU AJANG APRESIASI UNTUK PARA KADER – Dinas Kesehatan Kota Metro
Jambore Kader Posyandu di Gelar, Wujudkan Hidup Sehat -Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro“Sukses Gelar Germas Aksi Bergizi Tingkat Kota Metro dan Lounching KJR SMA/SMK SE-Kota Metro dalam Rangka HUT Kota Metro ke 86”
Kota Metro Raih Penghargaan Kawasan Tanpa Rokok dari Kemenkes
Dinkes Kota Metro Gelar Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan
Peringati HUT Kota Metro ke 86, Dinkes Kota Metro, PKK dan YKI gelar Tes IVA dan Sadanis GRATIS
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Pelatihan Pemantauan Tumbuh Kembang Pada Kader dan Guru Paud/TK/RA Tahun 2023
Capaian JKN 99,9%, Kota Metro Raih Penghargaan Best Practice UHC 2023
Lokakarya Mini 3 Bulanan Ke dua Lintas Sektor UPTD Puskesmas Karangrejo
Wakil Walikota Hadir Dalam Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) salah satu pilar utama dalam upaya mewujudkan Kota Sehat.
Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia,Kadis Kesehatan Metro”Eko Hendro”jadi Narasumber KTR tingkat Nasional.
Peringatan Hari TBC Sedunia Berlangsung Meriah di Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Metro -Dinkes Kota Metro
MENINGKATKAN FUNGSI KERJA POSYANDU, PEMERINTAH KOTA METRO GELAR RAKOR POKJANAL POSYANDU
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Implementasi Penggunaan Aplikasi Monitor KTR di Kota Metro
Kadinkes Kota Metro “Eko Hendro” Pimpin Apel Pagi Rutin Sebelum Memulai Aktivitas
Wakil Walikota Kota Metro Ikuti Gebyar Senam LLI, Turut Hadir LLI dari Pusat- Dinkes Kota Metro
Semarak Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro Tahun 2023, Hari Ke-4-Dinkes Metro
Kadiskes Kota Metro Eko Hendro menjadi narasumber pada Monev Implementasi Dasboard KTR yang digagas Kementerian Kesehatan RI
Gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) Di Kelurahan Imopuro dan Kelurahan Metro- Dinkes Metro
Dinkes Kota Metro dan LLI Gelar Pelatihan AoC Bertajuk Gerakan Kesehatan Usia Lanju
Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro , Dinkes Kota Metro Lakukan Penilaian Posyandu dengan lima indikator
Dinkes Kota Metro dan Puskesmas Metro Gelar Kegiatan Deteksi dini PTM Prioritas dan Deteksi Dini Kanker Servik dan Kanker Payudara di TK Pertiwi Metro
Eko Hendro Kadis Kesehatan Kota Metro Dorong RSUD Sumbersari Bantul Harus Selalu Berinovasi
Upaya Penurunan AKI AKB Dinkes Kota Metro Gelar kegiatan pendampingan Tim Ahli Spesialis Anak dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Tingkatkan Upaya Kesehatan Pekerja, Dinkes Metro Lakukan Pembinaan PHBS di tempat Kerja, Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pos UKK
Qomaru Wakil Walikota Metro Sebut Peran Aktif Remaja Jadikan Generasi Pelaku Pembangunan
Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro, Dinkes Kota Metro Ikut Terlibat
Dinkes Kota Metro Imbau Masyarakat untuk Gencar Sosialisasi 3M plus dan Lakukan PSN
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Puncak Acara Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2023
Kadis Kesehatan Kota Metro Ikuti Acara Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi/Integrasi Stunting Tingkat Provinsi
Jelang Haji 2023, Calon Jamaah Haji Kota Metro Ikuti Tes Kebugaran Haji.
Kadis Kesehatan Kota Metro Hadiri Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Puskesmas Tejo Agung – Dinkes Metro
Giat Penanggulangan DBD di Kelurahan Karangrejo
Tinjau Rumah Sakit RSUD Jend Ahmad Yani Metro Wakil Walikota Qomaru Zaman Minta Nakes Berikan Pelayanan Terbaik
Kadiskes Sidak Sekaligus Pimpin Apel Pagi di Puskesmas Purwosari , ini kata Kadiskes Kota Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Apel Perdana Pasca Cuti Lebaran,Kadis Kesehatan Ajak Pegawai Semangat Gaspol Layani Masyarakat
Untuk Tingkatkan Pelayanan Prima Kadinkes Kota Metro Sidak ke Puskesmas
Tinjau Pos Mudik Idul Fitri 1444H, Kadis Kesehatan Kota Metro “Semangati Petugas”
Inovasi Daun Kelor Upaya Tekan Kasus Stunting, Dinkes Kota Metro Melalui Subtansi Promkes Gelar Pembinaan Kader Posyandu Balita
Kadis Kesehatan Kota Metro Eko Hendro Pimpin Langsung Rapat koordinasi rutin bulanan
Kadis Kesehatan Kota Metro Turun Langsung Supervisi Program Jamapai
Dinkes perkuat koordinasi program P2PM pasca POPM Kecacingan di Sekolah
Dinkes Kota Metro Berikan Bantuan Sembako kepada Ibu Hamil
Cegah Stunting Dengan 8000 Hari Pertama Kehidupan,Dinkes Kota Metro Tekankan Pentingnya Skrining Pranikah.
Dinkes Metro lakukan pemantauan posyandu mudahkan masyarakat peroleh pelayanan kesehatan
Pembinaan Kader, Dinkes Metro Harap Kader Posyandu Jadi Pelopor Kesehatan
SINERGITAS PEMKOT METRO MENUJU PENILAIAN KOTA SEHAT TAHUN 2023
Tekan AKI,AKB dan AKABA Dinkes Kota Metro Melalui Bidang Kesmas Gelar Kegiatan Pembinaan Kader Posyandu
Dinkes Metro Melalui Bidang Kesmas Aktif Mendampingi Posyandu
Update situasi DBD dan Malaria, Dinkes lakukan bimtek/OJT Aplikasi SIARVI, Silantor dan Esismal Malaria Dinkes Metro
Tingkatkan Layanan Kesehatan Primer, Promkes & Kesga Gizi Lakukan Pembinaan Kader di Posyandu Nusa Indah – Dinkes Metro
Kadinkes Kota Metro Hadiri Kegiatan Kunjungan Tim Penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) -Dinkes Kota Metro
PENGAJIAN RAMADHAN/TADARUS QUR’AN di OPD DINAS KESEHATAN KOTA METRO TAHUN 1444 H/2023 M
PENGAJIAN RAMADHAN/TADARUS QUR’AN di OPD DINAS KESEHATAN KOTA METRO TAHUN 1444 H/2023 M
SERAH TERIMA JABATAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA METRO
KEGIATAN LUAR GEDUNG POSYANDU DAN PENYULUHAN TBC DI POSYANDU PERGIWO
Peringati Hari TBC Sedunia, RSUD A.Yani Metro Gelar Penyuluhan TBC Anak – Dinkes Kota Metro
Giat Germas dengan Senam Klub Jantung Sehat dan Screening Kesehatan di Gelaran Pasar Agro Ceria -Dinkes Metro
Dinkes Kota Metro Bersama KOPI TB Gelar Rapat Koordinasi Tanggulangi Masalah Tuberculosis
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Monev Program Kesling dan Kesjaor Puskesmas se-Kota Metro
Kunjungan Dinkes Provinsi Lampung Dalam Rangka Bimbingan Teknis Program Kesling dan K3 Rumah Sakit di RSU. Permata Hati Kota Metro
Gelaran Roundshow Ke-5 Dinkes Metro, Germas Go to School (Aksi Bergizi), Sosialisasi Jama-Pai dan Pembentukan KJR di SMP N 08 Metro
Dinkes Metro, Implementasikan Germas Goes to School (Aksi Bergizi di Sekolah), Sosialisasi Jama-Pai di SMP N 01 Metro
Menuju Kota Sehat, Walikota Metro Kukuhkan Forum Kota Sehat – Dinkes Kota Metro
Dinkes Metro – Pendampingan Penerapan aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated Bagi Tenaga Kesehatan di RSUD Ahmad Yani.
Seru, Sosialisasi Jama-Pai melalui Germas Go to School di SMA Negeri 04 Metro- Dinkes Kota Metro
Dinkes Metro: Kampanyekan GERMAS Go to School di SMA N 04 Metro Jangan Putus Sampai Disini
AKSI BERGIZI TERINTEGRASI DI SMA N 4 METRO
Germas Goes to School (Aksi Bergizi di Sekolah) Pembentukan KJR dan Sosialisasi Jama-Pai Beri Motivasi dan Penguatan Ke Sekolah SMA Ahmad Dahlan Metro -Dinkes Metro
Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Walikota Metro Menghadiri Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Kasus Kematian Akibat Campak menjadi Peringatan Keras ,Dinas Kesehatan Menghimbau Warga Kota Metro untuk lebih waspada
Gerak Cepat Menjangkau Sasaran, Tim PTM Terintegrasi CKG Puskesmas Banjarsari Skrining Guru di SDN 01 Banjarsari
Puskesmas Banjarsari Perkuat Layanan Preventif melalui Skrining Kesehatan Guru di SDN 02 Banjarsari
Sekilas Terlihat Sehat, Tapi Angka Bisa Bicara. SDIDTK Puskesmas Banjarsari di TK Al Qodim
Puskesmas Banjarsari Perluas Layanan, 198 Karyawan PT Sinar Jaya Jalani Skrining Kesehatan Langkah Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes, Pintu Masuk Utama Penyakit Kronis Mematikan
BRI BO Metro dan YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Pendidikan, Sembako, dan Apresiasi Kader di Metro Utara
Program Cegah Stunting YBM BRILiaN Berhasil, Puluhan Balita Metro Alami Perbaikan Gizi
Akhir 2025 Bukan Seremonial, Asesmen Kader Posyandu Menjadi Tolok Ukur Kesiapan 2026
Mengapa Banyak Warga Merasa Rezekinya Seret? Ini Temuan dari Pendampingan Emosional di Puskesmas

Kategori: Kegiatan

Gerak Cepat Menjangkau Sasaran, Tim PTM Terintegrasi CKG Puskesmas Banjarsari Skrining Guru di SDN 01 Banjarsari

Metro, Kamis, 2 April 2026 — Gerak cepat UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari dalam menjangkau sasaran pelayanan kembali ditunjukkan melalui kegiatan Skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Terintegrasi CKG di SDN 01 Banjarsari, Metro Utara, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah aktif puskesmas untuk memastikan layanan deteksi dini kesehatan tidak berhenti di fasilitas pelayanan, tetapi hadir langsung di lingkungan sasaran. Melalui pendekatan jemput bola, Puskesmas Banjarsari terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan primer, khususnya bagi kelompok usia produktif di lingkungan sekolah. Upaya ini penting karena faktor risiko penyakit tidak menular sering berkembang tanpa disadari, sementara pemeriksaan berkala kerap terabaikan di tengah aktivitas kerja sehari-hari. Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Yasma Noprida, Amd.Kep, Ida Nuryanti, Amd.KG, Vetty Ardina, SKM, Lia Ajeng Novita, SKM, Fitri Handayani, A.Md, Eci Lindasari, SKM, dan Septiya Arina Putri, SH. Mereka turun langsung melaksanakan skrining sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Berbeda dari pelayanan pasif yang menunggu masyarakat datang, pola kerja Tim PTM Terintegrasi CKG menempatkan puskesmas sebagai garda terdepan yang aktif menjangkau sasaran. Sekolah menjadi salah satu titik penting karena merupakan lingkungan produktif yang membutuhkan dukungan kesehatan berkelanjutan agar aktivitas pendidikan berjalan optimal. Yasma Noprida, Amd.Kep selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa skrining kesehatan di sekolah menjadi langkah nyata untuk memperluas cakupan layanan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya deteksi dini. “Kami ingin memastikan seluruh sasaran bisa terjangkau pelayanan kesehatan. Karena itu, tim bergerak langsung ke lapangan agar faktor risiko dapat diketahui lebih awal dan tindak lanjut bisa segera dilakukan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari, dr. Balkis, menegaskan bahwa gerak cepat tim di lapangan merupakan bagian dari wajah pelayanan kesehatan primer yang terus diperkuat. “Puskesmas harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan upaya promotif dan preventif berjalan nyata, sehingga masyarakat tidak hanya datang saat sakit, tetapi juga semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” kata dr. Balkis. Ia menambahkan, perluasan jangkauan skrining ke lingkungan sekolah menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan saat ini harus dibangun dengan pendekatan yang aktif, responsif, dan berorientasi pada pencegahan. Dengan cara itu, puskesmas tidak hanya berfungsi sebagai tempat berobat, tetapi juga menjadi penggerak budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui kegiatan di SDN 01 Banjarsari ini, UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau seluruh sasaran pelayanan secara bertahap. Gerak cepat Tim PTM Terintegrasi CKG diharapkan mampu memperkuat kehadiran puskesmas sebagai mitra kesehatan masyarakat yang aktif menjaga, memantau, dan melindungi kesehatan warga sejak dini. Kontributor Liputan : Promkes_Eci Lindasari,SKM

Puskesmas Banjarsari Perkuat Layanan Preventif melalui Skrining Kesehatan Guru di SDN 02 Banjarsari

Metro, Rabu, 1 April 2026 — Tim UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari melaksanakan kegiatan Skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Terintegrasi CKG bagi para guru di SDN 02 Banjarsari, Metro Utara, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan promotif dan preventif di wilayah kerja puskesmas, sekaligus upaya deteksi dini faktor risiko kesehatan pada kelompok usia produktif di lingkungan satuan pendidikan. Skrining kesehatan tersebut meliputi wawancara singkat riwayat kesehatan, pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, skrining faktor risiko penyakit tidak menular, serta edukasi kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan. Langkah ini dinilai penting untuk membantu mendeteksi lebih awal berbagai faktor risiko kesehatan yang dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup tenaga pendidik. Kegiatan dilaksanakan oleh tim skrining UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari yang terdiri atas Yasma Noprida, Amd.Kep, dr. Mirza Radiani Lusiananda, Ida Nuryanti, Amd.KG, Eci Lindasari, SKM, Lia Ajeng Novita, SKM, Devia Rahmawati Hidayah, A.Md.Kep, dan Fitri Handayani, A.Md. Yasma Noprida, Amd.Kep selaku penanggung jawab kegiatan mengungkapkan bahwa skrining kesehatan di sekolah merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan primer, khususnya bagi kelompok usia produktif yang sering kali belum menyadari adanya faktor risiko penyakit. “Melalui skrining ini, kami ingin membantu mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan para guru, sehingga jika ditemukan faktor risiko, dapat segera dilakukan edukasi, pemantauan, dan tindak lanjut. Guru memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, sehingga kesehatannya juga perlu mendapat perhatian,” ujarnya. Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari, dr. Balkis, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen puskesmas dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan deteksi dini. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu lokasi penting dalam pelaksanaan skrining kesehatan karena di lingkungan tersebut terdapat kelompok sasaran produktif yang membutuhkan perhatian kesehatan secara berkelanjutan. Ia menegaskan, pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Kami terus mendorong agar pelayanan kesehatan primer hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Skrining kesehatan seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi kesehatan sejak dini, sehingga pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” kata dr. Balkis. Pelaksanaan skrining kesehatan di SDN 02 Banjarsari juga menunjukkan pentingnya sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemeriksaan dasar, tetapi juga pemahaman lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas dan beban kerja sehari-hari. UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah dan institusi lain di wilayah kerjanya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang lebih aktif, terjangkau, dan berorientasi pada pencegahan. Kontributor Liputan : Promkes_Eci Lindasari,SKM

Puskesmas Banjarsari Perluas Layanan, 198 Karyawan PT Sinar Jaya Jalani Skrining Kesehatan Langkah Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes, Pintu Masuk Utama Penyakit Kronis Mematikan

Puskesmas Banjarsari Masuk ke Lingkungan Kerja, 198 Karyawan PT Sinar Jaya Inti Mulya Jalankan Skrining Risiko Hipertensi dan Diabetes METRO. Puskesmas Banjarsari, Kota Metro, tidak menunggu warga datang saat sudah sakit. Tim layanan primer ini justru masuk ke lingkungan kerja untuk memotong keterlambatan deteksi penyakit tidak menular yang selama ini menjadi penyumbang beban layanan kesehatan. Selama dua hari pelaksanaan, Sabtu 10 Januari 2026 dan dilanjutkan Senin 12 Januari 2026, sebanyak 198 karyawan PT Sinar Jaya Inti Mulya di Kecamatan Metro Utara mengikuti skrining kesehatan yang difasilitasi Puskesmas Banjarsari. Paket pemeriksaan yang dibawa puskesmas tidak sekadar formalitas. Tim melakukan pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut untuk memetakan faktor risiko metabolik. Pemeriksaan labor sederhana juga dilakukan melalui cek kolesterol, asam urat, dan gula darah. Pada saat yang sama, layanan kesehatan mata dan gigi disediakan untuk menangkap keluhan yang sering diabaikan karena jam kerja padat. PJ Penyakit Tidak Menular Puskesmas Banjarsari, Yasma Noprida, Amd.Kep, menegaskan skrining di tempat kerja dirancang untuk memastikan kondisi kesehatan pekerja terpantau. Bukan hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas. “Tujuan skrining ini agar kesehatan karyawan benar-benar diketahui. Kalau karyawan sehat, produktivitas juga terjaga,” ujar Yasma. Pernyataan itu sejalan dengan fokus layanan primer yang saat ini menitikberatkan pencegahan dan pengendalian PTM. dr. Zenny Efnita selaku penanggung jawab PJ Kluster menyebut deteksi dini menjadi kunci karena hipertensi dan diabetes melitus kerap berjalan tanpa gejala awal, namun memicu komplikasi berat jika terlambat ditangani. “Hipertensi dan diabetes melitus sering tidak disadari. Ini bisa berujung komplikasi. Karena itu deteksi dini penting sebagai implementasi program pemerintah dalam pengendalian penyakit tidak menular,” kata dr. Zenny. Ia menambahkan hipertensi sering disebut silent killer karena tekanan darah bisa tinggi tanpa keluhan, sementara diabetes melitus juga kerap diketahui saat sudah muncul keluhan lanjutan. Di lapangan, hasil pemeriksaan tidak berhenti di angka. Tim puskesmas mencatat dan mengelompokkan temuan untuk menentukan tindak lanjut. Peserta dengan hasil di luar batas normal diarahkan untuk kontrol, pemeriksaan lanjutan, dan edukasi perubahan gaya hidup. Pendekatan ini menempatkan puskesmas bukan sebagai “tempat berobat”, tetapi sebagai penggerak pencegahan yang aktif membangun kepatuhan kontrol, pola makan sehat, dan aktivitas fisik pada kelompok usia produktif. Kepala Puskesmas Banjarsari Kota Metro, dr. Balkis, menyampaikan skrining di lokasi kerja adalah bentuk perluasan jangkauan layanan agar akses menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Puskesmas, kata dia, harus hadir di ruang yang paling dekat dengan aktivitas masyarakat. Dengan model jemput bola, pekerja tidak perlu menunggu waktu luang atau menunda pemeriksaan, sementara puskesmas dapat memetakan risiko lebih dini. Dari pihak perusahaan, Humas PT Sinar Jaya Inti Mulya, Pingkan Hendrawan, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi pemeriksaan tersebut. “Sebanyak 198 karyawan mengikuti kegiatan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Banjarsari yang telah memfasilitasi cek kesehatan. Ini membantu karyawan mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” ujar Pingkan. Kegiatan dua hari ini memperlihatkan arah layanan kesehatan primer yang semakin tegas. Puskesmas Banjarsari menempatkan skrining sebagai pintu masuk pengendalian PTM, bukan kegiatan seremonial. Ketika pemeriksaan rutin masuk ke tempat kerja, risiko hipertensi dan diabetes bisa ditemukan lebih cepat, tindak lanjut lebih terarah, dan beban komplikasi di kemudian hari bisa ditekan. Ini juga menguatkan pesan bahwa perlindungan kesehatan pekerja tidak hanya urusan perusahaan, tetapi bagian dari tugas layanan publik yang harus hadir sebelum sakit datang. Kontributor: Promkes_Eci Lindasari,SKM

Akhir 2025 Bukan Seremonial, Asesmen Kader Posyandu Menjadi Tolok Ukur Kesiapan 2026

Banjarsari, Rabu 17 Desember 2025Asesmen kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dilaksanakan Puskesmas Banjarsari pada Rabu (17/12/2025) menjadi penanda akhir rangkaian panjang pembinaan kader kesehatan sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini menutup proses peningkatan kapasitas kader yang selama setahun terakhir difokuskan pada penguatan peran Posyandu sebagai simpul utama layanan kesehatan primer di tingkat komunitas. Berbeda dari asesmen yang bersifat awal, penilaian ini berfungsi sebagai evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana pembinaan, pelatihan, dan pendampingan yang telah dilakukan benar-benar membentuk kecakapan kader di lapangan. Fokus penilaian diarahkan pada penguasaan 25 kompetensi dasar yang menjadi fondasi pelaksanaan Integrasi Layanan Primer. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr Balkis, menyampaikan bahwa asesmen ini menjadi cermin kinerja pembinaan kader selama satu tahun penuh.“Ini bukan sekadar menilai kader hari ini, tetapi membaca hasil proses panjang pembinaan sepanjang 2025. Dari sini kami bisa melihat apakah Posyandu sudah siap menjalankan peran layanan primer secara utuh,” ujar dr Balkis. Dalam asesmen tersebut, kader diuji melalui praktik langsung dan simulasi pelayanan yang mencerminkan situasi nyata di Posyandu. Penilaian dilakukan secara rinci menggunakan daftar tilik, mulai dari ketepatan pencatatan dan pelaporan, kemampuan komunikasi edukatif, hingga keterampilan teknis seperti pengukuran antropometri dan skrining awal faktor risiko penyakit tidak menular. Hasil asesmen selanjutnya digunakan untuk menetapkan strata kecakapan kader, yakni Purwa, Madya, dan Utama. Stratifikasi ini menjadi dasar penataan peran kader pada tahun berikutnya, sekaligus bahan perencanaan pembinaan lanjutan agar penguatan kapasitas lebih terarah dan berbasis kebutuhan nyata. Menurut dr Balkis, asesmen penutup tahun ini juga menjadi momentum konsolidasi peran kader dan tenaga kesehatan.“Integrasi layanan primer hanya bisa berjalan jika kader dan tenaga kesehatan bergerak dalam satu ritme. Asesmen ini memastikan standar pelayanan yang sama sebelum memasuki tahun berikutnya,” katanya. Dengan berakhirnya asesmen kader Posyandu ILP ini, Puskesmas Banjarsari menegaskan komitmennya untuk menjadikan Posyandu sebagai layanan kesehatan masyarakat yang aktif, responsif, dan berkesinambungan. Evaluasi akhir tahun ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pada 2026 Kontributor Liputan : Eci Lindasari

Mengapa Banyak Warga Merasa Rezekinya Seret? Ini Temuan dari Pendampingan Emosional di Puskesmas

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat – Puskesmas Banjarsari, Rabu 26 November 2025 Puskesmas Banjarsari menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dihadiri puluhan ibu-ibu, kader kesehatan, dan warga lanjut usia. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pada kesempatan ini, tim Puskesmas memberikan sosialisasi mengenai manajemen stres dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan hidup, termasuk keluhan warga tentang rezeki yang terasa “seret”, bertempat di salah satu rumah kader posyandu. Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi Puskesmas Banjarsari yaitu Konseling Curhat Sehat, sebuah program pendampingan emosional yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Pernyataan Kepala Puskesmas Banjarsari Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menyampaikan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pelayanan kesehatan primer. Menurut beliau: “Banyak warga yang datang dengan keluhan fisik, namun ketika digali, ternyata akarnya adalah kelelahan emosional. Pendampingan seperti ini penting agar masyarakat memiliki ruang aman untuk bercerita, memahami stresnya, dan belajar mengelola tekanan hidup secara lebih sehat. Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya menyentuh tubuh, tetapi juga hati dan pikiran.” dr. Balkis menegaskan bahwa Puskesmas Banjarsari akan terus menghadirkan edukasi dan dukungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan Emosional sebagai Pendekatan Baru Pendampingan emosional yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat untuk membantu individu mengenali emosi, memahami sumber stres, dan mengembangkan strategi sederhana dalam mengelola tekanan psikososial. Pendekatan ini bersifat non-terapeutik, edukatif, dan dilakukan dalam batas kompetensi tenaga kesehatan masyarakat di Puskesmas. Melalui pendekatan ini, warga memperoleh pemahaman dasar mengenai tekanan emosional yang sering kali tidak disadari, tetapi berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Temuan dari Lapangan: Stres dan Rezeki yang Terasa Terhambat Dalam dialog bersama peserta, terlihat pola serupa: banyak warga yang merasakan rezekinya “seret” bukan semata karena faktor ekonomi, tetapi dipengaruhi oleh beban mental yang tidak tertangani. Keluhan yang muncul meliputi: Sebagian besar warga mengaku memendam stres sendirian tanpa memiliki tempat aman untuk bercerita. Beban ini membuat pikiran mudah keruh, tubuh cepat lelah, dan semangat kerja menurun. Mengapa Stres Mempengaruhi Kelancaran Rezeki Dalam sesi Curhat Sehat dijelaskan bahwa stres dapat memengaruhi: Program Curhat Sehat menjadi sarana yang membantu warga memahami dirinya. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan empatik dan tidak menghakimi. Banyak peserta yang mengaku merasakan kelegaan setelah bercerita dan mendapatkan perspektif baru mengenai situasi hidup mereka. Ketika emosi tidak stabil, kualitas hidup ikut menurun. Hal ini memengaruhi produktivitas, interaksi sosial, serta pola keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan ekonomi keluarga. Ruang Aman untuk Mengurai Beban Batin Beberapa warga bahkan menyampaikan bahwa setelah memahami emosinya, mereka mulai lebih tenang, lebih teratur, dan lebih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan pikiran jernih. Ketika Emosi Pulih, Hidup Ikut Lebih Terbuka Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan aktual warga dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pendampingan emosional di Puskesmas Banjarsari menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pada ketenangan batin dan keseimbangan emosi. Dengan menyediakan ruang aman melalui program Konseling Curhat Sehat, Puskesmas berupaya membantu masyarakat mengelola stres, memperbaiki kualitas hidup, dan mendukung kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan aktual warga dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Konseling Curhat Sehat Jadi Ruang Baru Warga Kota Metro Mengelola Kecemasan dan Isu Sosial

Warga Semakin Rentan Terpengaruh Isu, Layanan Konseling Puskesmas Banjarsari Jadi Rujukan Metro, Lampung — Fenomena warga yang mudah terpengaruh isu, rumor, dan komentar sosial menjadi perhatian layanan Konseling Curhat Sehat di Puskesmas Banjarsari. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah warga yang datang dengan keluhan terkait kecemasan akibat “isu sosial” meningkat cukup signifikan. Konselor Curhat Sehat menyebut bahwa masalah yang muncul bukan hanya berkaitan dengan kurangnya informasi, tetapi berkaitan erat dengan pola psikologis masyarakat yang semakin sensitif terhadap tekanan sosial. “Kami mendapati banyak warga yang datang bukan karena masalah fisik, tetapi karena gelisah terhadap kabar atau perkataan orang. Mereka merasa takut, cemas, dan sering kali tidak punya tempat aman untuk memeriksa kebenaran informasi itu,” kata Konselor Curhat Sehat, Selasa, 25 November 2025 Menurutnya, kerentanan warga terhadap isu dipengaruhi tiga faktor utama, yaitu lemahnya penyaringan informasi, ketidakstabilan emosi, dan minimnya kebiasaan berpikir kritis. Ketiganya muncul sebagai kombinasi yang membuat masyarakat mudah terseret arus rumor, terutama yang bernada negatif. “Sebagian warga memiliki filter sosial yang tipis sehingga apa pun yang didengar langsung diterima tanpa disaring. Sementara kemampuan regulasi emosinya juga belum stabil, sehingga informasi kecil bisa memicu kecemasan besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, warga yang mudah terseret isu bukanlah orang yang lemah atau tidak cerdas. Sebaliknya, mereka memiliki kepribadian sensitif, peduli, dan sangat memperhatikan lingkungan sosialnya. Namun tanpa pengelolaan emosi yang baik, kondisi itu membuat mereka semakin mudah terpengaruh. Fenomena mental ini juga dipengaruhi oleh tekanan sosial dari media digital yang terus berkembang. Arus informasi yang cepat membuat masyarakat tidak memiliki waktu cukup untuk memverifikasi kabar yang diterimanya. “Ketahanan psikologis perlu dibangun. Yang diperlukan bukan menutup telinga, tetapi menguatkan pikiran agar mampu memeriksa informasi dengan tenang,” tambahnya. Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Puskesmas Banjarsari menghadirkan layanan Konseling Curhat Sehat sebagai ruang aman bagi warga untuk bercerita, memperoleh edukasi psikososial, dan mendapatkan pendampingan emosional. Layanan ini menggabungkan pendekatan psikologi spiritual, konseling emosional, dan teknik grounding yang membantu warga meredakan kecemasan. Keluhan yang paling sering muncul antara lain kecemasan akibat gosip lingkungan, rasa takut dinilai orang lain, tekanan keluarga, hingga dampak rumor yang tidak memiliki bukti jelas. “Satu per satu warga mulai memahami bahwa tidak semua informasi harus dipercaya, dan tidak semua bisikan harus ditanggapi. Kami membantu mereka menemukan kembali ketenangan serta kemampuan memilah informasi,” katanya. Puskesmas Banjarsari berharap layanan ini dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat, mengurangi konflik sosial berbasis isu, serta membantu warga menjalani kehidupan yang lebih sehat baik secara fisik maupun emosional.

Menjadi Kader Posyandu Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan

Menjadi Kader Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan Kadang, menjadi kader itu terasa sederhana datang ke posyandu, menimbang balita, mencatat buku KIA, mengingatkan ibu hamil agar periksa.Namun, di balik kesederhanaan itu, ada cahaya yang tak semua orang bisa lihat. Cahaya itu lahir dari hati yang tulus, dari langkah yang selalu hadir di tengah warga.Bukan karena disuruh, tapi karena peduli.Bukan karena ingin pujian, tapi karena ingin lingkungan sehat dan bahagia. Menjadi kader bukan soal seragam atau jadwal kegiatan.Ini tentang menjadi penjaga kehidupan kecil bayi yang tumbuh sehat, ibu yang kuat, keluarga yang sadar akan pentingnya kesehatan.Tentang menjadi sahabat di tengah masyarakat, yang selalu siap mendengar, menenangkan, dan menuntun. Kadang, kerja kader tak terdengar.Tak ada sorotan kamera, tak banyak ucapan terima kasih.Tapi percayalah setiap senyum balita, setiap warga yang sembuh, setiap ibu yang merasa didampingi…Semua itu adalah pahala yang abadi, tanda bahwa cahaya kecilmu menerangi banyak hati. Karena menjadi kader bukan sekadar tugas.Itu panggilan jiwa.Dan setiap panggilan yang dijawab dengan cinta akan selalu membawa terang bagi sekelilingnya. Karya: Eci Lindasari — “Menjadi Kader Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan”

Dua Hari Gebrakan Puskesmas Banjarsari: Dari Musyawarah Warga hingga Launching PMT Cegah Stunting

“Puskesmas Banjarsari: Sahabat Sehat Keluarga, Pelopor Cegah Stunting di Metro Utara” Metro – Puskesmas Banjarsari kembali berkomitmen selalu memberikan layanan terbaik untuk masyarakat dan juga sebagai pelopor inovasi layanan kesehatan di Metro Utara. Dalam dua hari berturut-turut, puskesmas ini menggelar kegiatan besar yang menegaskan komitmennya melawan stunting. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Posyandu Lestari RW 08 Kelurahan Banjarsari. Keesokan harinya, dilanjutkan dengan Launching Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Cegah Stunting pada Kamis, 2 Oktober 2025, di Kota Metro. Hari Pertama: Musyawarah Masyarakat Kelurahan Kegiatan MMK membahas kondisi gizi balita di Kelurahan Banjarsari sekaligus menyusun langkah bersama untuk mencegah stunting yang juga di hadiri Lurah Banjarsari Nila Kusumawati, S.IP., M.Si. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya forum diskusi, tetapi gerakan bersama masyarakat,“Melalui forum ini, kami ingin mengidentifikasi masalah kesehatan di tingkat kelurahan, khususnya kasus gizi pada balita, sekaligus menyusun solusi yang tepat agar angka stunting bisa ditekan. Puskesmas Banjarsari siap menjadi mitra keluarga dalam mewujudkan generasi sehat,” ungkap dr. Balkis. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan SIGIZIKESGA 2025 menunjukkan adanya 25 balita di Banjarsari yang mengalami masalah gizi. Mereka menjadi sasaran utama program PMT cegah stunting yang didukung oleh YBM Brilian. Ahli gizi Puskesmas, Shera Artina, S.Gz, turut memberikan pemaparan mengenai program PMT 90 hari berbasis Pos Gizi. “Menu olahan sederhana seperti ubi, pisang, ayam, dan ikan bisa menjadi sumber gizi seimbang bagi anak, tanpa harus mahal,” jelas Shera. Hari Kedua: Launching Program PMT Sehari setelah musyawarah, Puskesmas Banjarsari melaksanakan Launching Program PMT Cegah Stunting di Kota Metro. Kegiatan ini didukung penuh oleh YBM Brilian Bandar Lampung, yang diwakili oleh Pak Amir. Acara berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan edukasi gizi, demo masak makanan sehat, pengukuran berat badan dan tinggi badan anak, serta makan bersama. Dalam sambutannya, dr. Balkis menegaskan pentingnya program ini. “Kami ingin memastikan balita mendapatkan makanan tambahan bergizi yang sesuai kebutuhan mereka. Program ini adalah langkah nyata Puskesmas Banjarsari bersama YBM Brilian dalam melahirkan generasi sehat,” tegasnya. Sementara itu, Pak Amir dari YBM Brilian menyampaikan apresiasinya. “Perbaikan gizi anak adalah investasi masa depan bangsa. Kami mendukung penuh langkah Puskesmas Banjarsari yang inovatif ini,” ujarnya. Suasana kegiatan semakin hidup dengan partisipasi warga. Anak-anak tampak gembira mengikuti pengukuran berat badan dan tinggi badan, sementara para ibu antusias menyaksikan demo masak dan menikmati hasil olahan sehat bersama. Dua hari berturut-turut dengan agenda dan komitmen dari semua pihak hal ini menegaskan bahwa Puskesmas Banjarsari bukan hanya fasilitas kesehatan biasa, melainkan pusat inovasi dan penggerak perubahan sosial di Metro Utara, Dengan strategi berbasis masyarakat, pendekatan edukasi gizi yang sederhana namun efektif, serta kemitraan strategis bersama YBM Brilian, Puskesmas Banjarsari tampil sebagai contoh nyata puskesmas modern yang menginspirasi wilayah lain. “Visi kami jelas: menjadikan Banjarsari sebagai kelurahan sehat, dengan anak-anak yang tumbuh optimal, cerdas, dan bebas stunting. Puskesmas Banjarsari akan selalu hadir dengan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas dr. Balkis. 🖊️ Liputan Kontributor Promkes :Eci Lindasari 📸 Dokumentasi: Puskesmas Banjarsari

Mini Lokakarya Stunting Digelar Serentak se-Kota Metro 2025, Metro Utara Dorong Inovasi “Kumbang Lestari”

Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) menggelar Mini Lokakarya (Lokmin) Stunting tingkat kecamatan secara serentak di seluruh wilayah Kota Metro, Senin,30 September 2025 bertempat di Aula Kecamatan Metro Utara Kepala Dinas PPPAPPKB Kota Metro, Subehi, S.STP., M.M., menegaskan bahwa lokmin stunting menjadi forum penting bagi camat, puskesmas, dan lintas sektor untuk melakukan koordinasi, evaluasi, sekaligus merumuskan strategi percepatan penurunan stunting.“Masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Faktor penyebabnya kompleks, mulai dari kondisi gizi ibu hamil, pola asuh, hingga lingkungan dan akses sanitasi. Karena itu, diperlukan sinergi semua unsur agar upaya penurunan stunting dapat lebih optimal,” ungkap Subehi. Salah satu perwakilan Kecamatan Metro Utara, Kepala Puskesmas Banjarsari dr. Balkis, menambahkan bahwa selain faktor gizi, terdapat pula penyerta lain yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak. “Kami menemukan kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit penyerta seperti infeksi berulang, anemia, hingga bayi lahir dengan berat rendah. Hal-hal ini menjadi tantangan di lapangan, sehingga pendampingan keluarga menjadi kunci penting,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Shera Artina, S.Gz., Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Banjarsari, memaparkan inovasi yang tengah dijalankan di Metro Utara, yakni “Kumbang Lestari” (Kelompok Tumbuh Kembang Kelurahan Banjarsari). Program ini dibentuk untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang anak melalui tim pelaksana yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Kumbang Lestari menjadi wadah untuk mengawal anak-anak berisiko stunting dengan pendekatan lebih intensif, mulai dari pendampingan keluarga, penyuluhan gizi, hingga rujukan bila diperlukan,” jelas Shera. Meski berbagai langkah telah ditempuh, tantangan tetap ada. Antara lain, masih ditemui ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), balita yang tidak rutin datang ke posyandu, hingga rendahnya kepatuhan kontrol kesehatan setelah mendapat rujukan. Belum lagi faktor lingkungan, seperti kualitas air minum rumah tangga yang masih memerlukan perhatian. Melalui lokmin ini, seluruh kecamatan di Kota Metro berkomitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menjalankan intervensi secara berkesinambungan. Pemerintah berharap, dengan kerja bersama, angka stunting di Kota Metro dapat terus ditekan, sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Kontributor Liputan: Promkes_Metro Eci Lindasari SKM

“Puskesmas Banjarsari Bersama YBM BRILiaN: Langkah Nyata Bangun Generasi Sehat Bebas Stunting”

Metro Utara – Puskesmas Banjarsari kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN), sebuah Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 458 Tahun 2024 yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan, puskesmas ini menggelar Orientasi dan Pelatihan Kader Pencegahan Stunting di Posyandu Nusa Indah, Kelurahan Banjarsari, Jumat (26/09/2025). Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kapasitas kader, tetapi juga menjadi wujud nyata pendekatan promotif dan preventif yang kini semakin ditekankan dalam sistem pelayanan kesehatan. Stunting sendiri masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga berisiko menghadapi masalah perkembangan kognitif yang berdampak pada kualitas SDM di masa depan. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kader posyandu. “Kader adalah ujung tombak dalam pencegahan stunting di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mendampingi keluarga, khususnya ibu hamil dan balita, dalam memenuhi kebutuhan gizi dan pola asuh yang tepat,” jelasnya. Pelatihan ini memberikan materi seputar deteksi dini risiko stunting, pemantauan tumbuh kembang, hingga strategi komunikasi efektif dalam menyampaikan pesan gizi. Dengan demikian, kader tidak hanya berperan sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai agen perubahan perilaku di tingkat keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Shera Artina, S.Gz, fasilitator dari YBM BRILiaN, memaparkan bahwa program kolaborasi ini juga melibatkan intervensi gizi langsung melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 90 hari dengan pendekatan Pos Gizi Positif Deviance (PD). “Sasaran balita dalam program ini berasal dari Kelurahan Banjarsari sebanyak 25 anak dan Kelurahan Purwosari sebanyak 15 anak di Kecamatan Metro Utara. Melalui pendekatan PD, keluarga diajak belajar dari praktik positif yang terbukti berhasil mencegah stunting meski dengan keterbatasan. Intervensi dilakukan tidak hanya melalui PMT, tetapi juga edukasi gizi, pola asuh, demo masak, dan pendampingan langsung di rumah,” terang Shera. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Banjarsari, Nila Kusumawati, S.IP., M.Si., yang memberikan apresiasi kepada Puskesmas Banjarsari atas konsistensinya dalam menekan angka stunting di wilayah Metro Utara. “Kehadiran puskesmas dalam mendampingi masyarakat tidak hanya terlihat dari layanan kesehatan formal, tetapi juga dari inovasi lapangan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Upaya ini sejalan dengan target nasional penurunan prevalensi stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Provinsi Lampung tercatat sebesar 15,9 persen, menunjukkan tren perbaikan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, angka tersebut masih membutuhkan kerja keras bersama agar bisa mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030. Selain fokus pada pencegahan stunting, Puskesmas Banjarsari juga terus mengembangkan layanan promotif dan preventif lain, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, program gizi seimbang, hingga kampanye pola hidup bersih dan sehat. Sinergi dengan YBM BRILiaN semakin memperkuat daya jangkau program, terutama melalui dukungan pendanaan sosial keagamaan yang dapat diarahkan untuk intervensi gizi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan orientasi dan pelatihan kader di Posyandu Nusa Indah menjadi bukti nyata bahwa Puskesmas Banjarsari hadir tidak sekadar sebagai fasilitas kesehatan, melainkan mitra strategis masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Dengan langkah konsisten, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan penuh dari masyarakat, Puskesmas Banjarsari optimistis dapat menjadi teladan dalam upaya pencegahan stunting di Kota Metro. Kontributor Liputan: Promkes Metro /Eci Lindasari SKM

Back To Top