Artikel Tekini
Dua Hari Gebrakan Puskesmas Banjarsari: Dari Musyawarah Warga hingga Launching PMT Cegah Stunting
“Puskesmas Banjarsari Bersama YBM BRILiaN: Langkah Nyata Bangun Generasi Sehat Bebas Stunting”
Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Langkah Nyata dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Kota Metro dengan Penilaian 25 Kompetensi Kader Posyandu, Dibawah Kepemimpinan Kepala Puskesmas dr. Balkis”
Bunda Posyandu Hj. Eni Bambang Berikan Pembinaan dan Dukungan kepada Kader Posyandu Sejahtera VIII dalam Persiapan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2025
Dinas Kesehatan Kota Metro Dukung Program Residensi Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mitra Indonesia”
Dinas Kesehatan Kota Metro Tanggap Dugaan Keracunan Pangan di SDN 7 Metro Pusat: Belum Mengarah pada KLB
Dinas Kesehatan Kota Metro Tindak Cepat Dugaan KLB Keracunan Pangan di SDN 10: Surveilans dan Kesehatan Lingkungan Bergerak Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Upaya Dinas Kesehatan Kota Metro Tingkatkan Pelayanan Bayi Baru Lahir: “Eko Hendro Gelar Peningkatan Kapasitas Nakes Secara Hybrid”
Dinas Kesehatan Kota Metro Kembali Berprestasi: Sabet Dua Kategori di Ajang Germas 2024”
Studi Tiru ke Sleman: Strategi Dinkes Kota Metro Tingkatkan Kualitas Layanan Puskesmas”
Kota Metro Raih Penghargaan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024, Walikota Metro Wahdi : Terus Ukir Prestasi, Tingkatkan Pelayanan
Kembali Jadi Calon Penerima STBM Award 2024, Sanitasi Kota MetroKembali di nilai oleh Tim Verifikasi Kemenkes
Kota Metro Masuk Nominator STBM Award 2024, Wali Kota Metro Wahdi ungkap STBM “Konsep Bergerak Bersama”
“FGD Bersama Dinas Kesehatan Kota Metro: Lahirnya ‘Gemoy Sejiwa’, Inovasi Baru untuk Masyarakat Sehat Jiwa!”
Jelang Verifikasi Lapangan Penghargaan STBM Award,Kota Metro 2024“ Kadis Kesehatan” Perlu matangkan Sinergi dan Kolaborasi
Ciptakan SDM Unggul, Dinkes Kota Metro Beri Pelatihan Bagi Tenaga Kesehatan
Pemkot Metro : Penyelenggaran IVA Test,DNA HPV & Sadanis upaya deteksi dini kanker serviks “wujud nyata program aksi kepedulian”
TARGETKAN SWASTI SABA WISTARA, PEMKOT METRO GELAR BIMBINGAN TEKNIS KOTA SEHAT
Posyandu Mawar Kota Metro Masuk Tiga Besar Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung berpeluang maju ke tingkat Nasional
Miliki Inovasi Kompas, Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo Masuk Tiga Besar Penilaian Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung 2024
Begini Cara Dinas Kesehatan Kota Metro Memastikan ASN Selalu Bugar “1002 orang ASN Ikuti Pengukuran Kebugaran”
Pengukuran Kebugaran dan Skrining Kesehatan, Walikota Wahdi ingin pastikan ASN Metro Sehat, Unggul dan Produktif.
Wahdi Buka Kegiatan Jambore Kader Dasawisma dan HKG PKK Kota Metro
Pekan Raya Lampung Tahun 2024,Dinkes Kota Metro Promosikan Program Unggulan, Salah Satunya Jama-PAI
Selamat Kota Metro “Terbaik Satu” Penghargaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung Tahun 2024
Kelurahan Yosodadi Wakili Kota Metro, Maju di Lomba Tingkat Provinsi Lampung 
Evaluasi Program Kesehatan, Puskesmas Ganjar Agung Gelar Lokmin Lintas Sektoral Triwulan II
Inspirasi Kota Metro – Sun Day Fun Day (Edumy RSUD Ahmad.Yani) & PPTI Kota Metro Gelar Talkshow”Bersinergi Dalam Percepatan Penanggulangan TB Menuju Eliminiasi TB 2030″
Jelang Haji 2024, Calon Jamaah Haji Kota Metro Ikuti Pengukuran Kebugaran Haji.
Mantap, 3 Puskesmas di Kota Metro Raih Kategori Pelaporan Terbaik Posyandu Aktif Triwulan 1
Pererat Tali Silaturahmi, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Metro Gelar Pengajian Akbar Bulan Suci Ramadhan 1445 H
Kota Metro Berhasil Masuk 10 Besar Penghargaan pembangunan daerah Tahun 2024, hadirkan jama-pai (MEWS) sebagai inovasi
Berkah Ramadhan, Yayasan Jantung Indonesia Klub Jantung Remaja Kota Metro Turun ke Jalan Bagi-bagi Takjil
Komunitas Metro Thrift Charity Kumpulkan Barang Decluttering dan Upcycling untuk Didonasikan bagi Anak Penyintas Kanker,Thalasemia dan Penyakit Kronis Lainnya
Pemko Metro Apresiasi Kegiatan Senam Jantung Remaja KJR dalam Rangkaian acara Sunday Funday
Dinkes Metro-Gelar Webinar Hari Gizi Nasional ke-64, Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman Kampanyekan Gizi Seimbang Untuk Cegah Stunting
SMK N 1 METRO BERSAMA DINKES KOTA METRO GIATKAN AKSI BERGIZI DALAM RANGKA HGN KE- 64
Wujudkan Lansia Sehat : Lansia Aktif, Mandiri dan Produktif, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi Pelayanan Kesehatan Lansia
Pemberian Makanan Bergizi dalam rangka HGN Ke-64 Puskesmas Ganjar Agung berkolaborasi dengan IBI Kota Metro
Peringatan HGN-64, Eko Hendro : Jadi Momentum Tingkatkan Komitmen Membangun Gizi Masyarakat Kota Metro Sehat Berprestasi
Peringati HGN-64 Puskesmas Karang Rejo Kolaborasi dengan IIDI Metro beri Makanan Tambahan Lokal Sepekan Sasar Balita Wasting
Bersamai Perjuangan dan Bangkitkan Optimisme, Ketua YKI Silfia Naharani Wahdi Kunjungi Langsung Pejuang Kanker
Keseruan Metro Sunday Funday Sport and Healty berkolaborasi dengan Edumy Gooes to Community RSUD Jend. A. Yani Metro sematkan Pesan Hidup Sehat
Dinkes Metro Bidang P2P Gelar Monev,Kegiatan Ini Untuk Melihat Capaian Program P2PM di Puskesmas
Antisipasi Perilaku Merokok Bagi Pelajar, Puskesmas Ganjar Agung Lakukan Skrining
Gerakan Aktifkan Posyandu Integrasi Layanan Primer Dinkes Kota Metro Turun ke Posyandu- Posyandu
Klinik Metro Medical Centre Kota Metro Raih Paripurna dari LPA Laprida
Di Era Digital, Aplikasi MEWS (mW) Jamapai Integrated Hadir untuk Sukseskan Transformasi Kesehatan dalam menurunkan AKI AKB
Upaya Penurunan AKI AKB Dinkes Gelar Roadshow MEWS-OBSTETRI (mW) Jamapai-Integrated Modifikasi Wahdi
Perpanjangan Izin Operasional, RSUD Jend. A. Yani Terima Tim Visitasi Dinkes Provinsi Lampung
Wow! 5 Puskesmas di Kota Metro Raih Predikat Akreditasi Paripurna, Eko Hendro: Jadikan awal yang baik untuk terus melayani masyarakat
Tim Surveior Laprida Survei Akreditasi Klinik Metro Medical Center, Demi Meningkatkan Mutu dan Standar Pelayanan.
Cegah Penyebaran HIV/AIDS, Puskesmas Ganjar Agung Gelar Penyuluhan
Bagas Satria Prabowo, Asal Metro(Lampung) yang Lolos Ajang Panahan Berkuda Dunia di Saudi Arabia
LPA-Laprida Survei Akreditasi Klinik Pratama Metro Medical Center Kota Metro
Atasi Stunting Dinkes Kota Metro dan Aisyiyah-Lazismu Bagikan Makanan Tambahan Upaya Turunkan Stunting
Angka bebas jentik (ABJ) di wilayah Kota Metro 88,2%, Dinkes Kota Metro terus melakukan pencegahan DBD melalui PSN & GIRIJ
Rapat Evaluasi Kota Sehat, Ketua FKS Qomaru Zaman Perkuat Kebersamaan Wujudkan Kota Sehat
HUT MPP Kota Metro Ke 1, Dinkes Kota Metro Raih Penghargaan Gerai Pelayanan Terbaik 1 Tahun 2023
Wujudkan Penguatan Pokjanal Posyandu, Dinkes Kota Metro Sosialisasikan Konsep Posyandu ILP
Turnamen Tenis Meja Meriahkan HUT Ke 52 KORPRI di Kota Metro
Peringati Hari AIDS Sedunia, Wakil Wali Kota Metro Qomaru Ajak Bersinergi Cegah dan Atasi AIDS
Peringati HCTPS Sedunia, Walikota Metro Ingatkan Kebiasan Cuci Tangan Harus Dimulai Sejak Dini
Membanggakan! Dinkes Kota Metro kembali meraih Penghargaan Posyandu Berprestasi se-Provinsi Lampung
Kota Metro Raih Penghargaan Kota Sehat Tahun 2023 dari Kemenkes RI
Dinkes Kota Metro Raih Peringkat Terbaik Se Provinsi Lampung dalam Capaian SPM TBC dan Treatmen Coverage Tahun 2023
Pentingnya Peran TP PKK Dalam Tingkatkan Cakupan Posyandu Aktif dan Kualitas Pelayanan di Kota Metro.
Dinkes Kota Metro Gelar Workshop Kader Posyandu, Siapkan Layanan Sesuai Siklus Hidup
Dinkes Kota Metro Raih Terbaik II Capaian Posyandu Aktif Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2023
Hadiri Kongres Nasional IBI & PIT Bidan ke XVII JEXPO KEMAYORAN, IBI Kota Metro “Bidan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat”
Kota Metro Menjadi Satu-satunya Daerah dari Provinsi Lampung yang Mencapai 100% Dalam Capaian Indikator Posyandu aktif
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak , Dinkes Metro adakan pertemuan AMP
Kuatkan Integrasi Layanan Primer , Dinkes Kota Metro Gelar workshop  Kader Posyandu
PPTI Kota Metro Mantapkan Program Kerja
Kadiskes Metro Eko Hendro, didaulat sebagai salah satu narasumber Transformasi Kesehatan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer
Membanggakan! Posyandu Anggrek IV/B Kota Metro Masuk Tiga Besar Posyandu Berprestasi se-Lampung
Pastikan Kualitas Air Minum Rumah Tangga, Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Surveilan Kualitas Air Minum Rumah Tangga.
Jalan Sehat Hari Jadi HUT RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro yang ke-51 Meriah, Diberangkatkan Wali Kota Metro Wahdi
Wali Kota Pimpin Apel Besar HUT Pramuka Ke-62
Peduli kualitas air, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi SKAMRT
Dinkes Kota Metro melalui Subtansi Promkes Adakan Pertemuan Koordinasi Petugas dan Validasi Data Komdat.
Dinas Kesehatan Kota Metro Melaksanakan Workshop Kader “Pelayanan bagi Usia Produktif dan Lansia”
Lepas Kontingen Perkemahan Saka Bakti Husada Nasional 2023, Kadinkes Bangga Jadi Bagian Gerakan Pramuka di Kota Metro
Dinkes Kota Metro Launcing Aplikasi Telemedicine
Tim Pembina Cluster Binaan Dinas Kesehatan Kota Metro Kunjungi Puskesmas Ganjar Agung
Untuk Deteksi Dini Kelainan Bawaan pada Bayi Baru Lahir, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)
Tim Verifikasi Lapangan Kota Sehat Tiba Di Kota Metro
Dalam rangka Jambore Kader Tingkat Kota Metro, Dinkes Gelar Perlombaan Posyandu Aktif Tingkat Kota
Meriahkan HUT RI Ke 78, Dinkes Kota Metro ikuti Parade Kebaya Wastra Kota Metro
Semarakkan HUT Ke-78 Kemerdekaan RI, Dinkes Kota Metro Gelar Berbagai Lomba
Kota Metro Masuk Nominator ASEAN Smoke-Free Award
Dinkes Kota Metro Terpilih Uji Coba E-Monev STBM dari Kemenkes
Tingkatkan SDM Pengelola Program P2PM , Subtansi P2PM Dinkes Metro Gelar Bimtek
Ibu hamil antusias ikuti Gerakan Bumil sehat yang di selenggarakan Puskesmas Karangrejo
Lomba Kelurahan Tingkat Regional Sumatera, Tim Klarifikasi Lapangan Sambangi Kelurahan Yosorejo -Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Petugas Gizi/Penjamah Makanan Restoran, Rumah Makan, Catering dan Hotel di Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Tim Penegak Perda KTR
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Penjamah Makanan Restoran, Rumah Makan, Catering dan Hotel di Kota Metro
Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman beri Siraman Rohani – Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro Gelar Lomba Balita Sehat Ciptakan Generasi Sehat dan Berprestasi
Swasti Saba Wistara, Kadis Kesehatan Eko Hendro Ungkap Ada 9 Tatanan yang Harus Dipenuhi
Dinkes Kota Metro Gelar Rakor Bidang Kesehatan Masyarakat
Optimalkan Peran Pokjanal Posyandu Kota Metro, Adakan Bimtek di Kecamatan Metro Utara
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Petugas Gizi/Penjamah Makanan RSU dan Pondok Pesantren Kota Metro
Dinkes Kota Metro Selenggarakan Sosialisasi Program Kerja Pokjanal Posyandu
PDPI bekerja sama dengan Dinkes Metro Gelar Road Show Dalam Rangka Menanggulangi Penyakit menular dan tidak menular di bidang paru dan pernafasan
Kadinkes Kota Metro Eko Hendro Hadiri Jambore Kader Puskesmas Purwosari
Puskesmas Banjarsari Gelar Jambore Kader Posyandu -Promkes Dinkes Metro
Berdedikasi dalam Pembangunan Keluarga, Walikota Metro Wahdi dan Istri Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana
DINKES DAN DISKOMINFO KOTA METRO GELAR SOSIALISASI PENERBITAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK & CARA PEMBUATAN SURAT ELEKTRONIK.
Komitmen Turunkan Angka Stunting Kota Metro kembali menggelar Rembuk Stunting 2023
Gelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kelurahan wilayah kerja Puskesmas Margorejo -Promkes
Puskesmas Yosomulyo Gelar Jambore Kader Posyandu tingkat Kelurahan -Dinkes Kota Metro
Kelurahan Yosorejo Kota Metro sampaikan Paparan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi.
Dinas Kesehatan Kota Metro Juarai Stand Terbaik Harapan 1 Festival Putri Nuban Tahun 2023
Dinkes Metro Laksanakan MoU Terkait Pencegahan & Pengendalian Penyakit Menular dengan Lapas Klas II A Metro
Dinkes Kota Metro Tingkatkan Kompetensi Tenaga Medis Melalui Orientasi Kalakarya MTBS
Inovasi Sistem Informasi Berbasis Website dalam Penyelenggaraan Posyandu Aktif Kota Metro.
Jambore Kader Posyandu Puskesmas Ajang Menambah Wawasan -Dinkes Kota Metro
JAMBORE POSYANDU AJANG APRESIASI UNTUK PARA KADER – Dinas Kesehatan Kota Metro
Jambore Kader Posyandu di Gelar, Wujudkan Hidup Sehat -Dinkes Kota Metro
Dinkes Kota Metro“Sukses Gelar Germas Aksi Bergizi Tingkat Kota Metro dan Lounching KJR SMA/SMK SE-Kota Metro dalam Rangka HUT Kota Metro ke 86”
Kota Metro Raih Penghargaan Kawasan Tanpa Rokok dari Kemenkes
Dinkes Kota Metro Gelar Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan
Peringati HUT Kota Metro ke 86, Dinkes Kota Metro, PKK dan YKI gelar Tes IVA dan Sadanis GRATIS
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Pelatihan Pemantauan Tumbuh Kembang Pada Kader dan Guru Paud/TK/RA Tahun 2023
Capaian JKN 99,9%, Kota Metro Raih Penghargaan Best Practice UHC 2023
Lokakarya Mini 3 Bulanan Ke dua Lintas Sektor UPTD Puskesmas Karangrejo
Wakil Walikota Hadir Dalam Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) salah satu pilar utama dalam upaya mewujudkan Kota Sehat.
Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia,Kadis Kesehatan Metro”Eko Hendro”jadi Narasumber KTR tingkat Nasional.
Peringatan Hari TBC Sedunia Berlangsung Meriah di Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Metro -Dinkes Kota Metro
MENINGKATKAN FUNGSI KERJA POSYANDU, PEMERINTAH KOTA METRO GELAR RAKOR POKJANAL POSYANDU
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Implementasi Penggunaan Aplikasi Monitor KTR di Kota Metro
Kadinkes Kota Metro “Eko Hendro” Pimpin Apel Pagi Rutin Sebelum Memulai Aktivitas
Wakil Walikota Kota Metro Ikuti Gebyar Senam LLI, Turut Hadir LLI dari Pusat- Dinkes Kota Metro
Semarak Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro Tahun 2023, Hari Ke-4-Dinkes Metro
Kadiskes Kota Metro Eko Hendro menjadi narasumber pada Monev Implementasi Dasboard KTR yang digagas Kementerian Kesehatan RI
Gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) Di Kelurahan Imopuro dan Kelurahan Metro- Dinkes Metro
Dinkes Kota Metro dan LLI Gelar Pelatihan AoC Bertajuk Gerakan Kesehatan Usia Lanju
Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro , Dinkes Kota Metro Lakukan Penilaian Posyandu dengan lima indikator
Dinkes Kota Metro dan Puskesmas Metro Gelar Kegiatan Deteksi dini PTM Prioritas dan Deteksi Dini Kanker Servik dan Kanker Payudara di TK Pertiwi Metro
Eko Hendro Kadis Kesehatan Kota Metro Dorong RSUD Sumbersari Bantul Harus Selalu Berinovasi
Upaya Penurunan AKI AKB Dinkes Kota Metro Gelar kegiatan pendampingan Tim Ahli Spesialis Anak dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Tingkatkan Upaya Kesehatan Pekerja, Dinkes Metro Lakukan Pembinaan PHBS di tempat Kerja, Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pos UKK
Qomaru Wakil Walikota Metro Sebut Peran Aktif Remaja Jadikan Generasi Pelaku Pembangunan
Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro, Dinkes Kota Metro Ikut Terlibat
Dinkes Kota Metro Imbau Masyarakat untuk Gencar Sosialisasi 3M plus dan Lakukan PSN
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Puncak Acara Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2023
Kadis Kesehatan Kota Metro Ikuti Acara Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi/Integrasi Stunting Tingkat Provinsi
Jelang Haji 2023, Calon Jamaah Haji Kota Metro Ikuti Tes Kebugaran Haji.
Kadis Kesehatan Kota Metro Hadiri Gerakan Nasional Aksi Bergizi di Puskesmas Tejo Agung – Dinkes Metro
Giat Penanggulangan DBD di Kelurahan Karangrejo
Tinjau Rumah Sakit RSUD Jend Ahmad Yani Metro Wakil Walikota Qomaru Zaman Minta Nakes Berikan Pelayanan Terbaik
Kadiskes Sidak Sekaligus Pimpin Apel Pagi di Puskesmas Purwosari , ini kata Kadiskes Kota Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro Gelar Apel Perdana Pasca Cuti Lebaran,Kadis Kesehatan Ajak Pegawai Semangat Gaspol Layani Masyarakat
Untuk Tingkatkan Pelayanan Prima Kadinkes Kota Metro Sidak ke Puskesmas
Tinjau Pos Mudik Idul Fitri 1444H, Kadis Kesehatan Kota Metro “Semangati Petugas”
Inovasi Daun Kelor Upaya Tekan Kasus Stunting, Dinkes Kota Metro Melalui Subtansi Promkes Gelar Pembinaan Kader Posyandu Balita
Kadis Kesehatan Kota Metro Eko Hendro Pimpin Langsung Rapat koordinasi rutin bulanan
Kadis Kesehatan Kota Metro Turun Langsung Supervisi Program Jamapai
Dinkes perkuat koordinasi program P2PM pasca POPM Kecacingan di Sekolah
Dinkes Kota Metro Berikan Bantuan Sembako kepada Ibu Hamil
Cegah Stunting Dengan 8000 Hari Pertama Kehidupan,Dinkes Kota Metro Tekankan Pentingnya Skrining Pranikah.
Dinkes Metro lakukan pemantauan posyandu mudahkan masyarakat peroleh pelayanan kesehatan
Pembinaan Kader, Dinkes Metro Harap Kader Posyandu Jadi Pelopor Kesehatan
SINERGITAS PEMKOT METRO MENUJU PENILAIAN KOTA SEHAT TAHUN 2023
Tekan AKI,AKB dan AKABA Dinkes Kota Metro Melalui Bidang Kesmas Gelar Kegiatan Pembinaan Kader Posyandu
Dinkes Metro Melalui Bidang Kesmas Aktif Mendampingi Posyandu
Update situasi DBD dan Malaria, Dinkes lakukan bimtek/OJT Aplikasi SIARVI, Silantor dan Esismal Malaria Dinkes Metro
Tingkatkan Layanan Kesehatan Primer, Promkes & Kesga Gizi Lakukan Pembinaan Kader di Posyandu Nusa Indah – Dinkes Metro
Kadinkes Kota Metro Hadiri Kegiatan Kunjungan Tim Penilai Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) -Dinkes Kota Metro
PENGAJIAN RAMADHAN/TADARUS QUR’AN di OPD DINAS KESEHATAN KOTA METRO TAHUN 1444 H/2023 M
PENGAJIAN RAMADHAN/TADARUS QUR’AN di OPD DINAS KESEHATAN KOTA METRO TAHUN 1444 H/2023 M
SERAH TERIMA JABATAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA METRO
KEGIATAN LUAR GEDUNG POSYANDU DAN PENYULUHAN TBC DI POSYANDU PERGIWO
Peringati Hari TBC Sedunia, RSUD A.Yani Metro Gelar Penyuluhan TBC Anak – Dinkes Kota Metro
Giat Germas dengan Senam Klub Jantung Sehat dan Screening Kesehatan di Gelaran Pasar Agro Ceria -Dinkes Metro
Dinkes Kota Metro Bersama KOPI TB Gelar Rapat Koordinasi Tanggulangi Masalah Tuberculosis
Dinkes Kota Metro Gelar Pertemuan Monev Program Kesling dan Kesjaor Puskesmas se-Kota Metro
Kunjungan Dinkes Provinsi Lampung Dalam Rangka Bimbingan Teknis Program Kesling dan K3 Rumah Sakit di RSU. Permata Hati Kota Metro
Gelaran Roundshow Ke-5 Dinkes Metro, Germas Go to School (Aksi Bergizi), Sosialisasi Jama-Pai dan Pembentukan KJR di SMP N 08 Metro
Dinkes Metro, Implementasikan Germas Goes to School (Aksi Bergizi di Sekolah), Sosialisasi Jama-Pai di SMP N 01 Metro
Menuju Kota Sehat, Walikota Metro Kukuhkan Forum Kota Sehat – Dinkes Kota Metro
Dinkes Metro – Pendampingan Penerapan aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated Bagi Tenaga Kesehatan di RSUD Ahmad Yani.
Seru, Sosialisasi Jama-Pai melalui Germas Go to School di SMA Negeri 04 Metro- Dinkes Kota Metro
Dinkes Metro: Kampanyekan GERMAS Go to School di SMA N 04 Metro Jangan Putus Sampai Disini
AKSI BERGIZI TERINTEGRASI DI SMA N 4 METRO
Germas Goes to School (Aksi Bergizi di Sekolah) Pembentukan KJR dan Sosialisasi Jama-Pai Beri Motivasi dan Penguatan Ke Sekolah SMA Ahmad Dahlan Metro -Dinkes Metro
Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Walikota Metro Menghadiri Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Kasus Kematian Akibat Campak menjadi Peringatan Keras ,Dinas Kesehatan Menghimbau Warga Kota Metro untuk lebih waspada
Gerak Cepat Menjangkau Sasaran, Tim PTM Terintegrasi CKG Puskesmas Banjarsari Skrining Guru di SDN 01 Banjarsari
Puskesmas Banjarsari Perkuat Layanan Preventif melalui Skrining Kesehatan Guru di SDN 02 Banjarsari
Sekilas Terlihat Sehat, Tapi Angka Bisa Bicara. SDIDTK Puskesmas Banjarsari di TK Al Qodim
Puskesmas Banjarsari Perluas Layanan, 198 Karyawan PT Sinar Jaya Jalani Skrining Kesehatan Langkah Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes, Pintu Masuk Utama Penyakit Kronis Mematikan
BRI BO Metro dan YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Pendidikan, Sembako, dan Apresiasi Kader di Metro Utara
Program Cegah Stunting YBM BRILiaN Berhasil, Puluhan Balita Metro Alami Perbaikan Gizi
Akhir 2025 Bukan Seremonial, Asesmen Kader Posyandu Menjadi Tolok Ukur Kesiapan 2026
Mengapa Banyak Warga Merasa Rezekinya Seret? Ini Temuan dari Pendampingan Emosional di Puskesmas

Kategori: Berita

Kasus Kematian Akibat Campak menjadi Peringatan Keras ,Dinas Kesehatan Menghimbau Warga Kota Metro untuk lebih waspada

Dinas Kesehatan Kota Metro memperkuat edukasi, promosi kesehatan, dan kewaspadaan dini setelah kasus campak dengan komplikasi pneumonia menegaskan bahwa penyakit ini juga bisa mematikan pada orang dewasa. Metro, Kamis, 2 April 2026 — Kasus kematian akibat campak yang disertai komplikasi pneumonia menjadi alarm keras bagi masyarakat untuk tidak lagi menganggap campak sebagai penyakit ringan. Dinas Kesehatan Kota Metro pun mengimbau warga agar lebih waspada, mengenali gejala sejak awal, dan segera memeriksakan diri sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, dr. Fitri Agustina, M.K.M, menegaskan bahwa campak bukan hanya penyakit anak, melainkan juga ancaman serius bagi orang dewasa. Menurutnya, gejala campak pada orang dewasa dapat muncul dalam bentuk demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, tubuh lemas, hingga ruam yang menyebar, dan dalam kondisi tertentu berujung pada komplikasi berat seperti pneumonia, radang otak, dehidrasi berat, bahkan kematian. “Kasus kematian akibat campak harus menjadi alarm bagi kita semua bahwa penyakit ini tidak boleh dianggap sepele. Campak bukan hanya menyerang anak-anak, tetapi juga bisa mengenai orang dewasa dengan gejala yang lebih berat dan risiko komplikasi yang serius,” ujar dr. Fitri Agustina, M.K.M. Ia mengingatkan, masyarakat harus segera waspada bila mengalami kombinasi gejala seperti demam tinggi, batuk atau pilek, mata merah, dan ruam. Menurut dia, langkah cepat untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sangat menentukan, bukan hanya untuk mencegah kondisi memburuk, tetapi juga untuk memutus penularan kepada orang lain. Dinas Kesehatan Kota Metro mencatat bahwa salah satu tantangan dalam pengendalian campak adalah tingginya daya tular penyakit ini. Penularan bahkan bisa terjadi sebelum ruam muncul, sehingga banyak kasus terlambat dikenali karena gejala awal sering dianggap seperti flu biasa. Untuk menekan risiko tersebut, Dinas Kesehatan Kota Metro telah memperkuat sejumlah langkah pencegahan. Upaya yang dilakukan antara lain penyebaran informasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat mengenai gejala campak, cara penularan, bahaya komplikasi, serta pentingnya deteksi dini dan vaksinasi. Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan juga didorong untuk meningkatkan kewaspadaan dini melalui pemantauan gejala, edukasi pasien, dan penanganan cepat terhadap kasus yang dicurigai. Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk menjalankan langkah pencegahan sederhana namun penting, seperti beristirahat dan melakukan isolasi di rumah saat sakit, menghindari kontak dekat dengan orang lain, menggunakan masker bila mengalami batuk atau pilek, menjaga etika batuk dan kebersihan tangan, serta memastikan vaksinasi campak atau MMR lengkap. “Kami tidak hanya mengimbau masyarakat untuk waspada, tetapi juga terus memperkuat edukasi dan promosi kesehatan agar informasi tentang campak benar-benar dipahami. Pencegahan harus dilakukan bersama, mulai dari mengenali gejala, tidak memaksakan aktivitas saat sakit, hingga melengkapi vaksinasi,” tambah dr. Fitri. Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting agar kasus campak tidak berkembang menjadi lebih berat dan tidak meluas di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun ruang publik. Melalui imbauan ini, Dinas Kesehatan Kota Metro menegaskan bahwa campak bukan penyakit yang bisa dipandang remeh. Pada orang dewasa, campak dapat berkembang cepat, menular luas, dan menimbulkan komplikasi serius. Karena itu, mengenali gejala sejak dini, segera memeriksakan diri, dan menjalankan langkah pencegahan menjadi cara paling penting untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Gerak Cepat Menjangkau Sasaran, Tim PTM Terintegrasi CKG Puskesmas Banjarsari Skrining Guru di SDN 01 Banjarsari

Metro, Kamis, 2 April 2026 — Gerak cepat UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari dalam menjangkau sasaran pelayanan kembali ditunjukkan melalui kegiatan Skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Terintegrasi CKG di SDN 01 Banjarsari, Metro Utara, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah aktif puskesmas untuk memastikan layanan deteksi dini kesehatan tidak berhenti di fasilitas pelayanan, tetapi hadir langsung di lingkungan sasaran. Melalui pendekatan jemput bola, Puskesmas Banjarsari terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan primer, khususnya bagi kelompok usia produktif di lingkungan sekolah. Upaya ini penting karena faktor risiko penyakit tidak menular sering berkembang tanpa disadari, sementara pemeriksaan berkala kerap terabaikan di tengah aktivitas kerja sehari-hari. Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Yasma Noprida, Amd.Kep, Ida Nuryanti, Amd.KG, Vetty Ardina, SKM, Lia Ajeng Novita, SKM, Fitri Handayani, A.Md, Eci Lindasari, SKM, dan Septiya Arina Putri, SH. Mereka turun langsung melaksanakan skrining sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih menyentuh kebutuhan masyarakat. Berbeda dari pelayanan pasif yang menunggu masyarakat datang, pola kerja Tim PTM Terintegrasi CKG menempatkan puskesmas sebagai garda terdepan yang aktif menjangkau sasaran. Sekolah menjadi salah satu titik penting karena merupakan lingkungan produktif yang membutuhkan dukungan kesehatan berkelanjutan agar aktivitas pendidikan berjalan optimal. Yasma Noprida, Amd.Kep selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa skrining kesehatan di sekolah menjadi langkah nyata untuk memperluas cakupan layanan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya deteksi dini. “Kami ingin memastikan seluruh sasaran bisa terjangkau pelayanan kesehatan. Karena itu, tim bergerak langsung ke lapangan agar faktor risiko dapat diketahui lebih awal dan tindak lanjut bisa segera dilakukan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari, dr. Balkis, menegaskan bahwa gerak cepat tim di lapangan merupakan bagian dari wajah pelayanan kesehatan primer yang terus diperkuat. “Puskesmas harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan upaya promotif dan preventif berjalan nyata, sehingga masyarakat tidak hanya datang saat sakit, tetapi juga semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini,” kata dr. Balkis. Ia menambahkan, perluasan jangkauan skrining ke lingkungan sekolah menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan saat ini harus dibangun dengan pendekatan yang aktif, responsif, dan berorientasi pada pencegahan. Dengan cara itu, puskesmas tidak hanya berfungsi sebagai tempat berobat, tetapi juga menjadi penggerak budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui kegiatan di SDN 01 Banjarsari ini, UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau seluruh sasaran pelayanan secara bertahap. Gerak cepat Tim PTM Terintegrasi CKG diharapkan mampu memperkuat kehadiran puskesmas sebagai mitra kesehatan masyarakat yang aktif menjaga, memantau, dan melindungi kesehatan warga sejak dini. Kontributor Liputan : Promkes_Eci Lindasari,SKM

Puskesmas Banjarsari Perkuat Layanan Preventif melalui Skrining Kesehatan Guru di SDN 02 Banjarsari

Metro, Rabu, 1 April 2026 — Tim UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari melaksanakan kegiatan Skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Terintegrasi CKG bagi para guru di SDN 02 Banjarsari, Metro Utara, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan promotif dan preventif di wilayah kerja puskesmas, sekaligus upaya deteksi dini faktor risiko kesehatan pada kelompok usia produktif di lingkungan satuan pendidikan. Skrining kesehatan tersebut meliputi wawancara singkat riwayat kesehatan, pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, skrining faktor risiko penyakit tidak menular, serta edukasi kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan. Langkah ini dinilai penting untuk membantu mendeteksi lebih awal berbagai faktor risiko kesehatan yang dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup tenaga pendidik. Kegiatan dilaksanakan oleh tim skrining UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari yang terdiri atas Yasma Noprida, Amd.Kep, dr. Mirza Radiani Lusiananda, Ida Nuryanti, Amd.KG, Eci Lindasari, SKM, Lia Ajeng Novita, SKM, Devia Rahmawati Hidayah, A.Md.Kep, dan Fitri Handayani, A.Md. Yasma Noprida, Amd.Kep selaku penanggung jawab kegiatan mengungkapkan bahwa skrining kesehatan di sekolah merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan primer, khususnya bagi kelompok usia produktif yang sering kali belum menyadari adanya faktor risiko penyakit. “Melalui skrining ini, kami ingin membantu mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan para guru, sehingga jika ditemukan faktor risiko, dapat segera dilakukan edukasi, pemantauan, dan tindak lanjut. Guru memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, sehingga kesehatannya juga perlu mendapat perhatian,” ujarnya. Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari, dr. Balkis, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen puskesmas dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan deteksi dini. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu lokasi penting dalam pelaksanaan skrining kesehatan karena di lingkungan tersebut terdapat kelompok sasaran produktif yang membutuhkan perhatian kesehatan secara berkelanjutan. Ia menegaskan, pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Kami terus mendorong agar pelayanan kesehatan primer hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Skrining kesehatan seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi kesehatan sejak dini, sehingga pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” kata dr. Balkis. Pelaksanaan skrining kesehatan di SDN 02 Banjarsari juga menunjukkan pentingnya sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemeriksaan dasar, tetapi juga pemahaman lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas dan beban kerja sehari-hari. UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah dan institusi lain di wilayah kerjanya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang lebih aktif, terjangkau, dan berorientasi pada pencegahan. Kontributor Liputan : Promkes_Eci Lindasari,SKM

Sekilas Terlihat Sehat, Tapi Angka Bisa Bicara. SDIDTK Puskesmas Banjarsari di TK Al Qodim

Petugas Puskesmas Banjarsari melaksanakan kunjungan lapangan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak pra sekolah melalui kegiatan SDIDTK di TK Al Qodim, Rabu 04 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan anak sesuai usia, sekaligus mendeteksi dini potensi masalah perkembangan sejak usia pra sekolah. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan pada anak. Hasil pengukuran kemudian digunakan untuk perhitungan status gizi. Langkah ini membantu petugas mengidentifikasi anak dengan pertumbuhan normal maupun anak yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Selain pemeriksaan pertumbuhan, petugas juga melakukan skrining perkembangan anak. Skrining mencakup aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, serta sosial dan kemandirian. Pemeriksaan ini bertujuan menangkap tanda awal keterlambatan perkembangan agar stimulasi dan tindak lanjut dapat diberikan lebih cepat. Pada rangkaian yang sama, petugas memberikan vitamin A dan obat cacing sesuai sasaran. Pemberian dilakukan dengan pencatatan agar tepat sasaran dan mendukung pemantauan program. Kegiatan SDIDTK di sekolah dinilai efektif karena anak hadir dalam waktu yang sama sehingga pemeriksaan berjalan lebih terarah. Guru juga dapat ikut mengamati proses skrining, sementara orang tua memperoleh informasi berbasis hasil ukur yang jelas dan dapat ditindaklanjuti. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, mengungkapkan bahwa kegiatan SDIDTK di sekolah menjadi langkah penting untuk memastikan anak-anak mendapat pemantauan yang merata. Menurutnya, pemeriksaan langsung di sekolah membantu menemukan tanda risiko lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, baik melalui edukasi, pemantauan ulang, maupun rujukan jika diperlukan. Petugas Puskesmas Banjarsari yang melaksanakan kegiatan di TK Al Qodim yaitu Ns. Dwi Endarwati Ningsih, S.ST, Eci Lindasari, SKM, Shera Artina, S.Gz, dan Pradita Nugrahini, S.Tr.Keb. Tim bertugas pada pos pengukuran, pencatatan, skrining, serta edukasi singkat kepada pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Banjarsari mendorong deteksi dini sebagai langkah pencegahan. Anak dengan hasil normal tetap dipantau secara berkala, sementara anak yang teridentifikasi berisiko akan diarahkan untuk pendampingan dan pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan. Kontributor Liputan ; Promkes_ Eci Lindasari

Puskesmas Banjarsari Perluas Layanan, 198 Karyawan PT Sinar Jaya Jalani Skrining Kesehatan Langkah Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes, Pintu Masuk Utama Penyakit Kronis Mematikan

Puskesmas Banjarsari Masuk ke Lingkungan Kerja, 198 Karyawan PT Sinar Jaya Inti Mulya Jalankan Skrining Risiko Hipertensi dan Diabetes METRO. Puskesmas Banjarsari, Kota Metro, tidak menunggu warga datang saat sudah sakit. Tim layanan primer ini justru masuk ke lingkungan kerja untuk memotong keterlambatan deteksi penyakit tidak menular yang selama ini menjadi penyumbang beban layanan kesehatan. Selama dua hari pelaksanaan, Sabtu 10 Januari 2026 dan dilanjutkan Senin 12 Januari 2026, sebanyak 198 karyawan PT Sinar Jaya Inti Mulya di Kecamatan Metro Utara mengikuti skrining kesehatan yang difasilitasi Puskesmas Banjarsari. Paket pemeriksaan yang dibawa puskesmas tidak sekadar formalitas. Tim melakukan pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut untuk memetakan faktor risiko metabolik. Pemeriksaan labor sederhana juga dilakukan melalui cek kolesterol, asam urat, dan gula darah. Pada saat yang sama, layanan kesehatan mata dan gigi disediakan untuk menangkap keluhan yang sering diabaikan karena jam kerja padat. PJ Penyakit Tidak Menular Puskesmas Banjarsari, Yasma Noprida, Amd.Kep, menegaskan skrining di tempat kerja dirancang untuk memastikan kondisi kesehatan pekerja terpantau. Bukan hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas. “Tujuan skrining ini agar kesehatan karyawan benar-benar diketahui. Kalau karyawan sehat, produktivitas juga terjaga,” ujar Yasma. Pernyataan itu sejalan dengan fokus layanan primer yang saat ini menitikberatkan pencegahan dan pengendalian PTM. dr. Zenny Efnita selaku penanggung jawab PJ Kluster menyebut deteksi dini menjadi kunci karena hipertensi dan diabetes melitus kerap berjalan tanpa gejala awal, namun memicu komplikasi berat jika terlambat ditangani. “Hipertensi dan diabetes melitus sering tidak disadari. Ini bisa berujung komplikasi. Karena itu deteksi dini penting sebagai implementasi program pemerintah dalam pengendalian penyakit tidak menular,” kata dr. Zenny. Ia menambahkan hipertensi sering disebut silent killer karena tekanan darah bisa tinggi tanpa keluhan, sementara diabetes melitus juga kerap diketahui saat sudah muncul keluhan lanjutan. Di lapangan, hasil pemeriksaan tidak berhenti di angka. Tim puskesmas mencatat dan mengelompokkan temuan untuk menentukan tindak lanjut. Peserta dengan hasil di luar batas normal diarahkan untuk kontrol, pemeriksaan lanjutan, dan edukasi perubahan gaya hidup. Pendekatan ini menempatkan puskesmas bukan sebagai “tempat berobat”, tetapi sebagai penggerak pencegahan yang aktif membangun kepatuhan kontrol, pola makan sehat, dan aktivitas fisik pada kelompok usia produktif. Kepala Puskesmas Banjarsari Kota Metro, dr. Balkis, menyampaikan skrining di lokasi kerja adalah bentuk perluasan jangkauan layanan agar akses menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Puskesmas, kata dia, harus hadir di ruang yang paling dekat dengan aktivitas masyarakat. Dengan model jemput bola, pekerja tidak perlu menunggu waktu luang atau menunda pemeriksaan, sementara puskesmas dapat memetakan risiko lebih dini. Dari pihak perusahaan, Humas PT Sinar Jaya Inti Mulya, Pingkan Hendrawan, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi pemeriksaan tersebut. “Sebanyak 198 karyawan mengikuti kegiatan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Banjarsari yang telah memfasilitasi cek kesehatan. Ini membantu karyawan mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” ujar Pingkan. Kegiatan dua hari ini memperlihatkan arah layanan kesehatan primer yang semakin tegas. Puskesmas Banjarsari menempatkan skrining sebagai pintu masuk pengendalian PTM, bukan kegiatan seremonial. Ketika pemeriksaan rutin masuk ke tempat kerja, risiko hipertensi dan diabetes bisa ditemukan lebih cepat, tindak lanjut lebih terarah, dan beban komplikasi di kemudian hari bisa ditekan. Ini juga menguatkan pesan bahwa perlindungan kesehatan pekerja tidak hanya urusan perusahaan, tetapi bagian dari tugas layanan publik yang harus hadir sebelum sakit datang. Kontributor: Promkes_Eci Lindasari,SKM

BRI BO Metro dan YBM BRILiaN Salurkan Bantuan Pendidikan, Sembako, dan Apresiasi Kader di Metro Utara

METRO – Yayasan Baitul Maal BRILiaN Regional Office Bandar Lampung melaksanakan Exit Program Cegah Stunting Tahun 2025 di Gedung Aula Kelurahan Banjarasari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Rabu, 24 Desember 2025. Program ini mencatat penurunan kasus stunting dan perbaikan status gizi balita secara terukur. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST, M.Kes, berhalangan hadir dan diwakili Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Desy Eva Rohmawati, SKM, MM. Ia menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan intervensi berkelanjutan. Desy menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Metro tercatat 14,8 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan. Namun, percepatan tetap memerlukan penguatan deteksi dini, edukasi, dan intervensi gizi di tingkat masyarakat. “Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui posyandu, pendampingan ibu hamil dan balita, serta intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya. Pemerintah Kecamatan Metro Utara menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Camat Metro Utara yang diwakili Sekretaris Camat Basuki Rahmat menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja. Menurut Basuki Rahmat, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Ia menilai keterlibatan YBM BRILiaN menjadi contoh nyata peran sektor non-pemerintah dalam mendukung program kesehatan. “Kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan,” katanya. Kegiatan ini juga dihadiri Pemimpin Cabang BRI BO Metro, Jamali, serta perwakilan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung, Amir. Pemimpin Cabang BRI BO Metro, Jamali, menegaskan bahwa BRI berkomitmen menyalurkan dana zakat dan infak pegawai melalui program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Melalui YBM BRILiaN, BRI menyalurkan bantuan pendidikan, sembako, serta apresiasi kepada kader. Kami ingin kehadiran BRI benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Jamali. Dalam kegiatan tersebut, YBM BRILiaN menyalurkan bantuan paket pendidikan kepada 20 anak SD Negeri 1 Metro Utara. Bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sekolah anak sekaligus mendorong semangat belajar. Selain bantuan pendidikan, BRI melalui YBM BRILiaN juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat penerima manfaat serta apresiasi kepada para kader yang aktif mendampingi program di tingkat kelurahan. Lurah Banjarasari Nila Kusumawati, S.IP, M.Si, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kontribusi BRI serta YBM BRILiaN terhadap warganya. “Kami sangat berterima kasih kepada BRI dan YBM BRILiaN. Bantuan pendidikan, sembako, dan perhatian kepada kader sangat membantu masyarakat Banjarasari,” kata Nila Kusumawati. Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Banjarasari, dr. Balkis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YBM BRILiaN atas dukungan yang diberikan melalui Program Cegah Stunting. “Program ini sangat membantu upaya puskesmas dalam meningkatkan status gizi balita. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan YBM BRILiaN dapat terus berlanjut agar upaya pencegahan stunting berjalan konsisten dan berkesinambungan. Perwakilan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung, Amir, menjelaskan bahwa seluruh bantuan tersebut bersumber dari zakat dan infak pegawai BRI yang dikelola secara amanah. “Program ini merupakan bagian dari lima pilar YBM BRILiaN. Total dana yang disalurkan mencapai Rp100 juta untuk wilayah Metro dan Bandar Lampung,” jelas Amir. Melalui kegiatan ini, BRI BO Metro dan YBM BRILiaN menegaskan peran sektor perbankan sebagai mitra pembangunan sosial yang hadir langsung dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Kontributor Liputan:Eci Lindasari, SKM

Program Cegah Stunting YBM BRILiaN Berhasil, Puluhan Balita Metro Alami Perbaikan Gizi

METRO – Yayasan Baitul Maal BRILiaN Regional Office Bandar Lampung melaksanakan Exit Program Cegah Stunting Tahun 2025 di Gedung Aula Kelurahan Banjarasari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Rabu, 24 Desember 2025. Program ini mencatat penurunan kasus stunting dan perbaikan status gizi balita secara terukur. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST, M.Kes, berhalangan hadir dan diwakili Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Desy Eva Rohmawati, SKM, MM. Ia menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan intervensi berkelanjutan. Desy menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Metro tercatat 14,8 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan. Namun percepatan tetap memerlukan penguatan deteksi dini, edukasi, dan intervensi gizi di tingkat masyarakat. “Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui posyandu, pendampingan ibu hamil dan balita, serta intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya. Pemerintah Kecamatan Metro Utara menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Camat Metro Utara yang diwakili Sekretaris Camat Basuki Rahmat menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja. Menurut Basuki Rahmat, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Ia menilai keterlibatan YBM BRILiaN menjadi contoh nyata peran sektor non-pemerintah dalam mendukung program kesehatan. “Kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan,” katanya. Fasilitator Kesehatan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung, Shera Artina, S.Gz, menjelaskan bahwa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menyasar 40 balita usia 6 hingga 59 bulan. Rinciannya, 25 balita berasal dari Kelurahan Banjarasari dan 15 balita dari Kelurahan Purwosari. Hasil pemantauan menunjukkan 34 balita mengalami kenaikan berat badan sesuai target, sementara 6 balita belum mencapai target. Data awal mencatat 29 balita dengan status gizi berat badan kurang. Setelah intervensi PMT selama 90 hari, jumlah tersebut turun menjadi 21 balita. Kasus stunting juga menurun dari 27 balita menjadi 20 balita. Sementara itu, jumlah balita dengan kondisi gizi kurang atau wasting berkurang dari 17 balita menjadi 12 balita. Shera menyebutkan bahwa intervensi gizi yang disertai pendampingan dan edukasi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi balita. Selain intervensi kesehatan, YBM BRILiaN juga menyalurkan bantuan paket pendidikan kepada 20 siswa SD Negeri 1 Metro Utara sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Banjarasari Nila Kusumawati, S.IP, M.Si, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Pimpinan Cabang BRI BO Metro Jamali menyampaikan komitmen BRI dalam mendukung program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sementara perwakilan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung Amir menjelaskan bahwa program ini dibiayai dari pengelolaan zakat dan infak pegawai BRI melalui lima pilar program, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah, dan sosial kemanusiaan. Program Cegah Stunting YBM BRILiaN berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui intervensi gizi, pemberian PMT, edukasi, serta pendampingan fasilitator kesehatan. Total penyaluran dana dalam program ini mencapai Rp100 juta, bersumber dari zakat dan infak pegawai BRI di wilayah Metro dan Bandar Lampung. Kepala UPTD Puskesmas Banjarasari, dr. Balkis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YBM BRILiaN atas dukungan yang diberikan melalui Program Cegah Stunting. “Program ini sangat membantu upaya puskesmas dalam meningkatkan status gizi balita. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya. Ia berharap kolaborasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan YBM BRILiaN dapat terus berlanjut agar upaya pencegahan stunting berjalan konsisten dan berkesinambungan. Kontributor Liputan : Eci Lindasari,SKM

Akhir 2025 Bukan Seremonial, Asesmen Kader Posyandu Menjadi Tolok Ukur Kesiapan 2026

Banjarsari, Rabu 17 Desember 2025Asesmen kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dilaksanakan Puskesmas Banjarsari pada Rabu (17/12/2025) menjadi penanda akhir rangkaian panjang pembinaan kader kesehatan sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini menutup proses peningkatan kapasitas kader yang selama setahun terakhir difokuskan pada penguatan peran Posyandu sebagai simpul utama layanan kesehatan primer di tingkat komunitas. Berbeda dari asesmen yang bersifat awal, penilaian ini berfungsi sebagai evaluasi akhir untuk mengukur sejauh mana pembinaan, pelatihan, dan pendampingan yang telah dilakukan benar-benar membentuk kecakapan kader di lapangan. Fokus penilaian diarahkan pada penguasaan 25 kompetensi dasar yang menjadi fondasi pelaksanaan Integrasi Layanan Primer. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr Balkis, menyampaikan bahwa asesmen ini menjadi cermin kinerja pembinaan kader selama satu tahun penuh.“Ini bukan sekadar menilai kader hari ini, tetapi membaca hasil proses panjang pembinaan sepanjang 2025. Dari sini kami bisa melihat apakah Posyandu sudah siap menjalankan peran layanan primer secara utuh,” ujar dr Balkis. Dalam asesmen tersebut, kader diuji melalui praktik langsung dan simulasi pelayanan yang mencerminkan situasi nyata di Posyandu. Penilaian dilakukan secara rinci menggunakan daftar tilik, mulai dari ketepatan pencatatan dan pelaporan, kemampuan komunikasi edukatif, hingga keterampilan teknis seperti pengukuran antropometri dan skrining awal faktor risiko penyakit tidak menular. Hasil asesmen selanjutnya digunakan untuk menetapkan strata kecakapan kader, yakni Purwa, Madya, dan Utama. Stratifikasi ini menjadi dasar penataan peran kader pada tahun berikutnya, sekaligus bahan perencanaan pembinaan lanjutan agar penguatan kapasitas lebih terarah dan berbasis kebutuhan nyata. Menurut dr Balkis, asesmen penutup tahun ini juga menjadi momentum konsolidasi peran kader dan tenaga kesehatan.“Integrasi layanan primer hanya bisa berjalan jika kader dan tenaga kesehatan bergerak dalam satu ritme. Asesmen ini memastikan standar pelayanan yang sama sebelum memasuki tahun berikutnya,” katanya. Dengan berakhirnya asesmen kader Posyandu ILP ini, Puskesmas Banjarsari menegaskan komitmennya untuk menjadikan Posyandu sebagai layanan kesehatan masyarakat yang aktif, responsif, dan berkesinambungan. Evaluasi akhir tahun ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pada 2026 Kontributor Liputan : Eci Lindasari

Mengapa Banyak Warga Merasa Rezekinya Seret? Ini Temuan dari Pendampingan Emosional di Puskesmas

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat – Puskesmas Banjarsari, Rabu 26 November 2025 Puskesmas Banjarsari menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dihadiri puluhan ibu-ibu, kader kesehatan, dan warga lanjut usia. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pada kesempatan ini, tim Puskesmas memberikan sosialisasi mengenai manajemen stres dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan hidup, termasuk keluhan warga tentang rezeki yang terasa “seret”, bertempat di salah satu rumah kader posyandu. Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi Puskesmas Banjarsari yaitu Konseling Curhat Sehat, sebuah program pendampingan emosional yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Pernyataan Kepala Puskesmas Banjarsari Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menyampaikan perlunya pendekatan yang lebih holistik dalam pelayanan kesehatan primer. Menurut beliau: “Banyak warga yang datang dengan keluhan fisik, namun ketika digali, ternyata akarnya adalah kelelahan emosional. Pendampingan seperti ini penting agar masyarakat memiliki ruang aman untuk bercerita, memahami stresnya, dan belajar mengelola tekanan hidup secara lebih sehat. Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya menyentuh tubuh, tetapi juga hati dan pikiran.” dr. Balkis menegaskan bahwa Puskesmas Banjarsari akan terus menghadirkan edukasi dan dukungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan Emosional sebagai Pendekatan Baru Pendampingan emosional yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat untuk membantu individu mengenali emosi, memahami sumber stres, dan mengembangkan strategi sederhana dalam mengelola tekanan psikososial. Pendekatan ini bersifat non-terapeutik, edukatif, dan dilakukan dalam batas kompetensi tenaga kesehatan masyarakat di Puskesmas. Melalui pendekatan ini, warga memperoleh pemahaman dasar mengenai tekanan emosional yang sering kali tidak disadari, tetapi berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari. Temuan dari Lapangan: Stres dan Rezeki yang Terasa Terhambat Dalam dialog bersama peserta, terlihat pola serupa: banyak warga yang merasakan rezekinya “seret” bukan semata karena faktor ekonomi, tetapi dipengaruhi oleh beban mental yang tidak tertangani. Keluhan yang muncul meliputi: Sebagian besar warga mengaku memendam stres sendirian tanpa memiliki tempat aman untuk bercerita. Beban ini membuat pikiran mudah keruh, tubuh cepat lelah, dan semangat kerja menurun. Mengapa Stres Mempengaruhi Kelancaran Rezeki Dalam sesi Curhat Sehat dijelaskan bahwa stres dapat memengaruhi: Program Curhat Sehat menjadi sarana yang membantu warga memahami dirinya. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan empatik dan tidak menghakimi. Banyak peserta yang mengaku merasakan kelegaan setelah bercerita dan mendapatkan perspektif baru mengenai situasi hidup mereka. Ketika emosi tidak stabil, kualitas hidup ikut menurun. Hal ini memengaruhi produktivitas, interaksi sosial, serta pola keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan dan ekonomi keluarga. Ruang Aman untuk Mengurai Beban Batin Beberapa warga bahkan menyampaikan bahwa setelah memahami emosinya, mereka mulai lebih tenang, lebih teratur, dan lebih mampu menjalankan aktivitas sehari-hari dengan pikiran jernih. Ketika Emosi Pulih, Hidup Ikut Lebih Terbuka Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan aktual warga dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pendampingan emosional di Puskesmas Banjarsari menunjukkan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada kondisi fisik, tetapi juga pada ketenangan batin dan keseimbangan emosi. Dengan menyediakan ruang aman melalui program Konseling Curhat Sehat, Puskesmas berupaya membantu masyarakat mengelola stres, memperbaiki kualitas hidup, dan mendukung kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan aktual warga dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Konseling Curhat Sehat Jadi Ruang Baru Warga Kota Metro Mengelola Kecemasan dan Isu Sosial

Warga Semakin Rentan Terpengaruh Isu, Layanan Konseling Puskesmas Banjarsari Jadi Rujukan Metro, Lampung — Fenomena warga yang mudah terpengaruh isu, rumor, dan komentar sosial menjadi perhatian layanan Konseling Curhat Sehat di Puskesmas Banjarsari. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah warga yang datang dengan keluhan terkait kecemasan akibat “isu sosial” meningkat cukup signifikan. Konselor Curhat Sehat menyebut bahwa masalah yang muncul bukan hanya berkaitan dengan kurangnya informasi, tetapi berkaitan erat dengan pola psikologis masyarakat yang semakin sensitif terhadap tekanan sosial. “Kami mendapati banyak warga yang datang bukan karena masalah fisik, tetapi karena gelisah terhadap kabar atau perkataan orang. Mereka merasa takut, cemas, dan sering kali tidak punya tempat aman untuk memeriksa kebenaran informasi itu,” kata Konselor Curhat Sehat, Selasa, 25 November 2025 Menurutnya, kerentanan warga terhadap isu dipengaruhi tiga faktor utama, yaitu lemahnya penyaringan informasi, ketidakstabilan emosi, dan minimnya kebiasaan berpikir kritis. Ketiganya muncul sebagai kombinasi yang membuat masyarakat mudah terseret arus rumor, terutama yang bernada negatif. “Sebagian warga memiliki filter sosial yang tipis sehingga apa pun yang didengar langsung diterima tanpa disaring. Sementara kemampuan regulasi emosinya juga belum stabil, sehingga informasi kecil bisa memicu kecemasan besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, warga yang mudah terseret isu bukanlah orang yang lemah atau tidak cerdas. Sebaliknya, mereka memiliki kepribadian sensitif, peduli, dan sangat memperhatikan lingkungan sosialnya. Namun tanpa pengelolaan emosi yang baik, kondisi itu membuat mereka semakin mudah terpengaruh. Fenomena mental ini juga dipengaruhi oleh tekanan sosial dari media digital yang terus berkembang. Arus informasi yang cepat membuat masyarakat tidak memiliki waktu cukup untuk memverifikasi kabar yang diterimanya. “Ketahanan psikologis perlu dibangun. Yang diperlukan bukan menutup telinga, tetapi menguatkan pikiran agar mampu memeriksa informasi dengan tenang,” tambahnya. Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Puskesmas Banjarsari menghadirkan layanan Konseling Curhat Sehat sebagai ruang aman bagi warga untuk bercerita, memperoleh edukasi psikososial, dan mendapatkan pendampingan emosional. Layanan ini menggabungkan pendekatan psikologi spiritual, konseling emosional, dan teknik grounding yang membantu warga meredakan kecemasan. Keluhan yang paling sering muncul antara lain kecemasan akibat gosip lingkungan, rasa takut dinilai orang lain, tekanan keluarga, hingga dampak rumor yang tidak memiliki bukti jelas. “Satu per satu warga mulai memahami bahwa tidak semua informasi harus dipercaya, dan tidak semua bisikan harus ditanggapi. Kami membantu mereka menemukan kembali ketenangan serta kemampuan memilah informasi,” katanya. Puskesmas Banjarsari berharap layanan ini dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat, mengurangi konflik sosial berbasis isu, serta membantu warga menjalani kehidupan yang lebih sehat baik secara fisik maupun emosional.

Back To Top