Metro, Rabu, 1 April 2026 — Tim UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari melaksanakan kegiatan Skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Terintegrasi CKG bagi para guru di SDN 02 Banjarsari, Metro Utara, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan promotif dan preventif di wilayah kerja puskesmas, sekaligus upaya deteksi dini faktor risiko kesehatan pada kelompok usia produktif di lingkungan satuan pendidikan. Skrining kesehatan tersebut meliputi wawancara singkat riwayat kesehatan, pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, skrining faktor risiko penyakit tidak menular, serta edukasi kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan. Langkah ini dinilai penting untuk membantu mendeteksi lebih awal berbagai faktor risiko kesehatan yang dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup tenaga pendidik. Kegiatan dilaksanakan oleh tim skrining UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari yang terdiri atas Yasma Noprida, Amd.Kep, dr. Mirza Radiani Lusiananda, Ida Nuryanti, Amd.KG, Eci Lindasari, SKM, Lia Ajeng Novita, SKM, Devia Rahmawati Hidayah, A.Md.Kep, dan Fitri Handayani, A.Md. Yasma Noprida, Amd.Kep selaku penanggung jawab kegiatan mengungkapkan bahwa skrining kesehatan di sekolah merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan primer, khususnya bagi kelompok usia produktif yang sering kali belum menyadari adanya faktor risiko penyakit. “Melalui skrining ini, kami ingin membantu mendeteksi lebih awal kondisi kesehatan para guru, sehingga jika ditemukan faktor risiko, dapat segera dilakukan edukasi, pemantauan, dan tindak lanjut. Guru memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, sehingga kesehatannya juga perlu mendapat perhatian,” ujarnya. Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari, dr. Balkis, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen puskesmas dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan dan deteksi dini. Menurutnya, sekolah menjadi salah satu lokasi penting dalam pelaksanaan skrining kesehatan karena di lingkungan tersebut terdapat kelompok sasaran produktif yang membutuhkan perhatian kesehatan secara berkelanjutan. Ia menegaskan, pendekatan promotif dan preventif harus terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Kami terus mendorong agar pelayanan kesehatan primer hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Skrining kesehatan seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran akan kondisi kesehatan sejak dini, sehingga pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” kata dr. Balkis. Pelaksanaan skrining kesehatan di SDN 02 Banjarsari juga menunjukkan pentingnya sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat. Melalui kegiatan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemeriksaan dasar, tetapi juga pemahaman lebih baik tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas dan beban kerja sehari-hari. UPTD Puskesmas Rawat Inap Banjarsari berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah dan institusi lain di wilayah kerjanya, sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan yang lebih aktif, terjangkau, dan berorientasi pada pencegahan. Kontributor Liputan : Promkes_Eci Lindasari,SKM
Konseling Curhat Sehat Jadi Ruang Baru Warga Kota Metro Mengelola Kecemasan dan Isu Sosial
Warga Semakin Rentan Terpengaruh Isu, Layanan Konseling Puskesmas Banjarsari Jadi Rujukan Metro, Lampung — Fenomena warga yang mudah terpengaruh isu, rumor, dan komentar sosial menjadi perhatian layanan Konseling Curhat Sehat di Puskesmas Banjarsari. Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah warga yang datang dengan keluhan terkait kecemasan akibat “isu sosial” meningkat cukup signifikan. Konselor Curhat Sehat menyebut bahwa masalah yang muncul bukan hanya berkaitan dengan kurangnya informasi, tetapi berkaitan erat dengan pola psikologis masyarakat yang semakin sensitif terhadap tekanan sosial. “Kami mendapati banyak warga yang datang bukan karena masalah fisik, tetapi karena gelisah terhadap kabar atau perkataan orang. Mereka merasa takut, cemas, dan sering kali tidak punya tempat aman untuk memeriksa kebenaran informasi itu,” kata Konselor Curhat Sehat, Selasa, 25 November 2025 Menurutnya, kerentanan warga terhadap isu dipengaruhi tiga faktor utama, yaitu lemahnya penyaringan informasi, ketidakstabilan emosi, dan minimnya kebiasaan berpikir kritis. Ketiganya muncul sebagai kombinasi yang membuat masyarakat mudah terseret arus rumor, terutama yang bernada negatif. “Sebagian warga memiliki filter sosial yang tipis sehingga apa pun yang didengar langsung diterima tanpa disaring. Sementara kemampuan regulasi emosinya juga belum stabil, sehingga informasi kecil bisa memicu kecemasan besar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, warga yang mudah terseret isu bukanlah orang yang lemah atau tidak cerdas. Sebaliknya, mereka memiliki kepribadian sensitif, peduli, dan sangat memperhatikan lingkungan sosialnya. Namun tanpa pengelolaan emosi yang baik, kondisi itu membuat mereka semakin mudah terpengaruh. Fenomena mental ini juga dipengaruhi oleh tekanan sosial dari media digital yang terus berkembang. Arus informasi yang cepat membuat masyarakat tidak memiliki waktu cukup untuk memverifikasi kabar yang diterimanya. “Ketahanan psikologis perlu dibangun. Yang diperlukan bukan menutup telinga, tetapi menguatkan pikiran agar mampu memeriksa informasi dengan tenang,” tambahnya. Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Puskesmas Banjarsari menghadirkan layanan Konseling Curhat Sehat sebagai ruang aman bagi warga untuk bercerita, memperoleh edukasi psikososial, dan mendapatkan pendampingan emosional. Layanan ini menggabungkan pendekatan psikologi spiritual, konseling emosional, dan teknik grounding yang membantu warga meredakan kecemasan. Keluhan yang paling sering muncul antara lain kecemasan akibat gosip lingkungan, rasa takut dinilai orang lain, tekanan keluarga, hingga dampak rumor yang tidak memiliki bukti jelas. “Satu per satu warga mulai memahami bahwa tidak semua informasi harus dipercaya, dan tidak semua bisikan harus ditanggapi. Kami membantu mereka menemukan kembali ketenangan serta kemampuan memilah informasi,” katanya. Puskesmas Banjarsari berharap layanan ini dapat memperkuat ketahanan mental masyarakat, mengurangi konflik sosial berbasis isu, serta membantu warga menjalani kehidupan yang lebih sehat baik secara fisik maupun emosional.
Begini Cara dr. Balkis Pastikan Balita Sehat di Posyandu Banjarsari, Upaya Promotif-Preventif Wujudkan Generasi Sehat” Metro Bahagia
Metro, Jumat (15/08/2025) – Kepedulian terhadap kesehatan generasi penerus ditunjukkan langsung oleh dr. Balkis, Kepala Puskesmas Banjarsari, saat turun ke Posyandu Mekarsari,Kelurahan Banjarsari Kota Metro. Dalam kegiatan ini, ia membagikan vitamin dan obat cacing kepada balita, sebagai bagian dari program perlindungan nutrisi sejak dini. Langkah tersebut bertujuan mencegah kekurangan gizi dan infeksi cacing yang kerap menghambat pertumbuhan fisik serta perkembangan anak. Tidak hanya membagikan, dr. Balkis memastikan setiap balita mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan, sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya menjaga asupan gizi dan kebersihan. “Ini bukan sekadar bagi-bagi vitamin atau obat cacing. Ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita, agar mereka tumbuh sehat, cerdas, dan kuat,” ujar dr. Balkis di sela kegiatan. Tak berhenti di situ, dr. Balkis juga memanfaatkan momentum posyandu untuk mengedukasi masyarakat mengenai Keluarga Berencana (KB), menekankan pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Edukasi ini dilakukan langsung oleh dr. Mega, yang menyampaikan materi seputar jarak kelahiran ideal, kesehatan ibu, serta manfaat KB bagi kualitas hidup keluarga. Dengan pendekatan ini, orang tua diharapkan tidak hanya peduli pada kesehatan anak hari ini, tetapi juga memiliki perencanaan yang matang untuk kesejahteraan keluarga di masa depan. Aksi di Posyandu Mekarsari ini menjadi cerminan komitmen Puskesmas Banjarsari di bawah kepemimpinan dr. Balkis: hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi nyata, dan membangun fondasi kesehatan generasi sejak dini.Produksi Konten / Content Production_Promkes_Eci Lindasari,SKM
Menuju Penilaian STBM Award Dinkes Kota Metro Gelar Rapat Persiapan
Sebagai upaya meraih prestasi tinggi dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro menggelar pertemuan rapat koordinasi hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) 5 Pilar STBM, Bertempat di Ruang OR, Dinas Kesehatan Kota Metro, Rabu (31/7/2024). Pertemuan dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM, Ia memaparkan pentingnya kerja sama dengan Lintas OPD dalam pelaksanaan Persiapan Penilaian STBM Award. Diah Meira menambahkan bahwa dalam PERMENKES Nomor 3 Tahun 2014, strategi penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) meliputi 3 (tiga) komponen yang saling mendukung satu dengan yang lain yaitu; Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment); Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation); Peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply improvement); Apabila salah satu dari komponen STBM tersebut tidak ada maka proses pencapaian 5 (lima) Pilar STBM tidak maksimal. Tiga strategi ini disebut Komponen Sanitasi Total. Diah Meira mengungkapkan bahwa STBM Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kabupaten/Kota yang secara konsisten, memiliki komitmen dan partisipasi tinggi dalam pemicuan dan partisipasi masyarakat di bidang higiene dan sanitasi. Ajang ini dilaksanakan sekali dalam dua tahun. STBM Award ini bukan hanya ajang award saja tetapi tujuan utamanya adalah meningkatkan pembangunan sanitasi untuk menciptakan kondisi sanitasi yang baik berupa penyediaan sarana sanitasi yang berkualitas dan perubahan perilaku saniter masyarakat dalam rangka menunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, maka akan muncul kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Kini isu-isu kesehatan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab medis dan tenaga kesehatan saja, tetapi masyarakat memiliki peran utama dalam mewujudkan lingkungan sehat. Sisa fungsi kita semua untuk membina masyarakat agar program pusat ini dapat berjalan baik dan lancar,” jelas Diah Meira . Turut hadir dalam rapat ini perwakilan dari Bappeda Kota Metro, DPUPR Kota Metro, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Metro, Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Sanitarian Puskesmas Se-Kota Metro
Apresiasi Kinerja Kader Posyandu, Kolaborasi dengan Stakeholder, Pemkot Metro Berikan Hadiah Umrah Gratis
Pemerintah Kota Metro dipimpin oleh Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru senantiasa memperhatikan peningkatan sumberdaya manusia yang ada di Kota Metro dalam rangka mendukung program nasional mencapai Indonesia Emas tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan RI. Di Kota Metro sendiri dengan program Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang), seluruh SDM di Kota Metro mendapatkan perhatian serius. Salah satu yang tak luput dari perhatian adalah kader Posyandu, yang selama ini keberadaannya sangat mendukung dalam penyiapan SDM di Kota Metro. Berkaitan dengan itu, pada hari Selasa, 23 Juli 2024, di TMII Metro, Pemkot Metro bersama para stakeholder dan pihak swasta mengadakan kegiatan Jambore Kader Posyandu. Kegiatan ini diisi dengan edukasi peningkatan SDM dalam bidang kesehatan, hingga bidang keuangan melalui materi literasi keuangan keluarga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Selain OJK, turut andil dalam kegiatan ini adalah PT. Bank Lampung, PT Astra, PT. Pegadaian (Persero), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Adapun kegiatan ini mengusung tema “Jambore Kader Terampil Wujudkan Masyarakat Sehat”. Dalam peningkatan kapasitasnya, para kader diberikan pelatihan dan pembekalan mengenai penanganan kasus kesehatan masyarakat, pentingnya promosi kesehatan, dan peran posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Dalam kesempatan ini, Wahdi mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai edukasi untuk para kader, agar tercapai revitalisasi fungsi Posyandu sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing. “Kita bisa melihat di sini mereka ini ujung tombak dalam integrasi layanan primer sesuai dengan enam pilar transformasi di bidang kesehatan. Posyandu itu terbentuk sudah lama, makanya kita hanya perlu revitalisasi fungsi dan revitalisasi sarana dan prasarana, seperti kita lihat tadi ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk dibuat posyandu, ini wujud nyata bahwa peran masyarakat juga ada disini,” paparnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan tak hanya fokus pada aspek kesehatan saja, melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah dengan Industri jasa keuangan, Kader Posyandu yang hadir diberikan wawasan bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangga agar bisa menciptakan keluarga yang harmonis. “Semoga kegiatan Jambore Kader Posyandu dan Literasi Keuangan Keluarga ini dapat menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih luas dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan finansial masyarakat Kota Metro,” sambungnya. Sementara itu dalam sesi edukasi yang dipimpin oleh OJK, peserta diberikan informasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi, perlindungan asuransi, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan, sehingga masyarakat sejahtera secara finansial dan tidak terjebak kepada investasi ilegal atau bodong. Di kesempatan ini Oto fitriandi kepala OJK Provisi Lampung menyampaikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, kader posyandu, dan OJK, masyarakat Kota Metro akan semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan literasi keuangan. “Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Daerah dapat ditingkatkan khususnya di Kota Metro. Sementara dari segi literasi keuangan, diharapkan masyarakat Kota Metro dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya penetrasi Jasa Keuangan disini bukan membahas soal bisnis semata akan tetapi mendukung Program-program Pemerintah Daerah melalui Kader posyandu dalam mendukung gerakan penurunan angka stunting serta pengetahuan literasi akan pentingnya mengelola keuangan keluarga. “Karna menurut saya kader posyandu inikan sesungguhnya bisa menjadi aset agen literasi kepada masyarakat di Kota Metro bisa kita lihat bahwa dalam pemetaan identifikasi masyarakat secara serentak 1 kader itu bisa meng cover 10 sampai 15 orang ini artinya pengetahuan kader posyandu kalau dibekali pengetahuan kesehatan dan pengelolaan keuangan yang baik itu bisa menjadi lengkap dalam kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ungkapnya. Sebaga bentuk perhatian dan apresiasi, Pemerintah Kota Metro bekerjasama dengan pihak swasta memberikan hadiah wisata religi, berupa paket Umrah ke Arab Saudi, untuk 1 orang kader Posyandu yang diundi langsung oleh Walikota Metro. Dalam kesempatan ini juga, sebagai perhatian Wahdi memberikan santunan jaminan sosial kematian klaim BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42 Juta kepada ahli waris seorang kader posyandu yang meninggal dunia. Tak sampai di situ, ia juga menyerahkan beasiswa kepada anak cucu kader posyandu dengan masa bakti 40 tahun pengabdian yang berjumlah 4 orang kader. Kepada kader aktif yang mempunyai anak yang sedang sekolah juga diberikan Tabungan Simpanan Pelajar. Selain itu diberikan juga kepada Kader Berprestasi Tingkat Provinsi, Kader Inovasi Tingkat Kota Metro dan Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional
Kumpulan Media Hari Obesitas Sedunia 2023
Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro
Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Wali Kota Metro berharap masyarakat antusias dengan adanya workshop sosialisasi strategi komunikasi perubahan perilaku kota Metro menuju sanitasi aman 2021-2026. Karena ini merupakan pemberdayaan, masyarakat dan semua harus terlibat dalam pembangunan berkelanjutan.“Mudah-mudahan masyarakat sangat antusias,” kata Wahdi saat menghadiri launching dan workshop sosialisasi strategi komunikasi perubahan perilaku Kota Metro menuju Sanitasi Aman 2021-2026, Selasa (05/07/2022). “Harapan kita pada goal yang ke 6 bisa diselesaikan pembangunan dengan berbasis lingkungan berkelanjutan,” kata dia. Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto menyampaikan untuk capaian nasional air limbah domestik tahun 2020 mencapai 79,53 persen. Rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dimana didalamnya juga termasuk 7,64 persen akses aman dan praktik PHBS di tempat terbuka 6,19 persen rumah tangga.Akan tetapi perlu juga disampaikan target provinsi Lampung pada tahun 2024 untuk air limbah domestik 90 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi layak. “Didalamnya juga termasuk 10 persen akses aman dan praktik PHBS 0 persen,” kata dia.Pemimpin Sektor Air, Sanitasi dan Kebersihan Chez SNV, Cecile Laborderie, mengatakan bahwa organisasi ini mendukung penuh komitmen Kota Metro menuju sanitasi aman. “SNV mendukung penuh komitmen ini dan bekerja sama dalam 5 komponen yaitu KWT, tata kelola, pelayanan aman dan terjangkau, perawatan, pembuangan dan penggunaan kembali yang aman,” terangnya.
Walikota Metro Menghadiri Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Walikota Metro Wahdi menghadiri Launching dan Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro menuju Sanitasi Aman 2021-2026 di Aula Pemkot setempat, Selasa (05/07/2022). Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto menyampaikan untuk capaian nasional air limbah domestik tahun 2020 mencapai 79,53 persen rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dimana didalamnya juga termasuk 7,64 persen akses aman dan praktik PHBS di tempat terbuka 6,19 persen rumah tangga, akan tetapi perlu juga disampaikan target di Provinsi Lampung pada tahun 2024 untuk air limbah domestik 90 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi layak yang didalamnya juga termasuk 10 persen akses aman dan praktik PHBS 0 persen. Pemimpin Sektor Air, Sanitasi dan Kebersihan Chez SNV, Cecile Laborderie, mengatakan bahwa organisasi ini mendukung penuh komitmen Kota Metro menuju sanitasi aman. “SNV mendukung penuh komitmen ini dan bekerja sama dalam 5 komponen yaitu KWT, tata kelola, pelayanan aman dan terjangkau, perawatan, pembuangan dan penggunaan kembali yang aman,” terangnya. . Dalam hal ini, Walikota Metro Wahdi mengatakan ini merupakan strategi menyusun perubahan perilaku di Kota Metro menuju sanitasi aman. “Mudah-mudahan masyarakat sangat antusias karena ini merupakan pemberdayaan, masyarakat dan semua harus terlibat dalam pembangunan berkelanjutan, harapan kita pada goal yang ke 6 bisa diselesaikan pembangunan dengan berbasis lingkungan berkelanjutan,” ucapnya. Acara ditutup dengan penyerahan buku Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro M enuju Sanitasi Aman 2021-2026 dari SNV kepada Walikota Metro

