Metro, 24 Desember 2024 – Forum Kota Sehat Kota Metro menggelar rapat penting yang bertempat di Rumah Dinas Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman. Dalam rapat tersebut, hadir berbagai pihak terkait untuk membahas evaluasi program Kota Sehat di tahun 2024 dan merumuskan rencana strategis untuk tahun 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Forum Kota Sehat sekaligus Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman, dan dan di hadiri anggota Forum Kota Sehat Kota Metro dan Dinas Kesehatan Kota Metro. Dalam arahannya, Qomaru Zaman menegaskan pentingnya kesinambungan dalam upaya mewujudkan Kota Metro yang sehat dan ramah bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa penyelenggaraan Kota Sehat harus melibatkan semua pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat, dan pelaku usaha. Dalam rapat yang berlangsung intensif tersebut, Sekretaris Forum Kota Sehat, Djihad Mujiono, memaparkan hasil evaluasi dan sejumlah rekomendasi penting untuk pelaksanaan program Kota Sehat di tahun mendatang. Beberapa poin utama yang menjadi fokus adalah:1. Pembuatan Timeline Agenda atau Kegiatan Forum Kota Sehat (Januari-Mei 2025) “Forum akan menyusun jadwal kegiatan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan untuk memastikan seluruh program dapat berjalan efektif dan tepat waktu”2. Penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Sehat di Kota MetroPerwali ini akan menjadi landasan hukum yang memperkuat implementasi program Kota Sehat di berbagai sektor, seperti pendidikan, transportasi, dan fasilitas umum.3. Pembuatan Media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang Efektif untuk Pasar, Upaya ini bertujuan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pasar, mengingat pasar menjadi salah satu lokasi strategis dalam menciptakan kebiasaan masyarakat yang lebih sehat.”4. Penyusunan Laporan Kegiatan Forum Kota Sehat Tahun 2024Laporan ini akan mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilakukan selama tahun 2024 sebagai bahan evaluasi dan referensi untuk perencanaan program di masa mendatang.5. Penetapan Lokus Unggulan dalam 9 Tatanan Kabupaten/Kota Sehat (KKS):Forum akan memprioritaskan lokus unggulan dari sembilan tatanan KKS,Lokus unggulan ini akan dipilih berdasarkan kebutuhan dan potensi Kota Metro untuk memastikan dampak yang maksimal. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati, SKM., M.Kes., menyatakan bahwa Rekomendasi yang disampaikan Forum Kota Sehat sangat relevan dengan kebutuhan Kota Metro saat ini. Ia memastikan bahwa seluruh masukan akan ditindaklanjuti bersama OPD yang terkait. Sebagai penutup, Qomaru Zaman mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam Forum Kota Sehat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program Kota Sehat memerlukan komitmen bersama dari semua elemen masyarakat dan pemerintah. Dengan adanya rencana strategis dan sinergi yang kuat, Forum Kota Sehat Kota Metro optimis bahwa berbagai program yang direncanakan untuk tahun 2025 akan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kontributor ; Promkes_Dinkes Kota Metro/ Eci Lindasari,SKM
Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Komitmen dalam Hari Disabilitas Internasional dengan Posbindu Kesehatan
Metro, [17/12/2024] — Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional bertempat di Gedung Sesat Agung, Puskesmas Banjarsari berperan aktif melalui Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) yang didedikasikan untuk mendukung penyandang disabilitas. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat dengan disabilitas, serta mengedukasi mereka tentang pentingnya pemantauan kesehatan yang rutin. Dr. Balkis, Kepala Puskesmas Banjarsari, menjelaskan bahwa peran Puskesmas Banjarsari dalam acara ini adalah menyediakan layanan kesehatan yang holistik bagi penyandang disabilitas. Dalam wawancaranya, beliau menyatakan, “Sebagai Puskesmas yang memiliki tanggung jawab untuk pelayanan kesehatan masyarakat, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapat perhatian yang layak, termasuk akses layanan kesehatan yang memadai. Posbindu adalah wadah bagi kami untuk memberikan pemeriksaan kesehatan berkala, serta informasi penting terkait pengelolaan kesehatan mereka. Posbindu ini menyediakan berbagai layanan seperti pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta pemeriksaan kesehatan lainnya yang relevan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Selain itu, terdapat sesi edukasi mengenai kesehatan mental dan fisik, yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Dr. Balkis melanjutkan, “Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat lebih terbuka terhadap penyandang disabilitas dan memahami pentingnya inklusi sosial. Layanan yang kami berikan tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik, tetapi juga mental dan emosional, yang seringkali terabaikan. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendekatkan diri dengan komunitas disabilitas dan memperkuat rasa peduli bersama.” Acara ini dihadiri oleh banyak pihak, termasuk penyandang disabilitas, keluarga, relawan, serta organisasi masyarakat yang bergerak di bidang disabilitas. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa upaya untuk inklusivitas dan kesetaraan akses kesehatan semakin mendapatkan perhatian serius. Di sisi lain, Dr. Balkis juga menekankan bahwa penting bagi keluarga dan masyarakat untuk turut mendukung perawatan dan perbaikan kondisi kesehatan penyandang disabilitas. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya ramah tetapi juga inklusif, di mana penyandang disabilitas merasa dihargai dan mendapatkan dukungan penuh, baik dari segi kesehatan maupun sosial.” Kegiatan Posbindu di acara Hari Disabilitas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Puskesmas Banjarsari untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih merata, terjangkau, dan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kegiatan ini, diharapkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan perhatian terhadap kebutuhan khusus penyandang disabilitas semakin meningkat, serta mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Puskesmas Banjarsari merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberian layanan kesehatan yang inklusif dan merata. Selain menjalankan tugas rutin sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas ini juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan penyandang disabilitas, serta berperan dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses kesehatan yang setara bagi semua kalangan. Editor : Promkes_Dinkes Metro_Eci Lindasari,SKM
Pemkot Metro Melalui Dinkes Gelar Kegiatan Aksi Bergizi Tingkat Kota 2024
Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan aksi bergizi tingkat kota setempat. Acara berlangsung di Halam Wisma Haji Al Khairiyah, Jumat (6/12/2024). Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro Saputra mengatakan, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. “Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5- 14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32%. Hal ini berarti sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia,” katanya. Dia menyebut, menanggulangi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). “Suplementasi TTD mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12-18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi,” ucapnya. “Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hasil Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa proporsi remaja putri yang memperoleh TTD dalam 12 bulan terakhir di sekolah sebesar 76,2%, tetapi hanya 1,4% yang mengonsumsi TTD sesuai anjuran,” imbuhnya. Dia menyampaikan, berangkat dari kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan merancang kegiatan Aksi Bergizi dan mulai melaksanakan kegiatan tersebut pada tahun 2018, melalui advokasi, mobilisasi sekolah dan masyarakat, koordinasi multi sektor, penguatan kapasitas serta pemantauan dan evaluasi. “Kegiatan Aksi Bergizi dilaksanakan dengan tiga intervensi utama, yaitu pertama sarapan dan minum TTD sekolah/madrasah setiap minggu. Kedua, edukasi gizi yang bersifat multi-sektor dengan tujuan mempromosikan asupan makan yang sehat dan aktivitas fisik. Ketiga, komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif. Implementasi program Aksi Bergizi tentunya diintegrasikan dengan TRIAS UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat,” ujarnya. “Diharapkan setelah intervensi dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan siswa mengenai gizi, peningkatan proporsi remaja yang memiliki sikap positif terhadap TTD dan remaja putri yang mengonsumsi TTD setiap minggu, serta peningkatan remaja yang melakukan aktivitas fisik 60 menit setiap hari dan mengonsumsi buah dan sayur. Begitupun dengan hasil evaluasi diharapkan proporsi remaja putri yang mengonsumsi TTD mingguan 12 kali lebih mungkin naik setelah adanya intervensi,” tambahnya. Dia mengungkapkan, rangkaian acara Aksi Bergizi terdiri dari senam bersama, sarapan pagi bersama, minum Tablet Tambah Darah dan edukasi inter aktif. “Rangkaian tersebut tentunya tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi diharapkan dapat berjalan rutin setiap minggu sesuai kesepakatan dan kesediaan dari masing-masing sekolah. Oleh karena itu, peran pimpinan sekolah, guru, orang tua, murid, dan seluruh warga di sekitar sekolah sangat penting,” ungkapnya. “Kegiatan ini tentunya tidak hanya berhenti saat acara ini diadakan, tetapi kegiatan Aksi Bergizi diharapkan juga dapat terus dilaksanakan di seluruh SMP/SMA/sederajat di Kota Metro. Seluruh sekolah diharapkan ikut melaksanakan kegiatan Aksi Bergizi secara rutin sebagai bentuk upaya meningkatkan gizi remaja serta mencegah anemia pada remaja putri. Tentunya, keberhasilan Aksi Bergizi ini perlu didukung oleh keterlibatan dan kolaborasi dari lintas sektor,” imbuhnya. Dia mengatakan, pihaknya menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya menyambut baik atas terselenggaranya acara hari ini, semoga lebih bermanfaat dan bagi para siswa dan siswi yang hadir hari ini, tetap selalu semangat menjaga kesehatan karena kelak kalianlah yang menjadi Generasi Penerus Bangsa ini kedepan,” katanya

