Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Wali Kota Metro berharap masyarakat antusias dengan adanya workshop sosialisasi strategi komunikasi perubahan perilaku kota Metro menuju sanitasi aman 2021-2026. Karena ini merupakan pemberdayaan, masyarakat dan semua harus terlibat dalam pembangunan berkelanjutan.“Mudah-mudahan masyarakat sangat antusias,” kata Wahdi saat menghadiri launching dan workshop sosialisasi strategi komunikasi perubahan perilaku Kota Metro menuju Sanitasi Aman 2021-2026, Selasa (05/07/2022). “Harapan kita pada goal yang ke 6 bisa diselesaikan pembangunan dengan berbasis lingkungan berkelanjutan,” kata dia. Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto menyampaikan untuk capaian nasional air limbah domestik tahun 2020 mencapai 79,53 persen. Rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dimana didalamnya juga termasuk 7,64 persen akses aman dan praktik PHBS di tempat terbuka 6,19 persen rumah tangga.Akan tetapi perlu juga disampaikan target provinsi Lampung pada tahun 2024 untuk air limbah domestik 90 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi layak. “Didalamnya juga termasuk 10 persen akses aman dan praktik PHBS 0 persen,” kata dia.Pemimpin Sektor Air, Sanitasi dan Kebersihan Chez SNV, Cecile Laborderie, mengatakan bahwa organisasi ini mendukung penuh komitmen Kota Metro menuju sanitasi aman. “SNV mendukung penuh komitmen ini dan bekerja sama dalam 5 komponen yaitu KWT, tata kelola, pelayanan aman dan terjangkau, perawatan, pembuangan dan penggunaan kembali yang aman,” terangnya.
Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Metro, (Promkes.metrokota.go.id)–Kepala Bappeda Kota Metro, Anang Risgianto sebut capaian nasional rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak air limbah domestik tahun 2020 mencapai 79,53, termasuk 7,64 persen akses aman dan 6,19 persen praktik PHBS di tempat terbuka. Akan tetapi, rumah tangga yang memiliki sanitasi layak air limbah dosmetik sesuai target provinsi Lampung di tahun 2024 adalah 90 persen. “Termasuk juga di dalamnya 10 persen akses aman dan nol persen praktik PHBS,” kata Anang saat Workshop sosialisasi strategi komunikasi perubahan perilaku Kota Metro menuju sanitasi aman 2021-2026 di Aula Pemkot setempat,Selasa (05/07/2022). Dikesempatan yang sama, Sector Leader WASH Indonesia dari SNV Netherlands Development Organization, Cecile Laborderie mengatakan, bahwa pihaknya atas nama organisasi mendukung penuh komitmen Kota Metro menuju sanitasi aman. “SNV mendukung penuh komitmen ini dan bekerja sama dalam 5 komponen KWT, tata kelola, pelayanan aman dan terjangkau, perawatan, pembuangan dan penggunaan kembali yang aman,” ujarnya. Dia juga berharap, kerjasama SNV dengan dinas terkait dapat berkolaborasi mewujudkan sanitasi aman di Kota Metro. Sementara itu, Wali Kota Metro Wahdi Siradjudin menyampaikan, pemerintah terutama dinas terkait bersama SNV telah menyusun strategi komunikasi perubahan prilaku menuju sanitasi aman. “Maka untuk menuju sanitasi aman, kita perlu membangun SDM, itu yang penting. Kemudian hal lainnya adalah pembangunan dengan berbasis lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Walikota Metro Menghadiri Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Walikota Metro Wahdi menghadiri Launching dan Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro menuju Sanitasi Aman 2021-2026 di Aula Pemkot setempat, Selasa (05/07/2022). Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto menyampaikan untuk capaian nasional air limbah domestik tahun 2020 mencapai 79,53 persen rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dimana didalamnya juga termasuk 7,64 persen akses aman dan praktik PHBS di tempat terbuka 6,19 persen rumah tangga, akan tetapi perlu juga disampaikan target di Provinsi Lampung pada tahun 2024 untuk air limbah domestik 90 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi layak yang didalamnya juga termasuk 10 persen akses aman dan praktik PHBS 0 persen. Pemimpin Sektor Air, Sanitasi dan Kebersihan Chez SNV, Cecile Laborderie, mengatakan bahwa organisasi ini mendukung penuh komitmen Kota Metro menuju sanitasi aman. “SNV mendukung penuh komitmen ini dan bekerja sama dalam 5 komponen yaitu KWT, tata kelola, pelayanan aman dan terjangkau, perawatan, pembuangan dan penggunaan kembali yang aman,” terangnya. . Dalam hal ini, Walikota Metro Wahdi mengatakan ini merupakan strategi menyusun perubahan perilaku di Kota Metro menuju sanitasi aman. “Mudah-mudahan masyarakat sangat antusias karena ini merupakan pemberdayaan, masyarakat dan semua harus terlibat dalam pembangunan berkelanjutan, harapan kita pada goal yang ke 6 bisa diselesaikan pembangunan dengan berbasis lingkungan berkelanjutan,” ucapnya. Acara ditutup dengan penyerahan buku Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro M enuju Sanitasi Aman 2021-2026 dari SNV kepada Walikota Metro

