Pemerintah Kota Metro memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) se-Dunia ke-15 Tingkat Kota Metro Tahun 2022, berlangsung di SD Negeri 11 Metro Pusat, Selasa 25/10/2022. Pada peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ke-15 pada Tingkat Kota Metro Tahun 2022, tersebut mengandung tema Bersatu Untuk Tangan Bersih Sehat dengan Sub tema Peran Perempuan dalam Penurunan Stunting melalui Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) dan CTPS. Walikota Metro Wahdi dalam sambutan mengatakan, Hari cuci tangan pakai sabun sedunia adalah peringatan tahunan yang didedikasikan untuk mengedukasi cuci tangan dengan sabun sebagai cara yang mudah, efektif, dan terjangkau untuk mencegah penyakit dan menyelamatkan banyak nyawa. Peringatan ini bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mencuci tangan memakai sabun. “Hari cuci tangan sedunia dicetuskan oleh Kementerian Cuci Tangan Global, sebagai kesempatan dalam menerapkan cara-cara kreatif untuk mendorong orang mencuci tangan dengan sabun. Peringatan Hari CTPS pertama kali diadakan pada Tahun 2008. Mencuci tangan adalah praktik yang sangat sederhana tetapi hal itu benar-benar dapat membuat perubahan besar dan menyelamatkan nyawa semenjak pandemi covid-19 mencuci tangan menjadi hal penting dalam membantu mencegah penyebaran penyakit tersebut,” jelasnya. Tak hanya itu, kebiasaan mencuci tangan sangat penting untuk diperhatikan secara terus-menerus, agar memberikan dampak yang efektif khususnya dalam rangka pencegahan penyakit pada masa pandemi covid-19, orang bermotivasi untuk cuci tangan pakai sabun dengan tujuan pencegahan penularan covid-19. “Momentum ini harus dimanfaatkan untuk dapat membuat praktik cuci tangan pakai sabun menjadi suatu kebiasaan ketika masih suasana pandemi covid-19 gerakan cuci tangan di semua instansi, sekolahan, dan semua unit sangat marah sekali. Meskipun saat ini pandemi covid-19 sudah mereda, namun gerakan cuci tangan harus tetap digelorakan di semua lini kehidupan, baik di instansi pemerintah maupun swasta, di instansi pendidikan maupun lembaga lain, harus dilaksanakan karena ini merupakan salah satu wujud kita sebagai bentuk penerapan Kebersihan sebagian dari iman,” ucap Wahdi. Tambahnya, Hari CTPS sedunia terus berkembang kampanye ini didukung oleh sekolah, pemerintah, lembaga internasional, perusahaan swasta hingga organisasi masyarakat sipil. Peringatan Hari CTPS sedunia menjadi momen penting untuk diperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mendukung pencapaian target Cuci tangan pakai sabun. . “Hal ini juga, sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia, di mana CTPS merupakan salah satu fokus utama dari program Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB). Dan telah terintegrasi pada beberapa program atau kampanye lainnya, seperti gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan usaha kesehatan sekolah (UKS),” katanya. Dalam mengakhiri sambutannya, Walikota Metro Wahdi menyampaikan rasa terima kasih terhadap Tim Penggerak PKK, Dinas Pendidikan serta OPD terkait telah semangat dalam menggelorakan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun. “Terima kasih kepada tim penggerak PKK Dinas Kesehatan Kota Metro Dinas Pendidikan opd terkait dan anak-anak semua yang tetap semangat terus menggelorakan gerakan Cuci tangan pakai sabun semoga hal ini bermanfaat, serta selalu mendapat perlindungan-Nya,” pungkas Wahdi. Selaku ketua pelaksana peringatan Hari CTPS, Kepala Dinas Kesehatan, Erla Andrianti, menyampaikan bahwa tangan merupakan bagian tubuh yang lembab dan sering berkontak dengan kuman, sehingga tangan ini sebagai tempat penukaran penyakit. “Ada satu cara mencegah dari penularan tersebut dengan cara mencuci tangan pakai sabun. Hal ini merupakan kegiatan yang mendasar dan sederhana namun hal ini dapat berkontribusi dalam pengendalian Inflasi dan penyakit mikro organisme,” kata Erla. Lanjutnya, tujuan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia untuk menurunkan angka kematian anak yang disebabkan oleh penyakit mikro organisme, sehingga dapat menurunkan 25% untuk penyakit pernafasan dan 50% penyakit diare. “Selain itu, dengan kegiatan hari CTPS ini terdapat 87,5% warga Metro telah melakukan mencuci tangan pakai sabun dengan baik. hal ini masih ada warga Kota Metro yang belum melaksanakan CTPS dengan baik. Untuk itu, peringatan hari CTPS ini dapat dijadikan kampanye cuci tangan baik tingkat kelurahan dan tingkat kecamatan untuk meningkatkan capaian cuci tangan pakai sabun Kota Metro,” ujar Erla di akhir laporan
Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro
Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Wali Kota Metro berharap masyarakat antusias dengan adanya workshop sosialisasi strategi komunikasi perubahan perilaku kota Metro menuju sanitasi aman 2021-2026. Karena ini merupakan pemberdayaan, masyarakat dan semua harus terlibat dalam pembangunan berkelanjutan.“Mudah-mudahan masyarakat sangat antusias,” kata Wahdi saat menghadiri launching dan workshop sosialisasi strategi komunikasi perubahan perilaku Kota Metro menuju Sanitasi Aman 2021-2026, Selasa (05/07/2022). “Harapan kita pada goal yang ke 6 bisa diselesaikan pembangunan dengan berbasis lingkungan berkelanjutan,” kata dia. Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto menyampaikan untuk capaian nasional air limbah domestik tahun 2020 mencapai 79,53 persen. Rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dimana didalamnya juga termasuk 7,64 persen akses aman dan praktik PHBS di tempat terbuka 6,19 persen rumah tangga.Akan tetapi perlu juga disampaikan target provinsi Lampung pada tahun 2024 untuk air limbah domestik 90 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi layak. “Didalamnya juga termasuk 10 persen akses aman dan praktik PHBS 0 persen,” kata dia.Pemimpin Sektor Air, Sanitasi dan Kebersihan Chez SNV, Cecile Laborderie, mengatakan bahwa organisasi ini mendukung penuh komitmen Kota Metro menuju sanitasi aman. “SNV mendukung penuh komitmen ini dan bekerja sama dalam 5 komponen yaitu KWT, tata kelola, pelayanan aman dan terjangkau, perawatan, pembuangan dan penggunaan kembali yang aman,” terangnya.
Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Metro, (Promkes.metrokota.go.id)–Kepala Bappeda Kota Metro, Anang Risgianto sebut capaian nasional rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak air limbah domestik tahun 2020 mencapai 79,53, termasuk 7,64 persen akses aman dan 6,19 persen praktik PHBS di tempat terbuka. Akan tetapi, rumah tangga yang memiliki sanitasi layak air limbah dosmetik sesuai target provinsi Lampung di tahun 2024 adalah 90 persen. “Termasuk juga di dalamnya 10 persen akses aman dan nol persen praktik PHBS,” kata Anang saat Workshop sosialisasi strategi komunikasi perubahan perilaku Kota Metro menuju sanitasi aman 2021-2026 di Aula Pemkot setempat,Selasa (05/07/2022). Dikesempatan yang sama, Sector Leader WASH Indonesia dari SNV Netherlands Development Organization, Cecile Laborderie mengatakan, bahwa pihaknya atas nama organisasi mendukung penuh komitmen Kota Metro menuju sanitasi aman. “SNV mendukung penuh komitmen ini dan bekerja sama dalam 5 komponen KWT, tata kelola, pelayanan aman dan terjangkau, perawatan, pembuangan dan penggunaan kembali yang aman,” ujarnya. Dia juga berharap, kerjasama SNV dengan dinas terkait dapat berkolaborasi mewujudkan sanitasi aman di Kota Metro. Sementara itu, Wali Kota Metro Wahdi Siradjudin menyampaikan, pemerintah terutama dinas terkait bersama SNV telah menyusun strategi komunikasi perubahan prilaku menuju sanitasi aman. “Maka untuk menuju sanitasi aman, kita perlu membangun SDM, itu yang penting. Kemudian hal lainnya adalah pembangunan dengan berbasis lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Walikota Metro Menghadiri Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro Menuju Sanitasi Aman 2021-2026
Walikota Metro Wahdi menghadiri Launching dan Workshop Sosialisasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro menuju Sanitasi Aman 2021-2026 di Aula Pemkot setempat, Selasa (05/07/2022). Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto menyampaikan untuk capaian nasional air limbah domestik tahun 2020 mencapai 79,53 persen rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak dimana didalamnya juga termasuk 7,64 persen akses aman dan praktik PHBS di tempat terbuka 6,19 persen rumah tangga, akan tetapi perlu juga disampaikan target di Provinsi Lampung pada tahun 2024 untuk air limbah domestik 90 persen rumah tangga memiliki akses sanitasi layak yang didalamnya juga termasuk 10 persen akses aman dan praktik PHBS 0 persen. Pemimpin Sektor Air, Sanitasi dan Kebersihan Chez SNV, Cecile Laborderie, mengatakan bahwa organisasi ini mendukung penuh komitmen Kota Metro menuju sanitasi aman. “SNV mendukung penuh komitmen ini dan bekerja sama dalam 5 komponen yaitu KWT, tata kelola, pelayanan aman dan terjangkau, perawatan, pembuangan dan penggunaan kembali yang aman,” terangnya. . Dalam hal ini, Walikota Metro Wahdi mengatakan ini merupakan strategi menyusun perubahan perilaku di Kota Metro menuju sanitasi aman. “Mudah-mudahan masyarakat sangat antusias karena ini merupakan pemberdayaan, masyarakat dan semua harus terlibat dalam pembangunan berkelanjutan, harapan kita pada goal yang ke 6 bisa diselesaikan pembangunan dengan berbasis lingkungan berkelanjutan,” ucapnya. Acara ditutup dengan penyerahan buku Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku Kota Metro M enuju Sanitasi Aman 2021-2026 dari SNV kepada Walikota Metro

