www.promkes.metro.com, Metro,11 November 2024 — Dinas Kesehatan Kota Metro melaksanakan kegiatan evaluasi program terkait Surveilans, Imunisasi, dan Kesehatan Haji sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Kota Metro. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro, dengan tujuan untuk mengukur capaian dan menyusun langkah-langkah perbaikan di masa mendatang. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian penting dari strategi Dinas Kesehatan untuk menjaga kesehatan masyarakat, terutama dalam hal pencegahan penyakit menular dan kesiapsiagaan kesehatan jemaah haji. Eko Hendro menekankan bahwa surveilans kesehatan sangat krusial untuk mendeteksi dini penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). “Surveilans diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa program imunisasi rutin kini tidak hanya mencakup imunisasi dasar tetapi juga imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan optimal di masyarakat. “Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, kita dapat mencegah KLB dan memastikan masyarakat tetap terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah,” lanjut Eko. Sementara itu, Verawati Nasution, SKM., M.Kes, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, menambahkan bahwa bagian penting dari evaluasi ini juga mencakup kesehatan jemaah haji. “Kami memastikan bahwa calon jemaah haji mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum keberangkatan,” ungkap Verawati. Beliau menjelaskan bahwa evaluasi program kesehatan haji bertujuan untuk memastikan para calon jemaah haji dapat menunaikan ibadah dengan aman dan sehat. “Kami juga melakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan selama dan setelah pelaksanaan ibadah haji untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti MERS-CoV,” jelas Verawati. Eko Hendro Saputra menutup acara dengan memberikan arahan untuk terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat Kota Metro. “Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rencana strategis yang lebih baik untuk mendukung program kesehatan di masa depan,” tutup Eko. Dengan kegiatan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kota Metro berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperkuat upaya pencegahan penyakit demi kesejahteraan masyarakat. Editor : Eci Linda, Promkes Dinkes Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro Kembali Berprestasi: Sabet Dua Kategori di Ajang Germas 2024”
Metro, 9 November 2024 — Keberhasilan Dinas Kesehatan Kota Metro kembali mendapatkan apresiasi dalam dua kategori pada ajang Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2024 yang digelar di Bandar Lampung tidak lepas dari upaya dan dedikasi seluruh tim, Dinas Kesehatan Kota Metro dinobatkan sebagai Laporan Komdat Terbaik dalam Implementasi Germas serta sebagai Dinas Kesehatan Kota Terbaik dalam Penyelenggaraan Germas. Dalam kegiatan yang digelar pada tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2024 di Hotel Golden Tulip Springhill Lampung ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, memberikan keterangan mengenai upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Metro dalam mendukung program Germas. Dalam wawancaranya, Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kota Metro terutama subtansi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan berbagai program kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Kami sangat bersyukur atas apresiasi ini. Ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Metro melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” ujar Eko Hendro. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting dalam menyukseskan program ini. “Kami fokus pada pelaksanaan program-program yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, termasuk pemberdayaan Posyandu, peningkatan aktivitas fisik, dan kampanye hidup sehat,” tambahnya. Dalam penghargaan kategori Laporan Komdat Terbaik, Kota Metro berhasil menunjukkan keunggulannya dalam pelaporan data dan pemantauan program Germas. Menurut Eko Hendro, keberhasilan ini tidak lepas dari pemanfaatan teknologi untuk memastikan akurasi dan efektivitas pelaksanaan program. Beliau menambahkan, “Dengan sistem Komdat, kami dapat memantau pelaksanaan program secara real-time, sehingga kami bisa segera melakukan intervensi jika terdapat kendala di lapangan.” Diah Meirawati, SKM., M.Kes, selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, turut menambahkan bahwa keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh pendekatan berbasis komunitas yang diterapkan di Kota Metro. “Kami fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui Posyandu dan kader kesehatan untuk memastikan bahwa program Germas dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” jelas Diah. Beliau juga menyoroti pentingnya pelatihan kader kesehatan agar mereka lebih aktif dalam menyebarkan informasi terkait Germas di lingkungan sekitar. “Belum lama ini kami telah melakukan studi tiru di kabupaten Sleman, ini tentu menjadi inspirasi kami dalam melibatkan masyarakat, dan kami berhasil mengadopsi beberapa praktik baik yang mereka lakukan,” tambahnya. Langkah Selanjutnya untuk Peningkatan Layanan Kesehatan Ke depannya, Dinas Kesehatan Kota Metro berkomitmen untuk terus memperbaiki mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. “Kami akan terus melakukan inovasi dan kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun daerah lainnya, untuk memastikan program-program kesehatan dapat berjalan dengan optimal,” tutup Diah. Dengan raihan dua penghargaan ini, Dinas Kesehatan Kota Metro membuktikan bahwa pendekatan yang strategis dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kualitas kesehatan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kota Metro untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Metro.
Studi Tiru ke Sleman: Strategi Dinkes Kota Metro Tingkatkan Kualitas Layanan Puskesmas”
Metro, 9 November 2024 — Dalam rangka memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat primer, Dinas Kesehatan Kota Metro melakukan kaji banding ke Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 6 November 2024 ini bertujuan untuk mempelajari strategi dan inovasi yang telah diterapkan oleh Kabupaten Sleman dalam mengelola pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di Puskesmas dan Posyandu. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, memimpin langsung kegiatan ini. Dalam wawancaranya, beliau menekankan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mengadopsi praktik terbaik guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Metro. Mengadopsi Model Layanan Kesehatan Primer dari Sleman”Kabupaten Sleman telah berhasil menerapkan Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) untuk memantau dan meningkatkan mutu layanan kesehatan di Puskesmas. Kami melihat bahwa integrasi ini dapat menjadi solusi yang tepat untuk diterapkan di Kota Metro, terutama dalam pengelolaan program kesehatan berbasis komunitas,” ungkap Eko Hendro. Beliau juga menjelaskan pentingnya belajar dari pendekatan yang digunakan Sleman dalam melibatkan masyarakat secara aktif melalui program Posyandu Siklus Hidup. “Kami sangat terkesan dengan bagaimana Sleman memanfaatkan peran kader kesehatan di lapangan. Ini adalah model yang akan kami adaptasi untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya. Fokus pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak,Dalam kesempatan yang sama, Diah Meirawati, SKM., M.Kes, selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, turut menambahkan bahwa salah satu fokus kaji banding adalah untuk mempelajari program kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting yang telah berhasil diterapkan di Sleman. “Kami melihat pendekatan yang sangat komprehensif di Sleman, di mana mereka tidak hanya fokus pada deteksi dini, tetapi juga pada intervensi berbasis komunitas untuk mengatasi masalah gizi. Hal ini sangat relevan bagi kami di Kota Metro, di mana isu stunting masih menjadi tantangan,” jelas Diah Meira” Lebih lanjut, Diah Meira menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan kader Posyandu untuk mencapai target-target kesehatan masyarakat. “Kami akan berupaya mengadopsi metode yang lebih holistik, di mana kader kesehatan akan dilibatkan dalam setiap tahap implementasi program,” tambahnya. Optimalisasi Layanan Kesehatan di Puskesmas Daniel, SKM., M.Kes, selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, menekankan pentingnya peran Puskesmas sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan. Dalam kunjungan ini, beliau mempelajari strategi Sleman dalam mengintegrasikan layanan kesehatan primer dengan program kesehatan berbasis teknologi. “Kami sangat terinspirasi oleh penggunaan teknologi informasi di Sleman, khususnya dalam pencatatan dan pelaporan kesehatan melalui aplikasi yang terintegrasi. Ini adalah sesuatu yang akan segera kami coba terapkan di Puskesmas di Kota Metro agar pelayanan lebih efisien dan responsif,” ungkap Daniel. Daniel juga menambahkan bahwa penting bagi Kota Metro untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas agar dapat menjalankan program-program kesehatan dengan lebih efektif. “Kami melihat kebutuhan untuk memberikan pelatihan lanjutan bagi tenaga medis, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi dan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik,” tegasnya. Dinas Kesehatan Kota Metro berharap dapat segera mengimplementasikan best practices yang dipelajari dari Kabupaten Sleman. Langkah selanjutnya adalah menyusun strategi lokal yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer. “Kami optimis bahwa hasil kaji banding ini akan membantu kami meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Metro. Fokus utama kami adalah bagaimana menghadirkan layanan yang lebih terjangkau dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” tutup Eko Hendro Saputra. Kegiatan kaji banding ini menunjukkan komitmen Dinas Kesehatan Kota Metro dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pembelajaran dari daerah lain yang telah berhasil. Dengan implementasi program yang terintegrasi dan berbasis teknologi, Kota Metro berharap dapat mencapai target kesehatan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Editor: [Eci Lindasari] – Media Promkes Dinkes Metro

