Metro, 24 Desember 2024 – Forum Kota Sehat Kota Metro menggelar rapat penting yang bertempat di Rumah Dinas Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman. Dalam rapat tersebut, hadir berbagai pihak terkait untuk membahas evaluasi program Kota Sehat di tahun 2024 dan merumuskan rencana strategis untuk tahun 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Forum Kota Sehat sekaligus Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman, dan dan di hadiri anggota Forum Kota Sehat Kota Metro dan Dinas Kesehatan Kota Metro. Dalam arahannya, Qomaru Zaman menegaskan pentingnya kesinambungan dalam upaya mewujudkan Kota Metro yang sehat dan ramah bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa penyelenggaraan Kota Sehat harus melibatkan semua pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat, dan pelaku usaha. Dalam rapat yang berlangsung intensif tersebut, Sekretaris Forum Kota Sehat, Djihad Mujiono, memaparkan hasil evaluasi dan sejumlah rekomendasi penting untuk pelaksanaan program Kota Sehat di tahun mendatang. Beberapa poin utama yang menjadi fokus adalah:1. Pembuatan Timeline Agenda atau Kegiatan Forum Kota Sehat (Januari-Mei 2025) “Forum akan menyusun jadwal kegiatan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan untuk memastikan seluruh program dapat berjalan efektif dan tepat waktu”2. Penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Sehat di Kota MetroPerwali ini akan menjadi landasan hukum yang memperkuat implementasi program Kota Sehat di berbagai sektor, seperti pendidikan, transportasi, dan fasilitas umum.3. Pembuatan Media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang Efektif untuk Pasar, Upaya ini bertujuan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pasar, mengingat pasar menjadi salah satu lokasi strategis dalam menciptakan kebiasaan masyarakat yang lebih sehat.”4. Penyusunan Laporan Kegiatan Forum Kota Sehat Tahun 2024Laporan ini akan mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilakukan selama tahun 2024 sebagai bahan evaluasi dan referensi untuk perencanaan program di masa mendatang.5. Penetapan Lokus Unggulan dalam 9 Tatanan Kabupaten/Kota Sehat (KKS):Forum akan memprioritaskan lokus unggulan dari sembilan tatanan KKS,Lokus unggulan ini akan dipilih berdasarkan kebutuhan dan potensi Kota Metro untuk memastikan dampak yang maksimal. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati, SKM., M.Kes., menyatakan bahwa Rekomendasi yang disampaikan Forum Kota Sehat sangat relevan dengan kebutuhan Kota Metro saat ini. Ia memastikan bahwa seluruh masukan akan ditindaklanjuti bersama OPD yang terkait. Sebagai penutup, Qomaru Zaman mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam Forum Kota Sehat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program Kota Sehat memerlukan komitmen bersama dari semua elemen masyarakat dan pemerintah. Dengan adanya rencana strategis dan sinergi yang kuat, Forum Kota Sehat Kota Metro optimis bahwa berbagai program yang direncanakan untuk tahun 2025 akan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kontributor ; Promkes_Dinkes Kota Metro/ Eci Lindasari,SKM
Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Komitmen dalam Hari Disabilitas Internasional dengan Posbindu Kesehatan
Metro, [17/12/2024] — Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional bertempat di Gedung Sesat Agung, Puskesmas Banjarsari berperan aktif melalui Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) yang didedikasikan untuk mendukung penyandang disabilitas. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat dengan disabilitas, serta mengedukasi mereka tentang pentingnya pemantauan kesehatan yang rutin. Dr. Balkis, Kepala Puskesmas Banjarsari, menjelaskan bahwa peran Puskesmas Banjarsari dalam acara ini adalah menyediakan layanan kesehatan yang holistik bagi penyandang disabilitas. Dalam wawancaranya, beliau menyatakan, “Sebagai Puskesmas yang memiliki tanggung jawab untuk pelayanan kesehatan masyarakat, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapat perhatian yang layak, termasuk akses layanan kesehatan yang memadai. Posbindu adalah wadah bagi kami untuk memberikan pemeriksaan kesehatan berkala, serta informasi penting terkait pengelolaan kesehatan mereka. Posbindu ini menyediakan berbagai layanan seperti pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta pemeriksaan kesehatan lainnya yang relevan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Selain itu, terdapat sesi edukasi mengenai kesehatan mental dan fisik, yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Dr. Balkis melanjutkan, “Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat lebih terbuka terhadap penyandang disabilitas dan memahami pentingnya inklusi sosial. Layanan yang kami berikan tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik, tetapi juga mental dan emosional, yang seringkali terabaikan. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendekatkan diri dengan komunitas disabilitas dan memperkuat rasa peduli bersama.” Acara ini dihadiri oleh banyak pihak, termasuk penyandang disabilitas, keluarga, relawan, serta organisasi masyarakat yang bergerak di bidang disabilitas. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa upaya untuk inklusivitas dan kesetaraan akses kesehatan semakin mendapatkan perhatian serius. Di sisi lain, Dr. Balkis juga menekankan bahwa penting bagi keluarga dan masyarakat untuk turut mendukung perawatan dan perbaikan kondisi kesehatan penyandang disabilitas. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya ramah tetapi juga inklusif, di mana penyandang disabilitas merasa dihargai dan mendapatkan dukungan penuh, baik dari segi kesehatan maupun sosial.” Kegiatan Posbindu di acara Hari Disabilitas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Puskesmas Banjarsari untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih merata, terjangkau, dan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kegiatan ini, diharapkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan perhatian terhadap kebutuhan khusus penyandang disabilitas semakin meningkat, serta mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Puskesmas Banjarsari merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberian layanan kesehatan yang inklusif dan merata. Selain menjalankan tugas rutin sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas ini juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan penyandang disabilitas, serta berperan dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses kesehatan yang setara bagi semua kalangan. Editor : Promkes_Dinkes Metro_Eci Lindasari,SKM
Pemkot Metro Melalui Dinkes Gelar Kegiatan Aksi Bergizi Tingkat Kota 2024
Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan aksi bergizi tingkat kota setempat. Acara berlangsung di Halam Wisma Haji Al Khairiyah, Jumat (6/12/2024). Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro Saputra mengatakan, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. “Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5- 14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32%. Hal ini berarti sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia,” katanya. Dia menyebut, menanggulangi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). “Suplementasi TTD mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12-18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi,” ucapnya. “Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hasil Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa proporsi remaja putri yang memperoleh TTD dalam 12 bulan terakhir di sekolah sebesar 76,2%, tetapi hanya 1,4% yang mengonsumsi TTD sesuai anjuran,” imbuhnya. Dia menyampaikan, berangkat dari kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan merancang kegiatan Aksi Bergizi dan mulai melaksanakan kegiatan tersebut pada tahun 2018, melalui advokasi, mobilisasi sekolah dan masyarakat, koordinasi multi sektor, penguatan kapasitas serta pemantauan dan evaluasi. “Kegiatan Aksi Bergizi dilaksanakan dengan tiga intervensi utama, yaitu pertama sarapan dan minum TTD sekolah/madrasah setiap minggu. Kedua, edukasi gizi yang bersifat multi-sektor dengan tujuan mempromosikan asupan makan yang sehat dan aktivitas fisik. Ketiga, komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif. Implementasi program Aksi Bergizi tentunya diintegrasikan dengan TRIAS UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat,” ujarnya. “Diharapkan setelah intervensi dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan siswa mengenai gizi, peningkatan proporsi remaja yang memiliki sikap positif terhadap TTD dan remaja putri yang mengonsumsi TTD setiap minggu, serta peningkatan remaja yang melakukan aktivitas fisik 60 menit setiap hari dan mengonsumsi buah dan sayur. Begitupun dengan hasil evaluasi diharapkan proporsi remaja putri yang mengonsumsi TTD mingguan 12 kali lebih mungkin naik setelah adanya intervensi,” tambahnya. Dia mengungkapkan, rangkaian acara Aksi Bergizi terdiri dari senam bersama, sarapan pagi bersama, minum Tablet Tambah Darah dan edukasi inter aktif. “Rangkaian tersebut tentunya tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi diharapkan dapat berjalan rutin setiap minggu sesuai kesepakatan dan kesediaan dari masing-masing sekolah. Oleh karena itu, peran pimpinan sekolah, guru, orang tua, murid, dan seluruh warga di sekitar sekolah sangat penting,” ungkapnya. “Kegiatan ini tentunya tidak hanya berhenti saat acara ini diadakan, tetapi kegiatan Aksi Bergizi diharapkan juga dapat terus dilaksanakan di seluruh SMP/SMA/sederajat di Kota Metro. Seluruh sekolah diharapkan ikut melaksanakan kegiatan Aksi Bergizi secara rutin sebagai bentuk upaya meningkatkan gizi remaja serta mencegah anemia pada remaja putri. Tentunya, keberhasilan Aksi Bergizi ini perlu didukung oleh keterlibatan dan kolaborasi dari lintas sektor,” imbuhnya. Dia mengatakan, pihaknya menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya menyambut baik atas terselenggaranya acara hari ini, semoga lebih bermanfaat dan bagi para siswa dan siswi yang hadir hari ini, tetap selalu semangat menjaga kesehatan karena kelak kalianlah yang menjadi Generasi Penerus Bangsa ini kedepan,” katanya
Dinkes Metro Atur Strategi: Gelar Evaluasi, Surveilans, Imunisasi dan Kesehatan Haji untuk Tingkatkan Kualitas layanan kesehatan
www.promkes.metro.com, Metro,11 November 2024 — Dinas Kesehatan Kota Metro melaksanakan kegiatan evaluasi program terkait Surveilans, Imunisasi, dan Kesehatan Haji sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Kota Metro. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro, dengan tujuan untuk mengukur capaian dan menyusun langkah-langkah perbaikan di masa mendatang. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian penting dari strategi Dinas Kesehatan untuk menjaga kesehatan masyarakat, terutama dalam hal pencegahan penyakit menular dan kesiapsiagaan kesehatan jemaah haji. Eko Hendro menekankan bahwa surveilans kesehatan sangat krusial untuk mendeteksi dini penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). “Surveilans diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa program imunisasi rutin kini tidak hanya mencakup imunisasi dasar tetapi juga imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan optimal di masyarakat. “Dengan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, kita dapat mencegah KLB dan memastikan masyarakat tetap terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah,” lanjut Eko. Sementara itu, Verawati Nasution, SKM., M.Kes, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, menambahkan bahwa bagian penting dari evaluasi ini juga mencakup kesehatan jemaah haji. “Kami memastikan bahwa calon jemaah haji mendapatkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum keberangkatan,” ungkap Verawati. Beliau menjelaskan bahwa evaluasi program kesehatan haji bertujuan untuk memastikan para calon jemaah haji dapat menunaikan ibadah dengan aman dan sehat. “Kami juga melakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan selama dan setelah pelaksanaan ibadah haji untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti MERS-CoV,” jelas Verawati. Eko Hendro Saputra menutup acara dengan memberikan arahan untuk terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat Kota Metro. “Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rencana strategis yang lebih baik untuk mendukung program kesehatan di masa depan,” tutup Eko. Dengan kegiatan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kota Metro berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperkuat upaya pencegahan penyakit demi kesejahteraan masyarakat. Editor : Eci Linda, Promkes Dinkes Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro Kembali Berprestasi: Sabet Dua Kategori di Ajang Germas 2024”
Metro, 9 November 2024 — Keberhasilan Dinas Kesehatan Kota Metro kembali mendapatkan apresiasi dalam dua kategori pada ajang Implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Tahun 2024 yang digelar di Bandar Lampung tidak lepas dari upaya dan dedikasi seluruh tim, Dinas Kesehatan Kota Metro dinobatkan sebagai Laporan Komdat Terbaik dalam Implementasi Germas serta sebagai Dinas Kesehatan Kota Terbaik dalam Penyelenggaraan Germas. Dalam kegiatan yang digelar pada tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2024 di Hotel Golden Tulip Springhill Lampung ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, memberikan keterangan mengenai upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Metro dalam mendukung program Germas. Dalam wawancaranya, Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kota Metro terutama subtansi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat dalam melaksanakan berbagai program kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “Kami sangat bersyukur atas apresiasi ini. Ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Metro melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas),” ujar Eko Hendro. Beliau menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting dalam menyukseskan program ini. “Kami fokus pada pelaksanaan program-program yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, termasuk pemberdayaan Posyandu, peningkatan aktivitas fisik, dan kampanye hidup sehat,” tambahnya. Dalam penghargaan kategori Laporan Komdat Terbaik, Kota Metro berhasil menunjukkan keunggulannya dalam pelaporan data dan pemantauan program Germas. Menurut Eko Hendro, keberhasilan ini tidak lepas dari pemanfaatan teknologi untuk memastikan akurasi dan efektivitas pelaksanaan program. Beliau menambahkan, “Dengan sistem Komdat, kami dapat memantau pelaksanaan program secara real-time, sehingga kami bisa segera melakukan intervensi jika terdapat kendala di lapangan.” Diah Meirawati, SKM., M.Kes, selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, turut menambahkan bahwa keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh pendekatan berbasis komunitas yang diterapkan di Kota Metro. “Kami fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui Posyandu dan kader kesehatan untuk memastikan bahwa program Germas dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” jelas Diah. Beliau juga menyoroti pentingnya pelatihan kader kesehatan agar mereka lebih aktif dalam menyebarkan informasi terkait Germas di lingkungan sekitar. “Belum lama ini kami telah melakukan studi tiru di kabupaten Sleman, ini tentu menjadi inspirasi kami dalam melibatkan masyarakat, dan kami berhasil mengadopsi beberapa praktik baik yang mereka lakukan,” tambahnya. Langkah Selanjutnya untuk Peningkatan Layanan Kesehatan Ke depannya, Dinas Kesehatan Kota Metro berkomitmen untuk terus memperbaiki mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. “Kami akan terus melakukan inovasi dan kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun daerah lainnya, untuk memastikan program-program kesehatan dapat berjalan dengan optimal,” tutup Diah. Dengan raihan dua penghargaan ini, Dinas Kesehatan Kota Metro membuktikan bahwa pendekatan yang strategis dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kualitas kesehatan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kota Metro untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Metro.
Studi Tiru ke Sleman: Strategi Dinkes Kota Metro Tingkatkan Kualitas Layanan Puskesmas”
Metro, 9 November 2024 — Dalam rangka memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat primer, Dinas Kesehatan Kota Metro melakukan kaji banding ke Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 6 November 2024 ini bertujuan untuk mempelajari strategi dan inovasi yang telah diterapkan oleh Kabupaten Sleman dalam mengelola pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di Puskesmas dan Posyandu. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, memimpin langsung kegiatan ini. Dalam wawancaranya, beliau menekankan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk mengadopsi praktik terbaik guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Metro. Mengadopsi Model Layanan Kesehatan Primer dari Sleman”Kabupaten Sleman telah berhasil menerapkan Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) untuk memantau dan meningkatkan mutu layanan kesehatan di Puskesmas. Kami melihat bahwa integrasi ini dapat menjadi solusi yang tepat untuk diterapkan di Kota Metro, terutama dalam pengelolaan program kesehatan berbasis komunitas,” ungkap Eko Hendro. Beliau juga menjelaskan pentingnya belajar dari pendekatan yang digunakan Sleman dalam melibatkan masyarakat secara aktif melalui program Posyandu Siklus Hidup. “Kami sangat terkesan dengan bagaimana Sleman memanfaatkan peran kader kesehatan di lapangan. Ini adalah model yang akan kami adaptasi untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya. Fokus pada Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak,Dalam kesempatan yang sama, Diah Meirawati, SKM., M.Kes, selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, turut menambahkan bahwa salah satu fokus kaji banding adalah untuk mempelajari program kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting yang telah berhasil diterapkan di Sleman. “Kami melihat pendekatan yang sangat komprehensif di Sleman, di mana mereka tidak hanya fokus pada deteksi dini, tetapi juga pada intervensi berbasis komunitas untuk mengatasi masalah gizi. Hal ini sangat relevan bagi kami di Kota Metro, di mana isu stunting masih menjadi tantangan,” jelas Diah Meira” Lebih lanjut, Diah Meira menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan kader Posyandu untuk mencapai target-target kesehatan masyarakat. “Kami akan berupaya mengadopsi metode yang lebih holistik, di mana kader kesehatan akan dilibatkan dalam setiap tahap implementasi program,” tambahnya. Optimalisasi Layanan Kesehatan di Puskesmas Daniel, SKM., M.Kes, selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, menekankan pentingnya peran Puskesmas sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan. Dalam kunjungan ini, beliau mempelajari strategi Sleman dalam mengintegrasikan layanan kesehatan primer dengan program kesehatan berbasis teknologi. “Kami sangat terinspirasi oleh penggunaan teknologi informasi di Sleman, khususnya dalam pencatatan dan pelaporan kesehatan melalui aplikasi yang terintegrasi. Ini adalah sesuatu yang akan segera kami coba terapkan di Puskesmas di Kota Metro agar pelayanan lebih efisien dan responsif,” ungkap Daniel. Daniel juga menambahkan bahwa penting bagi Kota Metro untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas agar dapat menjalankan program-program kesehatan dengan lebih efektif. “Kami melihat kebutuhan untuk memberikan pelatihan lanjutan bagi tenaga medis, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi dan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik,” tegasnya. Dinas Kesehatan Kota Metro berharap dapat segera mengimplementasikan best practices yang dipelajari dari Kabupaten Sleman. Langkah selanjutnya adalah menyusun strategi lokal yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer. “Kami optimis bahwa hasil kaji banding ini akan membantu kami meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Metro. Fokus utama kami adalah bagaimana menghadirkan layanan yang lebih terjangkau dan berkualitas bagi seluruh masyarakat,” tutup Eko Hendro Saputra. Kegiatan kaji banding ini menunjukkan komitmen Dinas Kesehatan Kota Metro dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pembelajaran dari daerah lain yang telah berhasil. Dengan implementasi program yang terintegrasi dan berbasis teknologi, Kota Metro berharap dapat mencapai target kesehatan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Editor: [Eci Lindasari] – Media Promkes Dinkes Metro
Pelatihan Kader Gemoy Sejiwa: Persiapkan Garda Terdepan Kesehatan Jiwa di Kota Metro
Metro, 19 September 2024 – Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar kegiatan pelatihan kader Gemoy Sejiwa atau “Gerakan Minum Obat Yuk Sehatkan Jiwa” pada Kamis, 19 September 2024. Acara yang berlangsung di ruang OR Dinas Kesehatan ini bertujuan untuk membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan guna mendukung penanganan kesehatan jiwa di masyarakat, terutama bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan dalam memastikan keberhasilan program Gemoy Sejiwa, yang menitikberatkan pada pengawasan konsumsi obat secara teratur bagi pasien ODGJ. Kader-kader yang dibentuk di setiap kelurahan ini akan menjadi pilar utama dalam mendampingi ODGJ, memberikan motivasi, dan meredam stigma negatif yang masih ada di masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., MKes, dalam sambutannya menyatakan, “Peran kader sangat penting, karena mereka akan menjadi ujung tombak yang langsung berinteraksi dengan pasien dan masyarakat. Kami berharap pelatihan ini dapat membekali mereka dengan pemahaman yang baik agar mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan empati.” Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para kader Gemoy Sejiwa dapat menjalankan tugas secara optimal dan menjadi agen perubahan di masyarakat. Mereka tidak hanya berperan dalam pengawasan minum obat, tetapi juga sebagai motivator yang membantu ODGJ dan keluarganya untuk mendapatkan perawatan yang memadai. “Kami yakin, dengan sinergi antara kader, masyarakat, dan pos jiwa terpadu, program Gemoy Sejiwa dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup ODGJ di Kota Metro,” ujar Dr. Eko Hendro. Acara ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan pembagian materi pelatihan kepada seluruh peserta. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih peduli dan responsif terhadap kesehatan jiwa, sekaligus mendukung visi Kota Metro Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro
Kota Metro Raih Penghargaan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024, Walikota Metro Wahdi : Terus Ukir Prestasi, Tingkatkan Pelayanan
Kota Metro kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional, berhasil meraih penghargaan Kategori Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024. Penghargaan tersebut diterima di acara Jambore Kader Tingkat Nasional Tahun 2024 sekaligus Malam Penganugerahan/ Apresiasi kepada Kader dan Posyandu Terbaik Tingkat Nasional 2024 di Trans Convention Center (TCC), The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 13 September 2024. Kota Metro menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin untuk Posyandu Mawar, Kelurahan Karangrejo, UPTD Puskesmas Karangrejo Kota Metro Provinsi Lampung. Kita bersyukur dan berterima kasih atas diraih penghargaan tersebut, ini sebuah prestasi dan kebanggaan,” ujar wahdi, sapaan akrabnya. Walikota Metro Wahdi, mengatakan terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan karena hanya penghargaan saja, tetapi bentuk pengabdian. “Kita berterima kasih kepada para kader posyandu telah berbuat dan menyumbang prestasi terhadap Kota Metro. Terus dikembangkan dan dipertahankan, prestasinya,” pungkasnya. Atas nama pemerintah kota Metro, wahdi turut mengapresiasi peran kader posyandu dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di kota Metro. “Tentunya atas kerjasama dan kolaborasi bersama kader posyandu ini menghasilkan dampak yang sangat positif terhadap peran-peran kader posyandu. Maka dari itu, Pemerintah Kota Metro sangat mengapresiasi dan akan terus berupaya untuk meningkatkan perhatian pemerintah, salah satu ya seluruh kader Kota Metro sudah di lindungi Oleh BPJS Ketenagakerjaan maka diharapkan seluruh kader selalu semangat, bangun kebersamaan, kompak dan terus tingkatkan pelatihan-pelatihan terhadap kader-kader posyandu,” dan semoga posyandu tetap ada di hati masyarakat dan terus berperan dalam mewujudkan masyarakat sehat,” tutupnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr Eko Hendro Saputra yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat , Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan bahwa kegiatan Jambore Kader Tingkat Nasional Tahun 2024 ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI yang mengusung tema “Kader Terampil, Layanan Berkualitas di Posyandu Siklus Hidup” yang diadakan tanggal 12-15 September 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat. Jambore Kader Tingkat Nasional adalah acara apresiasi bagi kader dan posyandu bidang kesehatan dimana semua kader terbaik se-Indonesia berkumpul termasuk para kader Provinsi Lampung yang telah mengikuti penilaian lomba Posyandu dan Kader bidang kesehatan mulai dari tingkat Kelurahan, kecamatan hingga provinsi. Posyandu Mawar meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitu Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024 dan serta Juara 1 Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024. Malam Penghargaan Jambore Kader Tingkat Nasional 2024 ini digelar Kementerian Kesehatan. Meira menjelaskan selama kegiatan Jambore Kader Tingkat Nasional berlangsung,Para Kader Provinsi Lampung akan bersaing dalam lomba yel-yel, poster, cerdas cermat serta mengikuti talk show, city tour, dan Ayo Sehat Fest hingga puncak acara pada malam penganugerahan penghargaan untuk kader dan Posyandu berprestasi dan inovatif. Diketahui, Posyandu berprestasi tingkat nasional tahun 2024 yang didapat Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo, Kota Metro Provinsi Lampung berkat inovasi Kompas Komunitas Orang Tua Asuh Posyandu yang Solidaritas dan gagasannya dalam menggalakkan program Penyelenggaran Posyadu di wilayah kelurahan Karangrejo. Berkat inovasinya itu Posyandu Mawar berhasil meraih penghargaan Kategori Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024. Kontributor Liputan: Promkes_Dinkes Metro/ Eci
Dinkes Metro Bentuk Tim PMO dan Pos Jiwa Terpadu, Dukung Inovasi Gemoy Sejiwa untuk Kesehatan Jiwa Lebih Baik
Metro, 12 September 2024 – Dinas Kesehatan Kota Metro melaksanakan kegiatan pembentukan Tim Pengawas Minum Obat (PMO), Kader Gemoy Sejiwa, dan Pos Jiwa Terpadu Kecamatan pada Kamis, 12 September 2024, di ruang OR Dinas Kesehatan Kota Metro. Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., MKes, dengan harapan program ini dapat memperkuat penanganan kesehatan jiwa, khususnya bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat. Eko hendro mengatakan bahwa Program Gemoy Sejiwa atau “Gerakan Minum Obat Yuk Sehatkan Jiwa” merupakan upaya inovatif Dinas Kesehatan Kota Metro dalam menangani masalah kesehatan jiwa, terutama bagi ODGJ berat. Fokus utama dari program ini adalah pengawasan ketat agar pasien ODGJ rutin mengonsumsi obat setiap hari, dengan melibatkan keluarga dan masyarakat sekitar. Pembentukan Tim PMO menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini. PMO bertugas memastikan setiap ODGJ minum obat secara teratur. Jika ODGJ memiliki keluarga yang sehat dan tinggal serumah, keluarga tersebut akan menjadi PMO. Namun, jika tidak memungkinkan, peran PMO akan diambil oleh pamong setempat (RT/RW), kader Gemoy Sejiwa, atau petugas kesehatan jiwa dari puskesmas yang berada di bawah koordinasi camat wilayah terkait “ujar Eko Hendro’ Selain itu, Eko hendro juga menyebutkan bahwa kader Gemoy Sejiwa dibentuk di setiap kelurahan di Kota Metro, dengan satu kader per kelurahan. Kader ini bertugas mengidentifikasi dan melaporkan kasus gangguan jiwa di masyarakat, membantu merujuk pasien ODGJ ke puskesmas, melakukan kunjungan rumah minimal sebulan sekali, serta memberikan informasi dan motivasi kepada pasien dan keluarga. Para kader juga berperan penting dalam mengubah stigma negatif masyarakat terhadap ODGJ melalui penyuluhan dan edukasi , Pos Jiwa Terpadu Tingkat Kecamatan juga didirikan di kantor-kantor kecamatan di seluruh wilayah Kota Metro. Pos ini akan menjadi pusat pengaduan dan layanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait masalah kesehatan jiwa yang tidak dapat ditangani di tingkat kelurahan. Dengan terbentuknya tim dan pos jiwa terpadu ini, diharapkan penanganan kesehatan jiwa di Kota Metro semakin efektif dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus, program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan Kota Metro yang inklusif dan peduli terhadap kesehatan jiwa, sekaligus sebagai inspirasi bagi daerah lain dalam menangani tantangan serupa “ujar Eko Hendro” Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro
Kembali Jadi Calon Penerima STBM Award 2024, Sanitasi Kota MetroKembali di nilai oleh Tim Verifikasi Kemenkes
Kota Metro menjadi sorotan dalam pencapaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di tingkat nasional. Tim penilai STBM Award 2024 yang terdiri dari perwakilan Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dan Kemendagri memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai inovasi yang telah diimplementasikan oleh Kota Metro. Tim Verifikator STBM Award yang terdiri dari perwakilan Kemenkes RI, dan Kemendagri RI, dan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengunjungi Kota Metro untuk melakukan Verifikasi Lapangan ini tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Metro, dr. H. Wahdi, Sp.OG.(K), M.H., di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro Ny. dr.Silfia Wahdi, Sp.KKLP, MM beserta jajaran Kepala OPD, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas Se-Kota Metro, PKK, Forum Kota Sehat, Kader Posyandu dan berbagai komunitas masyarakat, bertempat di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (5/09/2024). Setelah tahun sebelumnya meraih penghargaan sebagai Kota Sehat Swasti Saba Padapa di tahun 2023 dan STBM Award Kategori STBM Berkelanjutan yang di raih pada tahun 2022, kali ini Kota Metro masuk sebagai nominator dalam STBM Award Kategori Paripurna. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes mengatakan bahwa penghargaan STBM Award merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan kepada daerah yang berhasil menerapkan lima pilar STBM secara konsisten dan berkelanjutan. Dalam rangkaian penilaian ini, tim verifikator mengunjungi beberapa lokasi penting yang menjadi contoh sukses program STBM di Kota Metro, termasuk bank sampah di Hadimulyo Barat, IPAL Komunal di Kelurahan Ganjar Asri wilayah UPTD Puskesmas Ganjar Agung,Kelompok Arseti Rejomulyo, KWT Hadimulyo Barat Puskesmas Iringmulyo dengan WASH ni HCF ,ujar Eko Hendro” Eko Hendro menyampaikan rasa syukurnya atas penilaian yang diberikan” Alhamdulillah, hari ini kami mendapatkan penilaian dari tim verifikasi terkait STBM Award 2024. Penghargaan ini adalah pengakuan atas kerja keras seluruh elemen kota, dan kami berharap kali ini bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi, bahkan jika memungkinkan hingga ke tingkat Paripurna,” ungkap Eko Hendro Dengan berbagai inovasi dan pencapaian yang telah dilakukan, Kota Metro optimis dapat kembali meraih penghargaan ini untuk ketiga kalinya, sekaligus terus berupaya meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan bagi seluruh warganya. Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menambahkan bahwa kegiatan verifikasi lapangan ini merupakan lanjutan serangkaian dari self assesment dokumen yang telah dilakukan oleh tim Kementerian Kesehatan pada Agustus lalu, di mana Kota Metro masuk nominasi untuk menentukan peringkat dalam STBM Award 2024. Menurut Diah Meira, untuk mewujudkan itu semua tentu dituntut adanya komitmen pemerintah terkait dengan regulasi, kebijakan-kebijakan program dan anggaran sampai ke tingkat kelurahan, dan yang terpenting, lanjutnya, adalah sejauh mana peran masyarakat dan pengusaha dalam STBM bisa terwujud dengan baik, melalui penerapan lima pilar yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Pengelolaan Air Limbah Domestik Rumah Tangga (PALDRT), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

