Pemerintah Kota Metro kembali dinilai dalam ajang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM Award 2024. Setelah tahun sebelumnya meraih penghargaan sebagai Kota Sehat Swasti Saba Padapa di tahun 2023 dan STBM Award Kategori STBM Berkelanjutan yang di raih pada tahun 2022, kali ini Kota Metro masuk sebagai nominator dalam STBM Award Kategori Paripurna. Tim Verifikator STBM Award yang terdiri dari perwakilan Kemenkes RI, dan Kemendagri RI, mengunjungi Kota Metro untuk melakukan verifikasi lapangan ,serta turut mendampingi dari Subtansi Kesling & Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bertempat di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (5/09/2024). Kedatangan tim verifikator diterima oleh Walikota Metro, dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG.(K), M.H. di Aula Pemerintah Kota Metro.,menurut wahdi, kunjungan ini merupakan bagian penting dari proses penilaian setelah sebelumnya Pemkot Metro telah mempresentasikan paparan yang mendalam terkait implementasi program STBM. Dalam sambutan dan arahannya, Wahdi menyampaikan bahwa Program STBM berkelanjutan ini harus kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan sanitasi yang lebih baik, program ini adalah wujud nyata dari komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, STBM bukan hanya tentang fasilitas fisik,tetapi juga tentang perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan Wahdi juga mengungkapkan bahwa program STBM adalah memetakan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur sanitasi, ketika masyarakat punya peran aktif di berbagai tahapan pembangunan infrastruktur, niscaya masyarakat akan merasa lebih memiliki,Keberlanjutan pun akan terjadi. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek penilaian, terutama dalam implementasi 5 Pilar STBM telah terpenuhi dengan baik di lapangan. “Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Metro berharap dapat meraih penghargaan tertinggi dalam STBM Award 2024 sebagai bukti keberhasilan mereka dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pendekatan sanitasi berbasis masyarakat,” ujar Wahdi. Ketua Tim Verifikator STBM Award 2024, Adelina Hutauruk, SKM, MSc.PH menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ke Kota Metro untuk memverifikasi kesesuaian antara data yang telah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Metro dengan kondisi nyata di lapangan. Menurut dia, Kota Metro telah berhasil memenuhi banyak aspek penilaian untuk kategori paripurna berdasarkan hasil verifikasi ini. Penilaian dalam STBM Award didasarkan pada lima pilar utama, yaitu: Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pengelolaan Air Minum/Makanan Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga. “Kota Metro telah menunjukkan keseriusan dalam mengimplementasikan kelima pilar tersebut, yang diharapkan bisa menjadi model bagi Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Lampung,” ujarnya. Adelina juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar perilaku sanitasi yang sudah dibentuk melalui program STBM dapat tetap terjaga dan diteruskan ke generasi berikutnya. “Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus menerapkan perilaku STBM dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan generasi muda juga ditekankan sebagai bagian penting dalam proses kaderisasi, memastikan bahwa nilai-nilai dan praktik STBM terus berlanjut ke masa depan,” katanya. (*) Dalam rangkaian penilaian ini, tim verifikator mengunjungi beberapa lokasi penting yang menjadi contoh sukses program STBM di Kota Metro, termasuk bank sampah di Hadimulyo Barat, IPAL Komunal di Kelurahan Ganjar Asri wilayah UPTD Puskesmas Ganjar Agung,Kelompok Arseti Rejomulyo, KWT Hadimulyo Barat Puskesmas Iringmulyo dengan WASH ni HCF.
Tim Kerja “Gemoy Sejiwa” Gelar Rapat Bahas Tupoksi dan Tindak Lanjut Inovasi Kesehatan Jiwa di Kota Metro
Metro, 2 September 2024 – Tim Kerja “Gerakan Minum Obat Yuk Sehatkan Jiwa” atau yang dikenal dengan Gemoy Sejiwa menggelar rapat pada Senin, 2 September 2024. Pertemuan berlangsung di ruang OR Dinas Kesehatan Kota Metro, membahas tugas dan fungsi (tupoksi) tim kerja serta strategi operasional untuk mendukung inovasi penanganan kesehatan jiwa di Kota Metro Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,MKes mengatakan rapat ini bertujuan memperjelas peran setiap anggota tim dalam mendukung Gemoy Sejiwa dan memastikan setiap kegiatan dijalankan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Program inovasi Gemoy Sejiwa bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi obat secara teratur bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Selain itu, gerakan ini juga mengajak masyarakat, baik di tingkat RT/RW maupun keluarga, untuk berperan aktif dalam pengawasan dan pendampingan pasien ODGJ agar tidak terputus dari pengobatan. Hasil dari rapat ini akan menjadi panduan dalam pelaksanaan kegiatan Gemoy Sejiwa di lapangan. Tim kerja berkomitmen untuk menjalankan program ini secara efektif dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup ODGJ serta menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli terhadap kesehatan jiwa di Kota Metro “Ujar Eko Hendro” Setiap anggota tim kerja Gemoy Sejiwa memiliki tugas dan tanggung jawab yang spesifik. Beberapa poin penting dari pembahasan tupoksi dalam rapat ini antara lain: Liputan : Promkes Dinkes Metro
“FGD Bersama Dinas Kesehatan Kota Metro: Lahirnya ‘Gemoy Sejiwa’, Inovasi Baru untuk Masyarakat Sehat Jiwa!”
Metro, 29 Agustus 2024 – Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di ruang OR Dinas Kesehatan Kota Metro pada Kamis (29/8). Acara ini dibuka secara resmi oleh Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,MKes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro dengan tujuan mendukung proyek perubahan strategi penanganan kesehatan jiwa melalui gerakan “Gemoy Sejiwa” atau Gerakan Minum Obat Yuk Sehatkan Jiwa. Eko hendro mengatakan FGD ini menitikberatkan pada pentingnya kesehatan jiwa bagi masyarakat. Dijelaskan bahwa kesehatan jiwa adalah kondisi di mana individu mampu berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial. Individu yang sehat secara mental diharapkan mampu mengatasi tekanan hidup, bekerja produktif, dan berkontribusi positif kepada masyarakat. Namun, di sisi lain, keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih menjadi tantangan. Berdasarkan data tahun 2023, sebanyak 32,8% warga Kota Metro berusia di atas 15 tahun memiliki risiko masalah kesehatan jiwa. Selain itu, hanya 51,6% penyandang gangguan jiwa yang telah mendapatkan layanan kesehatan memadai. Untuk mengatasi tantangan ini, Dinas Kesehatan Kota Metro meluncurkan inovasi “Gemoy Sejiwa”. Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya minum obat secara rutin bagi ODGJ. Selain itu, masyarakat, mulai dari tingkat RT/RW hingga anggota keluarga, diharapkan turut mengawasi dan mendampingi ODGJ agar tidak terputus dari pengobatan. Eko hendro berharap dengan adanya inovasi ini, Kota Metro diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih baik, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga, terutama bagi mereka yang membutuhkan pendampingan dan perawatan berkelanjutan. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro
Jelang Verifikasi Lapangan Penghargaan STBM Award,Kota Metro 2024“ Kadis Kesehatan” Perlu matangkan Sinergi dan Kolaborasi
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan Kota Metro, Bidang Kesehatan Masyarakat Subtansi Kesehatan Lingkungan & Kesjaor menggelar Rapat koordinasi di OR Pemda Kota Metro, Rabu (28/08/2024). Pemerintah Kota Metro mulai mematangkan sinergitas antar pihak untuk mensukseskan penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2024 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemendagri. Untuk membahas beberapa persiapan dan kebutuhan, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Metro akan mendapatkan kunjungan dari tim verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tahun 2024. Hal ini untuk memastikan status pilar-pilar STBM benar-benar telah dilaksanakan di kota metro. Hal ini disampaikan Eko Hendro Saputra Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro pada rapat persiapan, “Eko Hendro menjelaskan, penghargaan STBM ini merupakan inisiatif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menilai pencapaian daerah dalam menerapkan 5 pilar STBM, yakni stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun, pengamanan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sebelumnya, telah dilaksanakan verifikasi penilaian dokumen oleh tim verifikator pusat berdasarkan usulan dari kabupaten/kota dan provinsi yang sudah menerapkan STBM. Verifikasi penilaian dokumen oleh tim verifikator pusat ini merupakan bagian penting dalam proses penilaian dan pengakuan atas upaya daerah dalam mencapai standar sanitasi yang sehat dan berkelanjutan. Verifikasi penilaian dokumen ini merupakan tahap awal sebelum dilakukan verifikasi lapangan. Nantinya tim akan mengunjungi langsung lokasi untuk mengecek kebenaran data yang telah diajukan. Proses ini sangat penting karena memastikan bahwa penghargaan yang diberikan benar-benar berdasarkan perubahan nyata di lapangan, bukan hanya pada data administratif semata. Proses verifikasi lapangan melibatkan tim dari pemerintah pusat dan daerah yang bertugas menilai dan memastikan bahwa klaim sebuah Kelurahan atau daerah mengenai perubahan perilaku sanitasi telah terpenuhi. Tim ini juga yang akan memverifikasi apakah masyarakat di daerah tersebut telah mengadopsi perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, verifikasi di Kota Metro akan dilaksanakan pada 03 September 2024. Verifikasi ini untuk memastikan implementasi STBM, Kota Metro masuk Penilaian STBM Award 2024 dengan kategori Paripurna. Penilaian inovasi STBM, lanjutnya, akan dilakukan verifikasi oleh tim pusat dengan penilaian berdasarkan kemanfaatan, keberlanjutan, kemitraan, kolaborasi, keunikan, dan spesifik inovasinya. “Nantinya, pada verifikasi tersebut, tim akan melaporkan maksud dan tujuan, kemudian menyimak paparan dari Kota Metro, dan selanjutnya langsung melakukan verifikasi lapangan,” ujarnya. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati, SKM.,MKes menambahkan, dari 13 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Lampung yang mengikuti tahap verifikasi dokumen kategori Paripurna, hanya Kota Metro yang lolos ketahap Verifikasi Lapangan. Penghargaan STBM ini sendiri diberikan setiap tahun dan menjadi motivasi bagi banyak daerah untuk meningkatkan kualitas sanitasi mereka. Daerah-daerah yang berhasil memperoleh penghargaan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan mendorong daerah lainnya untuk mengikuti jejak yang sama. Diah Meirawati menambahkan, bahwa rapat ini membahas penentuan lokus – lokus yang akan disiapkan untuk dikunjungi tim verifikator pusat pada verifikasi lapangan mendatang. Harapannya, verifikasi lapangan tersebut bisa optimal dan Kota Metro dapat mewujudkan penghargaan STBM kategori Paripurna tahun ini. Kontributor Liputan : Promkes_DinkesMetro
PIN Polio di Kota Metro Capai 95 Persen Putaran Pertama PIN
Pemerintah Kota Metro telah berhasil melaksanakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang digelar secara serentak se – Kota Metro sejak 23 Juli sampa 10 Agustus 2024 Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes mengatakan pelaksanaan putaran I Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kota Metro telah mencapai target 95 persen, Hal ini disampaikan pada Minggu,11/08/2024. Sementara itu cakupan PIN polio sendiri memang harusnya berada di angka 95 persen, agar kekebalan individu dan kekebalan kelompok (herd Immunity) dapat terbentuk,”Dalam awal pelaksanaan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio sendiri, Eko Hendro mengatakan pihaknya memiliki kendala pada penjaringan sasaran di Tingkat RT RW, ada orang tua sasaran yang enggan untuk mengunjungi POS PIN. “Alhamdulillah Untuk kendala ini telah ter atasi oleh “Terobosan Terbaru Gerakan Serentak Kunjungan Rumah” yang dilaksanakan mulai tanggal 05 Agustus 2024 oleh Pemerintah Kota Metro, dalam kegiatan tersebut kader serta tenaga Kesehatan juga melaksanakan sweeping untuk mencari sasaran yang belum mendapatkan vaksin Polio nOPV2,” katanya. Selanjutnya PIN Polio akan dilaksanakan dua putaran. Di mana setiap sasaran harus mendapatkan 2 kali Vaksin Polio nOPV2, Oleh sebab itu, Dinkes Kota Metro menghimbau kepada seluruh orang tua yang memiliki anak usia 0-7 Tahun, untuk membawa anaknya ke POS PIN terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio. “Dan anak-anak yang telah mendapatkan Imunisasi Polio putaran 1, untuk kembali datang ke POS PIN terdekat untuk mendapatkan imunisasi polio kembali di putaran kedua mulai senin tanggal 12 Agustus 2024, agar kekebalan terhadap virus polio type 2 benar-benar dapat terbentuk dengan sempurna,” ungkap Eko Hendro” Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga saat ini masih menerima laporan Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat virus polio pada sejumlah wilayah di Indonesia. Sebanyak 32 provinsi dan 399 kabupaten/kota di Indonesia masuk dalam kategori risiko tinggi polio. Sejak 2022 hingga 2024 telah dilaporkan sebanyak total 12 kasus kelumpuhan, dengan 11 kasus yang disebabkan oleh virus polio tipe dua, dan satu kasus diakibatkan oleh virus polio tipe satu. Kasus-kasus ini tersebar di delapan provinsi di Indonesia yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Banten, “ungkap Eko Hendro” Kontributor Liputan_PromkesDinkesMetro/E.L
Menuju Penilaian STBM Award Dinkes Kota Metro Gelar Rapat Persiapan
Sebagai upaya meraih prestasi tinggi dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro menggelar pertemuan rapat koordinasi hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) 5 Pilar STBM, Bertempat di Ruang OR, Dinas Kesehatan Kota Metro, Rabu (31/7/2024). Pertemuan dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM, Ia memaparkan pentingnya kerja sama dengan Lintas OPD dalam pelaksanaan Persiapan Penilaian STBM Award. Diah Meira menambahkan bahwa dalam PERMENKES Nomor 3 Tahun 2014, strategi penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) meliputi 3 (tiga) komponen yang saling mendukung satu dengan yang lain yaitu; Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment); Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation); Peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply improvement); Apabila salah satu dari komponen STBM tersebut tidak ada maka proses pencapaian 5 (lima) Pilar STBM tidak maksimal. Tiga strategi ini disebut Komponen Sanitasi Total. Diah Meira mengungkapkan bahwa STBM Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kabupaten/Kota yang secara konsisten, memiliki komitmen dan partisipasi tinggi dalam pemicuan dan partisipasi masyarakat di bidang higiene dan sanitasi. Ajang ini dilaksanakan sekali dalam dua tahun. STBM Award ini bukan hanya ajang award saja tetapi tujuan utamanya adalah meningkatkan pembangunan sanitasi untuk menciptakan kondisi sanitasi yang baik berupa penyediaan sarana sanitasi yang berkualitas dan perubahan perilaku saniter masyarakat dalam rangka menunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, maka akan muncul kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Kini isu-isu kesehatan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab medis dan tenaga kesehatan saja, tetapi masyarakat memiliki peran utama dalam mewujudkan lingkungan sehat. Sisa fungsi kita semua untuk membina masyarakat agar program pusat ini dapat berjalan baik dan lancar,” jelas Diah Meira . Turut hadir dalam rapat ini perwakilan dari Bappeda Kota Metro, DPUPR Kota Metro, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Metro, Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Sanitarian Puskesmas Se-Kota Metro
Penggerakan Posyandu Aktif Tingkat Kota Metro 2024″Posyandu Aktif, Keluarga Sehat “Bersama Wujudkan Kota Metro Bebas Stunting 2024”
Pemerintah Kota Metro dipimpin oleh Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru senantiasa memperhatikan peningkatan sumberdaya manusia yang ada di Kota Metro dalam rangka mendukung program nasional mencapai Indonesia Emas tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan RI. Di Kota Metro sendiri dengan program Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang), seluruh SDM di Kota Metro mendapatkan perhatian serius. Salah satu yang tak luput dari perhatian adalah kader Posyandu, yang selama ini keberadaannya sangat mendukung dalam penyiapan SDM di Kota Metro. Berkaitan dengan itu, pada hari Selasa, 23 Juli 2024, di TMII Metro, Pemkot Metro bersama para stakeholder dan pihak swasta mengadakan kegiatan Posyandu Aktif. Kegiatan ini diisi dengan edukasi peningkatan SDM dalam bidang kesehatan, hingga bidang keuangan melalui materi literasi keuangan keluarga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Selain OJK, turut andil dalam kegiatan ini adalah PT. Bank Lampung, PT Astra, PT. Pegadaian (Persero), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Adapun kegiatan ini mengusung tema “Tema Kegiatan Penggerakan Posyandu Aktif Tingkat Kota Metro 2024“Posyandu Aktif, Keluarga Sehat: Bersama Wujudkan Kota Metro Bebas Stunting 2024” Dalam peningkatan kapasitasnya, para kader diberikan pelatihan dan pembekalan mengenai penanganan kasus kesehatan masyarakat, pentingnya promosi kesehatan, dan peran posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Dalam kesempatan ini, Wahdi mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai edukasi untuk para kader, agar tercapai revitalisasi fungsi Posyandu sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing. “Kita bisa melihat di sini mereka ini ujung tombak dalam integrasi layanan primer sesuai dengan enam pilar transformasi di bidang kesehatan. Posyandu itu terbentuk sudah lama, makanya kita hanya perlu revitalisasi fungsi dan revitalisasi sarana dan prasarana, seperti kita lihat tadi ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk dibuat posyandu, ini wujud nyata bahwa peran masyarakat juga ada disini,” paparnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan tak hanya fokus pada aspek kesehatan saja, melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah dengan Industri jasa keuangan, Kader Posyandu yang hadir diberikan wawasan bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangga agar bisa menciptakan keluarga yang harmonis. “Semoga kegiatan Posyandu Aktif dan Literasi Keuangan Keluarga ini dapat menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih luas dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan finansial masyarakat Kota Metro,” sambungnya. Sementara itu dalam sesi edukasi yang dipimpin oleh OJK, peserta diberikan informasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi, perlindungan asuransi, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan, sehingga masyarakat sejahtera secara finansial dan tidak terjebak kepada investasi ilegal atau bodong. Di kesempatan ini Oto fitriandi kepala OJK Provisi Lampung menyampaikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, kader posyandu, dan OJK, masyarakat Kota Metro akan semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan literasi keuangan. “Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Daerah dapat ditingkatkan khususnya di Kota Metro. Sementara dari segi literasi keuangan, diharapkan masyarakat Kota Metro dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya penetrasi Jasa Keuangan disini bukan membahas soal bisnis semata akan tetapi mendukung Program-program Pemerintah Daerah melalui Kader posyandu dalam mendukung gerakan penurunan angka stunting serta pengetahuan literasi akan pentingnya mengelola keuangan keluarga. “Karna menurut saya kader posyandu inikan sesungguhnya bisa menjadi aset agen literasi kepada masyarakat di Kota Metro bisa kita lihat bahwa dalam pemetaan identifikasi masyarakat secara serentak 1 kader itu bisa meng cover 10 sampai 15 orang ini artinya pengetahuan kader posyandu kalau dibekali pengetahuan kesehatan dan pengelolaan keuangan yang baik itu bisa menjadi lengkap dalam kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ungkapnya. Sebaga bentuk perhatian dan apresiasi, Pemerintah Kota Metro bekerjasama dengan pihak swasta memberikan hadiah wisata religi, berupa paket Umrah ke Arab Saudi, untuk 1 orang kader Posyandu yang diundi langsung oleh Walikota Metro. Dalam kesempatan ini juga, sebagai perhatian Wahdi memberikan santunan jaminan sosial kematian klaim BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42 Juta kepada ahli waris seorang kader posyandu yang meninggal dunia. Tak sampai di situ, ia juga menyerahkan beasiswa kepada anak cucu kader posyandu dengan masa bakti 40 tahun pengabdian yang berjumlah 4 orang kader. Kepada kader aktif yang mempunyai anak yang sedang sekolah juga diberikan Tabungan Simpanan Pelajar. Selain itu diberikan juga kepada Kader Berprestasi Tingkat Provinsi, Kader Inovasi Tingkat Kota Metro dan Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional.
Apresiasi Kinerja Kader Posyandu, Kolaborasi dengan Stakeholder, Pemkot Metro Berikan Hadiah Umrah Gratis
Pemerintah Kota Metro dipimpin oleh Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru senantiasa memperhatikan peningkatan sumberdaya manusia yang ada di Kota Metro dalam rangka mendukung program nasional mencapai Indonesia Emas tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan RI. Di Kota Metro sendiri dengan program Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang), seluruh SDM di Kota Metro mendapatkan perhatian serius. Salah satu yang tak luput dari perhatian adalah kader Posyandu, yang selama ini keberadaannya sangat mendukung dalam penyiapan SDM di Kota Metro. Berkaitan dengan itu, pada hari Selasa, 23 Juli 2024, di TMII Metro, Pemkot Metro bersama para stakeholder dan pihak swasta mengadakan kegiatan Jambore Kader Posyandu. Kegiatan ini diisi dengan edukasi peningkatan SDM dalam bidang kesehatan, hingga bidang keuangan melalui materi literasi keuangan keluarga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Selain OJK, turut andil dalam kegiatan ini adalah PT. Bank Lampung, PT Astra, PT. Pegadaian (Persero), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Adapun kegiatan ini mengusung tema “Jambore Kader Terampil Wujudkan Masyarakat Sehat”. Dalam peningkatan kapasitasnya, para kader diberikan pelatihan dan pembekalan mengenai penanganan kasus kesehatan masyarakat, pentingnya promosi kesehatan, dan peran posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Dalam kesempatan ini, Wahdi mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai edukasi untuk para kader, agar tercapai revitalisasi fungsi Posyandu sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing. “Kita bisa melihat di sini mereka ini ujung tombak dalam integrasi layanan primer sesuai dengan enam pilar transformasi di bidang kesehatan. Posyandu itu terbentuk sudah lama, makanya kita hanya perlu revitalisasi fungsi dan revitalisasi sarana dan prasarana, seperti kita lihat tadi ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk dibuat posyandu, ini wujud nyata bahwa peran masyarakat juga ada disini,” paparnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan tak hanya fokus pada aspek kesehatan saja, melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah dengan Industri jasa keuangan, Kader Posyandu yang hadir diberikan wawasan bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangga agar bisa menciptakan keluarga yang harmonis. “Semoga kegiatan Jambore Kader Posyandu dan Literasi Keuangan Keluarga ini dapat menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih luas dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan finansial masyarakat Kota Metro,” sambungnya. Sementara itu dalam sesi edukasi yang dipimpin oleh OJK, peserta diberikan informasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi, perlindungan asuransi, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan, sehingga masyarakat sejahtera secara finansial dan tidak terjebak kepada investasi ilegal atau bodong. Di kesempatan ini Oto fitriandi kepala OJK Provisi Lampung menyampaikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, kader posyandu, dan OJK, masyarakat Kota Metro akan semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan literasi keuangan. “Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Daerah dapat ditingkatkan khususnya di Kota Metro. Sementara dari segi literasi keuangan, diharapkan masyarakat Kota Metro dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya penetrasi Jasa Keuangan disini bukan membahas soal bisnis semata akan tetapi mendukung Program-program Pemerintah Daerah melalui Kader posyandu dalam mendukung gerakan penurunan angka stunting serta pengetahuan literasi akan pentingnya mengelola keuangan keluarga. “Karna menurut saya kader posyandu inikan sesungguhnya bisa menjadi aset agen literasi kepada masyarakat di Kota Metro bisa kita lihat bahwa dalam pemetaan identifikasi masyarakat secara serentak 1 kader itu bisa meng cover 10 sampai 15 orang ini artinya pengetahuan kader posyandu kalau dibekali pengetahuan kesehatan dan pengelolaan keuangan yang baik itu bisa menjadi lengkap dalam kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ungkapnya. Sebaga bentuk perhatian dan apresiasi, Pemerintah Kota Metro bekerjasama dengan pihak swasta memberikan hadiah wisata religi, berupa paket Umrah ke Arab Saudi, untuk 1 orang kader Posyandu yang diundi langsung oleh Walikota Metro. Dalam kesempatan ini juga, sebagai perhatian Wahdi memberikan santunan jaminan sosial kematian klaim BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42 Juta kepada ahli waris seorang kader posyandu yang meninggal dunia. Tak sampai di situ, ia juga menyerahkan beasiswa kepada anak cucu kader posyandu dengan masa bakti 40 tahun pengabdian yang berjumlah 4 orang kader. Kepada kader aktif yang mempunyai anak yang sedang sekolah juga diberikan Tabungan Simpanan Pelajar. Selain itu diberikan juga kepada Kader Berprestasi Tingkat Provinsi, Kader Inovasi Tingkat Kota Metro dan Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional
Ciptakan SDM Unggul, Dinkes Kota Metro Beri Pelatihan Bagi Tenaga Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar Pelatihan Edukasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan Metode Emo Demo Bagi Tenaga Kesehatan, bertempat di Ballroom Hotel Grand Skuntum dan Aula Dinas Kesehatan Kota Metro, Sabtu (20/07/2024). Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini diwakili Sabarina Amir,S.Farm,.Apt selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro, menutup acara sekaligus memberikan sambutan, mengatakan bahwa Kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi 1000 HPK dengan metode Emo Demo bagi tenaga kesehatan ini bekerjasama dengan Hanacaraka Training Center Indonesia PT Prima Medisina Hanacaraka sebagai Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan yang selanjutnya disebut Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan yang telah terakreditasi B Kementrian Kesehatan. Sabarina dalam sambutannya juga mengatakan bahwa Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) yang dikarenakan kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (sejak janin hingga anak usia 2 tahun). Hal ini berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, yang juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan, ucapnya. Sabarina mengatakan bahwa untuk merubah perilaku masyarakat yang lama ke perilaku baru yang lebih baik tentulah tidak mudah. Salah satunya merubah perilaku hidup sehat, dibutuhkan berbagai pendekatan dari pendidikan, penyuluhan hingga konseling untuk dapat merubah perilaku masyarakat. Sehingga diperlukan suatu pendekatan yang efektif agar program dapat tercapai. Salah satu metode pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat yaitu dengan metode Emotional Demonstration (Emo Demo), namun apakah Emo Demo itu? Emo Demo merupakan metode pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat target atau sasaran dari perilaku yang tidak baik atau tidak sehat ke perilaku sehat. Metode dilakukan dengan rangkaian kegiatan yang sangat partisipatif yang bertujuan untuk menyampaikan pesan sederhana dengan cara yang menyenangkan dan atau menyentuh emosi, sehingga mudah diingat dan berdampak perubahan perilaku. Tim Fasilitator Hanacaraka Training Center Indonesia PT Prima Medisina Hanacaraka memberikan demonstrasi 10 modul Emo Demo melalui peragaan yang sangat menarik dan sederhana namun mampu menyentuh emosi peserta. Demo dilakukan dengan metode komunikasi ringan sehari-hari dan peragaan yang menarik untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dengan tujuan merubah perilaku masyarakat target. Harapannya, setelah pelatihan peserta mampu mengaplikasikan dalam kegiatan pendampingan di Kota Metro. Dan akhirnya atas izin dari Tuhan Yang Maha Esa dan kita yang hadir di ruangan ini saya nyatakan Pelatihan Edukasi Gizi 1000 HPK dengan metode Emo Demo bagi tenaga kesehatan Tahun 2024 secara resmi di tutup, “ungkap sabarina”. Dalam kesempatan yang sama Ketua Tim Kerja Subtansi Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro Verdalena Hasan, SKM, M.Kes menambahkan bahwa dalam Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan secara daring/online selama 2 hari yaitu tanggal 16-17 Juli 2024 dan secara luring/offline yaitu tanggal 19-20 Juli 2024. Perlu diketahui, proses Pelatihan dalam pertemuan ini yaitu mengisi pretest dan post test, Paparan dan Tanya Jawab, Diskusi, Praktir Teori dalam kelas (role play), Penugasan dan Praktik Lapangan. Peserta pertemuan yang hadir terdiri dari Petugas Pemegang Program Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Program Gikia, Dari Seluruh Puskesmas Se-Kota Metro ungkap Verdalena Turut Hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Metro,dr. Achmad Redho Akbar sebagai salah satu narasumber Rencana Tindak Lanjut (RTL) pada pelatihan Edukasi Gizi 1000HPK dengan metode Emo Demo bagi Tenaga Kesehatan dr.Redho Akbar mengatakan bahwa di penghujung pelatihan, para peserta diminta untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dan ini tidak sekedar tugas dalam pelatihan saja, akan tetapi harus disesuaikan dengan identifikasi masalah di tempat masing-masing. Perencanaan ini penting dilakukan dengan semua tertata, mulai dari planning, organising, acunting dan conrtoling (POAC) benar-benar diterapkan dengan baik, ungkap dr redho. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro/ E.L.
Pemkot Metro : Wujudkan Lansia Berdaya dengan Inovasi LMSC (Lansia Metro Sehat Ceria) Rumuskan Strategi Kolaboratif
Pertemuan Penguatan Upaya Kesehatan Lansia bagi Lintas Program/ Lintas Sektor, Rumah Sakit Rujukan, Lembaga Swadaya Masyarakat/ Non Government Organizational, Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Grand Skuntum Metro,Jumat, 12/07/2024 Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi lansia, Dinas Kesehatan Kota Metro mengadakan pertemuan penguatan dengan melibatkan lintas program, lintas sektor, rumah sakit rujukan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Metro yang bertujuan untuk merumuskan strategi kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lansia di wilayah Kota Metro. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dr. Silfia Naharani Wahdi, Sp.KKLP, MM mengungkapkan bahwa 2045, penduduk lansia diperkirakan akan mencapai 19,9 persen atau hampir seperlima populasi. Jika para warga lansia tetap sehat dan produktif, Indonesia akan menikmati bonus demografi kedua. Warga lansia sehat dan produktif berpotensi menggerakkan perekonomian negara. Tren angka harapan hidup yang semakin tinggi ini memberikan konsekuensi untuk membuat lansia itu menjadi lansia yang sehat, lansia yang berkarya dan lansia yang berguna bukan lansia yang menjadi beban bagi keluarga, masyarakat maupun negara “lanjut Silfia Naharani” Silfia Naharani yakin dengan adanya inovasi Lansia Metro Sehat Ceria dengan salah satunya akan diadakan nya pelatihan keterampilan untuk para lansia sehingga hal ini akan menjadi salah satu wadah dalam membentuk lansia SMART (Sehat,Mandiri Aktif dan Produktif) Harapan kami melalui pembentukan Inovasi Lansia Sehat Metro Ceria yang hal ini salah satu program kerja nya adalah di adakan pelatihan ketrampilan untuk para lansia di Kota Metro, karena ini adalah salah satu upaya untuk menjaga eksistensi bangsa ini, orang tua yang sudah berusia lanjut adalah sumber nasehat dan restu sehingga harus dihormati dan harus mendapatkan perhatian, kepedulian dan kebahagiaan terutama dari lingkungan dan keluarga,” lanjutnya. Selain program pemerintah, dukungan keluarga juga diperlukan. Kehadiran keluarga berdampak positif bagi lansia. Stigma negatif terkait lansia harus segera dihilangkan. Lansia bukanlah beban melainkan orang yang terhormat dan dapat aktif berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat. Bagi penduduk usia produktif, diharapkan dapat tetap menjaga kesehatan fisik, mental maupun finansial agar tidak akan ada kata ‘merepotkan’ di masa tua nanti. Harapannya dimasa depan lansia bukan lagi menjadi objek yang tak berdaya, melainkan menjadi subjek yang berdaya, sehingga dapat terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi khususnya di Kota Metro, Sehingga lonjakan penduduk lansia di masa mendatang merupakan suatu bonus demografi yang dapat kita nikmati.”ungkap Silfia Naharani” Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes menjelaskan mengenai program baru Kota Metro yakni LSMC ( Lansia Sehat Metro Ceria) ini adalah program kesehatan lansia sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kota metro terhadap kesehatan lansia. Diah Meira mengatakan Lansia menurut UU Nomor 13 tahun 1998 adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lanjut usia (lansia) sebagai individu juga menghendaki kemandirian dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraannya. Perubahan fisik lansia akan mempengaruhi tingkat kemandirian, untuk melihat kemampuan fungsional seseorang (khususnya pada lansia) dapat diamati dari kemampuan melakukan aktivitas kesehariannya (Activities Daily Living/ADL) yang meliputi mandi, berpakaian, pergi ke kamar mandi berpindah kontinen, dan makan. Diah Meira menambah akan bahwa kedepan salah satu program dari LSMC untuk lansia yang tingkat kemandirian A yakni masih melakukan segala aktifitas sehari harinya sendiri akan di bekali beberapa pelatihan yang sesuai dengan minat ya salah satu contoh nya warga Lanjut Usia (Lansia) dibekali pelatihan kerajinan tangan atau handy craft melalui Sekolah Lansia. Diah Meira juga menambahkan untuk Lansia dengan tingkat Kemandirian B dan C dengan definisi sebagian aktivitas nya di bantu sanak saudara/ kerabat anggota keluarga lansia, sehingga kedepannya akan di adakan pelatihan cargiver dengan tujuan bagaimana memberikan bekal kepada anggota keluarga lansia dalam memenuhi kebutuhan dasar mengenai lansia, komunikasi lansia, bagaimana merawat lansia, pemenuhan gizi bagi lansia serta upaya perawatan penyakit degeneratif. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro /E.L

