Kota Metro — Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan remaja sekolah dan mendorong perilaku hidup sehat, Puskesmas Banjarsari melaksanakan kegiatan Penjaringan Kesehatan Siswa di SMK Ma’arif 1 Metro, pada Senin, 10 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Puskesmas Banjarsari dalam mendeteksi dini masalah kesehatan pada remaja serta memperkuat program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di lingkungan sekolah. Serangkaian pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan, meliputi deteksi dini penyakit tidak menular, pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan ketajaman penglihatan (tes visus), serta pemeriksaan menggunakan alat Smokerlyzer alat non-invasif untuk mengukur kadar racun karbon monoksida (CO) akibat paparan asap rokok dalam tubuh seseorang. Pemeriksaan ini sekaligus menjadi sarana edukasi dalam kampanye Promosi Kesehatan “Berhenti Merokok” di kalangan pelajar. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, mengatakan bahwa kegiatan penjaringan kesehatan ini sangat penting untuk membentuk kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi lebih awal potensi masalah kesehatan pada remaja. Dengan pemeriksaan seperti tekanan darah, gigi, mata, dan smokerlyzer, kami bisa mengidentifikasi risiko yang mungkin dialami siswa, sekaligus memberikan edukasi agar mereka mulai peduli terhadap gaya hidup sehat,” ujar dr. Balkis. Ia menambahkan, usia remaja merupakan fase penting untuk membangun kebiasaan sehat, karena pada masa inilah gaya hidup seseorang mulai terbentuk. “Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, para siswa tidak hanya mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga termotivasi untuk menjaga diri, menjauhi rokok, serta memperhatikan pola makan dan kebersihan gigi,” lanjutnya. Kegiatan penjaringan kesehatan di SMK Ma’arif 1 Metro berlangsung lancar dan disambut antusias oleh para siswa serta pihak sekolah. Para peserta terlihat aktif mengikuti pemeriksaan sambil mendapatkan penjelasan langsung dari petugas medis mengenai hasil dan tindak lanjut kesehatannya. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Banjarsari menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai tempat pengobatan, tetapi juga sebagai mitra edukasi kesehatan bagi generasi muda. Cegah Dini, Hidup Sehat, dan Wujudkan Sekolah Sehat Bersama Puskesmas Banjarsari.” Liputan Kontributor : PromkesMetro_Eci Lindasari,SKM
Menjadi Kader Posyandu Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan
Menjadi Kader Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan Kadang, menjadi kader itu terasa sederhana datang ke posyandu, menimbang balita, mencatat buku KIA, mengingatkan ibu hamil agar periksa.Namun, di balik kesederhanaan itu, ada cahaya yang tak semua orang bisa lihat. Cahaya itu lahir dari hati yang tulus, dari langkah yang selalu hadir di tengah warga.Bukan karena disuruh, tapi karena peduli.Bukan karena ingin pujian, tapi karena ingin lingkungan sehat dan bahagia. Menjadi kader bukan soal seragam atau jadwal kegiatan.Ini tentang menjadi penjaga kehidupan kecil bayi yang tumbuh sehat, ibu yang kuat, keluarga yang sadar akan pentingnya kesehatan.Tentang menjadi sahabat di tengah masyarakat, yang selalu siap mendengar, menenangkan, dan menuntun. Kadang, kerja kader tak terdengar.Tak ada sorotan kamera, tak banyak ucapan terima kasih.Tapi percayalah setiap senyum balita, setiap warga yang sembuh, setiap ibu yang merasa didampingi…Semua itu adalah pahala yang abadi, tanda bahwa cahaya kecilmu menerangi banyak hati. Karena menjadi kader bukan sekadar tugas.Itu panggilan jiwa.Dan setiap panggilan yang dijawab dengan cinta akan selalu membawa terang bagi sekelilingnya. Karya: Eci Lindasari — “Menjadi Kader Bukan Sekadar Tugas, Tapi Cahaya di Lingkungan”
Kapus Puskesmas Banjarsari dr. Balkis Sebut Kader Posyandu Garda Terdepan Jaga Kesehatan Warga Metro Utara
METRO — Kepala UPTD Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menegaskan bahwa kader pos pelayanan terpadu (posyandu) merupakan garda terdepan dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Provinsi Lampung. Hal itu disampaikannya saat kegiatan pembinaan kader posyandu di Posyandu Mawar Merah pada Rabu (8/10/2025) dan Posyandu Lestari pada Sabtu (11/10/2025) di Kelurahan Banjarsari. “Saya sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi para kader posyandu yang selalu hadir membantu masyarakat dalam setiap kegiatan pelayanan kesehatan. Mereka adalah ujung tombak keberhasilan program kesehatan di tingkat kelurahan,” ujar dr. Balkis. Menurutnya, kader posyandu memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program pemerintah, terutama di bidang kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). “Melalui kegiatan posyandu, masyarakat mendapatkan layanan kesehatan dasar dengan cepat, mudah, dan terjangkau. Semua ini tidak lepas dari kerja keras dan kepedulian para kader yang bekerja dengan tulus di tengah masyarakat,” jelasnya. Lebih lanjut, dr. Balkis menambahkan bahwa Puskesmas Banjarsari secara berkelanjutan memberikan pembinaan keterampilan kepada kader melalui pelatihan 25 kompetensi dasar kader posyandu. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar secara mandiri dan profesional. “Kami senantiasa melakukan pembinaan untuk meningkatkan kecakapan kader melalui jenjang kategori Purwa, Madya, dan Utama. Dengan sistem ini, kader dapat berkembang sesuai tingkat kemampuan dan pengalaman mereka dalam melaksanakan tugas di lapangan,” terangnya. Saat ini, di wilayah Kelurahan Banjarsari terdapat 82 kader posyandu aktif yang tersebar di sejumlah posyandu binaan Puskesmas Banjarsari. Para kader secara rutin melaksanakan kegiatan penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, penyuluhan gizi, serta kegiatan promotif dan preventif lainnya. Sebagai bentuk komitmen, Puskesmas Banjarsari terus memperkuat kapasitas kader agar semakin berdaya dan tangguh dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan masyarakat sehat. “Dengan dukungan para kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis Metro Utara dapat menjadi wilayah yang lebih sehat, tangguh, serta bebas stunting,” tutup dr. Balkis. Kontributor Liputan : Eci Lindasari
Dua Hari Gebrakan Puskesmas Banjarsari: Dari Musyawarah Warga hingga Launching PMT Cegah Stunting
“Puskesmas Banjarsari: Sahabat Sehat Keluarga, Pelopor Cegah Stunting di Metro Utara” Metro – Puskesmas Banjarsari kembali berkomitmen selalu memberikan layanan terbaik untuk masyarakat dan juga sebagai pelopor inovasi layanan kesehatan di Metro Utara. Dalam dua hari berturut-turut, puskesmas ini menggelar kegiatan besar yang menegaskan komitmennya melawan stunting. Rangkaian kegiatan dimulai dengan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Posyandu Lestari RW 08 Kelurahan Banjarsari. Keesokan harinya, dilanjutkan dengan Launching Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Cegah Stunting pada Kamis, 2 Oktober 2025, di Kota Metro. Hari Pertama: Musyawarah Masyarakat Kelurahan Kegiatan MMK membahas kondisi gizi balita di Kelurahan Banjarsari sekaligus menyusun langkah bersama untuk mencegah stunting yang juga di hadiri Lurah Banjarsari Nila Kusumawati, S.IP., M.Si. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya forum diskusi, tetapi gerakan bersama masyarakat,“Melalui forum ini, kami ingin mengidentifikasi masalah kesehatan di tingkat kelurahan, khususnya kasus gizi pada balita, sekaligus menyusun solusi yang tepat agar angka stunting bisa ditekan. Puskesmas Banjarsari siap menjadi mitra keluarga dalam mewujudkan generasi sehat,” ungkap dr. Balkis. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan SIGIZIKESGA 2025 menunjukkan adanya 25 balita di Banjarsari yang mengalami masalah gizi. Mereka menjadi sasaran utama program PMT cegah stunting yang didukung oleh YBM Brilian. Ahli gizi Puskesmas, Shera Artina, S.Gz, turut memberikan pemaparan mengenai program PMT 90 hari berbasis Pos Gizi. “Menu olahan sederhana seperti ubi, pisang, ayam, dan ikan bisa menjadi sumber gizi seimbang bagi anak, tanpa harus mahal,” jelas Shera. Hari Kedua: Launching Program PMT Sehari setelah musyawarah, Puskesmas Banjarsari melaksanakan Launching Program PMT Cegah Stunting di Kota Metro. Kegiatan ini didukung penuh oleh YBM Brilian Bandar Lampung, yang diwakili oleh Pak Amir. Acara berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan edukasi gizi, demo masak makanan sehat, pengukuran berat badan dan tinggi badan anak, serta makan bersama. Dalam sambutannya, dr. Balkis menegaskan pentingnya program ini. “Kami ingin memastikan balita mendapatkan makanan tambahan bergizi yang sesuai kebutuhan mereka. Program ini adalah langkah nyata Puskesmas Banjarsari bersama YBM Brilian dalam melahirkan generasi sehat,” tegasnya. Sementara itu, Pak Amir dari YBM Brilian menyampaikan apresiasinya. “Perbaikan gizi anak adalah investasi masa depan bangsa. Kami mendukung penuh langkah Puskesmas Banjarsari yang inovatif ini,” ujarnya. Suasana kegiatan semakin hidup dengan partisipasi warga. Anak-anak tampak gembira mengikuti pengukuran berat badan dan tinggi badan, sementara para ibu antusias menyaksikan demo masak dan menikmati hasil olahan sehat bersama. Dua hari berturut-turut dengan agenda dan komitmen dari semua pihak hal ini menegaskan bahwa Puskesmas Banjarsari bukan hanya fasilitas kesehatan biasa, melainkan pusat inovasi dan penggerak perubahan sosial di Metro Utara, Dengan strategi berbasis masyarakat, pendekatan edukasi gizi yang sederhana namun efektif, serta kemitraan strategis bersama YBM Brilian, Puskesmas Banjarsari tampil sebagai contoh nyata puskesmas modern yang menginspirasi wilayah lain. “Visi kami jelas: menjadikan Banjarsari sebagai kelurahan sehat, dengan anak-anak yang tumbuh optimal, cerdas, dan bebas stunting. Puskesmas Banjarsari akan selalu hadir dengan inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas dr. Balkis. 🖊️ Liputan Kontributor Promkes :Eci Lindasari 📸 Dokumentasi: Puskesmas Banjarsari
Mini Lokakarya Stunting Digelar Serentak se-Kota Metro 2025, Metro Utara Dorong Inovasi “Kumbang Lestari”
Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPPKB) menggelar Mini Lokakarya (Lokmin) Stunting tingkat kecamatan secara serentak di seluruh wilayah Kota Metro, Senin,30 September 2025 bertempat di Aula Kecamatan Metro Utara Kepala Dinas PPPAPPKB Kota Metro, Subehi, S.STP., M.M., menegaskan bahwa lokmin stunting menjadi forum penting bagi camat, puskesmas, dan lintas sektor untuk melakukan koordinasi, evaluasi, sekaligus merumuskan strategi percepatan penurunan stunting.“Masalah stunting tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Faktor penyebabnya kompleks, mulai dari kondisi gizi ibu hamil, pola asuh, hingga lingkungan dan akses sanitasi. Karena itu, diperlukan sinergi semua unsur agar upaya penurunan stunting dapat lebih optimal,” ungkap Subehi. Salah satu perwakilan Kecamatan Metro Utara, Kepala Puskesmas Banjarsari dr. Balkis, menambahkan bahwa selain faktor gizi, terdapat pula penyerta lain yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak. “Kami menemukan kasus-kasus yang berhubungan dengan penyakit penyerta seperti infeksi berulang, anemia, hingga bayi lahir dengan berat rendah. Hal-hal ini menjadi tantangan di lapangan, sehingga pendampingan keluarga menjadi kunci penting,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Shera Artina, S.Gz., Penanggung Jawab Gizi Puskesmas Banjarsari, memaparkan inovasi yang tengah dijalankan di Metro Utara, yakni “Kumbang Lestari” (Kelompok Tumbuh Kembang Kelurahan Banjarsari). Program ini dibentuk untuk memperkuat pemantauan tumbuh kembang anak melalui tim pelaksana yang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. “Kumbang Lestari menjadi wadah untuk mengawal anak-anak berisiko stunting dengan pendekatan lebih intensif, mulai dari pendampingan keluarga, penyuluhan gizi, hingga rujukan bila diperlukan,” jelas Shera. Meski berbagai langkah telah ditempuh, tantangan tetap ada. Antara lain, masih ditemui ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK), balita yang tidak rutin datang ke posyandu, hingga rendahnya kepatuhan kontrol kesehatan setelah mendapat rujukan. Belum lagi faktor lingkungan, seperti kualitas air minum rumah tangga yang masih memerlukan perhatian. Melalui lokmin ini, seluruh kecamatan di Kota Metro berkomitmen memperkuat koordinasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta menjalankan intervensi secara berkesinambungan. Pemerintah berharap, dengan kerja bersama, angka stunting di Kota Metro dapat terus ditekan, sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Kontributor Liputan: Promkes_Metro Eci Lindasari SKM
“Puskesmas Banjarsari Bersama YBM BRILiaN: Langkah Nyata Bangun Generasi Sehat Bebas Stunting”
Metro Utara – Puskesmas Banjarsari kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN), sebuah Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 458 Tahun 2024 yang mengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan, puskesmas ini menggelar Orientasi dan Pelatihan Kader Pencegahan Stunting di Posyandu Nusa Indah, Kelurahan Banjarsari, Jumat (26/09/2025). Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana peningkatan kapasitas kader, tetapi juga menjadi wujud nyata pendekatan promotif dan preventif yang kini semakin ditekankan dalam sistem pelayanan kesehatan. Stunting sendiri masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga berisiko menghadapi masalah perkembangan kognitif yang berdampak pada kualitas SDM di masa depan. Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kader posyandu. “Kader adalah ujung tombak dalam pencegahan stunting di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan kader memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mendampingi keluarga, khususnya ibu hamil dan balita, dalam memenuhi kebutuhan gizi dan pola asuh yang tepat,” jelasnya. Pelatihan ini memberikan materi seputar deteksi dini risiko stunting, pemantauan tumbuh kembang, hingga strategi komunikasi efektif dalam menyampaikan pesan gizi. Dengan demikian, kader tidak hanya berperan sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai agen perubahan perilaku di tingkat keluarga. Dalam kesempatan tersebut, Shera Artina, S.Gz, fasilitator dari YBM BRILiaN, memaparkan bahwa program kolaborasi ini juga melibatkan intervensi gizi langsung melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 90 hari dengan pendekatan Pos Gizi Positif Deviance (PD). “Sasaran balita dalam program ini berasal dari Kelurahan Banjarsari sebanyak 25 anak dan Kelurahan Purwosari sebanyak 15 anak di Kecamatan Metro Utara. Melalui pendekatan PD, keluarga diajak belajar dari praktik positif yang terbukti berhasil mencegah stunting meski dengan keterbatasan. Intervensi dilakukan tidak hanya melalui PMT, tetapi juga edukasi gizi, pola asuh, demo masak, dan pendampingan langsung di rumah,” terang Shera. Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Banjarsari, Nila Kusumawati, S.IP., M.Si., yang memberikan apresiasi kepada Puskesmas Banjarsari atas konsistensinya dalam menekan angka stunting di wilayah Metro Utara. “Kehadiran puskesmas dalam mendampingi masyarakat tidak hanya terlihat dari layanan kesehatan formal, tetapi juga dari inovasi lapangan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ungkapnya. Upaya ini sejalan dengan target nasional penurunan prevalensi stunting. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Provinsi Lampung tercatat sebesar 15,9 persen, menunjukkan tren perbaikan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, angka tersebut masih membutuhkan kerja keras bersama agar bisa mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030. Selain fokus pada pencegahan stunting, Puskesmas Banjarsari juga terus mengembangkan layanan promotif dan preventif lain, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, program gizi seimbang, hingga kampanye pola hidup bersih dan sehat. Sinergi dengan YBM BRILiaN semakin memperkuat daya jangkau program, terutama melalui dukungan pendanaan sosial keagamaan yang dapat diarahkan untuk intervensi gizi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan orientasi dan pelatihan kader di Posyandu Nusa Indah menjadi bukti nyata bahwa Puskesmas Banjarsari hadir tidak sekadar sebagai fasilitas kesehatan, melainkan mitra strategis masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Dengan langkah konsisten, kolaborasi lintas sektor, serta dukungan penuh dari masyarakat, Puskesmas Banjarsari optimistis dapat menjadi teladan dalam upaya pencegahan stunting di Kota Metro. Kontributor Liputan: Promkes Metro /Eci Lindasari SKM
Quiari Indonesia Perkenalkan Suplemen Kesehatan di Lampung: Seminar Hidup Sehat Bersama dr. Bobie C.M Thene dan dr. Balkis
Pada Jumat, 12 September 2025, Quiari Indonesia memperluas jangkauan mereka dengan menggelar seminar bertajuk Hidup Sehat Bincang Sehat dan Finansial di Hotel Aston Lampung. Seminar ini dihadiri oleh lebih dari seratus peserta yang mendengarkan pemaparan langsung dari Dr. Bobie C.M Thene, Sp.B, seorang dokter spesialis bedah yang berpraktik di RSUD Sukadana Lampung Timur dan RS Arta Bunda Lampung Tengah. Dr. Bobie yang dikenal sebagai Rock Star Quiari Indonesia mengajak masyarakat Lampung untuk mengonsumsi suplemen kesehatan dari Quiari yang diformulasikan khusus untuk memperlambat proses penuaan dan menjaga kesehatan tubuh. “Suplemen ini adalah langkah besar untuk mengatasi masalah penuaan dan penyakit degeneratif, yang semakin banyak ditemui di usia muda. Quiari hadir dengan bahan baku Maqui Berry yang memiliki kandungan antioksidan yang sangat kuat dan berpotensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Dr. Bobie dalam pemaparannya. Selain itu, dr. Balkis, yang juga hadir dalam seminar ini, menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui gaya hidup sehat dan asupan gizi yang tepat. dr. Balkis menjelaskan bahwa menjaga pola makan sehat dan aktif secara fisik sangat penting untuk mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan. “Sebagai tenaga kesehatan, kami selalu mendukung setiap langkah yang mengarah pada pencegahan masalah kesehatan di masa depan. Program ini sangat penting, karena selain memperkenalkan suplemen kesehatan, kita juga mengedukasi masyarakat mengenai pola makan sehat dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak dini,” ujar dr. Balkis. dr. Bobie juga menjelaskan bahwa Quiari merupakan suplemen kesehatan yang dijual langsung kepada konsumen, tanpa melalui apotek atau marketplace. “Kami ingin menciptakan peluang bisnis bagi masyarakat dengan menjadi distributor, yang tidak hanya mendapatkan keuntungan dari produk ini, tetapi juga dapat menyebarluaskan manfaatnya kepada lebih banyak orang,” tambahnya. Suplemen Quiari, seperti Quiari Shake, Quiari Energy (tablet energi), dan Quiari Prime Gel, semuanya dirancang untuk mendukung kesehatan tubuh, memberikan energi, dan memperlambat penuaan. Produk ini diproduksi oleh dr. Juan Hancke, ahli Maqui Berry terkemuka, yang juga mengembangkan produk ini agar mampu menyerap oksigen radikal lebih banyak daripada produk lain seperti buah delima atau manggis. Dalam kesempatan yang sama, dr. Balkis dan dr. Bobie menekankan pentingnya pola hidup sehat untuk mendukung generasi sehat di masa depan juga disampaikan oleh pihak Dinas Kesehatan setempat. Kegiatan seperti seminar ini memberikan nilai tambah yang sangat positif, mengingat pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran kesehatan harus dimulai dari usia dini. Dengan langkah preventif yang melibatkan pemeriksaan kesehatan dan pola hidup sehat seperti yang diadakan dalam seminar ini, masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga pola makan sehat dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Program kesehatan yang didorong oleh Quiari Indonesia juga bertujuan untuk memastikan bahwa generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan bugar, siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Lampung, yang kini menjadi bagian dari ekspansi pemasaran Quiari, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat. dr. Bobie berharap agar Lampung menjadi pusat percontohan bagi pengembangan suplemen ini, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan memperlambat proses penuaan. “Suplemen ini hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam pencegahan penyakit degeneratif yang semakin tinggi. Dengan mengonsumsi suplemen yang tepat, kita bisa mengurangi risiko tersebut sejak dini,” tambah dr. Bobie. Quiari Indonesia yang hadir di Lampung sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan kesehatan yang lebih baik untuk masyarakatnya, khususnya dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045. Generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan terus melaksanakan program-program kesehatan seperti ini, diharapkan masyarakat Lampung dapat lebih peduli pada pola hidup sehat dan mengurangi potensi masalah kesehatan di masa depan. Kegiatan edukasi dan informasi yang terus dilakukan oleh dr. Bobie dan tim di Lampung memberikan harapan besar dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan produktif.
Mengabdi dengan Hati: Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Komitmen Tinggi dalam Pelayanan Kesehatan di Posyandu SriKandi” Bersinergi dengan Kader Posyandu, Mewujudkan Generasi Sehat di Kota Metro”
Pada Jumat, 12 September 2025, Puskesmas Banjarsari kembali memperlihatkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menggelar kegiatan Posyandu SriKandi di Kelurahan Banjarsari. Kegiatan ini bukan hanya sebuah rutinitas, namun juga wujud nyata pengabdian dan dedikasi para tenaga kesehatan yang selalu siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan Puskesmas Banjarsari, di antaranya yang bertugas pada hari ini :yang secara rutin berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. • Putri Aisyah, Amd.Kes• Kristinawati, Amd.Kep• Shera Artina, S.Gz• Santi Prastianingrum, Amd PKIP• Eci Lindasari, SKM• Fiqih Kartika Murti, Amd.Keb• Pradita Nugraheni, Str.Keb• Ajeng Hayyushabilla, Amd.Keb Para tenaga kesehatan ini berkolaborasi dengan kader Posyandu SriKandi, yang memiliki peran penting dalam memastikan terlaksananya program kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kader Posyandu dan petugas kesehatan bekerja bahu-membahu dalam memantau kesehatan ibu hamil, bayi, balita, serta memberikan penyuluhan mengenai gizi yang tepat dan pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah. Dalam kegiatan ini, petugas kesehatan dari Puskesmas Banjarsari tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, tetapi juga memberikan edukasi yang sangat penting mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta pencegahan penyakit umum yang terjadi pada anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan balita. Penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, MPASI kaya protein, serta vaksinasi lengkap untuk mencegah penyakit menular menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Melalui program Posyandu ini, Puskesmas Banjarsari menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang sehat dan cerdas. Dengan mencegah masalah kesehatan sejak dini, program ini berfokus pada tumbuh kembang anak-anak, memastikan mereka mendapatkan pemantauan kesehatan yang optimal untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Di bawah kepemimpinan dr. Balkis, Kepala Puskesmas Banjarsari, Puskesmas Banjarsari telah berhasil mewujudkan sebuah sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya peduli dengan aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan emosional dan sosial masyarakat. Kegiatan Posyandu SriKandi adalah salah satu contoh dari pelayanan kesehatan yang holistik dan menyeluruh, dengan tujuan untuk menurunkan angka kecacatan dan kematian yang bisa dicegah di masa depan. Dengan adanya kolaborasi antara tenaga kesehatan Puskesmas Banjarsari dan kader Posyandu, Kota Metro semakin dekat untuk mewujudkan visi kesehatan yang lebih baik, serta membangun masyarakat yang sadar akan pentingnya hidup sehat. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Puskesmas Banjarsari untuk menciptakan Kota Metro yang lebih sehat dan cerdas. Selain itu, melalui upaya-upaya proaktif seperti ini, diharapkan akan tercipta generasi muda yang tidak hanya sehat, tetapi juga cerdas, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Kadis Kesehatan Eko Hendro Turun Langsung Tinjau Cek Kesehatan Gratis di SMA Negeri 4 Metro: Sukseskan Asta Cita Presiden Prabowo”
Rabu, 4 September 2025 – Dalam rangka memastikan kesehatan dan kesejahteraan siswa, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, bersama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Metro, Bdn. Diah Meirawati, STr.Keb., SKM., MKes, melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMA Negeri 4 Metro. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif untuk memastikan generasi muda tumbuh sehat, cerdas, bugar, dan siap menghadapi tantangan hidup, ikut serta juga dalam kegiatan ini Plt Kepala Puskesmas Tejoagung Opsi Okta Handayani, S.ST., M.Kes. Dalam kegiatan yang berlangsung di sekolah tersebut, Dr. Eko Hendro Saputra mengungkapkan bahwa pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak usia sekolah sangat penting untuk mencegah berbagai masalah kesehatan yang sering tidak terdeteksi. “CKG merupakan langkah preventif yang sangat penting untuk memonitor kesehatan anak-anak kita. Program ini bertujuan untuk mencegah masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan perkembangan mereka,” ujar Dr. Eko Hendro Pemeriksaan kesehatan ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mencakup penyuluhan mengenai pola makan sehat, pentingnya aktivitas fisik, serta pencegahan penyakit yang umum terjadi di kalangan anak-anak usia sekolah. Dalam kesempatan yang sama, Diah Meirawati menegaskan bahwa CKG juga bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak usia sekolah menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. “Selain pemeriksaan kesehatan rutin, penting bagi kami untuk mendeteksi lebih dini masalah kesehatan yang sering kali tidak terlihat, seperti anemia, gangguan penglihatan, dan pola makan tidak sehat,kegiatan ini juga diikuti dengan penyuluhan terkait pola makan sehat dan pentingnya gizi yang seimbang untuk anak-anak dan remaja. “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal dan mencegah penyakit-penyakit yang bisa timbul di kemudian hari,” kata Diah Meira Selain itu, Opsi Okta, Plt Kepala Puskesmas Tejoagung, turut menjelaskan bahwa deteksi dini terhadap masalah kesehatan seperti anemia dan gangguan penglihatan sangat penting, karena masalah ini bisa memengaruhi kualitas hidup dan prestasi belajar anak-anak. Dr. Eko Hendro juga menekankan Kegiatan CKG ini, yang dilakukan dengan penuh perhatian terhadap kesehatan anak-anak, selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita untuk menciptakan Generasi Emas 2045. Program CKG ini mendukung cita-cita besar pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang, dengan memastikan mereka sehat secara fisik dan mental, serta siap berkontribusi untuk masa depan bangsa. Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga bagian dari langkah proaktif untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Dengan pelaksanaan CKG di SMA Negeri 4 Metro, Dinkes Kota Metro dan Puskesmas Tejoagung menegaskan komitmennya untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Pemeriksaan ini bukan hanya bertujuan untuk memantau kesehatan fisik siswa, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk mengurangi angka kecacatan dan kematian yang bisa dicegah di masa depan. Program ini sejalan dengan tujuan nasional untuk meningkatkan kualitas hidup melalui pencegahan penyakit sejak dini, serta mendukung visi Kota Metro sebagai Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius Dengan terus melaksanakan program-program kesehatan seperti ini, diharapkan Kota Metro dapat mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kontributor Liputan : Promkes Eci Lindasari,SKM
Puskesmas Banjarsari Tunjukkan Langkah Nyata dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Kota Metro dengan Penilaian 25 Kompetensi Kader Posyandu, Dibawah Kepemimpinan Kepala Puskesmas dr. Balkis”
Rabu, 10 September 2025, Puskesmas Banjarsari mengadakan kegiatan penilaian keterampilan kader posyandu di Posyandu Dewi Sri, Kelurahan Banjarsari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kader posyandu memahami dan menguasai 25 keterampilan dasar yang berkaitan dengan kesehatan ibu, bayi, balita, usia sekolah, remaja, hingga lansia. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, yang membuka acara tersebut dan menyampaikan pentingnya keterampilan kader posyandu dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam sambutannya, dr. Balkis menekankan bahwa penilaian keterampilan ini sangat vital untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan layanan kepada masyarakat, khususnya dalam melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, serta lansia. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi evaluasi tetapi juga dapat mendorong kader untuk meningkatkan kinerjanya dalam pelayanan posyandu,” ujar dr. Balkis. Santi Prastianingrum,Amd PKIP yang juga merupakan petugas promosi kesehatan (Promkes) dari Puskesmas Banjarsari, sebagai tim penilai yang memberikan penjelasan tentang pentingnya pengelolaan posyandu yang efektif, menjelaskan bahwa keterampilan kader dalam melakukan pencatatan, pelaporan, serta komunikasi efektif adalah aspek yang sangat penting. “Sebagai kader posyandu, ibu kader harus tahu betul tentang cara mengelola posyandu dengan baik. Ini termasuk mengerti tentang paket layanan posyandu, bagaimana melakukan pencatatan dan pelaporan yang benar, serta bagaimana cara melakukan komunikasi yang efektif dengan masyarakat,” kata Santi. Santi juga menjelaskan tentang pentingnya keterampilan kader dalam melakukan kunjungan rumah untuk memantau perkembangan kesehatan ibu dan anak. “Kader posyandu harus mampu memberikan penyuluhan yang efektif tentang ASI Eksklusif, imunisasi, serta pengukuran berat dan tinggi badan bayi dan balita,” lanjutnya. Eci Lindasari, SKM, memberikan penjelasan terkait Sebagai bagian dari penilaian, kader posyandu dibagi dalam kategori berdasarkan jumlah tanda kecakapan yang dicapai. Kader Purwa, yang memiliki kecakapan dasar dalam pengelolaan posyandu, bayi dan balita, serta ibu hamil, adalah mereka yang memiliki 17 hingga 16 tanda kecakapan. Sedangkan Kader Madya adalah kader Purwa yang sudah melengkapi kecakapan dalam empat kelompok keterampilan dasar, sementara Kader Utama adalah kader Madya yang sudah melengkapi semua keterampilan dasar posyandu dan kesehatan masyarakat kemudian Eci Linda juga mengungkapkan pentingnya penyuluhan gizi, terutama bagi ibu hamil, balita, serta remaja. “Selain tugas utama kader posyandu dalam memantau perkembangan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan tentang gizi yang tepat juga sangat penting. Salah satu contoh adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil, serta pentingnya ASI eksklusif dan MPASI kaya protein bagi balita,” ujar Eci. Shera Artina, SGz, sebagai petugas gizi dari Puskesmas Banjarsari, turut menjelaskan tentang pentingnya imunisasi lengkap dan pencegahan penyakit melalui gizi seimbang. “Kader posyandu juga berperan penting dalam memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup dan melakukan imunisasi rutin sesuai jadwal. Penyuluhan mengenai tanda bahaya selama kehamilan juga merupakan bagian yang tak kalah penting dalam mendukung kesehatan ibu hamil,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Banjarsari berharap dapat memastikan bahwa seluruh kader posyandu memiliki pemahaman yang cukup dan keterampilan yang memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kader yang terampil dan kompeten diharapkan dapat membantu mengurangi angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Dengan penilaian dan pelatihan yang berkelanjutan, Puskesmas Banjarsari berkomitmen untuk menciptakan Kota Metro yang lebih sehat, di mana pelayanan kesehatan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dengan kualitas yang baik.

