Dinas Kesehatan Kota Metro Melalui Subtansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), menggelar talkshow tuberkulosis (TB) dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2023 yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Metro berlangsung cukup meriah. Kegiatan berlangsung di Halaman Pondok Pesantren Ahmad Dahlan Metro, di isi dengan Serangkaian Kegiatan di mulai dari Senam KJR Bersama, Pertunjukan Angklung Anak Sekolah, Paduan Suara dan Tari Sigeh Penguten.

Talk show menghadirkan pembicara dr. Ronald David Martua.sp.PD dan dr. Andreas Infianto, Sp.P. Spesialis Paru dengan moderator dr Melly Kemerdasari Sp. KKlp.

Walikota Metro yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Metro Bangkit Haryono Utomo dalam sambutan di Acara Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS),
ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen kita bersama dalam mendukung komitmen Pemerintah sesuai dengan Perpres No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis dan menjadi momen yang tepat untuk mengajak keterlibatan multi-sektor dalam peningkatan peran serta komunitas, pemangku kepentingan, dan multisektor lainnya dalam penanggulangan TBC.

Sesuai dengan tema HTBS 2023 “Ayo Bersama Akhiri TBC, Indonesia Bisa!” hal ini sejalan dengan inovasi Pemerintah Kota Metro dalam penanggulangan TBC “JAMOU TB” (Jaring Aktif, Mobilisasi, Tuntaskan Tuberkulosis). Saya mengajak bapak ibu hadirin skalian agar turut aktif dalam percepatan penanggulangan TB di Kota Metro dengan cara menjaring suspect TB/ Temukan orang-orang disekitar kita yang memiliki gejala TB untuk segera melakukan pemeriksaan dahak dan melakukan Pengawasan Minum Obat sampai sembuh dan tuntas.”ujar sekda Kota Metro”
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes dalam Kegiatan ini menyampaikan penanggulangan TB menjadi tanggung jawab semua pihak, Ia berharap RAD Penanggulangan Tubercolosis menjadi dasar sekaligus pedoman perangkat daerah dan aparatur pemerintah daerah serta kelompok masyarakat di Kota Metro dalam melaksanakan upaya Penanggulangan TB.

Eko Hendro juga mengatakan dalam kasus Tuberculosis penderita seakan enggan melaporkan karena masih adanya stigma buruk dalam masyarakat dalam memandang penderita TB.
“Sehingga masih ada label tersendiri di masyarakat mengenai penderita TB, yang hal ini menyebabkan penderita enggan melapor sehingga penanggulangan akan semakin sulit,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Metro Verawati Nasution,SKM.,MKes mengharapkan Kasus TB yang ditemukan harus linier dengan yang sembuh sehingga semakin banyak kasus yang ditemukan, akan semakin banyak pula kasus yang bisa disembuhkan.

“Perlu adanya sinergi antara Pemerintah melalui Puskesmas maupun Rumah Sakit dengan stakeholder, termasuk masyarakat sebagai komponen utama dalam pencegahan,” imbuhnya.
Sementara itu,Subkoordinator Subtansi P2PM Surtini.S.ST , menambahkan Upaya lainnya juga terus ditingkatkan seperti penguatan koordinasi dengan Mitra Pemerintah seperti Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan TBC (KOPI TB) Kota Metro dan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Metro, saya harapkan dapat memberikan kontribusi maksimal dalam percepatan penanngulangan TBC di Kota Metro ini.
Turut Hadir Dalam Kegiatan Memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2023,Ketua TP PKK Kota Metro Ny. dr. Silfia Wahdi, Sp.KKLP., MM, Staf Ahli II AC Yuliwati, Kepala SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro Ali Musyafa, SAg, MM.
Kontributor Artikel_PromkesDinkesMetro