berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Bidang Kesehatan Masyarakat subtansi Promosi Kesehatan & PM memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia bertempat di TK Pertiwi Kota Metro, Jumat (1/12/2023).

Dalam sambutannya, Walikota Metro dr.Wahdi Siradjuddin, Sp.OG(K).,M.H mengatakan meski sekarang pandemi Covid-19 sudah berakhir, Peringatan Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ini jangan hanya sekadar perayaan, melainkan harus menjadi suatu kebiasaan bagi seluruh masyarakat. Hal ini untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan sebagai upaya untuk menurunkan tingkat penyakit dan pencegahan terhadap penyakit yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia dan dengan ini merupakan salah satu wujud kita, sebagai bentuk penerapan Annadhofatu minal iman (kebersihan sebagian dari iman).

Walikota Metro mengatakan Cuci tangan pakai sabun yang membutuhkan 20 detik ini sangat penting dan berdampak terhadap kesehatan, Cuci tangan pakai sabun merupakan bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang penting untuk dibiasakan baik di rumah maupun di sekolah” ucap wahdi
Dalam kegiatan tersebut Walikota Metro beserta pimpinan OPD yang hadir, dan jajarannya memperagakan cara mencuci tangan pakai sabun yang baik dan benar, yang dipandu oleh para Dokter Kecil (Dokcil).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra.,ST.,MKes mengatakan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tahun ini mengusung tema: Tangan Bersih Berada dalam Jakauan.

Kegiatan ini bertujuan menurunkan angka kematian untuk anak-anak. Dalam studi WHO tahun 2020, kasus diare menurun menjadi 32 persen, dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap sanitasi dasar. Yaitu, 45 persen dengan perilaku cuci tangan pakai sabun dan 39 persen prilaku pengelolaan air minum dirumah tangga.

Dalam Kesempatan yang sama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menambahkan situasi yang tepat melakukan CTPS ialah saat seseorang telah menyentuh manusia, hewan, benda, hingga segala bentuk permukaan yang berpotensi mengandung kuman.

Selain itu CTPS disarankan di lima waktu penting yakni sebelum dan setelah makan. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah penyebaran kuman di tangan pindah ke makanan yang akan dikonsumsi,Setelah menggunakan toilet pun, CTPS penting untuk menghindari penyebaran bakteri atau kuman yang kemungkinan tertinggal dalam lingkungan toilet.
Lalu, ketika seseorang sakit atau merawat orang yang sedang sakit, CTPS secara teratur diperlukan untuk mengurangi
resiko penyebaran penyakit,
CTPS juga berlaku bagi seseorang yang memiliki hewan peliharaan atau sehabis memegang sampah lantaran berpotensi mengandung kuman atau bahan kimia berbahaya.

Terakhir, CTPS harus disegerakan apabila tangan terlihat kotor atau bernoda guna menghindari penyakit yang tak diinginkan masuk ke dalam tubuh dan Teknik CTPS ini pun dinilai dapat mencegah beberapa penyakit yakni diare, tipes, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), hingga kecacingan.
Liputan : Kontributor Promkes Dinkes