Petugas Puskesmas Banjarsari melaksanakan kunjungan lapangan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak pra sekolah melalui kegiatan SDIDTK di TK Al Qodim, Rabu 04 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan anak sesuai usia, sekaligus mendeteksi dini potensi masalah perkembangan sejak usia pra sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan pada anak. Hasil pengukuran kemudian digunakan untuk perhitungan status gizi. Langkah ini membantu petugas mengidentifikasi anak dengan pertumbuhan normal maupun anak yang memerlukan pemantauan lebih lanjut.

Selain pemeriksaan pertumbuhan, petugas juga melakukan skrining perkembangan anak. Skrining mencakup aspek motorik kasar, motorik halus, bahasa, serta sosial dan kemandirian. Pemeriksaan ini bertujuan menangkap tanda awal keterlambatan perkembangan agar stimulasi dan tindak lanjut dapat diberikan lebih cepat.
Pada rangkaian yang sama, petugas memberikan vitamin A dan obat cacing sesuai sasaran. Pemberian dilakukan dengan pencatatan agar tepat sasaran dan mendukung pemantauan program.

Kegiatan SDIDTK di sekolah dinilai efektif karena anak hadir dalam waktu yang sama sehingga pemeriksaan berjalan lebih terarah. Guru juga dapat ikut mengamati proses skrining, sementara orang tua memperoleh informasi berbasis hasil ukur yang jelas dan dapat ditindaklanjuti.
Kepala Puskesmas Banjarsari, dr. Balkis, mengungkapkan bahwa kegiatan SDIDTK di sekolah menjadi langkah penting untuk memastikan anak-anak mendapat pemantauan yang merata. Menurutnya, pemeriksaan langsung di sekolah membantu menemukan tanda risiko lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat, baik melalui edukasi, pemantauan ulang, maupun rujukan jika diperlukan.

Petugas Puskesmas Banjarsari yang melaksanakan kegiatan di TK Al Qodim yaitu Ns. Dwi Endarwati Ningsih, S.ST, Eci Lindasari, SKM, Shera Artina, S.Gz, dan Pradita Nugrahini, S.Tr.Keb. Tim bertugas pada pos pengukuran, pencatatan, skrining, serta edukasi singkat kepada pihak sekolah.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Banjarsari mendorong deteksi dini sebagai langkah pencegahan. Anak dengan hasil normal tetap dipantau secara berkala, sementara anak yang teridentifikasi berisiko akan diarahkan untuk pendampingan dan pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan.
Kontributor Liputan ; Promkes_ Eci Lindasari

