Kepala Dinkes Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes menjadi narasumber pada Monev Implementasi Dasboard Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang digagas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegitan tersebut diselenggarakan melalui zoom meeting, Jumat (19/05/23). Dalam kesempatan tersebut, Eko Hendro menyampaikan paparan terkait implementasi Dashboard KTR yang telah dilakukan di Kota Metro. Alhamdulillah, kami mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan materi implementasi Dasboard KTR yang sudah kami lakukan dalam pembinaan dan pengawasan KTR di Kota Metro,” tuturnya kepada dinkes.metro.go.id. Eko Hendro menambahkan, dalam implementasi Dashboard KTR tersebut, pihaknya melakukan sejumlah langkah. Yaitu memasukkan regulasi terkait KTR di Kota Metro seperti Peraturan Wali Kota, Peraturan Daerah, dan Surat Keputusan. Kemudian, pengawasan tujuh KTR di titik lokasi spesifik. Turut Mendampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Metro, Verawati Nasution,SKM dalam kegiatan zoom meeting Monev Implementasi Dasboard KTRMenyampaikan Langkah selanjutnya dalam Implementasi Dasboard KTR adalah dengan penegakan berupa teguran lisan, sanksi administrasi, dan denda. Lalu, kepatuhan dengan melakukan pengawasan dan pembinaan pada tujuh KTR. Kami juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan dalam menjalankan implementasi Dashbord KTR dengan membuat surat edaran, melakukan sosialisasi secara masif ke setiap stakeholder terkait, dan melengkapi setiap aspek dan indikator yang dapat meningkatkan nilai capaian,” pungkasnya. Turut hadir Subkoordinator Subtansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Opsi Okta Handayani,S.ST.,MKes menyampaikan Dashboard KTR itu sebagai instrumen berbasis aplikasi media daring dan selular yang memantau kinerja pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan dan penegakan KTR. Termasuk memantau tingkat kepatuhan masyarakat (Individu maupun pengelola tempat) terhadap peraturan KTR. Opsi juga menambah akan bahwa tujuan membuat Dashboard KTR sebab di dengan tahun 2022 di Lampung menjadi provinsi yang memiliki penduduk usia 15 tahun ke atas yang merokok tertinggi, yakni mencapai 34,07%.#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) Di Kelurahan Imopuro dan Kelurahan Metro- Dinkes Metro
Mengantisipasi meluasnya penyebaran virus dengue yang ditularkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subkoordinator Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular berkolaborasi dengan Subtansi Promkes dan PM Dinkes Kota Metro berkerja sama dengan Puskesmas Metro, sedang melaksanakan Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk. Gerakan ini merupakan upaya pencegahan penularan penyakit DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Dinas Kesehatan Kota Metro dan Puskesmas Metro mendorong masyarakat di kelurahan Imopuro dan Kelurahan Metro untuk ikut berpartisipasi melakukan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (Gertak PSN) Jumat 19 Mei 2025. “Imbauan ini kami sampaikan kepada masyarakat, agar ikut berpartisipasi dalam memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypt dapat diberantas dengan melakukan 3M Plus. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes, di wakili Subkordinator Subtansi Promkes dan PM Maryanto,SKM menghimbau untuk rutin memberantas sarang nyamuk, salah satunya seminggu sekali membersihkan air di tempat penampungan air, mengubur barang bekas dan juga rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk baik di rumah, kantor maupun sekolah. Kegiatan gertak PSN ini harus dimulai dari keluarga dengan membersihkan rumah masing-masing setiap hari, agar menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat,” ujar subko promkes” Sementara itu,Subkoordinator Subtansi P2PM Surtini.S.ST , menambahkan,tujuan secara umum dilakukannya GERTAK PSN adalah untuk meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) sehingga seluruh Masyarakat terbebas dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap kesehatan lingkungan yang merupakan salah satu faktor pencetus meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan GERTAK PSN. Untuk itu diperlukan adanya suatu penanganan yang serius untuk menekan kasus DBD (Demam Berdarah Dengue). Salah satu upaya Pengendalian Vektor DBD (Demam Berdarah Dengue) yang paling efisien dan efektif adalah dengan memutus rantai penularan melalui pemberantasan jentik. Pelaksanaannya di masyarakat dilakukan melalui upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN-DBD) dalam bentuk kegiatan 3 M plus. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, kegiatan 3 M Plus ini harus dilakukan secara luas/serempak dan terus menerus/berkesinambungan Gerakan PSN DBD merupakan bagian yang paling penting dari keseluruhan upaya pemberantasan DBD selain itu peran kader JUMANTIK sangat dibutuhkan untuk mengecek kondisi pemukiman warga, Fenomena fogging tidak efektif karena hanya bisa membunuh nyamuk saat itu saja, sedangkan jentiknya tidak mati. Fogging juga berbahaya bagi lingkungan apabila dilakukan berlebihan,Dengan sinergi yang kuat dan peran aktif dari seluruh masyarakat, diharapkan tidak ada peningkatan Kasus DBD di Kota Metro Turut Hadir Dalam Kegiatan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk (Gertak PSN)Kepala Puskesmas Metro, dr. Ria Putriono.#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Dinkes Kota Metro dan LLI Gelar Pelatihan AoC Bertajuk Gerakan Kesehatan Usia Lanju
Dinas Kesehatan Kota Metro berkolaborasi dengan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Cabang Kota Metro menggelar kegiatan pelatihan kader bagi para Agent of Change (AoC) bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro. Rabu, 17 Mei 2023. Para AoC ini adalah mereka yang menggaungkan Gerakan Kesehatan Usia Lanjut. Diadakannya pelatihan ini dalam upaya mengoptimalkan peran lansia sebagai AoC dalam ruang lingkup peningkatan pengetahuan, kemampuan mengedukasi sesama lansia, terlibat aktif dalam skrining dan layanan kesehatan lansia sekaligus juga memperingati HLUN (Hari Lanjut Usia Nasional). Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes di wakili Sekretaris Dinkes Metro, dr. Redho Akbar membuka secara resmi acara Orientasi AOC Gerakan Kesehatan Lanjut Usia dengan tema Lansia Terawat Indonesia Bermartabat. dr. Redho menyampaikan dalam sambutan nya bahwa AoC adalah gerakan menolong atau mengajak para lansia untuk peduli kepada lansia lainnya dan juga merubah cara hidup lansia untuk menjadi lansia yang tetap sehat, mandiri, aktif dan produktif. Sehingga bermanfaat untuk sekitarnya dan bukan menjadi beban dari keluarga. Jadi dengan adanya AoC yang sudah kita latih dan kita beri bekal diharapkan bisa untuk bagaimana caranya mengajak lansia yang belum mau bergabung dan juga bagaimana caranya mengajak keluarga-keluarga yang belum memberi kesempatan para lansia untuk berkembang dan menjadi hebat di hari tuanya,” ujar dr.Redho” Turut hadir Subkoordinator Kesga Gizi Risnawati,SKM menyampaikan Kegiatan ini menjadi momentum bagi para Lansia untuk menyerukan kepada generasi muda Indonesia bahwa menjaga kesehatan sejak dini merupakan investasi yang berharga, sehingga pada saatnya nanti setiap individu mampu menjadi Lansia yang sehat, yakni Lansia yang aktif, mandiri, dan produktif. Lansia merupakan sebuah siklus hidup manusia yang hampir pasti dialami setiap orang. Kenyataan saat ini, setiap kali menyebut kata “Lansia” yang terbersit di benak kita adalah seseorang yang tidak berdaya, dan memiliki banyak keluhan kesehatan. Padahal, Lansia sebenarnya dapat berdaya sebagai subyek dalam pembangunan kesehatan. Pengalaman hidup, menempatkan Lansia bukan hanya sebagai orang yang dituakan dan dihormati di lingkungannya, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan (agent of change) di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya dalam mewujudkan keluarga sehat, dengan memanfaatkan pengalaman yang sudah dimiliki dan diperkaya dengan pemberian pengetahuan kesehatan yang sesuai.#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro , Dinkes Kota Metro Lakukan Penilaian Posyandu dengan lima indikator
Pemerintah Kota Metro mengadakan kegiatan penilaian lomba Kelurahan Tingkat Kota, kegiatan kali ini di laksanakan di Aula Kelurahan Mulyosari, Metro Barat, Selasa (16/05/2023). Asisten I Supriyadi, yang juga selaku Ketua Tim lomba mengucapakan puji syukur atas nikmat sehat jasmani dan rohani, sehingga dapat kumpul dalam rangka penilaian lomba kelurahan tingkat Kota Metro. Dimana untuk Kecamatan Metro Barat di wakili oleh Kelurahan Mulyosari. Lomba kelurahan tingkat Kota Metro tahun 2023, dilaksanakan sesuai dengan Permendagri Nomor 81 tahun 2015, tentang lomba kelurahan sebagai evaluasi dan penilaian perkembangan penyelenggaraan pemerintahan, kewilayahan, kemasyarakat yang diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kota, tingkat provinsi sampai dengan tingkat nasional. “Dengan tema Tata kelola Pemerintahan Yang Baik Dalam Mewujudkan Stabilitas Ekonomi Dan Sosial Kelurahan, kegiatan ini berupaya meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat dan meningkatkan kemampuan untuk memperkuat serta menjaga stabilitas ekonomi dan sosial menghadapi berbagai dinamika dan tantangan yang terjadi saat ini di masa yang akan datang,” kata Supriyadi. Turut hadir dalam acara penilaiain Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro dari Dinas kesehatan Kota Metro , Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Kota Metro Diah Meirawati,SKM.,MKes, Diah Meira menyampaikan dalam indikator penilaian lomba kelurahan dalam segi kesehatan adalah indikator Rumah sehat, Warung Sehat , Posyandu. Penilaian Posyandu Dalam penilaiannya, tim penilai akan melakukan penilaian di posyandu yaitu meliputi lima indikator, yakni yang pertama adalah Administrasi Posyandu yang terdiri dari kelembagaan Posyandu, pengelolaan Posyandu, data kelengkapan administrasi, sarana peralatan dan administrasi, lalu yang kedua adalah Hari Buka Posyandu dan Kemampuan Kader yang meliputi mulai pendaftaran, penimbangan, pencatatan, penyuluhan serta kegiatan tambahan penunjang kesehatan. Untuk indikator yang ketiga adalah Peran Serta Masyarakat Terhadap Hasil Kegiatan Posyandu dan Peran Tim Pokjanal Posyandu yang meliputi opini masyarakat tentang Posyandu yang bersangkutan, pembiayaan Posyandu, sumber daya dan sumber dana, pendataan hasil kegiatan, pendataan bayi, Balita dan Bumil di Posyandu, keberadaan Pokjanal Posyandu di tingkat kecamatan, dan kontribusi serta pembinaan yang telah dilakukan oleh Pokjanal. Indikator keempat adalah Program Inovasi dan Pelayanan Posyandu, yang meliputi penilaian kehadiran tim Pokjanal Posyandu, penilaian inovasi Posyandu, penilaian program-program Posyandu, penilaian peran serta instansi terkait seperti Puskesmas, Petugas Lapangan Keluarga Berencana, dan inovasi Posyandu pada saat kunjungan penilaian. Sedangkan indikator penilaian terakhir yakni Pembinaan Posyandu, seperti pembentukan Pembina, susunan dan peran Pembina Posyandu, serta kegiatan pembinaan.”ujar Diah Meira Kabid Kesmas”#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Dinkes Kota Metro dan Puskesmas Metro Gelar Kegiatan Deteksi dini PTM Prioritas dan Deteksi Dini Kanker Servik dan Kanker Payudara di TK Pertiwi Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subtansi Penyakit Tidak Menular (PTM) bekerja sama dengan Puskesmas Metro menggelar Deteksi dini PTM prioritas dan deteksi dini ca serviks dan ca payudara, bertempat di TK pertiwi Kota Metro, 16 Mei 2023. Rangkaian tes ini diawali dengan pendaftaran dan pengisian biodata, pengukuran berat badan, lingkar perut dan tensi, pengukuran gula darah, penyuluhan Sadanis, pemeriksaan payudara dan pemeriksaan IVA. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Metro, Verawati Nasution menyampaikan dengan adanya program deteksi dini kanker serviks melalui metode pemeriksaan IVA ini dapat membantu masyarakat khususnya keluarga besar TK Pertiwi Kota Metro untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan organ reproduksi serta mencegah terjadinya progresifitas penyakit jika ditemukan gejala awal dari kanker serviks,” harapnya . Turut hadir Subkoordinator Subtansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Opsi Okta Handayani,S.ST.,MKes menyampaikan bahwa selain menggunakan metode pemeriksaan IVA Test, pencegahan kanker servik juga dapat dilakukan melalui program CERDIK (Cek Kesehatan secara Rutin, Enyahkan Rokok, Rajin Aktifitas Fisik, Siet Sehat Seimbang, Istirahat Cukup dan Kelola Setres) Lewat kegiatan ini, diharapkan pegawai terutama kaum wanita dapat lebih peduli untuk melakukan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara.#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Eko Hendro Kadis Kesehatan Kota Metro Dorong RSUD Sumbersari Bantul Harus Selalu Berinovasi
Selasa, 16 Mei 2023 Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes pimpin apel pagi bersama seluruh karyawan di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Sumbersari Bantul Kota Metro. Kepala Dinas Kesehatan Eko Hendro mengajak seluruh staf untuk memperhatikan dan membenahi pelayanan kepada Masyarakat yang berkunjung ke RSUD Sumbersari Bantul Kota Metro,dengan mengutamakan keselamatan pasien sehingga citra Rumah Sakit Umum Daerah Sumbersari Bantul akan baik dan melekat di hati masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala Kesehatan Dinkes Metro berharap agar RSUD Sumbersari Bantul tidak berhenti berinovasi dan selalu meningkatkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. “Rumah Sakit Umum Daerah Sumbersari Bantul Kota Metro selayaknya lebih meningkatkan inovasi-inovasi dalam setiap aspek pelayanan kepada pasien dengan yang berorientasi pada pasien, selain itu seluruh SDM RSUD Sumbersari Bantul harus menerapkan budaya pelayanan dengan hati,” kata Eko Hendro. Eko Hendro menekankan upaya inovasi yang dibuat harus dikemas semenarik mungkin, sekreatif mungkin sehingga bisa menarik minat masyarakat di sekitar Rumah Sakit Sumbersari Bantul di Kota Metro maupun di Luar Kota Metro, mereka jadi mau datang ke RSUD Sumbersari Bantul Kota Metro Kita harus selalu berinovasi, inovasi terkadang tidak menyamankan orang lain, kalau sudut pandangnya berbeda dengan kita. Namun tidak salah, ya nggak apa-apa, jalan terus saja, yang penting keselamatan pasien bisa kita capai, dan juga safety patient bisa kita rengkuh,” pungkas Eko Hendro.#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Upaya Penurunan AKI AKB Dinkes Kota Metro Gelar kegiatan pendampingan Tim Ahli Spesialis Anak dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro melaui Subtansi Kesga dan Gizi Dinkes Kota Metro melakukan kegiatan pendampingan oleh Tim Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Obgyn dalam pelayanan Kesehatan Ibu Anak (KIA) kegawatdaruratan dan sistem Rujukan Maternal dan Neonatal, pada beberapa praktek bidan mandiri se kota metro dan klinik hadimulyo Husada.Selasa, 16 Mei 2025. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan bahwa kegiatan pendampingan oleh Tim Dokter Spesialis Anak dan Dokter Spesialis Obgyn dalam pelayanan Kesehatan Ibu Anak (KIA) kegawatdaruratan dan sistem Rujukan Maternal dan Neonatal ini sudah ketiga kali nya di laksanakan kegiatan pendampingan pertama di laksanakan bertempat di Puskesmas Banjarsari, kali kedua di laksanakan di Klinik Santa Maria dan hari ini ketiga kalinya Kegiatan Pendampingan di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro. Diah Meira mengatakan, diharapkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan Puskesmas, PBM dan jaringannya, dalam melakukan pelayanan KIA esensial, yang dapat menjangkau dan dijangkau oleh seluruh masyarakat. “Yakni meliputi aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, dan mengintegrasikan pelayanan kespro dengan pelayanan kesehatan lainnya, yaitu dengan program gizi, penyakit menular dan tidak menular,” jelas Meira. Kata Kabid Kesmas Dinkes Kota Metro, dalam rangka menurunkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia, Kementerian Kesehatan menetapkan lima strategi operasional yaitu penguatan Puskesmas dan jaringannya, penguatan manajemen program dan sistem rujukannya, meningkatkan peran serta masyarakat, kerja sama dan kemitraan, kegiatan akselerasi dan inovasi penelitian, serta pengembangan inovasi yang terkoordinir. Turut Hadir Subkordinator Kesga dan Gizi Risnawati,SKM menyampaikan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan peran dan fungsi Puskesmas dan FKTP Lainnya , dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan peran jejaring Rujukan dan Meningkatkan mitra kerja lintas sektoral dalam mendukung upaya penggerakan target sasaran sehingga masyarakat mampu mencari pelayanan kesehatan secara mandiri. Harapan dengan adanya acara Pendampingan Tim Ahli Spesialis Anak dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi ke Puskesmas dan FKTP lainnya dapat bermanfaat dalam Penanganan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar dan sebagai salah satu upaya penurunan angka kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kota Metro#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Tingkatkan Upaya Kesehatan Pekerja, Dinkes Metro Lakukan Pembinaan PHBS di tempat Kerja, Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pos UKK
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro melalui Subtansi Promkes dan PM berkolaborasi bersama Subtansi Kesling dan Kesjaor melaksanakan Pembinan PHBS di tempat kerja dan melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pos UKK di wilayah kerja masing-masing di mana pelaksanaan mulai tanggal 15 Mei – 31 Mei Tahun 2023 sesuai jadwal. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan bahwa kegiatan PHBS di tempat kerja dan Inspeksi Kesehatan Lingkungan dan Pos UKK di lakukan secara kolaborasi terang Meira, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif, promotif dan kuratif yang dilakukan secara berkesinambungan. “Perilaku PHBS dan Pelayanan kesehatan lingkungan di tempat kerja juga menjadi bagian penting dan merupakan indikator bagi Pemerintah Daerah dalam memberikan pelayanannya terhadap masyarakat,” tegasnya. Subkordinator Subtansi Promkes dan PM Maryanto,SKM menyampaikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja merupakan upaya memberdayakan pegawai agar mengetahui, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta ikut berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat. Penerapan PHBS di tempat kerja diperlukan untuk menjaga, memelihara dan mempertahankan kesehatan pegawai agar tetap sehat dan produktif.Tempat Kerja adalah kondisi lingkungan tempat kerja yang meliputi kondisi fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial; dll. Penerapan PHBS di tempat kerja diperlukan untuk menjaga, memelihara dan mempertahankan kesehatan pegawai agar tetap sehat dan produktif,PHBS di tempat kerja adalah Upaya untuk memberdayakan para pegawai agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan tempat kerja sehat. Turut Hadir Subkordinator Subtansi Kesehatan Lingkungan dan Kesjaor Desy Eva Rohmahwati,SKM menyampaikanPos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK) merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh puskesmas di kelompok kerja informal dalam upaya promotif dan preventif untuk melindungi pekerja agar tetap hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh lingkungan kerja. Banyaknya industri kecil dan jenis usaha sektor informal serta jumlah tenaga kerja yang terserap, memerlukan perhatian serta penanganan kesehatan dan keselamatan kerja yang baik sehingga terhindar dari gangguan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap produktifitas kerja.Bagi seorang pegawai, tempat kerja merupakan rumah kedua. Karena ditempat inilah sesorang bisa menghabiskan waktunya lebih dari 2/3 waktu yang digunakan untuk beraktifitas setiap harinya. Jika kita bangun jam 04.00 pagi dan tidur jam 21.00 malam. Maka total waktu tersebut berjumlah 17 jam. Sementara waktu bekerja dikantor kurang lebih 7 jam. Pada sebagian orang, bahkan waktu dikantor lebih lama jika dibanding waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Waktu yang cukup lama dikantor tersebut turut menentukan kondisi kesehatan seseorang. Lingkungan yang sehat akan memberikan kontribusi yang positif pada kesehatan pegawai, namun sebaliknya, kondisi lingkungan yang tidak sehat, akan membawa dampak yang tidak baik untuk kesehatan seseorang. Kegiatan pembinaan terdiri dari edukasi kepada para pekerja terkait pembinaan buku administrasi pos UKK serta penyuluhan tentang PAK (penyakit akibat kerja) dan KAK (kecelakaan akibat kerja), Selain itu dilakukan screening deteksi dini penyakit akibat kerja dengan tercatat dan terlaporkan dengan baik. Kegiatan pembinaan dan pemeriksaan berkala bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan penyakit akibat kerja dan penyakit akibat hubungan kerja ujar “Desy Eva”#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Qomaru Wakil Walikota Metro Sebut Peran Aktif Remaja Jadikan Generasi Pelaku Pembangunan
Wakil Walikota Kota Metro Qomaru Zaman mengatakan, remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat jasmani, rohani, mental dan spiritual. Namun, menurutnya, masih banyak masalah yang sering terjadi dikalangan remaja, seperti pergaulan bebas, HIV/AIDS dan NAPZA. Untuk mengatasi berbagai permasalahan remaja itu, ia menyebut, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui program PKPR (Konselor Sebaya) yakni untuk membentuk kelompok konselor sebaya di sekolah untuk membantu mensosialisasikan peran dan fungsi bimbingan konseling, meningkatkan kompetensi diri (pribadi yang positif) agar mampu menjadi konselor, membantu memecahkan permasalahan teman sebaya melalui kegiatan konseling. Demikian kata Qomaru Zaman dalam kegiatan mengunjungi Sekolah SMP 04 Metro dan Menjalankan Ibadah Shalat Dzuhur bersama Siswa/Siswai SMP 04 Metro. Qomaru zaman peduli dengan generasi penerus bangsa, Generasi muda menjadi komponen penting yang perlu dilibatkan dalam pembangunan sebuah bangsa. Hal ini dikarenakan generasi muda memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif dan juga memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi. Tanpa adanya peran pemuda sebuah bangsa akan sulit mengalami perubahan. Selasa 16 Mei 2023 di SMP 04 Metro. Melalui PKPR (Konselor Sebaya), para remaja diharapkan mampu mengatasi permasalahannya sendiri, melalui strategi pendidik sebaya dan konselor sebaya, artinya remaja mampu mencapai dan menetapkan solusi akan permasalahan yang dihadapi rekan remajanya yang lain. Qomaru Zaman berharap langkah kita untuk mengoptimalkan peran Konselor Sebaya ini turut didukung semua pihak. Bagi sekolah, perguruan tinggi, dan kelurahan yang belum membentuk PKPR (Konselor Sebaya)agar segera membentuk dan mengembangkan sesuai dengan potensi di lingkunganya masing-masing#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro, Dinkes Kota Metro Ikut Terlibat
Kelurahan Banjarsari sambut kedatangan Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro Tahun 2023. Kelurahan Banjarsari mewakili Kecamatan Metro Utara mengikuti Lomba Kelurahan Tingkat Kota Tahun 2023.Berlangsung di Lapangan Kelurahan Banjarsari Metro Utara, Senin, 15 Mei 2023. Asisten I Bidang Pemerintahan Bapak M.SUPRIADI,SH.MM, beserta Tim penilaian lomba hadiri kegiatan penilaian lomba Kelurahan Tingkat Kota dengan tema “Tata Kelola Pemerintahan yang baik dalam mewujudkan stabilitas Ekonomi dan Sosial Kelurahan, Asisten 1 sebagai ketua tim penilai mengatakan lomba kelurahan adalah evaluasi dan penilaian perkembangan kelurahan yang diselenggarakan secara berjenjang, baik dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, maupun tingkat nasional. Supriadi mengatakan Lomba Kelurahan merupakan ajang evaluasi pengembangan kelurahan yang disertai bukti data yang kuat. Tentu dengan inovasi dan terutama gagasan lurah, baik dalam bentuk aplikasi atau fisik yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Sementara untuk indikator penilaiannya sesuai Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Di antaranya, evaluasi bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan, serta inovasi-inovasi apa saja di kelurahan bersangkutan ujar supriadi Turut hadir dalam acara penilaiain Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro dari Dinas kesehatan Kota Metro , Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan ruang lingkup kesehatan menjadi dasar penilaian yang dilakukan,Berpatokan pada lima pilar STBM, tidak BAB sembarangan (Stop BABS), mencuci tangan pakai sabun (CTPS), mengelola air minum dan makanan rumah tangga yang aman. Pengamanan sampah rumah tangga dengan benar dan Pengamanan limbah cair rumah tangga dengan aman, Itu yang kami nilai dari sisi kesehatan. Kami langsung meninjau dan menilai. Sementara, kami melihat langsung mengecek beberapa hal antara lain indikator posyandu remaja, rumah sehat, warung sehat dan poskeskel serta indikator germas dalam implementasi germas dan terkait regulasi kebijakan germas di kelurahan.#ArtikelPromkesDinkesMetroKontributor Artikel PromkesDinkesMetro

