Berita ini Tayang di Promkes.metrokota.go.id Posyandu merupakan garda depan pelayanan kesehatan yang di dalamnya terdapat kegiatan promosi dan preventif.Ke depannya posyandu akan melayani paket pelayanan dengan sasaran ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita pra sekolah, usia sekolah/remaja, usia produktif dan lansia.Mengingat pentingnya peranan pokjanal posyandu, maka Sub Subtansi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Metro mengadakan kegiatan Pertemuan Koordinasi/Sosialisasi Program Kerja Pokjanal Posyandu yang bertempat di Aula OR Pemda Kota Metro , 10/07/2023 Pertemuan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Metro di wakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menyampaikan tujuan Pokjanal Posyandu Kota/Kecamatan untuk optimalisasi pembinaan Posyandu sehingga dapat meningkatkan jumlah posyandu aktif di Kota Metro. Dalam menunjang keberhasilan Penyelenggaraan Posyandu, apabila kegiatan Posyandu dapat diselenggarakan dengan baik, akan dapat memberikan kontribusi yang besar dalam upaya menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi, Percepatan Penurunan Stunting dan juga di harapkan dapat meningkatkan derajat Kesehatan khusus ya Kota Metro. Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat , Diah Meirawati,SKM.,MKes turut menjelaskan bahwa Konsep dasar Pokjanal Posyandu adalah sebagai wadah pengelolaan program pembinaan posyandu yang mencakup unsur pemerintah dan peran serta masyarakat guna meningkatkan efisiensi waktu penyampaian informasi dan data posyandu dari daerah ke pusat maupun sebaliknya. Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Posyandu memiliki tanggung jawab yang besar untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan, fasilitas, advokasi dan bantuan kepada peningkatan kinerja posyandu. Karenanya, lanjut Meira, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang layanan sosial dasar, perlu diperkuat koordinasi antar SKPD terkait melalui wadah Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Posyandu. Rencana Tindak Lanjut dalam kegiatan ini bahwa masing-masing pokjanal Kota berkomitmen untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangka optimalisasi pembinaan kepada posyandu di wilayah masing-masing, salah satunya akan di selenggarakan Bimtek Pokjanal Tingkat Kota Ke Pokjanal Kecamatan Se-Kota Metro. Kota Metro juga memiliki Peraturan Daerah (PERDA) Kota Metro Nomor 3 Tahun 2020. PEDOMAN PENATAAN KELURAHAN DAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN KELURAHAN, dan Perda ini baru ada di Kota Metro. Narasumber Dalam kegiatan ini Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Pada Bappeda Kota Metro Ika Yuniarti.,S.T.P.,M.P.P.,M.Eng.dan Kabid pemberdayaan masyarakat dan transmigrasi Disnakertrans Kota Metro Ibu Marina. kontributor Liputan: PromkesMetro
PDPI bekerja sama dengan Dinkes Metro Gelar Road Show Dalam Rangka Menanggulangi Penyakit menular dan tidak menular di bidang paru dan pernafasan
Berita ini Tayang di Promkes.metrokota.go.id Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Lampung melaksanakan Road Show dalam rangka pencapaian penanggulangan penyakit menular dan tidak menular pada Paru dan Pernapasan. Road show kali ini PDPI Cabang Lampung singgah di Kota Metro untuk memberikan pemahaman dan edukasi dalam menanggulangi penyakit Paru. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Venetian pada hari Jumat 07 Juli 2023. Acara ini dilaksanakan oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Lampung, Ketua PDPI oleh Dr.dr Retno Ariza S.Soemarsono,Sp.P(K).FCCP.,FISR dan Sekretaris PDPI dr.Andreas Infianto,MM.,Sp.P(K).,FISR berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Metro. Kegiatan ini dihadiri oleh Kadis Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes,Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Metro , Verawati Nasution,SKM, Subkordinator Subtansi P2PM Surtini,S.ST ,dalam Kegiatan ini Peserta adalah dokter umum perwakilan Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik Se-Kota Metro Ketua PDPI Cabang Lampung Dr.dr Retno Ariza S.Soemarsono,Sp.P(K).FCCP.,FISR dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan dan perkembangan PDPI tidak terlepas dari perkembangan Pendidikan Dokter di Indonesia yang dimulai sejak zaman penjajahan Belanda. Di era jaminan kesehatan nasional saat ini, penanganan kasus paru harus bisa mencapai di seluruh lini fasilitas kesehatan di Indonesia. Roadshow PDPI Cab.Lampung merupakan kegiatan sinergi antara PDPI Cab. Lampung dengan Pemerintah Daerah se-Provinsi Lampung dalam upaya penanggulangan penyakit menular dan penyakit tidak menular di bidang Paru dan Pernapasan. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan kepedulian kami terhadap upaya peningkatan derajat Kesehatan masyarakat di Provinsi Lampung. Target kami adalah seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung termasuk di Kota Metro. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputro,ST.,MKes Dalam Sambutan sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa penyakit paru dan pernapasan yang masih mendominasi di Kota Metro adalah Tuberkulosis (TBC), Penyakit Paru Obtruktif Kronis (PPOK), Asma, serta Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang juga masih patut diwaspadai terjadi di Kota Metro. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan peserta dapat menambah pengetahuan tentang penyakit paru dan pernapasan, serta dapat membangun sinergi antara profesi dan pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan penyakit menular dan tidak menular pada penyakit paru dan pernapasan di Kota Metro Kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi presentasi tentang penyakit paru dan pernapasan dengan narasumber dr.Andreas Infianto,MM.,Sp.P(K).,FISR dan Dr.dr Retno Ariza S.Soemarsono,Sp.P(K).FCCP.,FISR Kontributor:Promkes_DinkesMetro
Kadinkes Kota Metro Eko Hendro Hadiri Jambore Kader Puskesmas Purwosari
Berita ini Tayang di Promkes.metrokota.go.id Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat UPTD Puskesmas Purwosari menggelar kegiatan jambore Kader posyandu Puskesmas Purwosari, Jumat (07/07/2023) Tujuan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Pasalnya, kemampuan hidup sehat setiap individu tentu menjadi faktor utama dalam mewujudkan pembangunan dari segala aspek secara menyeluruh. Hal tersebut diungkapkan Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra.,ST.,MKes yang di dampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Diah Meirawati.,SKM.,MKes di dampingi Subkordinator Promkes & PM Maryanto SKM dan Kepala Puskemas Purwosari, Desy Yulianti.,S.Kep.,M.M,. Kadis Kesehatan Eko Hendro mengatakan bahwa acara Jambore Posyandu tersebut ada beberapa lomba seperti lomba yel-yel, Lomba Kader Berprestasi melalui 25 Kompetensi, Lomba Penyuluhan/Edukasi Kesehatan dan Lomba Posyandu Aktif yang di ikuti oleh semua posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Purwosari. Dengan mengikuti lomba ini bisa menambah pengalaman dan memacu semangatnya untuk membantu masyarakat dalam layanan kesehatan, khususnya bagi balita, ibu hamil, menyusui dan pengunjung posyandu,” Kader posyandu merupakan salah satu yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelaksana pendaftaran, penimbangan, pencatatan, melakukan penyuluhan, serta penggerakan sasaran posyandu. Kader posyandu juga merupakan ujung tombak keberhasilan pelaksanaan posyandu. Dalan hal ini Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro , Diah Meira menambahkan bahwa keberhasilan posyandu sebagai wahana alih informasi dan olah keterampilan bergantung pada kinerja masyarakat ,terutama kadernya. Hal tersebut ditunjang dengan sarana yang digunakan serta petugas kesehatan sebagai pengelola program . Selain itu, kader perlu mendapat dukungan dari pemangku kepentingan ditingkat yang lebih tinggi. “Saya harap kader berperan aktif dalam hal ini. Mengingat persoalan stunting dapat mengganggu produktifitas nasional dan mengancam masa depan generasi muda, “kata Diah Meira Kegiatan Jambore Puskesmas tersebut berharap melalui kegiatan ini dapat terbentuknya kader-kader unggul inovasi untuk terselenggaranya kegiatan posyandu.” Sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa optimal,” ucap “Diah Meira” Kontributor: Promkes_Dinkes Kota Metro
Puskesmas Banjarsari Gelar Jambore Kader Posyandu -Promkes Dinkes Metro
Berita ini telah tayang di promkes.metrokota.go.id Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat UPTD Puskesmas Banjarsari menggelar kegiatan jambore Kader posyandu Puskesmas Banjarsari di Lapangan BBM (Bakoel Batik Metro) Banjarsari, Rabu (05/07/2023) Tujuan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Pasalnya, kemampuan hidup sehat setiap individu tentu menjadi faktor utama dalam mewujudkan pembangunan dari segala aspek secara menyeluruh. Hal tersebut diungkapkan Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra.,ST.,MKes yang di dampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Diah Meirawati.,SKM.,MKes dan Kepala Puskemas Banjarsari, dr. Balqis, dan Turut Hadir dalam kegiatan Jambore Kader Posyandu Puskesmas Banjar Sari Camat Metro Utara, Wilastri.,S.IP.MM Kadis Kesehatan Eko Hendro mengatakan bahwa acara Jambore Posyandu tersebut ada beberapa lomba seperti lomba yel-yel, Lomba Kader Berprestasi melalui 25 Kompetensi, Lomba Penyuluhan/Edukasi Kesehatan dan Lomba Posyandu Aktif yang di ikuti oleh semua posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari. Dengan mengikuti lomba ini bisa menambah pengalaman dan memacu semangatnya untuk membantu masyarakat dalam layanan kesehatan, khususnya bagi balita, ibu hamil, menyusui dan pengunjung posyandu,” Kader posyandu merupakan salah satu yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelaksana pendaftaran, penimbangan, pencatatan, melakukan penyuluhan, serta penggerakan sasaran posyandu. Kader posyandu juga merupakan ujung tombak keberhasilan pelaksanaan posyandu. Dalan hal ini Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro , Diah Meira menambahkan bahwa keberhasilan posyandu sebagai wahana alih informasi dan olah keterampilan bergantung pada kinerja masyarakat ,terutama kadernya. Hal tersebut ditunjang dengan sarana yang digunakan serta petugas kesehatan sebagai pengelola program . Selain itu, kader perlu mendapat dukungan dari pemangku kepentingan ditingkat yang lebih tinggi. “Saya harap kader berperan aktif dalam hal ini. Mengingat persoalan stunting dapat mengganggu produktifitas nasional dan mengancam masa depan generasi muda, “kata Diah Meira Kegiatan Jambore Puskesmas tersebut berharap melalui kegiatan ini dapat terbentuknya kader-kader unggul inovasi untuk terselenggaranya kegiatan posyandu.” Sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa optimal,” ucap “Diah Meira” Kontributor: Promkes_Dinkes Kota Metro
Berdedikasi dalam Pembangunan Keluarga, Walikota Metro Wahdi dan Istri Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana
Walikota Metro bersama sang isteri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro menerima Penghargaan Manggala Karya Kencana dalam Galadinner dan Penganugerahan Penghargaan Pengelolaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, di Griya Agung Palembang Selasa (4/7/2023). Adapun penganugerahan tersebut digelar sebagai rangkaian acara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30, Dalam peringatan dengan mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting untuk Indonesia Maju” Untuk diketahui, Penghargaan Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kepada sosok tertentu Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo kepada Ketua TP-PKK Kota Metro dr. Silfia Naharani W, Sp. KKLP, MM. Walikota Metro dr Wahdi, Sp.OG.(K), M.H. juga menerima penghargaan tersebut karena berhasil menorehkan prestasi gemilang, untuk masyarakat di Kota Metro. Alhamdulillah, malam ini saya bersama istri saya tercinta Ketua TP-PKK Kota Metro mendapatkan tanda penghargaan Manggala Karya Kencana Dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas prestasi dan komitmen serta kepemimpinan dalam menggerakkan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Percepatan Penurunan Stunting untuk terwujudnya keluarga berkualitas bahagia dan sejahtera,” kata wahdi Ya, selama menjadi Ketua TP-PKK Kabupaten Kota Metro,Silfia yang mendapat dukungan dari Walikota Metro, Wahdi selalu memantau perkembangan atas pencapaian pelaksanaan program stunting di daerahnya. Itu karena menurut Silfia, stunting menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup membahayakan dan sangat penting bagi generasi muda pada khususnya, untuk memahami faktor penyebabnya. Dalam pelaksanaannya, Silfia berhasil menggelar berbagai kegiatan yang berhubungan dengan stunting. Keberhasilan tersebut pun menurutnya, juga tak lepas dari kerja sama yang baik antar semua pihak. “Semoga dengan diberikannya penghargaan ini dapat menambah semangat bagi kami Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kerja kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung untuk menerima penghargaan Manggala Karya Kencana. Saya berharap sosialisasi Program Kependudukan dan Keluarga Berencana serta percepatan penurunan stunting ini dapat terus ditingkatkan guna menjadikan keluarga berkualitas bahagia dan sejahtera, dan Terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudayakata “Kata Wahdi” Kontributor: Promkes_DinkesMetro
DINKES DAN DISKOMINFO KOTA METRO GELAR SOSIALISASI PENERBITAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK & CARA PEMBUATAN SURAT ELEKTRONIK.
Dinas Kesehatan Kota Metro – Dalam rangka implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan untuk meningkatkan kualitas keamanan informasi, Pemerintah Kota Metro menerapkan tanda tangan elektronik (TTE) yang telah tersertifikasi oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE). TTE tersertifikasi adalah tanda tangan yang terdiri dari informasi elektronik yang ditautkan, dilampirkan, atau terkait informasi elektronik lainnya sebagai alat autentikasi dan verifikasi lewat Sertifikat Elektronik yang diterbitkan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik Indonesia. Keuntungan menggunakan TTE tersertifikasi antara lain efisiensi waktu, kekuatan hukum setara dengan tanda tangan basah, identitas terjamin, hemat biaya pengeluaran, dan eco-friendly. Keberadaan TTE tersertifikasi telah diatur pemerintah dalam UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, PP 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, dan Permenkominfo 11/2018 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik. Dinas Kesehatan Kota Metro bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro menggelar kegiatan sosialisasi penerbitan TTE Kepada seluruh pegawai lingkup dinas Kesehatan Kota Metro, pada Selasa 04 Juli 2023, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro. Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menyampaikan siap mendukung pelayanan internal kepemerintahan ataupun untuk pelayanan masyarakat yang berbasis Elektronik. Dengan pemanfaatan tandatangan digital ini, maka para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota dapat menandatangani dokumen/ naskah dinas secara elektronik dimanapun dan kapanpun tanpa terbatas tempat dan waktu. “Dengan adanya layanan sertifikat elektronik, diharapkan dapat menyediakan jaminan keamanan, otentikasi serta integritas data elektronik pada sistem informasi yang ada serta mempercepat proses pelayanan yang diberikan dilingkungan Pemerintah Kota Metro. Selanjutnya TTE ini akan digunakan pada Aplikasi SRIKANDI, yang memiliki beberapa fitur seperti penciptaan arsip yang meliputi pembuatan, penandatangan, pengiriman dan penerimaan naskah dinas secara elektronik antar instansi pemerintah. Turut Hadir dalam Kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro,Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes di dampingi subkor Sub Kepegawaian,Umum dan Hukum Defi Fitri Agustiani,S.Kep.,MH beserta tim. Dan Fasilitator TTE dari Diskominfo Kota Metro.
Komitmen Turunkan Angka Stunting Kota Metro kembali menggelar Rembuk Stunting 2023
Wakil Wali Kota Metro Qomaru Zaman menghadiri acara Rembuk Stunting Kota Metro Tahun 2023 yang mengangkat tema “ Sinergi Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (Jama-Pai) dalam percepatan dan penurunan Stunting di Ballroom Hotel Grand S’kuntum, Kota Metro, Senin (03/07/2023) Wakil Walikota Kota Metro Qomaru Zaman dan juga selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Metrodalam sambutannya menyampaikan pertemuan ini merupakan salah satu upaya kita bersama untuk mengupayakan solusi terbaik dalam pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting di Kota Metro. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menguatkan komitmen seluruh pihak, dalam menanggulangi permasalahan stunting serta dalam merealisasikan program-program yang telah kita rancang bersama. Sampai saat ini masalah stunting di Kota Metro masih menjadi prioritas dan perlu mendapatkan perhatian kita bersama. Dengan digelarnya acara tersebut, Qomaru Zaman berharap pihaknya dapat membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi di Metro dan juga dapat menggalang komitmen,serta meningkatkan keterlibatan para pemangku kepentingan dengan bersama-sama mencegah dan menurunkan prevalensi stunting di Kota Metro ”ujar beliau. Qomaru zaman berharap semoga upaya kami untuk meningkatkan kualitas kehidupan yang lebih baik dapat tercapai sesuai dengan visi Kota Metro, yaitu terwujudnya Kota Metro berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Promkes.metrokota.go.id. Dalam acara rembuk stunting ini Kepala Bappeda Kota Metro, Anang Risgianto menyampaikan Berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Metro menurun dari 19,7 persen di tahun 2021 menjadi 10,14 persen di tahun 2022. Untuk meningkatkan konvergensi program dan percepatan penurunan stunting di tahun 2024, berdasarkan hasil analisis situasi stunting atau aksi pertama, telah ditetapkan 15 lokasi kelurahan lokus prioritas stunting untuk tahun 2024. Untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi pencegahan stunting melalui JAMA-PAI, telah diterbitkan Peraturan Walikota Metro Nomor 32 Tahun 2022 tentang Sinergi Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting. Perwali ini dapat memperkuat kolaborasi dan sinergi berbagai pihak dalam percepatan penurunan stunting di Kota Metro. Pada kegiatan Rembuk Stunting juga di adakan Talkshow Rembuk Stunting untuk percepatan dan Penurunan dan Upaya dalam mencegah stunting menghadirkan empat orang narasumber, Ketua TP-PKK Kota Metro di wakili oleh Ketua Pokja 4 PKK Kota Metro Diah Meirawati yaitu Dukungan TP PKK Kota Metro dalamPercepatan Penurunan Stunting,Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung, Jenny Soelistiani dengan tema Kolaborasi PPN dalam mendukung Upaya Percepatan Penurunan, Kepala Dinas PU TR Kota Metro Robby Kurniawan Saputra dengan tema Dukungan Program/Kegiatan Dinas PU TR dalam Penurunan Stunting dan yang terkahir Kepala Dinas Sosial Kota Metro,Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Metro I Made Wiryana Dukungan Program/Kegiatan Dinas Sosial dalam Penurunan Stunting. Dalam acara Rembuk Stunting ini juga dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Rembuk Stunting Kota Metro oleh Wakil Wali Kota Metro, Ketua DRPD, Ketua TP PKK Kota Metro, dan OPD Kota Metro sebagai wujud adanya komitmen bersama antara eksekutif, legislative, dan mitra eksternal Pemerintah Kota Metro untuk berkolaborasi melakukan upaya percepatan penurunan stunting di Kota Metro.
Gelar Jambore Kader Posyandu Tingkat Kelurahan wilayah kerja Puskesmas Margorejo -Promkes
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat UPTD Puskesmas Margorejo menggelar kegiatan jambore Kader posyandu Puskesmas Margorejo, Senin (26/06/2023) Tujuan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Pasalnya, kemampuan hidup sehat setiap individu tentu menjadi faktor utama dalam mewujudkan pembangunan dari segala aspek secara menyeluruh. Hal tersebut diungkapkan Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra.,ST.,MKes yang di dampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Diah Meirawati.,SKM.,MKes di dampingi Subkordinator Promkes & PM Maryanto SKM dan Kepala Puskemas Margorejo, dr. Peni. Kadis Kesehatan Eko Hendro mengatakan bahwa acara Jambore Posyandu tersebut ada beberapa lomba seperti lomba yel-yel, Lomba Kader Berprestasi melalui 25 Kompetensi, Lomba Penyuluhan/Edukasi Kesehatan dan Lomba Posyandu Aktif yang di ikuti oleh semua posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Margorejo Dengan mengikuti lomba ini bisa menambah pengalaman dan memacu semangatnya untuk membantu masyarakat dalam layanan kesehatan, khususnya bagi balita, ibu hamil, menyusui dan pengunjung posyandu,” Kader posyandu merupakan salah satu yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelaksana pendaftaran, penimbangan, pencatatan, melakukan penyuluhan, serta penggerakan sasaran posyandu. Kader posyandu juga merupakan ujung tombak keberhasilan pelaksanaan posyandu. Dalan hal ini Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro , Diah Meira menambahkan bahwa keberhasilan posyandu sebagai wahana alih informasi dan olah keterampilan bergantung pada kinerja masyarakat ,terutama kadernya. Hal tersebut ditunjang dengan sarana yang digunakan serta petugas kesehatan sebagai pengelola program . Selain itu, kader perlu mendapat dukungan dari pemangku kepentingan ditingkat yang lebih tinggi. “Saya harap kader berperan aktif dalam hal ini. Mengingat persoalan stunting dapat mengganggu produktifitas nasional dan mengancam masa depan generasi muda, “kata Diah Meira Kegiatan Jambore Puskesmas tersebut berharap melalui kegiatan ini dapat terbentuknya kader-kader unggul inovasi untuk terselenggaranya kegiatan posyandu.” Sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa optimal,” ucap “Diah Meira” Kontributor: Promkes_Dinkes Kota Metro
Puskesmas Yosomulyo Gelar Jambore Kader Posyandu tingkat Kelurahan -Dinkes Kota Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat UPTD Puskesmas Yosomulyo menggelar kegiatan jambore Kader posyandu Puskesmas Yosomulyo, Sabtu (01/07/2023) Tujuan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan. Pasalnya, kemampuan hidup sehat setiap individu tentu menjadi faktor utama dalam mewujudkan pembangunan dari segala aspek secara menyeluruh. Hal tersebut diungkapkan Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra.,ST.,MKes yang di dampingi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Diah Meirawati.,SKM.,MKes di dampingi Subkordinator Promkes & PM Maryanto SKM dan Kepala Puskemas Yosomulyo, dr. Maya. Kadis Kesehatan Eko Hendro mengatakan bahwa acara Jambore Posyandu tersebut ada beberapa lomba seperti lomba yel-yel, Lomba Kader Berprestasi melalui 25 Kompetensi, Lomba Penyuluhan/Edukasi Kesehatan dan Lomba Posyandu Aktif yang di ikuti oleh semua posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo Dengan mengikuti lomba ini bisa menambah pengalaman dan memacu semangatnya untuk membantu masyarakat dalam layanan kesehatan, khususnya bagi balita, ibu hamil, menyusui dan pengunjung posyandu,” Kader posyandu merupakan salah satu yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pelaksana pendaftaran, penimbangan, pencatatan, melakukan penyuluhan, serta penggerakan sasaran posyandu. Kader posyandu juga merupakan ujung tombak keberhasilan pelaksanaan posyandu. Dalan hal ini Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro , Diah Meira menambahkan bahwa keberhasilan posyandu sebagai wahana alih informasi dan olah keterampilan bergantung pada kinerja masyarakat ,terutama kadernya. Hal tersebut ditunjang dengan sarana yang digunakan serta petugas kesehatan sebagai pengelola program . Selain itu, kader perlu mendapat dukungan dari pemangku kepentingan ditingkat yang lebih tinggi. “Saya harap kader berperan aktif dalam hal ini. Mengingat persoalan stunting dapat mengganggu produktifitas nasional dan mengancam masa depan generasi muda, “kata Diah Meira Kegiatan Jambore Puskesmas tersebut berharap melalui kegiatan ini dapat terbentuknya kader-kader unggul inovasi untuk terselenggaranya kegiatan posyandu.” Sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa optimal,” ucap “Diah Meira” Kontributor: Promkes_Dinkes Kota Metro
Kelurahan Yosorejo Kota Metro sampaikan Paparan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi.
Kelurahan Yosorejo Kota Metro mengikuti Penilaian Pemaparan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung, di Dinas PMDT Propinsi Lampung, Sabtu (01/07/2023). Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Lampung tahun 2023 masuk tahapan Pemaparan/Presentasi tiga besar untuk menetapkan masing-masing yang terbaik. Hadir mendampingi Asisten 1 Kota Metro Supriadi, Kepala Disnakertrans Kota Metro, Budiono,Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Yerri, Kabid pemberdayaan masyarakat dan transmigrasi Disnakertrans Kota Metro Marina, Kabid Kesmas Dinkes Kota Metro Diah Meirawati , Camat Metro Timur Ferry Handono ,dan jajaran, TP PKK Kota Metro serta Ketua TP PKK Kec. Metro Timur dan Kelurahan Yosorejo. Pemerintah Kota Metro Dalam hal ini di wakili Asisten 1 Kota Metro Supriadi selaku Ketua Tim Pembina Lomba Kelurahan Tingkat Kota Metro menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Metro telah memberikan sejumlah pembekalan kepada Kelurahan Yosorejo, yang berupa penjelasan kelengkapan administrasi yang harus diserahkan ke panitia lomba tingkat Provinsi Lampung. Supriadi juga menyampaikan Lomba Kelurahan Tahun 2023 ini mengangkat tema “Tata Kelola Pemerintahan yang baik dalam mewujudkan stabilitas Ekonomi dan Sosial Kelurahan, adapun maksud dari Lomba Kelurahan ini untuk mendorong inovasi pemerintah di kelurahan dalam meningkatkan kualitas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat, Sedangkan tujuannya untuk mengevaluasi dan mendorong kelurahan dan masyarakat untuk mengenali potensi dan mendorong pambangunan dengan sumber daya sendiri. Pada pemaparannya Lurah Yosorejo Budy Maryanto, menyampaikan paparan materi yang lebih menekankan inovasi kelurahan seperti inovasi Ambulance Siaga, Gardu Penting (Gerakan Terpadu Penurunan Stunting) Digital Pelayanan Publik, Bank Sampah, Wakuncar, Arseti, Tabuh dan potensi seperti Pasar Kreatif, UP2K dan potensi lain. Budy Maryanto juga menambahkan, akan memberikan yang terbaik bagi Kota Metro, dengan segala ikhtiar. Serta memohon doa restu kepada masyarakat Kota Metro. “Kami ingin memberikan yang terbaik, karena ini sebagai ajang promosi juga bagi Kota Metro. Kami mohon doa restu dari semuanya,” pungkasnya Termasuk, memberikan pendalaman penguasaan materi dan regulasi untuk menghadapi berbagai pertanyaan dari tim penilai lomba. Kontributor Artikel : Promkes_DinkesKotaMetro

