Pemerintah Kota (Pemkot) Metro Melalui Dinas Kesehatan Kota Metro terus berupaya menyiapkan genenasi emas Indonesia dengan memperhatikan kesehatan ibu dan anak, salah satunya dilakukan melalui program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (Jama-PAI). Kepala Dinas Kesehatan Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes melakukan Supervisi Program Jama-PAI di Puskesmas Banjarsari Sabtu (15/04/2023). Jama-PAI merupakan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro yang berbentuk sinergi, kolaborasi, integrasi komprehensif kesehatan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Eko Hendro juga mengatakan, bahwa Kota Metro sudah menciptakan aplikasi MEWS-mW Jama Pai dan MEWS-mW Integrated. “Program Jama-PAI dan aplikasi MEWS-mW ini tentunya mendukung rencana pembangunan jangka panjang, serta sebagai peta jalan untuk mewujudkan Gemerlang (Generasi Emas Metro Cemerlang) dalam koridor, Indonesia Emas 2045.#PromkesNewsMetro Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Dinkes perkuat koordinasi program P2PM pasca POPM Kecacingan di Sekolah
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular melakukan evaluasi dan pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Kecacingan Tahap 1 Tahun 2023 ke 57 sekolah (TK/SD) se-Kota Metro yang dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2023 sesuai jadwal.Kegiatan Evaluasi dan Pemantauan Kejadian Ikutan Pasca POPM Kecacingan Kamis, Kamis, 13 April 2023 dilaksanakan di TK dan SD Wilayah kerja UPTD Puskesmas Ganjar Agung. Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Dr. Eko Hendro Saputra, SKM.MKes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Verawati Nasution,SKM.MKes menyampaikan arahan kepada Kepala Sekolah dan para Guru agar terus mendukung program Pemerintah dibidang Kesehatan dalam hal ini khususnya program POPM Kecacingan sebagai salah satu upaya untuk percepatan penurunan stunting di Kota Metro. “Sebagai bentuk komitmen dari Satuan Pendidikan dalam percepatan penurunan stunting dan untuk mewujudkan generasi emas Metro Gemerlang, saya harapkan Program POPM Kecacingan menjadi salah satu prioritas Sekolah dan agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta didukung pula dengan penerapan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah. Kegiatan POPM Kecacingan dilaksanakan 2 kali setahun melalui 2 Tahap yaitu Tahap 1 yang telah dilaksanakan bulan Februari 2023 dan Tahap 2 akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 mendatang. Dinas Kesehatan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah akan terus melakukan pendampingan dan mengevaluasi kegiatan POPM Kecacingan ini, papar Vera.Beliau juga menyampaikan bahwa Cacingan merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, produktivitas. Cacingan menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia. Program Pemberian Obat Pencegahan secara Massal Cacingan adalah dalam pemberian obat yang dilakukan untuk mematikan cacing secara serentak kepada semua penduduk sasaran di wilayah berisiko cacingan sebagai bagian dari upaya Pemerintah dalam pencegahan penularan cacingan. POPM Cacingan dilakukan pada anak balita, anak usia pra sekolah, dan anak usia sekolah (usia 1 – 12 tahun) dan dapat dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan bulan vitamin A, pemberian makanan tambahan anak balita, anak usia pra sekolah, dan anak usia sekolah, usaha kesehatan sekolah atau program kesehatan lainnya. Pada kesempatan yang sama Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Surtini,SST menambahkan bahwa dari Dinas Kesehatan bersama Puskesmas melakukan evaluasi kegiatan POPM Kecacingan Tahap 1 tahun 2023 dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya Kejadian Ikutan Pasca POPM, melakukan promosi Kesehatan, surveilans cacingan, pengendalian faktor risiko dan penanganan penderita. “ Alhamdulilah, POPM Kecacingan Tahap 1 Tahun 2023 telah kita laksanakan serentak dengan cara minum obat cacing bersama di Posyandu, TK/PAUD, SD/MI se- Kota Metro dengan didampingi oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas sesuai wilayah kerja lokus kegiatan dan berjalan lancer tanpa kendala. Agar dapat berjalan maksimal, Minum Obat Cacing Bersama dikreasikan dengan kegiatan Sekolah seperti saat Upacara Sekolah, sehabis makan bekal bersama dan cara lainnya yang kreatif sehingga anak-anak jadi bersemangat dan antusias minum obat cacing, Ujar Surtini”. “ Dengan pemantauan dan pendampingan POPM Kecacingan diharapkan dapat menampung kendala-kendala dilapangan dan dengan sinergisitas Dinas Kesehatan, Puskesmas, Sekolah dan peran dari Masyarakat, InsyaAllah hal ini dapat mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kota Metro dan mewujudkan Kota Metro Bebas Cacingan, imbuhnya.Dengan kegiatan evaluasi ini diharapkan dapat memberi masukan positif agar Sekolah dapat lebih memprioritaskan memprioritaskan upaya pencegahan penularan cacingan dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Sekolah dengan cara tertib menyediakan sabun di setiap sarana CTPS, menjaga kebersihan Toilet, memantau personal hygiene siswa (kuku, rambut, kaki dll), menggunakan alas kaki saat bermain diluar kelas dan memastikan kantin sekolah menyediakan Pangan Jajan Aman Sehat. Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Dinkes Kota Metro Berikan Bantuan Sembako kepada Ibu Hamil
Atas nama Pemerintah Kota Metro dibawah pimpinan Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro memberikan bantuan berupa sembako kepada Ibu Hamil sebagai salah satu dari implementasi program Jama Pai Jumat, Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Iringmulyo dan Kelurahan Yosodadi Kecamatan Metro Timur,(14/04/2023) Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro mengatakan bahwa Jama-PAI merupakan program yang dimaksudkan untuk memberikan perlindungan terhadap ibu dan anak, dimulai dari anak lahir dan pencegahan stunting. Dia menyatakan, dalam Jama-PAI dilakukan pengawasan dimulai dari prakonsepsi lantaran pada fase ini merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak di masa mendatang. “Ketika kita memelihara kehamilan dan persalinannya baik, maka tidak ada lagi masalah. Motoriknya hanya terganggu, tapi tidak dengan anaknya,” ujarnya lagi. Jama-PAI, diperuntukkan dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM), yang di Metro disebut Gemerlang (Generasi Emas Metro Cemerlang), sesuai dengan target Indonesia Emas 2045. “Karena Jama-PAI itu sudah menyelesaikan tujuh pilar itu, di antaranya kami sudah menyelesaikan masalah kesehatan, sosial, kesejahteraan. Mereka yang ingin menikah itu sudah harus ada saksi dari kami dan juga perhatian dari masyarakat tiga bulan itu sudah kami cek persyaratannya. Apabila ada masalah keluarganya dengan diabetes dan lain sebagainya, cek dulu keluarganya. Jadi kami membentuk manusia itu bukan saat kondisi ibu dan si bapak ini sakit,” ujar dia pula. Turut mendampingi dalam kegiatan ini Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro,Hendarto,SKM.,M.Kes #PromkesNewsDinkesMetro Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Cegah Stunting Dengan 8000 Hari Pertama Kehidupan,Dinkes Kota Metro Tekankan Pentingnya Skrining Pranikah.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Metro menggelar Orientasi Pelayanan Kesehatan Reproduksi BagiCalon Pengantin yang berlangsung di Guest House Rumah Dinas Walikota Metro, Rabu (12/04/2024). Upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan bayi di bawah dua tahun (baduta) stunting, harus diawali dari calon pengantin. Para calon pengantin perlu menjalani skrining kesehatan, karena pernikahan merupakan awal dari proses reproduksi manusia. Walikota Metro dr. H. Wahdi, Sp.OG., M.H. memberikan sambutan dan menjadi narasumber Kegiatan Pertemuan Orientasi Pelayanan Kesehatan Reproduksi Bagi Calon Pengantin, wahdi menuturkan untuk mengupayakan penurunan AKI, AKB, baduta stunting butuh sinergi lintas sektor dan lapisan masyarakat, diawali dengan skrining calon pengantin, karena pernikahan adalah awal dari proses reproduksi manusia, “Kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining jelang pernikahan, jelang kehamilan ini benar-benar harus didorong, kita lakukan skrining kalau mereka sudah layak kita sarankan baru bisa dilakukan pernikahan dilanjutkan rencana kehamilannya,” katanya.Sementara itu, Walikota Metro Wahdi mengatakan bahwa sebelum terjadi pernikahan sesuai undang-undang No. 16 Tahun 2019, yang merupakan perubahan dari undang-undang No. 01 Tahun 1974, merupakan hal yang harus kita kuasai bersama-sama untuk memajukan generasi ke depan adalah generasi yang Gemerlang. “Tidak main-main bapak-bapak dan ibu-ibu Allah SWT meminta kita untuk betul-betul menyiapkan anak-anak generasi ke depan ini dengan baik, mulai dari pra konsepsi sampai proses hamil dan menyusui, “ungkapnya. Wahdi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Metro ingin membentuk masyarakat maju, sejahtera, baik dalam sarana dan prasarana dan sumber daya yang tercipta. Hal ini maksudnya adalah sumber daya yang berkualitas dan mempunyai daya saing. Walikota Metro juga menuturkan bahwa Jama-Pai (Jaringan Masyarakat Peduli Anak Ibu) merupakan salah satu inovasi yang diciptakan dan di bangun oleh Pemerintah Kota Metro yang masuk dalam 5 besar inovasi terbaik se-Indonesia. “Jaringan Masyarakat Peduli Anak Ibu adalah buluh dari permasalahan yang di mulai dari 1.000 hari pertama kehidupan. Dimana sebelumnya ada yang dinamakan pra konsepsi sebelum terjadinya sel telur dan sel spermatozoa, ” tuturnya. Dalam kesempatannya, Wahdi juga berpesan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk dapat mensosialisasikan tentang penting Pelayanan Kesehatan Reproduksi Bagi Calon Pengantin. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Eko Hendro, melaporkan bahwa dasar pelaksanaan Permenkes 21 tahun 2021 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, serta Pelayanan Kesehatan Seksual. Tujuan pelaksanaan kegiatan adalah mempersiapkan kondisi kehamilan yang sehat dan generasi berkualitas. Menurunkan angka kematian dini di Kota Metro, penurunan angka kematian bayi di Kota Metro. Menurunkan angka stunting dan mewujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang di Kota Metro,” tuturnya. Sementara itu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes mengajak pasangan muda yang hendak merencanakan kehamilan serius melakukan persiapan karena calon ibu hamil harus sehat fisik, reproduksi, dan mentalnya, “Ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan dengan baik biasanya akan melahirkan anak berisiko stunting tinggi dan kesehatan ibu dan bayinya juga menentukan, setelah diperiksa ada tindakan sudah benar siap jadi nanti kader posyandu bisa memantau, jika sudah siap tidak ada masalah lagi, kalau masih ada masalah diselesaikan dahulu, skrining kehamilan sangat penting,untuk mencapai kondisi ibu hamil yang sehat, intervensi bukan lagi dilakukan pada saat kehamilan, akan tetapi dilakukan pada pra kehamilan.#PromkesNewsDinkesMetro. Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Dinkes Metro lakukan pemantauan posyandu mudahkan masyarakat peroleh pelayanan kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subtansi Promosi Kesehatan & PM Dinas Kesehatan Kota Metro secara terintegrasi melaksanakan kegiatan Pembinaan kader posyandu balita tahun 2023 dilaksankan pada 4 April – 18 April Tahun 2023 sesuai jadwal. Kegiatan Pembinaan Kader Rabu, 14/04/2023 bertempat di posyandu Kenanga 3 wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung dalam kegiatan pembinaan ini langsung diberi arahan oleh Subtansi Promosi Kesehatan & PM Dinas Kesehatan Kota Metro diikuti oleh kader posyandu balita di posyandu Kenanga 3. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes, Melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan Posyandu atau pos pelayanan terpadu merupakan upaya pemerintah daerah untuk memudahkan masyarakat Kota Metro dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Menurutnya, tujuan utama posyandu adalah mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan, atau setelahnya melalui pemberdayaan masyarakat. Selain itu, ia menyatakan Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. “Hal itu berguna untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi,” ucap dia. Di tempat yang sama,Maryanto,SKM Sebagai Subkoordinator Subtansi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro mengatakan berharap dengan adanya kegiatan ini kader dapat lebih termotivasi dan semangat dalam menjalankan tugasnya membangun masyarakat yang sehat. Melalui kegiatan ini juga diharapkan adanya persamaan persepsi tentang standar pelayanan posyandu balita, baik itu dari segi pengukuran bayi, cara melakukan penimbangan, pemberian makanan tambahan dan memastikan APD yang digunakan oleh petugas kader Posyandu. Sehingga kedepannya para kader kesehatan bisa mengatasi dan memecahkan permasalahan dilapangan terutama perihal kesehatan,” imbuhnya. #PromkesNewsMetro Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Pembinaan Kader, Dinkes Metro Harap Kader Posyandu Jadi Pelopor Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subtansi Promosi Kesehatan & PM Dinas Kesehatan Kota Metro secara terintegrasi melaksanakan kegiatan Pembinaan kader posyandu balita tahun 2023 dilaksankan pada 4 April – 18 April Tahun 2023 sesuai jadwal. Kegiatan Pembinaan Kader Rabu, 12/04/2023 bertempat di posyandu Teratai wilayah Kerja Puskesmas Yosomulyo dalam kegiatan pembinaan ini langsung diberi arahan oleh Subtansi Promosi Kesehatan & PM Dinas Kesehatan Kota Metro diikuti oleh kader posyandu balita di posyandu Teratai. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes, Melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan imbauan agar seluruh kader tetap menjaga kesehatan dan kebersihan karena kader Posyandu adalah ujung tombak kesehatan yang ada di kelurahan yang seharusnya menjadi contoh dan pelopor kesehatan bagi masyarakat. “Saya berharap agar kader Posyandu tetap menjadi kader yang mampu memberikan contah atau pelopor kesehatan kepada masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan bersih Melalui Kegiatan Pembinaan Kader, Diah Meira berharap para kader dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan motivasi untuk mengembangkan pelayanan dan program tambahan lainnya di posyandu masing-masing. Kami harap dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader sebagai tenaga pelaksana kegiatan posyandu dalam memberikan pelayanan di masing-masing kelurahan,” harapnya. Di tempat yang sama,Maryanto,SKM Sebagai Subkoordinator Subtansi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro mengatakan berharap dengan adanya kegiatan ini kader dapat lebih termotivasi dan semangat dalam menjalankan tugasnya membangun masyarakat yang sehat. Sehingga kedepannya para kader kesehatan bisa mengatasi dan memecahkan permasalahan dilapangan terutama perihal kesehatan,” imbuhnya. #PromkesNewsMetro Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
SINERGITAS PEMKOT METRO MENUJU PENILAIAN KOTA SEHAT TAHUN 2023
Pemerintah Kota (Pemkot) Metro rencananya akan mengikuti penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) tahun 2023. Oleh sebab itu, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh seluruh perangkat daerah,berkomitmen dan konsisten mewujudkan Kota Sehat. Hal tersebut nampak dengan diselenggarakan rapat pertemuan dalam rangka persiapan penilaian verifikasi Kota Sehat kota Metro tahun 2023, bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro, Selasa (11/04/2023) Dalam hal ini, Wakil Wali Kota Metro Qomaru Zaman, Ia menuturkan rapat koordinasi ini diselenggarakan dalam rangka persiapan penilaian verifikasi Kota Sehat. “Sebagai bentuk komitmen dan kesungguhan mewujudkan Kota Sehat dengan point tatanan dan indikator pendukung diharapkan kepada seluruh pengurus setelah dikukuhkan sebagai pengurus Forum Kota Sehat dapat berbuat yang terbaik untuk kota yang kita cintai ini,” ujar Qomaru Rapat koordinasi FKS Kota Metro tersebut dalam rangka persiapan penilaian verifikasi Kota Sehat diisi dengan diskusi bersama Bappeda dengan OPD se-Kota Metro dan Forum Kota Sehat.Sementara itu, Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo ditempat yang sama mengungkapkan replika sebuah Kota sehat diwujudkan dari tatanan yang tercakup dalam penilaian dan beberapa indikator pendukung. Kepada OPD untuk lebih mendukung dalam mewujudkan Kota Sehat disuport dengan dokumen dalam rangka persiapan yang akan disampaikan pada tim penilai dan pengurus Forum Kota Sehat lebih intensif mempersiapkan kunjungan tim penilai dalam rangka mewujudkan Kota Sehat. Ditempat yang sama, Kepala Bappeda Kota Metro, Anang Risgiyanto, dalam hal ini menegaskan Kota sehat ini diselenggarakan esensi sebuah komitmen semua pihak dalam mewujudkan Kota Sehat. “Komitmen kita bersama dengan sharing untuk bulan april ini apa yang harus dipersiapkan dalam penilaian verifikasi kota sehat,” tuturnya. Lebih lanjut dikatakan Anang, Ia menjelaskan bahwa Wali Kota Metro sangat komitmen dalam mewujudkan Kota Metro Kota Sehat.“Wali Kota Metro sangat berkomitmen dalam penyelenggaraan dan mewujudkan Kota Metro Kota sehat, hal ini menjadi sebuah performance menyangkut substansial kemampuan dan kapasitas para stakeholder dalam mempersiapkan penilaian verifikasi Kota Sehat,” terang Anang. Melalui Dinas Kesehatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang termasuk dalam tim pembina hendaknya menyiapkan banyak hal untuk persiapan keikutsertaan penilaian Kota Sehat predikat Swasti Saba Wistara tahun 2023, imbuh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes “Persiapan menuju penilaian Kota Sehat tahun 2023, kita harus matangkan mulai dari sekarang. Kita akan memenuhi 9 tatanan yang nantinya akan dinilai dan telah ditentukan.” Untuk mencapai kondisi sehat banyak faktor yang harus dipenuhi, ini yang tidak bisa dilakukan oleh satu OPD saja, namun harus didukung oleh OPD dan sektor lainnya,” ungkap kadiskes metro” Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro yang juga sebagai Sekretaris tim pembina Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan untuk menjadi Kota Sehat, Kota Metro harus memenuhi 9 tatanan yang menjadi kriteria penilaian dalam indikator Kota Sehat. Sebanyak 9 tatanan yang perlu dilaksanakan, yaitu Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, Pemukiman dan Fasilitas Umum, Satuan Pendidikan,Pasar, Perkantoran dan Perindustrian, Pariwisata, Transportasi dan Tertib Lalu Lintas, Perli dengan Sosial, Penangulangan Bencana. “Untuk melaksanakan 9 tatanan tersebut, dibutuhkan kolaborasi dan sinergisitas stakeholder terkait. Sangat dibutuhkan peran aktif semua pengurus dan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar nantinya kita dapat memenuhi semua persyaratan verifikasi. Rapat tersebut, turut dihadiri Wakil Wali Kota Metro Qomaru Zaman, Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Kepala Bappeda Kota Metro Anang Risgiyanto, Asisten I Setda Pemkot Metro, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala OPD se-Kota Metro, Forum Kota Sehat (FKS) Metro.#PromkesNewsMetro Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Tekan AKI,AKB dan AKABA Dinkes Kota Metro Melalui Bidang Kesmas Gelar Kegiatan Pembinaan Kader Posyandu
Dinas Kesehatan Kota Metro terus berupaya melakukan percepatan penurunan angka kematian Ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan angka kematian balita (AKABA) melalui pemberdayaan masyarakat, melalui Subtansi Promosi Kesehatan & PM dan Subtansi Kesga & Gizi Dinas Kesehatan Kota Metro secara terintegrasi melaksanakan kegiatan Pembinaan kader posyandu balita tahun 2023 dilaksankan pada 4 April – 18 April Tahun 2023 sesuai jadwal. Kegiatan Pembinaan Kader Selasa, 11/04/2023 bertempat di posyandu Anggrek 2 wilayah Kerja Puskesmas Yosodadi dalam kegiatan pembinaan ini langsung diberi arahan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro diikuti oleh kader posyandu balita di posyandu Anggrek 2. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes, Melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan bahwa Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama guna memberdayakan serta memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar.Posyandu sebagai perwujudan dari peran serta masyarakat tidak sertamerta hadir dan bergerak dengan sendirinya, dukungan Pemerintah terhadap keberadaan dan kesinambungan posyandu terus diupayakan.Berbagai kebijakan telah dibuat dengan bermacam kegiatan dan program yang telah dilaksanakan agar posyandu tetap eksis dan menjadi gerbang terdepan pemberdayaan masyarakat.“Upaya peningkatan peran dan fungsi posyandu menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk kader posyandu,” terangnya.Peran kader dalam menyelenggarakan posyandu, dikatakannya sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke posyandu dan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam Kegiatan Pembinaan Kader Posyandu Balita ini juga di adakan Sosialisasi tentang Program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (JAMA-PAI) Kota Metro.Sosialisasi Jama Pai di Posyandu ini juga meningkatkan pemahaman Kader Posyandu dalam pencegahan dan penanggulangan stunting,tujuan utama dari Jama-PAI yaitu mewujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang, Karena itu, seluruh instansi terkait harus gencar mensosialisasikan program ini kepada masyarakat. Melalui Subkoordinator Subtansi Promosi Kesehatan dan PM Dinas Kesehatan Kota Metro, Maryanto,SKM mengatakan, bahwa Kegiatan yang dilakukan saat pembinaan adalah kami menyampaikan Kader Posyandu berperan sebagai penggerak dan penyuluh kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat tau, mau dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat , secara teknis tugas kader yang terkait dengan pembangunan kesehatan masyarakat melakukan pendataan balita, melakukan pengukuran antropometri yang salah satunya adalah melakukan penimbangan dan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), melakukan konseling gizi, menyediakan PMT, serta melakukan pencatatan dan pelaporan yang selanjutnya akan diberikan pada petugas kesehatan di Puskesmas. Peningkatan kapasitas kader posyandu sangatlah penting untuk memberikan pengetahuan tentang tugas dan peran kader posyandu, sehingga diharapkan kedepan pelayanan posyandu akan lebih baik. Kader posyandu sebagai perpanjangan tangan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam memantau tumbuh kembang anak harus berperan lebih aktif untuk menciptakan generasi muda yang lebih produktif. Guna memperdayakan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi,” terangnya .#PromkesNewsMetro Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Dinkes Metro Melalui Bidang Kesmas Aktif Mendampingi Posyandu
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subtansi Promosi Kesehatan & PM dan Subtansi Kesga & Gizi Dinas Kesehatan Kota Metro secara terintegrasi melaksanakan kegiatan Pembinaan kader posyandu balita tahun 2023 dilaksankan pada 4 April – 18 April Tahun 2023 sesuai jadwal. Kegiatan Pembinaan Kader Senin, 10/04/2023 bertempat di posyandu Palapa wilayah Kerja Puskesmas Tejoagung dalam kegiatan pembinaan ini langsung diberi arahan oleh Subtansi Promosi Kesehatan & Subtansi Kesga Gizi Dinas Kesehatan Kota Metro diikuti oleh kader posyandu balita di posyandu Palapa. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes, Melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan Kegiatan pembinaan kader posyandu adalah salah satu kegiatan upaya kesehatan masyarakat tujuan diadakannya pembinaan kader posyandu ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader dan pengetahuan kader dalam melaksanakan tugasnya seperti pemberian makanan tambahan pada balita dalam rangka peningkatan gizi, pembinaan administrasi, pemeriksaan rutin balita dan penyuluhan, melalui kegiatan pembinaan kader posyandu ini diharapkan peran posyandu sebagai ujung tombak pemantauan status gizi di masyarakat dapat lebih optimal. Dalam Kegiatan Pembinaan Kader Posyandu Balita ini juga di adakan Sosialisasi tentang Program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (JAMA-PAI) Kota Metro.Sosialisasi Jama Pai di Posyandu ini juga meningkatkan pemahaman Kader Posyandu dalam pencegahan dan penanggulangan stunting,tujuan utama dari Jama-PAI yaitu mewujudkan Generasi Emas Metro Cemerlang, Karena itu, seluruh instansi terkait harus gencar mensosialisasikan program ini kepada masyarakat. Melalui Subkoordinator Subtansi Promosi Kesehatan dan PM Dinas Kesehatan Kota Metro, Maryanto,SKM mengatakan, bahwa Kegiatan yang dilakukan saat pembinaan adalah kami menyampaikan Kader Posyandu berperan sebagai penggerak dan penyuluh kesehatan masyarakat, sehingga masyarakat tau, mau dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat , secara teknis tugas kader yang terkait dengan pembangunan kesehatan masyarakat melakukan pendataan balita, melakukan pengukuran antropometri yang salah satunya adalah melakukan penimbangan dan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), melakukan konseling gizi, menyediakan PMT, serta melakukan pencatatan dan pelaporan yang selanjutnya akan diberikan pada petugas kesehatan di Puskesmas. Peningkatan kapasitas kader posyandu sangatlah penting untuk memberikan pengetahuan tentang tugas dan peran kader posyandu, sehingga diharapkan kedepan pelayanan posyandu akan lebih baik. Kader posyandu sebagai perpanjangan tangan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam memantau tumbuh kembang anak harus berperan lebih aktif untuk menciptakan generasi muda yang lebih produktif. Semoga kegiatan pembinaan posyandu ini dapat menambah dan menyegarkan kembali pengetahuan kader akan tugas-tugas yang harus mereka lakukan di posyandu.#PromkesNewsMetro Kontributor Artikel PromkesDinkesMetro
Update situasi DBD dan Malaria, Dinkes lakukan bimtek/OJT Aplikasi SIARVI, Silantor dan Esismal Malaria Dinkes Metro
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Subkoordinator P2PM laksanakan Bimtek Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular khususnya DBD dan Malaria Triwulan 2 Tahun 2023 di Puskesmas Se-Kota Metro dilaksanakan sesuai jadwal. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,M.Kes, Melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Metro, Verawati Nasution, SKM.,M.Kes, menyampaikan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular potensial wabah sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian secara tepat. Upaya tesebut membutuhkan komitmen kerjasama yang baik antara dinas terkait, lintas sektor dan dukungan masyarakat sekitar. Dalam upaya pengendalian vektor DBD dan Malaria, Dinkes Kota Metro melakukan Bimbingan Teknis/OJT Aplikasi SIARVI, SILANTOR dan Evaluasi Pelaporan DBD dan Malaria di Aula Puskesmas Mulyojati dan Puskesmas Ganjar Agung , Rabu (05/04/2023). Dalam Kesempatan ini hadir juga Subkoordinator Subtansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Surtini S.ST menyampaikan SIARVI digunakan untuk memantau perkembangan kasus Dengue dan Abovirus lainnya seperti Cikungunya ,JE dan ZIKA sedangkan untuk Silantor merupakan sistem yang dikembangkan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap penyakit tular vektor dan zoonotik termasuk Dengue, Malaria dan Leptospirosis. Sistem ini berbasis web dan android. Melalui Aplikasi SIARVI dan SILANTOR ini secara teknis tenaga kesehatan di Puskesmas mengumpulkan data vektor dan penemuan kasus DBS dan Malaria di wilayah kerjanya. Setelah itu data diinput ke dalam Aplikasi dan akan terintegrasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ,Provinsi, sampai ke Pemerintah Pusat. Data yang dihasilkan SILANTOR dapat menggambarkan kepadatan vektor, dapat diketahui potensi penyakit yang ada sehingga dapat dilakukan upaya pencegahannya sedini mungkin sedangkan data yang dihasilkan SIARVI dapat memantau perkembangan kasus DBD sehingga upaya penanggulangannya dapat lebih maksimal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan Pemerintah Kota Metro dalam percepatan pengendalian kasus DBD di Kota Metro Upaya optimalisasi Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.#PromkesNewsDinkesMetro Kontributor PromkesNewsDinkesMetro

