METRO – Yayasan Baitul Maal BRILiaN Regional Office Bandar Lampung melaksanakan Exit Program Cegah Stunting Tahun 2025 di Gedung Aula Kelurahan Banjarasari, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Rabu, 24 Desember 2025. Program ini mencatat penurunan kasus stunting dan perbaikan status gizi balita secara terukur.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST, M.Kes, berhalangan hadir dan diwakili Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Desy Eva Rohmawati, SKM, MM. Ia menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan intervensi berkelanjutan.

Desy menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kota Metro tercatat 14,8 persen. Angka tersebut menunjukkan tren penurunan. Namun percepatan tetap memerlukan penguatan deteksi dini, edukasi, dan intervensi gizi di tingkat masyarakat.
“Upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui posyandu, pendampingan ibu hamil dan balita, serta intervensi yang tepat sasaran,” ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Metro Utara menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Camat Metro Utara yang diwakili Sekretaris Camat Basuki Rahmat menegaskan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah saja.

Menurut Basuki Rahmat, keberhasilan penurunan stunting membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Ia menilai keterlibatan YBM BRILiaN menjadi contoh nyata peran sektor non-pemerintah dalam mendukung program kesehatan.
“Kerja sama lintas sektor sangat dibutuhkan agar target penurunan stunting dapat tercapai secara berkelanjutan,” katanya.
Fasilitator Kesehatan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung, Shera Artina, S.Gz, menjelaskan bahwa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menyasar 40 balita usia 6 hingga 59 bulan. Rinciannya, 25 balita berasal dari Kelurahan Banjarasari dan 15 balita dari Kelurahan Purwosari.

Hasil pemantauan menunjukkan 34 balita mengalami kenaikan berat badan sesuai target, sementara 6 balita belum mencapai target. Data awal mencatat 29 balita dengan status gizi berat badan kurang. Setelah intervensi PMT selama 90 hari, jumlah tersebut turun menjadi 21 balita.
Kasus stunting juga menurun dari 27 balita menjadi 20 balita. Sementara itu, jumlah balita dengan kondisi gizi kurang atau wasting berkurang dari 17 balita menjadi 12 balita.
Shera menyebutkan bahwa intervensi gizi yang disertai pendampingan dan edukasi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi balita.
Selain intervensi kesehatan, YBM BRILiaN juga menyalurkan bantuan paket pendidikan kepada 20 siswa SD Negeri 1 Metro Utara sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini turut dihadiri Lurah Banjarasari Nila Kusumawati, S.IP, M.Si, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Pimpinan Cabang BRI BO Metro Jamali menyampaikan komitmen BRI dalam mendukung program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sementara perwakilan YBM BRILiaN Regional Office Bandar Lampung Amir menjelaskan bahwa program ini dibiayai dari pengelolaan zakat dan infak pegawai BRI melalui lima pilar program, yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah, dan sosial kemanusiaan.
Program Cegah Stunting YBM BRILiaN berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui intervensi gizi, pemberian PMT, edukasi, serta pendampingan fasilitator kesehatan. Total penyaluran dana dalam program ini mencapai Rp100 juta, bersumber dari zakat dan infak pegawai BRI di wilayah Metro dan Bandar Lampung.

Kepala UPTD Puskesmas Banjarasari, dr. Balkis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada YBM BRILiaN atas dukungan yang diberikan melalui Program Cegah Stunting.
“Program ini sangat membantu upaya puskesmas dalam meningkatkan status gizi balita. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan YBM BRILiaN dapat terus berlanjut agar upaya pencegahan stunting berjalan konsisten dan berkesinambungan.
Kontributor Liputan : Eci Lindasari,SKM

