berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Pendampingan Penerapan Inovasi aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated Bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas Purwosari dan Puskesmas Karang Rejo, Acara dilaksanakan melalui Kolaborasi Subtansi Promosi Kesehatan & PM dan Subtansi Kesga & Gizi Dinas Kesehatan Kota Metro, Senin,08/01/2024. Aplikasi Maternal Early Warning Score Obstetri Modifikasi Wahdi atau MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated adalah aplikasi modifikasi terkini ciptaan Wali Kota Metro, dr. Wahdi Siradjuddin,Sp.OG(K),M.H, sebagai wujud kecintaan putera daerah kepada Bumi Sai Wawai, Kota Metro, Lampung serta wujud dukungan untuk kemajuan kesehatan di bumi pertiwi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat , Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan bahwa hari ini adalah roadshow sosialisasi Perdana Aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Jama Pai- Integrated, Jadi nantinya roadshow ini ke seluruh Fasyankes yang ada di Kota Metro. Diah Meira menambahkan bahwa Aplikasi Maternal Early Warning Score Obstetri Modifikasi atau MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated adalah aplikasi modifikasi terkini Aplikasi yang memiliki manfaat sebagai deteksi dini terhadap kegawatdaruratan kesehatan spesialisasi pada obstetri merupakan untuk mencegah tiga keterlambatan yaitu terlambat mengenal bahaya, terlambat merujuk dan terlambat mendapatkan pertolongan cepat di tempat rujukan. Aplikasi ini sendiri masuk dalam 7 pilar Program Jama-Pai, yang sangat sukses. Yang mana, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan aplikasi dengan cara mendownload melalui Google Playstore. Aplikasi ini adalah tool untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu – anak, yang merupakan bagian dari tujuh pilar Jama Pai. Masyarakat bisa mengunduhnya melalui aplikasi store. Dan aplikasi ini adalah persembahan Kota Metro untuk dunia kesehatan Indonesia. Sehingga bebas untuk digunakan seluruh tenaga kesehatan di Indonesia (bagian dari e-PWS KIA)” ungkap Diah Meira” Sementara dalam kesempatan ini Kepala Puskemas Purwosari Kota Metro, Desy Yulianti.,S.Kep.,M.M, dalam sambutanya mengucapkan sangat senang dengan di adanya kegiatan roadshow aplikasi MEWS-OBSTETRI Jamapai (mW) Integrated sehingga kami khususnya Tenaga Kesehatan Puskesmas Purwosari semakin paham fitur-fitur yang ada di Aplikasi MEWS-OBSTETRI Jamapai (mW) Integrated. Sementara dalam kesempatan iniKepala Puskesmas Karang Rejo Kota MetroAmrina,STr.Keb menyampaikan bahwa Aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Jama Pai Integrated sangat bermanfaat kepada masyarakat khusus nya ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan skrining secara mandiri dan dengan aplikasi ini tenaga medis dapat melihat riwayat kesehatan ibu hamil selama masa kehamilan nya jadi apabila terjadi sesuatu kegawatdararuratan tenaga medis dapat menentukan secara cepat dan tepat langkah yang harus dilakukan. Kontributor Lapangan : Promkes_DinkesMetro/ E.L
Posyandu Mawar Jadi Percontohan Penerapan Integrasi Layanan Primer , Puskesmas Ganjar Agung.
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subtansi Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat terus berupaya dengan melakukan pembinaan untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). Program ini menjadi sorotan utama dalam transformasi kesehatan dengan tiga pilar utama, yaitu penerapan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan, pendekatan layanan hingga ke tingkat desa/kelurahan dan dusun, serta penguatan pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan dashboard situasi kesehatan per desa/kelurahan. Posyandu Mawar, Kelurahan Ganjar Asri , Wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung, salah satu lokus yang terpilih sebagai tempat pelaksanaan program ILP, menjadi contoh sukses dalam menerapkan konsep integrasi layanan primer. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes mengungkapkan bahwa kesehatan merupakan aset dan modal utama dalam hidup. “Kerja akan produktif bila kita sehat. Belajar akan bisa berkonsentrasi bila kita sehat. Untuk itu kita harus selalu menjaga kesehatan tubuh, selain itu juga selalu bersemangat dan berpikir positif dalam mengisi hari,” kata Diah Meira. Sebagai leanding sektor, lanjut Diah Meira, Dinkes tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan Posyandu ILP, namun membutuhkan bantuan dan peran serta dari berbagai unsur masyarakat demi terciptanya masyarakat Kota Metro yang semakin sehat dan sejahtera. Sementara Kepala Puskesmas Ganjar Agung Rochayani, SST. M Kes, mengungkapkan bahwa program ini telah membawa perubahan signifikan, terutama dalam jenis pelayanan yang disediakan. Sebelumnya, layanan kesehatan terpisah-pisah, namun dengan ILP, layanan disesuaikan dengan siklus hidup masyarakat, saat ini posyandu telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Artinya posyandu yang dahulu hanya melayani balita dan ibu hamil saja, sekarang posyandu juga melayani satu siklus kehidupan, dari usia 0 tahun hingga lansia. Bukan hanya yang ‘diantar saja’ (balita atau ibu hamil) yang diperiksa namun juga yang mengantarkan. Dengan demikian akan mempermudah pengambilan kebijakan agar kualitas bidang kesehatan menjadi lebih baik lagi, “ungkap Rochayani”
Perpanjangan Izin Operasional, RSUD Jend. A. Yani Terima Tim Visitasi Dinkes Provinsi Lampung
Berita ini Tayang di Promkes.metrokota.go.id Dalam rangka perpanjangan izin operasional, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jend. A. Yani Metro menerima Tim visitasi dari Tim Teknis Provinsi Lampung, (Rabu,03/01/2024) Tim visitasi dipimpin oleh Kepala Dinas Provinsi Lampung dr. Edwin Rusli, M.K.M didampingi jajarannya, Sekretaris, dan para Kepala Bidang Lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung. dr. Edwin Rusli,mengatakan Tim visitasi adalah salah satu bentuk pra persyaratan untuk perpanjangan izin (RSUD) Jend. A. Yani, kedatangan kami ini untuk memastikan kesiapan (RSUD)Jend. A.Yani, dari sisi tekhnis, dokumen dan perencanaannya dapat terpenuhi sehingga bisa mendapatkan kembali izin operasional untuk periode mendatang. Visitasi ini lanjutnya, merupakan rutinitas dan juga bagian dari fungsi pembinaan Pemerintah Provinsi untuk memastikan pelayanan kesehatan di Kota Metro dapat dipenuhi oleh Rumah Sakit dalam hal ini RSUD Jend. A. Yani. Adapun dalam proses visitasi ini dilakukan beberapa kegiatan dengan membagi tim menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan; telusur dokumen persyaratan sesuai ketugasan di instrumen yang mengacu pada PP 47 Tahun 2021 tentang tentang penyelenggaraan bidang perumahsakitan, telusur lapangan yang melihat aspek SDM, manajemen dan pelayanan, sarpras penunjang, tempat tidur, alat kesehatan, lingkungan, PPI dan wawancara mengenai peningkatan mutu dan keselamatan pasien,“ungkap dr. Erwin Rusli” Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes dalam sambutanya menyampaikan ucapkan selamat datang kepada tim visitasi sekaligus memberikan gambaran mengenai beberapa fasilitas layanan kesehatan yang ada di RSUD Jend. A. Yani. Eko Hendro juga mengatakan bahwa Kegiatan visitasi perpanjangan izin rumah sakit adalah hal yang paling krusial dikarenakan menyangkut dengan keseluruhan legalitas proses pelayanan kesehatan kepada pasien dan pengunjung rumah sakit dan diharapkan pelaksanaan mutu layanan fasilitas kesehatan di RSUD Jend. A. Yani tetap terjaga. Sementara, Direktur Jend. A. Yani dr. Fitri Agustina dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kedatangan tim visitasi untuk memberikan masukan dan arahan untuk penyempurnaan dan perbaikan dokumen persyaratan pengajuan izin operasional Rumah Sakit. Lanjut dr Fitri, izin operasional merupakan legalitas yamg diberikan oleh Pemerintah kepada Rumah Sakit, untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan setelah memenuhi standar dan persyaratan yang ditentukan, kami berharap kiranya pelaksanaan visitasi dan verifikasi uji kesesuaian perpanjangan izin oeprasional, membuahkan hasil yang baik. Turut Hadir dalam Kegiatan ini Seluruh Kepala Bidang Kesehatan di Lingkup Dinas Kesehatan Kota Metro, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Ahmad Yani, Hasril Syahdu, Wakil Direktur Perencanaan, Keuangan dan Tata Usaha RSUD Ahmad Yani, Hendarto,SKM.,MKes beserta seluruh jajaran RSUD Ahmad Yani. Kontributor Lapangan : Promkes_DinkesMetro/ E.L
Wow! 5 Puskesmas di Kota Metro Raih Predikat Akreditasi Paripurna, Eko Hendro: Jadikan awal yang baik untuk terus melayani masyarakat
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)di Kota Metro patut berbangga karena telah meraih akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Selasa/02/01/2024 Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut, capaian itu berkat kerja sama seluruh pihak dalam mempersiapkan sampai pelaksanaan akreditasi, sehingga bisa meraih paripurna.”Sebenarnya teman-teman di Puskesmas sendiri menghadapi akreditasi terasa tertantang karena cukup menyita waktu dan tenaga. Namun jauh hari sebelumnya semua dokumen-dokumen telah di persiapkan. Eko Hendro mengatakan bahwa Capaian ini diharap puskesmas dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi bagi puskesmas lainnya, sehingga dapat terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kota Metro,” Eko Hendro menjelaskan bahwa akreditasi dilakukan sebagai upaya berkelanjutan dalam memperbaiki sistem pelayanan dan kinerja yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, keselamatan, dan manajemen risiko, puskesmas yang telah mendapatkan akreditasi Paripurna dari Lembaga Akreditasi Kemenkes dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Mudah-mudahan, di awal tahun 2024 ini menjadi awal yang baik untuk terus melayani masyarakat Kota Metro dengan maksimal,” ujar “Eko Hendro” Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro, Daniel,SKM.,MKes menyebutkan pada Awal Januari Tahun 2024 ada sebanyak lima puskesmas di Kota Metro yang telah mendapatkan akreditasi Paripurna dan untuk Puskesmas yang lainnya yang ada di Kota Metro sedang menunggu hasil dari Kementerian Kesehatan RI. Daniel menjelaskan Ke-Lima Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Tejo Agung, Puskesmas Karang Rejo, Puskesmas Metro, Puskesmas Purwosari dan Puskesmas Ganjar Agung, Tingkatan Paripurna ini merupakan tingkatan paling tinggi dari empat tingkatan yaitu Strata Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna,” katanya. Kontributor Lapangan : Promkes_Dinkes_Metro/ E.L

