berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Pendampingan Penerapan Inovasi aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated Bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas Purwosari dan Puskesmas Karang Rejo, Acara dilaksanakan melalui Kolaborasi Subtansi Promosi Kesehatan & PM dan Subtansi Kesga & Gizi Dinas Kesehatan Kota Metro, Senin,08/01/2024. Aplikasi Maternal Early Warning Score Obstetri Modifikasi Wahdi atau MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated adalah aplikasi modifikasi terkini ciptaan Wali Kota Metro, dr. Wahdi Siradjuddin,Sp.OG(K),M.H, sebagai wujud kecintaan putera daerah kepada Bumi Sai Wawai, Kota Metro, Lampung serta wujud dukungan untuk kemajuan kesehatan di bumi pertiwi. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat , Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan bahwa hari ini adalah roadshow sosialisasi Perdana Aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Jama Pai- Integrated, Jadi nantinya roadshow ini ke seluruh Fasyankes yang ada di Kota Metro. Diah Meira menambahkan bahwa Aplikasi Maternal Early Warning Score Obstetri Modifikasi atau MEWS-OBSTETRI (mW) Integrated adalah aplikasi modifikasi terkini Aplikasi yang memiliki manfaat sebagai deteksi dini terhadap kegawatdaruratan kesehatan spesialisasi pada obstetri merupakan untuk mencegah tiga keterlambatan yaitu terlambat mengenal bahaya, terlambat merujuk dan terlambat mendapatkan pertolongan cepat di tempat rujukan. Aplikasi ini sendiri masuk dalam 7 pilar Program Jama-Pai, yang sangat sukses. Yang mana, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan aplikasi dengan cara mendownload melalui Google Playstore. Aplikasi ini adalah tool untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu – anak, yang merupakan bagian dari tujuh pilar Jama Pai. Masyarakat bisa mengunduhnya melalui aplikasi store. Dan aplikasi ini adalah persembahan Kota Metro untuk dunia kesehatan Indonesia. Sehingga bebas untuk digunakan seluruh tenaga kesehatan di Indonesia (bagian dari e-PWS KIA)” ungkap Diah Meira” Sementara dalam kesempatan ini Kepala Puskemas Purwosari Kota Metro, Desy Yulianti.,S.Kep.,M.M, dalam sambutanya mengucapkan sangat senang dengan di adanya kegiatan roadshow aplikasi MEWS-OBSTETRI Jamapai (mW) Integrated sehingga kami khususnya Tenaga Kesehatan Puskesmas Purwosari semakin paham fitur-fitur yang ada di Aplikasi MEWS-OBSTETRI Jamapai (mW) Integrated. Sementara dalam kesempatan iniKepala Puskesmas Karang Rejo Kota MetroAmrina,STr.Keb menyampaikan bahwa Aplikasi MEWS-OBSTETRI (mW) Jama Pai Integrated sangat bermanfaat kepada masyarakat khusus nya ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan skrining secara mandiri dan dengan aplikasi ini tenaga medis dapat melihat riwayat kesehatan ibu hamil selama masa kehamilan nya jadi apabila terjadi sesuatu kegawatdararuratan tenaga medis dapat menentukan secara cepat dan tepat langkah yang harus dilakukan. Kontributor Lapangan : Promkes_DinkesMetro/ E.L
Posyandu Mawar Jadi Percontohan Penerapan Integrasi Layanan Primer , Puskesmas Ganjar Agung.
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subtansi Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat terus berupaya dengan melakukan pembinaan untuk meningkatkan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP). Program ini menjadi sorotan utama dalam transformasi kesehatan dengan tiga pilar utama, yaitu penerapan siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan kesehatan, pendekatan layanan hingga ke tingkat desa/kelurahan dan dusun, serta penguatan pemantauan wilayah melalui digitalisasi dan dashboard situasi kesehatan per desa/kelurahan. Posyandu Mawar, Kelurahan Ganjar Asri , Wilayah kerja Puskesmas Ganjar Agung, salah satu lokus yang terpilih sebagai tempat pelaksanaan program ILP, menjadi contoh sukses dalam menerapkan konsep integrasi layanan primer. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes mengungkapkan bahwa kesehatan merupakan aset dan modal utama dalam hidup. “Kerja akan produktif bila kita sehat. Belajar akan bisa berkonsentrasi bila kita sehat. Untuk itu kita harus selalu menjaga kesehatan tubuh, selain itu juga selalu bersemangat dan berpikir positif dalam mengisi hari,” kata Diah Meira. Sebagai leanding sektor, lanjut Diah Meira, Dinkes tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan Posyandu ILP, namun membutuhkan bantuan dan peran serta dari berbagai unsur masyarakat demi terciptanya masyarakat Kota Metro yang semakin sehat dan sejahtera. Sementara Kepala Puskesmas Ganjar Agung Rochayani, SST. M Kes, mengungkapkan bahwa program ini telah membawa perubahan signifikan, terutama dalam jenis pelayanan yang disediakan. Sebelumnya, layanan kesehatan terpisah-pisah, namun dengan ILP, layanan disesuaikan dengan siklus hidup masyarakat, saat ini posyandu telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Artinya posyandu yang dahulu hanya melayani balita dan ibu hamil saja, sekarang posyandu juga melayani satu siklus kehidupan, dari usia 0 tahun hingga lansia. Bukan hanya yang ‘diantar saja’ (balita atau ibu hamil) yang diperiksa namun juga yang mengantarkan. Dengan demikian akan mempermudah pengambilan kebijakan agar kualitas bidang kesehatan menjadi lebih baik lagi, “ungkap Rochayani”
Perpanjangan Izin Operasional, RSUD Jend. A. Yani Terima Tim Visitasi Dinkes Provinsi Lampung
Berita ini Tayang di Promkes.metrokota.go.id Dalam rangka perpanjangan izin operasional, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jend. A. Yani Metro menerima Tim visitasi dari Tim Teknis Provinsi Lampung, (Rabu,03/01/2024) Tim visitasi dipimpin oleh Kepala Dinas Provinsi Lampung dr. Edwin Rusli, M.K.M didampingi jajarannya, Sekretaris, dan para Kepala Bidang Lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Lampung. dr. Edwin Rusli,mengatakan Tim visitasi adalah salah satu bentuk pra persyaratan untuk perpanjangan izin (RSUD) Jend. A. Yani, kedatangan kami ini untuk memastikan kesiapan (RSUD)Jend. A.Yani, dari sisi tekhnis, dokumen dan perencanaannya dapat terpenuhi sehingga bisa mendapatkan kembali izin operasional untuk periode mendatang. Visitasi ini lanjutnya, merupakan rutinitas dan juga bagian dari fungsi pembinaan Pemerintah Provinsi untuk memastikan pelayanan kesehatan di Kota Metro dapat dipenuhi oleh Rumah Sakit dalam hal ini RSUD Jend. A. Yani. Adapun dalam proses visitasi ini dilakukan beberapa kegiatan dengan membagi tim menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan; telusur dokumen persyaratan sesuai ketugasan di instrumen yang mengacu pada PP 47 Tahun 2021 tentang tentang penyelenggaraan bidang perumahsakitan, telusur lapangan yang melihat aspek SDM, manajemen dan pelayanan, sarpras penunjang, tempat tidur, alat kesehatan, lingkungan, PPI dan wawancara mengenai peningkatan mutu dan keselamatan pasien,“ungkap dr. Erwin Rusli” Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes dalam sambutanya menyampaikan ucapkan selamat datang kepada tim visitasi sekaligus memberikan gambaran mengenai beberapa fasilitas layanan kesehatan yang ada di RSUD Jend. A. Yani. Eko Hendro juga mengatakan bahwa Kegiatan visitasi perpanjangan izin rumah sakit adalah hal yang paling krusial dikarenakan menyangkut dengan keseluruhan legalitas proses pelayanan kesehatan kepada pasien dan pengunjung rumah sakit dan diharapkan pelaksanaan mutu layanan fasilitas kesehatan di RSUD Jend. A. Yani tetap terjaga. Sementara, Direktur Jend. A. Yani dr. Fitri Agustina dalam kesempatan tersebut menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kedatangan tim visitasi untuk memberikan masukan dan arahan untuk penyempurnaan dan perbaikan dokumen persyaratan pengajuan izin operasional Rumah Sakit. Lanjut dr Fitri, izin operasional merupakan legalitas yamg diberikan oleh Pemerintah kepada Rumah Sakit, untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan setelah memenuhi standar dan persyaratan yang ditentukan, kami berharap kiranya pelaksanaan visitasi dan verifikasi uji kesesuaian perpanjangan izin oeprasional, membuahkan hasil yang baik. Turut Hadir dalam Kegiatan ini Seluruh Kepala Bidang Kesehatan di Lingkup Dinas Kesehatan Kota Metro, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Ahmad Yani, Hasril Syahdu, Wakil Direktur Perencanaan, Keuangan dan Tata Usaha RSUD Ahmad Yani, Hendarto,SKM.,MKes beserta seluruh jajaran RSUD Ahmad Yani. Kontributor Lapangan : Promkes_DinkesMetro/ E.L
Wow! 5 Puskesmas di Kota Metro Raih Predikat Akreditasi Paripurna, Eko Hendro: Jadikan awal yang baik untuk terus melayani masyarakat
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)di Kota Metro patut berbangga karena telah meraih akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Selasa/02/01/2024 Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut, capaian itu berkat kerja sama seluruh pihak dalam mempersiapkan sampai pelaksanaan akreditasi, sehingga bisa meraih paripurna.”Sebenarnya teman-teman di Puskesmas sendiri menghadapi akreditasi terasa tertantang karena cukup menyita waktu dan tenaga. Namun jauh hari sebelumnya semua dokumen-dokumen telah di persiapkan. Eko Hendro mengatakan bahwa Capaian ini diharap puskesmas dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi bagi puskesmas lainnya, sehingga dapat terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kota Metro,” Eko Hendro menjelaskan bahwa akreditasi dilakukan sebagai upaya berkelanjutan dalam memperbaiki sistem pelayanan dan kinerja yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, keselamatan, dan manajemen risiko, puskesmas yang telah mendapatkan akreditasi Paripurna dari Lembaga Akreditasi Kemenkes dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Mudah-mudahan, di awal tahun 2024 ini menjadi awal yang baik untuk terus melayani masyarakat Kota Metro dengan maksimal,” ujar “Eko Hendro” Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro, Daniel,SKM.,MKes menyebutkan pada Awal Januari Tahun 2024 ada sebanyak lima puskesmas di Kota Metro yang telah mendapatkan akreditasi Paripurna dan untuk Puskesmas yang lainnya yang ada di Kota Metro sedang menunggu hasil dari Kementerian Kesehatan RI. Daniel menjelaskan Ke-Lima Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Tejo Agung, Puskesmas Karang Rejo, Puskesmas Metro, Puskesmas Purwosari dan Puskesmas Ganjar Agung, Tingkatan Paripurna ini merupakan tingkatan paling tinggi dari empat tingkatan yaitu Strata Dasar, Madya, Utama, dan Paripurna,” katanya. Kontributor Lapangan : Promkes_Dinkes_Metro/ E.L
Tim Surveior Laprida Survei Akreditasi Klinik Metro Medical Center, Demi Meningkatkan Mutu dan Standar Pelayanan.
Tim Surveior dari Lembaga Penyelenggara Akreditasi , Lembaga Akreditasi Prima Husada (LAPRIDA) melakukan kegiatan Survei Akreditasi Hari Ke-dua di Klinik Pratama Metro Medical Center Kota Metro, Jumat, 29/12/2023 Kedatangan Tim Surveior Laprida di sambut dengan Yel-Yel oleh Para Staf Klinik Metro Medical Center Kota Metro, yang membawa suasana meriah dalam penyambutan Tim Surveior Akreditasi Klinik Metro Medical Center Kota Metro. Tim Survei Akreditasi itu terdiri dari dr. Bibin Setiawan, Sp.KKLP selaku ketua tim dan Eci Lindasari,SKM selaku anggota tim,” kata apt. Megasari.,SE.,MM selaku pemilik Klinik Medical Center Kota Metro” Pada hari pertama, tim survei telah melaksanakan visitasi secara daring via zoom, dengan melihat sejauh mana penerapan mutu dan keselamatan pasien yang dilaksanakan, serta melihat kelengkapan dokumen-dokumen, seperti standar operasional prosedur (SOP), profil klinik, dan laporan kegiatan klinik. “Ungkap Megasari” Dalam Kesempatan yang sama Pimpinan Klinik Metro Medical Center Kota Metro, dr.Hario Prabhantio mengatakan di hari kedua Survei Akreditasi dilakukan pengecekan secara fisik dan melihat fasilitas penunjang yang ada di Klinik Metro Medical Center Kota Metro. dr.Hario menyambut baik kehadiran tim surveyor LPA-Lembaga Akreditasi Prima Husada (LAPRIDA). Hario berharap agar Klinik Metro Medical Center Kota Metro, mendapatkan akreditasi dari lembaga penyelenggara akreditasi pelayanan kesehatan. Sebelum itu, Ketua tim Surveior, dr. Bibin menyampaikan kesimpulan dari kegiatan survei yang sudah dilakukan,Klinik Metro Medical Center Kota Metro, sudah memiliki modal yang cukup baik, yaitu semangat dan kebersamaan, Kegiatan Survei itu bukanlah lomba adu dokumen dan fisik, tapi lebih kepada membangun sistem yang standard, libatkan semua tenaga kesehatan yang ada di klinik sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya,Wujudkan lingkungan yang bersih, aman, nyaman dan sehat. ” Terus, perlu komitmen yang kuat untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Teruslah belajar dan berani berubah agar bisa lebih baik dan siap menantang resiko untuk menuju ke arah yang lebih baik “ungkap dr bibin” Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Diah Meirawati,SKM.,MKes dalam sambutan penutupnya mengatakan “mengucapkan terima kasih atas arahan dan bimbingan yang sudah diberikan oleh tim Surveior selama 2 hari ini” Diah Meira juga mengatakan klinik sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar, sehingga menurutnya, dalam melaksanakan pelayanan kesehatan setiap FKTP, wajib menjaga mutu pelayanan. “Alhamdulillah, Klinik Metro Medical Center Kota Metro sampai dengan titik ini,proses akreditasi ini untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen resiko, “ungkap Diah Meira”
Cegah Penyebaran HIV/AIDS, Puskesmas Ganjar Agung Gelar Penyuluhan
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Penyebaran HIV/AIDS yang dari tahun ke tahun meningkat perlu adanya usaha untuk menanggulanginya. Untuk itu, Puskesmas Ganjar Agung Kota Metro menggelar kegiatan penyuluhan mengenai bahaya AIDS bagi masyarakat untuk mengetahui dan mencegah proses penyebaran HIV/AIDS di Aula Puskesmas Ganjar Agung Sabtu,(30/12/2023). Kepala Puskesmas Ganjar Agung, Rochayani, SST. M Kes, dalam sambutannya mengatakan dalam hal penanggulangan bahaya penularan HIV-AIDS setidaknya ada tiga aspek yang harus kita kedepankan yaitu menumbuhkan kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini, menghilangkan stigma negatif orang dengan HIV-AIDS (ODHA) dan mengetahui tindakan lebih lanjut setelah teridentifikasi terinfeksi HIV-AIDS. Beliau juga menambahkan upaya memperbaiki untuk mentalitas bangsa ini dapat dilakukan mulai dari unit lingkungan yang terkecil, yaitu keluarga. Caranya bermacam-macam, awali dari hal yang bisa kita lakukan seperti, pertama memperkuat pendidikan dan pengetahuan orang tua dalam mendidik serta mengawasi anak-anaknya atau banyak orang menyebutnya parenting skill; kedua menanamkan perilaku yang sehat dan komunikasi yang terbuka kepada anak-anaknya; dan ketiga mendekatkan anak dengan ajaran agama dan norma susila. Rochayani juga berharap semoga dengan diadakannya penyuluhan ini, masyarakat bisa mengemplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat menjadi tahu dan lebih berhati-hati lagi dalam bergaul ataupun dengan kesehatannya, lebih baik lagi jika kegiatan penyuluhan seperti ini dapat diadakan secara rutin. Turut Hadir dalam kegiatan ini, Camat Metro Barat, Bapak triyono,S.SOS, Kapolsek di wakili babinkamtipmas,Aipda surya Handoko, Danramil di wakili , Babinsa ,serda eko ali primadi dan Lurah Ganjar asri kharisma Zarkasi R. S.STP.M.Si dan Lurah ganjar agung ,kiswantara,S.IP. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro/ E.L
Bagas Satria Prabowo, Asal Metro(Lampung) yang Lolos Ajang Panahan Berkuda Dunia di Saudi Arabia
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Bagas Satria Prabowo, pemuda asal Kota Metro Lampung yang berhasil mengikuti ajang bergengsi Al Ula Horseback Archery World Cup 2023. Pemuda yang kini masih kuliah di Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang Fakultas Pertanian Jurusan Agroekoteknologi 2021 itu lolos kualifikasi group 1 World Horseback Archery Federation (WHAF) di Malaysia Oktober lalu. Bersama tim Indonesia pemuda asal Kota Metro Lampung itu berhasil mengingkuti ajang Piala Dunia Panahan Berkuda bernama Al-Ula Horseback Archery World Cup di Al-Ula Saudi Arabia. Even bergengsi itu terlaksana atas kerjasama World Horseback Archery Federation (WHAF), Saudi Equestrian Federation (SAEF) dan Royal Commission of Al-Ula (RCU). Turnamen memanah dan berkuda kelas dunia itu berlokasi di Fursan Village, Kota Al-Ula di wilayah warisan budaya dunia Al-Hijr yang dibuka dan ditutup langsung oleh Ketua SAEF dan Komisaris RCU Yang Mulia Pangeran Abdullah bin Fahd didampingi Ketua WHAF Grand Master Kim Youngsup. Turnamen dunia itu diikuti oleh 11 negara, dan mempertandingkan 3 disiplin panahan berkuda, yaitu Kassai Style, Korean Serial Shot dan Qabaq. Tentu saja bukan hal ringan bagi Bagas untuk bisa lolos ke ajang panahan dan berkuda kelas Dunia ini. Setelah hasil kualifasi 5 group WHAF dari seluruh Negara di mana para atlit panahan berkuda terkenal dan veteran pun turut bertanding. Selain Bagas, tim Indonesia lain sebagai atlit terbaik di bidang panahan dan berkuda seperti Hardika (Sumatera Barat) sebagai kapten tim, Alan Pratama (DKI Jakarta), M. Yahya Ayyash (Jawa Tengah), turut serta dalam ajang dunia itu. Tampil sebagai manajer Tim Indonesia yaitu Dr. Akhmad Mustain, S.STP., M.Si. yang juga Ketua Umum Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) dan disertai pelatih Bambang Minarno. Dalam ajang bergengsi itu, Indonesia berhasil menorehkan prestasi dengan meraih peringkat ke-3 pada kategori Qabaq. Sebuah prestasi feneomenal yang memerlukan perjuangan keras. Atas keberhasilan timnya, Akhmad mengucap rasa syukur sebab atlit berkuda dan memanah Indonesia telah mampu mengibarkan Sang Merah Putih pada ajang internasional itu. Ia berharap ke depan Indonesia akan mencapai standar yang lebih tinggi lagi untuk meningkatkan daya saing para atlit panahan berkuda di tingkat dunia. WHAF adalah federasi panahan berkuda internasional yang berpusat di Korea Selatan di bawah naungan World Martial Art Union (WOMAU) dan UNESCO. Indonesia melalui Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI) resmi menjadi anggota WHAF semenjak 2019. Panahan berkuda adalah cabang ethnosport atau olahraga tradisional yang sedang berkembang di dunia saat ini. Olahraga ini syarat dengan unsur budaya dan sejarah. Grand Master Kim menekankan, kegiatan panahan berkuda memiliki sejarah panjang dalam peradaban dunia dan saat ini dimasyarakatkan kembali sebagai usaha untuk melestarikan budaya serta jiwa kesatria sebagaimana di masa lampau. Negara peserta Al-Ula Horseback Archery World Cup 2023: Saudi Arabia (host country)KuwaitSyriaMongoliaIndonesiaThailandAmerika SerikatKanadaKazakhstanTurkiIran
LPA-Laprida Survei Akreditasi Klinik Pratama Metro Medical Center Kota Metro
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Lembaga Penyelenggara Akreditasi , Lembaga Akreditasi Prima Husada (LAPRIDA) melakukan kegiatan Survei Akreditasi Klinik Pratama Metro Medical Center Kota Metro, yang akan berlangsung selama dua hari sejak 28-29 Desember 2023. Tim Survei Akreditasi itu terdiri dari dr. Bibin Setiawan, Sp.KKLP selaku ketua tim danEci Lindasari,SKM selaku anggota tim,” kata apt. Megasari.,SE.,MM selaku pemilik Klinik Medical Center Kota Metro” Dikatakan Megasari, dalam pembukaan kegiatan Survei Akreditasi Klinik secara daring, juga turut dihadiri sekaligus memberikan sambutan yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro, Daniel, SKM.,MKes dalam sambutannya mengucapkan selamat bergabung kepada tim surveyor dari Lembaga Akreditasi Prima Husada (LAPRIDA) yang akan melaksanakan penilaian akreditasi klinik Medical Center Kota Metro. Selanjutnya ia menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan di klinik yang berkualitas memegang peranan penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah sebagai Pelayan Publik yang merupakan salah satu pilar dalam memenuhi tuntutan Reformasi Birokrasi. Daniel mengatakan bahwa masyarakat menghendaki Pelayanan Kesehatan yang aman dan bermutu serta dapat menjawab kebutuhan mereka, oleh karena itu upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien perlu diterapkan di klinik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan Pimpinan Klinik Medical Center Kota Metro, dr Hario Prabhantio dan staff, penyerahan kendali dari Pimpinan klinik ke Tim Survei Akreditasi, Open Conference oleh Ketua Tim Akreditasi dan paparan Klinik Pratama oleh Pimpinan klinik dr Hario mengatakan bahwa Kegiatan ini merupakan salah satu hal yang menunjukkan klinik Medical Center Kota Metro bisa melakukan sebuah peningkatan kemampuan akreditasi dimana, sesuai aturan klinik wajib untuk diakreditasi secara berkala. Akreditasi, lanjut , merupakan persyaratan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Sehingga, tujuan utama akreditasi klinik untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan” ungkap dr Hario” dr Hario juga menambah manfaat akreditasi adalah untuk menjadikan kita semua mengetahui keberadaan klinik ditinjau dari semua aspek. Mulai dari sarana prasarana, petugas, kinerja dan segala rangkaian yang menyertainya. “Olehnya itu, semoga hasilnya sesuai harapan sehingga bisa membawa manfaat untuk masyarakat Kota Metro “ ungkap dr Hario” Turut hadir Kepala Bidang Kesehatan Masyarat Diah Meirawati,SKM.,MKes dan Selvilia Trigustiani,SKM selaku tamu undangan pada kegiatan Akreditasi klinik Medical Center Kota Metro.
Atasi Stunting Dinkes Kota Metro dan Aisyiyah-Lazismu Bagikan Makanan Tambahan Upaya Turunkan Stunting
Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Subtansi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat dan Organisasi Aisyiyah Cab. Kota Metro melakukan pemantauan dan pembinaan pos pelayanan terpadu (Posyandu) Mardi Sentosa Sumbersari, Bantul Kota Metro. Rabu, 27/12/2023. Organisasi Aisyiyah menjadi salah satu organisasi yang berperan dalam percepatan penurunan stunting di Kota Metro, perhatian ‘Aisyiyah pada kesehatan ibu dan anak tersebut“Perwakilan aisiyahnya Sri Wahyuningsih, SPd.,MKM selaku ketua majelis kesehatan” terus berlanjut hingga kini dan diimplementasikan dalam berbagai kegiatan. “Isu kesehatan perempuan dan anak termasuk upaya penurunan stunting terus dilakukan oleh ‘Aisyiyah baik melalui program di Majelis Kesehatan, lintas majelis lembaga, hingga program-program kemitraan,”terang sri wahyu” Posyandu mardi sentosa merupakan posyandu binaan asiyah kota metro yg mana berperan Dalam mitra pemerintah dlm penurunan stunting, Aisyiyah disebut sri wahyuningsih juga menggandeng Lazizmu Kota Metro sebagai Lembaga Amil Zakat,Infak dan Sadakoh Muhammadiyah untuk peduli kesehatan ibu dan anak untuk dapat membantu mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak dalam bingkai pandangan Islam berkemajuan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro , Dr Eko Hendro Saputra,ST.,MKes diwakili Kabid Kesmas Dinkes Kota Metro Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan pemantauan atau kunjungan lapangan ini dilakukan untuk Untuk mempercepat penurunan stunting, Puskesmas dan Posyandu memantau Pertumbuhan Balita diantaranya melalui penimbangan dan pengukuran serta pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS); Pemberian Kapsul Vitamin A; Praktek Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pendidikan gizi Ibu Balita; Minum Tablet Tambah Darah bersama untuk mengatasi Anemia pada Remaja Putri serta penyuluhan pada Kelas Ibu Hamil. Balita perlu dipantau pertumbuhannya setiap bulan di Posyandu. Selain itu, ibu Balita perlu ingat bahwa Balitanya harus mendapatkan Kapsul Vitamin A setiap bulan Februari dan Agustus. “Ungkap Diah Meira” Diah Meira juga mengatakan bahwa Kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Puskesmas senantisa mengingatkan masyarakat yang memiliki bayi untuk memberi ASI eksklusif, yaitu bayi usia 0 sampai 6 bulan hanya mendapat ASI saja. Selanjutnya bayi dapat mengonsumsi Makanan Pendamping ASI mulai usia 6 bulan serta meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih. Dalam Kegiatan ini juga dilakukan Pemberian PMT balita potensi stanting dari Organisai Aisyiyah Cab.Kota Metro bekerjasama dengan Lazizmu Kota Metro, pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan sebuah program yang bertujuan untuk kesehatan bayi dan balita, memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting.
Angka bebas jentik (ABJ) di wilayah Kota Metro 88,2%, Dinkes Kota Metro terus melakukan pencegahan DBD melalui PSN & GIRIJ
Kementerian Kesehatan RI melalui Balai Litbangkes bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Sub-subtansi P2PM mengadakan paparan hasil survei Respon cepat Penularan Penyakit Demam Dengue , bertempat di OR Dinas Kesehatan Kota Metro, Kamis,14/12/2023. Kementerian Kesehatan RI melalui Balai Litbangkes Baturaja di wakili Lasbudi Pertama Ambarita, M.Sc menyampaikan bahwa Angka Bebas Jentik (ABJ) digunakan sebagai indikator potensi terjangkitnya demam berdarah disuatu wilayah. Perhitungan ABJ dilakukan oleh Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dengan cara membagi jumlah rumah yang bebas jentik dengan total rumah yang diperiksa. Semakin tinggi ABJ, semakin kecil kemungkinan diwilayah tersebut terjangkit kasus DBD. Semakin tinggi ABJ, berarti sedikit jumlah jentik yang diketemukan. Lasbudi Pertama Ambarita menambahkan namun bukan berarti ABJ tinggi tapi kenapa masih saja terjadi banyak kasus DBD? Berbagai spekulasi terjadi, analisapun dilakukan. Mulai dari kemungkinan tergigit nyamuk ditempat lain. Ini dikuatkan dengan umur penderita yang dalam usia produktif yaitu rentang umur 5-14 tahun, 15 – 24 tahun dan 25 – 44 tahun masing-masing 4 penderita. Usia yang merupakan usia sekolah dan pekerja dengan mobilitas tinggi. Kemungkinan berikutnya adalah adanya jentik yang tidak diketemukan oleh Jumantik. Nyamuk memang hanya memerlukan genangan air minimal 5 mililiter untuk dapat meletakkan telur dan membiarkannya menetas menjadi jentik kemudian menjadi nyamuk dewasa. Apabila hal ini yang terjadi, Jumantik diminta agar mengintensifkan pemeriksaan untuk menemukan jentik nyamuk. Kemungkinan lain adalah ada tempat-tempat diluar rumah yang menjadi sarang nyamuk baik air got yang tergenang, sampai pada adanya sampah di tempat-tempat umum. Lasbudi Pertama Ambarita mengatakan Berdasarkan data dari Survei Penularan Demam dengue di Kota Metro oleh Tim Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan BaturajaKementerian Kesehatan RI, dari dua Kelurahan Yosomulyo dan Karangrejo di dapat Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 88,2% belum mencapai target nasionai yaitu ≥95%. Lasbudi Pertama Ambarita juga menyampaikan bahwa Penyebaran nyamuk Aedes spp dipengaruhi oleh kepadatan penduduk. Jarak antara rumah mempengaruhi penyebaran nyamuk Aedes spp dari satu rumah ke rumah yang lain. Semakin dekat jarak antar rumah warga maka akan semakin mudah nyamuk Aedes spp menyebar dari rumah ke rumah karena jarak terbang nyamuk Aedes spp yaitu 100-200 meter,Penanggulangan DBD yang dapat dilakukan adalah dengan mengendalikan vektornya dengan menekan populasi nyamuk Aedes spp. Kepadatan jentik dapat diturunkan dengan meningkatkan upaya pengendalian populasi Aedes spp. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Selain kepadatan penduduk Morbilitas manusia juga memberikan pengaruh terhadap penyebaran DBD, dimana setiap hari manusia berpindah tempat, termasuk berpindah wilayah endemis DBD melalui gigitan nyamuk Aedes spp. Nyamuk Aedes spp dapat memindahkan virus dengue durasi singkat di wilayah paddat penduduk. Kemampuan nyamuk Aedes spp untuk terbang pada radius lebih dari 100 meter memudahkan virus dengue berpindah ke manusia tentu ini menjadi sinyal bahaya bagi sebuah lokasi yang telah terdapat kasus DBD sebelumnya. Dalam Kesempatan yang sama Subkordinator P2PM Surtini S.ST, menyampaikan upaya pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) dengan menggerakan masyarakat untuk melakukan PSN 3M plus melalui G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik). Selain itu upaya larvasidasi dan juga deteksi dini DBD dengan RDT DBD di fasyankes. Yang Harus dilakukan masyarakat dalam mencegah DBD adalah dengan menjadi juru pemantau jentik di wilayah tempat tinggal masing-masing. Gerakan juru pemantau jentik tidak hanya dirumah tapi juga tempat umum, sekolah, perkantoran dll. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa sehingga yang perlu diberantas secara rutin seminggu sekali adalah jentik nyamuk aedes aegepti,” “ungkap Surtini” Masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit demam berdarah dengan melakukan PSN 3M dan G1R1J. “Mari cegah keluarga dan kerabat kita dari demam berdarah. Kota Metro sehat, Indonesia kuat,” tutupnya. Turut hadir dalam kegiatan ini Subkordinator P2PM Surtini S.ST, Subkordinator Subkoordinator Surveilans & Imunisasi Y.Jatmiko,SKM.,MKes , dan Subtansi Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro

