Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro melalui Bidang Pelayanan Kesehatan subtansi Rujukan dan Pembiayaan Kesehatan terus berupaya meningkatkan pelayanan medis kepada masyarakat.Dinkes meluncurkan (launching) inovasi, yakni Telemedicine yang merupakan pelayanan kesehatan jarak jauh dengan menggunakan aplikasi. Inovasi Telemedicine yang digagas oleh Kementerian Kesehatan ini di-launching Walikota Metro ,Wahdi Sirajuddin,Sp.OG (K).,M.H., bertempat di Aula Pertemuan Grand Sekuntum Kota Metro, Selasa (12/09/2023). Ketika memberi pengarahan, Walikota Metro , Bapak Wahdi meminta seluruh jajaran Dinkes pada semua fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di seluruh wilayah Kota Metro agar memiliki komitmen yang kuat untuk dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat Kota Metro. Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes dalam laporannya menyebutkan, Inovasi Telemedicine bertujuan mempermudah akses rujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menggunakan perangkat tekhnologi informasi,sehingga Pasien tidak perlu ke RSUD untuk pengobatan lanjutan. Ruang lingkup pelayanan yang disediakan, lanjut Eko Hendro antara lain penyakit kandungan, pelayanan dalam dan jantung dengan melibatkan dokter yang profesional. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Hendarto, SKM.,M.Kes menambahkan Dengan telemedicine, pasien cukup datang ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan medis. Dalam melakukan pemeriksaan pasien, dokter puskesmas berkomunikasi langsung dengan dokter spesialis di RSUD yang akan memberikan arahan tindakan medis,” ujar Hendarto Pada kesempatan ini Kabid Yankes Hendarto menyatakan, launching telemedicine yang dilakukan Dinkes Kota Metro merupakan yang pertama di antara 13 kabupaten dan 2 kota kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Ia pun menyatakan apresiasi terhadap kepemimpinan Dr Eko Hendro Saputra,ST.,MKes. Kabid Yankes mengatakan bahwa Tujuan Lounching Telemedicine ini menawarkan kemudahan bagi masyarakat, terutama yang berada di wilayah dengan jumlah dokter terbatas; kemudian Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Mempermudah akses rujukan pasien dengan melibatkan penggunaan berbagai jenis perangkat tekhnologi informasi,” katanya lagi. Selanjutnya, Subkoordinator Rujukan Eka Fesliria,SKM pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa launching Telemedicine ini bertujuan mencegah AKI/AKB serta pencegahan stunting sejak sebelum bayi dilahirkan dengan mewujudkan ibu hamil yang sehat dan berpengetahuan serta mendapatkan pelayanan kesehatan selama kehamilan. Kontributor Liputan ; Promkes_DinkesMetro
Tim Pembina Cluster Binaan Dinas Kesehatan Kota Metro Kunjungi Puskesmas Ganjar Agung
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia atau Kepemenkes Nomor 165 Tahun 2023 Tentang Standar Akreditasi PUSKESMAS, diterbitkan dengan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (3) Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2022 tentang Akreditasi Pusat Kesehatan Masyarakat, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi, maka pada Hari Rabu, 06 September 2023 diadakan kegiatan pendampingan oleh Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) dari Dinkes Kota Metro dengan ketua tim TPCB untuk Puskesmas Ganjar Agung dan Puskemas Mulyojati adalah Diah Meirawati,SKM.,MKes beranggota Subkoordinator Surveilans & Imunisasi Y.Jatmiko,SKM.,MKes , Subkoordinator Subtansi Kesling Kerja OR Desy Eva Rohmawati SKM dan Subkoordinator Subtansi PTM dan Kesga Opsi Okta Handayani,S.ST.,MKes. Dinas Kesehatan Kota Metro dalam hal ini Tim Pembina Cluster Binaan (TPCB) Puskesmas Ganjar Agung dan Puskesmas Mulyojati melaksanakan pembinaan TPCBpendampingan di puskesmas yang akan direakreditasi pada tahun ini (2023). Dalam rangka akreditasi dan mengawal mutu pelayanan kesehatan di puskesmas, Dinas Kesehatan menyiapkan regulasi atau kebijakan yang akan menjadi acuan pelaksanaan manajemen dan pelayanan puskesmas dengan bersumber dari regulasi dari pusat (kementerian) sampai regulasi di daerah.
Untuk Deteksi Dini Kelainan Bawaan pada Bayi Baru Lahir, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK)
Berita ini tayang di Promkes.metrokota.go.id Selasa, 5 September 2023 Dinas Kesehatan Kota Metro bertempat di Ruang Pertemuan Local Education Center Kartika Kota Metro, melaksanakan pertemuan orientasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dr. Rachman Indra Jaya,Sp.A, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Metro Diah Meirawati,SKM.,MKes dan Organisasi Profesi IDI , IBI dan BPJS. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr Eko Hendro,ST.,MKes di wakili Kabid Kesmas Diah Meirawati, Beliau menyampaikan bahwa skrining neonatal merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian bayi dan balita. Melalui orientasi Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) diharapkan pelayanan kesehatan mampu melakukan postnatal care dengan deteksi dini hipotiroid guna meningkatkan derajat kesehatan anak. Dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Diah Meirawati SKM.,MKes Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Metro mengenai kasus kematian ibu dan bayi di Kota Metro selama 2022 yang mengalami penurunan. Namun, masih perlu adanya kewaspadaan dan deteksi dini dalam upaya penurunan kasus IUFD karena angka kematian bayi didominasi oleh penyebab tersebut. Materi inti kegiatan ini tentang orientasi SHK disampaikan oleh dr Rachman Indra Jaya,Sp.A , Narasumber menyampaikan mengenai urgensi adanya SHK, tatalaksana pengambilan spesimen, pemilihan prioritas sasaran sample, tatalaksana pengiriman, dan mekanisme umpan balik. Pelaksanaan SHK ini merupahkan amanat Permenkes Nomer 78 tahun 2014 tentang Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Adapun pemeriksaan untuk Kota Metro tidak bisa langsung dilakukan di tempat tetapi harus di kirim ke RS. Dr. Mohammad Hoesin Palembang, karena belum semua Rumah Sakit memenuhi syarat untuk pemeriksaan SHK. Tujuan dilakukan pemeriksaan SHK ditujukan untuk mencegah terjadinya hambatan pertumbuhan dan retardasi mental pada bayi baru lahirdan SHK dilakukan pada usia 48 sampai dengan 72 jam Sesi selanjutnya adalah tanya jawab antara peserta dengan narasumber dilanjutkan dengan pembacaan juknis dan rencana tindak lanjut yang dipimpin oleh Subkordinator Kesga dan Gizi Risnawati,SKM.,MKes. Adanya pelaksanaan kegiatan orientasi skrining hipotiroid kongenital (SHK) diharapkan dapat menjadi awal pelaksanaan skrining hipotiroid kongenital pada bayi baru lahir di Kota Metro guna meningkatkan derajat kesehatan anak. Peserta dari Kegiatan ini adalah Penangung Jawab Program SHK Puskesmas se-Kota Metro, Penangung jawab SHK di RSUD dan RSU se Kota Metro dan Klinik se Kota Metro
Tim Verifikasi Lapangan Kota Sehat Tiba Di Kota Metro
Berita tayang di promkes.metro.kota.go.id Pemerintah Kota Metro tahap demi tahap makin dekat untuk mendapatkan predikat kabupaten/kota sehat atau penghargaan Swasti Saba Wistara. Kini Kota Metro masuk tahapan verifikasi lapangan oleh tim dari pusat. Dalam rangka pelaksanaan verifikasi lapangan, Wakil Walikota Kota Metro Qomaru Zaman,menerima tim verifikasi kota sehat tingkat nasional di Ruang OR Pemda Kota Metro, Kamis 31/08/2023 Turut hadir dalam penerimaan tersebut Kepala OPD se Kota Metro ,Ketua TP PKK Kota Metro, Direktur RSUD,Camat se Kota Metro, Lurah , Pengurus Forum Kota Sehat,dan Forum Komunikasi Kecamatan. Saat ini Kota Metro jadi salah satu dari 170 kabupaten/kota yang lolos dokumen untuk diverifikasi lapangan. Sementara, dari tim verifikator KKS tingkat nasional antara lain perwakilan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah,Rusdi Tahir,ST sekaligus merupakan Ketua Tim Verifikasi Lapangan KKS,dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ali Mustaqim, Lalu, dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Anita Putri Rahayu, dan verifikasi lapangan selama dua hari. Setelah melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi sesuai dengan tatanan yang di ambil oleh pemerintah kabupaten/kota, pada hari terakhir dilakukan evaluasi dan masukan terhadap lokasi-lokasi yang telah dikunjungi.
Dalam rangka Jambore Kader Tingkat Kota Metro, Dinkes Gelar Perlombaan Posyandu Aktif Tingkat Kota
Berita ini tayang di promkes.metro kota.go.id Dalam rangka Kegiatan Jambore Kader Tingkat Kota yang akan di gelar , Selasa 29 Agustus Tahun 2023 di Taman Metro Indonesia Indah ,Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar berbagai perlombaan yaitu Lomba Vlog Penyelegaran Posyandu H-1 ,Hari H dan H+1 setelah Penyelenggaran Posyandu, Lomba Yel Yel Edukasi Kesehatan , Lomba Kader Berprestasi , Lomba Fasyankes Aktif Penyelenggaran Jambore Kader dan lomba Posyandu Aktif, Sebanyak 11 Puskesmas di Kota Metro mengirimkan finalis Posyandu Aktif yang sebelumnya finalis Posyandu aktif adalah para pemenang Posyandu aktif tingkat Puskesmas / Kelurahan di wilayah masing-Masing dan dari 11 finalis di pilih 5 Posyandu yang terbaik dalam verifikasi berkas dan yang akan di verifikasi Lapangan ,5 Posyandu akan bersaing secara ketat untuk menjadi yang terbaik. Para pemenang akan diberikan hadiah dan reward dari Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan Kota Metro, pada saat Jambore Kader Tingkat Kota Metro. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr Eko Hendro Saputra,ST.,MKes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan bahwa perlombaan Posyandu Aktif ini mampu memotivasi masyarakat untuk selalu memperhatikan pola hidup sehat dan selalu menjaga kebersihan lingkungan serta menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi kaum ibu hamil dan ibu menyusui. Karena dengan mantapnya peran Posyandu akan membantu kita dalam menekan angka stunting yang menjadi perhatian utama negara dan bangsa Indonesia saat ini, ungkap Diah Meira. Diah Meira juga menjelaskan, bahwa Posyandu Merupakan salah satu upaya kesehatan bersumber daya masyarakat potensial yang mempunyai peran dan Fungsi dalam mendukung upaya peningkatan Pelayanan kesehatan dasar di tingkat Kelurahan. Diah Meira juga mengatakan, Posyandu memang harus berbenah diri dan beradaptasi dengan perubahan zaman, kapasitas para kader harus ditingkatkan, sarana dan prasarana posyandu perlu dipenuhi, mutu layanan perlu ditingkatkan dan perlu di modernisasi, apalagi sekarang kader harus mempunyai 25 keterampilan dasar kesehatan antara lain kader harus mempunyai keterampilan pengelolaan Posyandu, keterampilan bayi dan balita , keterampilan ibu hamil dan menyusui , keterampilan usia sekolah dan remaja dan keterampilan usia produktif dan lansia. Turut mendampingi Kabid Kesmas , Subkoordinator Promkes dan PM Maryanto,SKM menjelaskan bahwa perlombaan Posyandu Aktif tingkat Kota Metro ini bertujuan untuk meningkatkan dan memotivasi Kader Posyandu Dalam Melaksanakan Kegiatan Utama Dalam Melayani kesehatan Masyarakat serta Meningkatkan Motivasi Kader Posyandu Dalam Berinovasi Untuk Meningkatkan Capaian Kunjungan Masyarakat Khusus Ibu dan Balita. “Kriteria Penilaian Pada Lomba Posyandu aktif ini terdiri dari, Kelengkapan Administrasi dan sarana, Keaktifan Kader Posyandu, Cukupan Program Kegiatan Posyandu, Inovasi Posyandu serta Kebersihan dan Pemanfaatan Pekarangan,” ungkap Maryanto Kontributor Liputan : E/ Team Promkes Metro
Meriahkan HUT RI Ke 78, Dinkes Kota Metro ikuti Parade Kebaya Wastra Kota Metro
Berita ini tayang di Promkes.metrokota.go.id Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Metro turut memeriahkan Parade Kebaya yang digelar di pelataran Halaman Rumah Dinas Walikota, Minggu(20/8/2023). Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 78, Pemerintah Kota Metro menggelar Parade Kebaya Wastra Kota Metro, Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kembali makna dari kemerdekaan RI tahun 1945 silam, baik di lingkungan pemerintah Kota,kecamatan,kelurahan maupun kalangan masyarakat di Kota Metro Acara ini dimeriahkan dengan peragaan busana kebaya salah satu nya perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Metro, Ada istri dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro , Dr Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yakni Ibu Ns. Rahmawati Sari Saleh,S.Kep, turut mendampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Ibu Diah Meirawati,SKM.,MKes dan Subkoordinator Kesga & Gizi Dinas Kesehatan Kota Metro Risnawati,SKM. Dalam acara ini ibu Rahmawati Sari Saleh menyampaikan Acara ini dimeriahkan dengan peragaan busana kebaya tujuan di selenggara ya acara tersebut juga mengajak masyarakat, usia tua dan muda untuk bergerak bersama dalam melestarikan kebaya. Mari kita jadikan 78 tahun kemerdekaan menegaskan kembali bangsa Indonesia untuk berdaulat dan berdikari dalam kebudayaan”ungkap Rahmawati” Dalam Kesemapatan yang sama Kepala Bidang Kesehatan Kota Metro dalam hal ini menyampaikan bahwa Wastra Nusantara merupakan kain tradisional yang banyak sekali ragamnya mulai dari batik, lurik, tenun, jumputan dll, yang berasal dari berbagai suku dan daerah di Indonesia. Fashion show ini menunjukkan keharmonisan dari berbagai perbedaan yg ada di Indonesia yang ditampilkan dalam suatu rangkaian fashion show. Parade Kebaya Ini sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kebaya busana warisan leluhur yang harus kita jaga bersama kelestariannya,” ujar Diah Meira
Tingkatkan SDM Pengelola Program P2PM , Subtansi P2PM Dinkes Metro Gelar Bimtek
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Subtansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular menggelar Bimbingan Teknis Program Penyakit Menular di Puskesmas Mulyojati, kegiatan ini di selenggarakan di Aula Puskesmas Mulyojati,Jumat 04/08/2023. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kota Metro Verawati Nasution SKM.,MKes menyampaikan, Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan SDM bagi pengeleloa program-program P2PM, kegiatan tersebut sebagai Evaluasi Program P2PM dan Upaya Peningkatan Capaian Program P2PM serta Bimbingan Teknis Pelaporan Berbasis Digital. Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Surtini,SST menyampaikan Kegiatan ini merupakan bagian yang penting dari proses manajemen karena dengan adanya bimtek diharapkan akan diperoleh umpan balik (feed back) terhadap terhadap indikator-indikator program P2PM yang terdiri dari TBC, HIV, DBD ,Malaria, Kusta, Frambusia, Hepatitis, Kecacingan, Typoid , Diare, ISPA, dan Rabies. Surtini berharap Kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam mencapai sasaran dan target program P2PM di Kota Metro, setiap pengelola program adalah variabel yang sangat penting untuk mengetahui capaian program dan kendala yang dihadapi dalam pencapaian sasaran,target dan indikator disetiap program P2PM
Dinkes Kota Metro Gelar Rakor Bidang Kesehatan Masyarakat
Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Masyarakat, Guna mewujudkan sinergisme dan integrasi kegiatan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui Pelaksanaan Kegiatan 2023 maka dilaksanakan Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST,MKes, para Kabid Dinas Kesehatan Kota Metro,, Sub koordinator Subtansi Kesga dan Gizi, Sub koordinator Subtansi Kesehatan Lingkungan, sub koordinator Promosi & PM Kesehatan Dinkes Kota Metro, Kepala Puskesmas Se-Kota Kota Metro,PJ UKM Puskesmas Se-Kota, dan Organisasi Profesi, OPD Terkait di antara nya PUTR, Disnakertrans , Dinas PPAPPKB dan Dinas Pendidikan dan Mitra TP-PKK Kota Metro dengan waktu pelaksanaan Senin, 18 Juli 2023 bertempat di Hotel Grand Sekuntum Kota Bandar Lampung. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro , Dr.Eko Hendro,ST.,MKes dalam sambutannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan Kegiatan dilakukannya Rapat Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada hari ini guna memaparkan hasil capaian Program Kesehatan Masyarakat di Semester Satu di Tahun 2023, dan khususnya bagi Puskesmas diharapkan mampu membuat perencanaan kegiatan dalam bidang kesehatan masyarakat dengan memperhatikan rencana kegiatan pada masing-masing program yang telah dipaparkan pada rapat kali ini. Diharapkan dengan dilaksanakan Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) tahun 2023 ini dapat bermanfaat bagi seluruh peserta, Sehingga pada saat melakukan diskusi maupun terjun langsung ke lapangan, kita dapat menemukan arah-arah yang baru yang pada akhirnya Program Kesehatan Masyarakat dapat memberikan dampak pada peningkatan derajat Kesehatan Indonesia, Khususnya di Kota Metro Ujar “Eko Hendro” Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan kegiatan ini merupakan dukungan terhadap peningkatan kerja Upaya Kesehatan Masyarakat. Diah Meirawati mengungkapkan UKM menjadi tugas utama puskesmas yang berfokus pada upaya preventif dan promotif. Selain itu UKM juga mendorong partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam peningkatan Kesehatan Masyarakat itu sendiri. Menurut Kabid Kesmas Rapat Bidang Kesehatan Masyarakat dilaksanakan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan dukungan dalam peningkatan kerja bidang kesehatan masyarakat. Mengingat, saat ini kita memasuki era transformasi layanan primer, dimana banyak program yang ada di Dinkes Kota Metro. Rapat Bidang Kesmas ini diharapkan untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan fasilitasi, advokasi dan dukungan untuk meningkatkan fungsi kinerja UKM di Puskesmas. Maka diperlukan komitmen, kesamaan pemahaman dan kerjasama sehingga akan terjadi sinkronisasi dan kerjasama lintas program yang akan kita teruskan ke lintas sektor. Narasumber dalam kegiatan ini dari Bappeda Kota Metro Ika Yuniarti, S.T.P., M.P.P., M.Eng., membahas mengenai Peran Lintas Sektor Dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Di Kota Metro.Kontributor: Promkes_DinkesKotaMetro
Dinkes Kota Metro Gelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Petugas Gizi/Penjamah Makanan RSU dan Pondok Pesantren Kota Metro
Berita ini tayang di Promkes.metrokota.go.id Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro melalui Sub Subtansi Kesehatan Lingkungan,Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kota Metro menggelar Pelatihan Keamanan Pangan (PKP) untuk menjamin kualitas makanan dan minuman bagi masyarakat. Kegiatan yang diikuti oleh Petugas gizi/Penjamah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit di Kota Metro serta Penanggungjawab Dapur/Penjamah makanan di Pondok Pesantren yang berada di Kota Metro, itu digelar di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro, pada Selasa (11/07/2023). Kegiatan ini buka Langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro,Dr.Eko Hendro Saputra. SKM.,MKes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan pelatihan tersebut bertujuan agar masyarakat terlindungi dari makanan dan minuman yang tidak higienis dan tidak memenuhi persyaratan sanitasi. “Pelatihan ini juga sekaligus meningkatkan pengetahuan penjamah dan pengelola makanan dan minuman,” ucapnya. Selain itu, lanjutnya, manfaat dari pelatihan tersebut untuk mencegah terjadinya keracunan makanan, dan tata cara penyimpanan makanan yang baik sampai kepada distribusi hingga ke konsumen. Diah Meira menandaskan, pelatihan tersebut dinilai penting untuk menjamin keamanan pangan. “Dimana ruang lingkupnya berkaitan dengan perawatan makanan, baik pada kebersihan bahan baku hingga pengolahannya,” ujarnya. Sementara itu, Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga pada Dinas Kesehatan Kota Metro Desy Eva Rohmawati,SKM mengatakan, dengan pembinaan profesional, tempat pengolahan makanan diharapkan akan aman, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan dan Perwali Walikota Metro Nomor: 25 tahun 2022 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Desy Eva juga mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang teknik pengolahan dan penyajian makanan serta hygiene sanitisasi makanan minuman petugas gizi di RSUD serta di Pondok Pesantren. Selain itu, pelatihan inipun akan memberikan sertifikat kepada para peserta. “Peserta akan menerima sertifikat penjamah makanan dari Dinas Kesehatan Kota Metro sebagai salah satu syarat bagi tenaga penjamah makanan” Kontributor : Promkes_DinkesKotaMetro
Dinkes Kota Metro Selenggarakan Sosialisasi Program Kerja Pokjanal Posyandu
Berita ini Tayang di Promkes.metrokota.go.id Posyandu merupakan garda depan pelayanan kesehatan yang di dalamnya terdapat kegiatan promosi dan preventif.Ke depannya posyandu akan melayani paket pelayanan dengan sasaran ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita pra sekolah, usia sekolah/remaja, usia produktif dan lansia.Mengingat pentingnya peranan pokjanal posyandu, maka Sub Subtansi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Metro mengadakan kegiatan Pertemuan Koordinasi/Sosialisasi Program Kerja Pokjanal Posyandu yang bertempat di Aula OR Pemda Kota Metro , 10/07/2023 Pertemuan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Metro di wakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menyampaikan tujuan Pokjanal Posyandu Kota/Kecamatan untuk optimalisasi pembinaan Posyandu sehingga dapat meningkatkan jumlah posyandu aktif di Kota Metro. Dalam menunjang keberhasilan Penyelenggaraan Posyandu, apabila kegiatan Posyandu dapat diselenggarakan dengan baik, akan dapat memberikan kontribusi yang besar dalam upaya menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi, Percepatan Penurunan Stunting dan juga di harapkan dapat meningkatkan derajat Kesehatan khusus ya Kota Metro. Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat , Diah Meirawati,SKM.,MKes turut menjelaskan bahwa Konsep dasar Pokjanal Posyandu adalah sebagai wadah pengelolaan program pembinaan posyandu yang mencakup unsur pemerintah dan peran serta masyarakat guna meningkatkan efisiensi waktu penyampaian informasi dan data posyandu dari daerah ke pusat maupun sebaliknya. Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Posyandu memiliki tanggung jawab yang besar untuk meningkatkan koordinasi, pembinaan, fasilitas, advokasi dan bantuan kepada peningkatan kinerja posyandu. Karenanya, lanjut Meira, untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang layanan sosial dasar, perlu diperkuat koordinasi antar SKPD terkait melalui wadah Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Posyandu. Rencana Tindak Lanjut dalam kegiatan ini bahwa masing-masing pokjanal Kota berkomitmen untuk melakukan berbagai kegiatan dalam rangka optimalisasi pembinaan kepada posyandu di wilayah masing-masing, salah satunya akan di selenggarakan Bimtek Pokjanal Tingkat Kota Ke Pokjanal Kecamatan Se-Kota Metro. Kota Metro juga memiliki Peraturan Daerah (PERDA) Kota Metro Nomor 3 Tahun 2020. PEDOMAN PENATAAN KELURAHAN DAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN KELURAHAN, dan Perda ini baru ada di Kota Metro. Narasumber Dalam kegiatan ini Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Pada Bappeda Kota Metro Ika Yuniarti.,S.T.P.,M.P.P.,M.Eng.dan Kabid pemberdayaan masyarakat dan transmigrasi Disnakertrans Kota Metro Ibu Marina. kontributor Liputan: PromkesMetro

