Berita tayang di promkes.metrokota.go.id Dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 Tahun 2023 Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memberikan penghargaaan kepada Dinas Kesehatan Kota Metro (19/11/2023) bertempat di Auditorium Dinas Kesehatan Provinsi Lampung . Pada gelaran tersebut, Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Bidang Kesehatan Masyarakat , subtansi Promkes & PM menerima penghargaaan untuk kategori Capaian Posyandu Aktif Terbaik II Tingkat Provinsi Lampung. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menyampaikan“Saya berterima kasih kepada semua elemen yang terlibat serta merasa bangga Dinkes Kota Metro bisa mendapat terbaik kedua di Tingkat Provinsi Lampung,” tutur Eko Hendro. Senin (20/11/2023). Eko Hendro mengungkapkan hal ini tidak lepas dari peran berbagai pihak termasuk pemerintah kelurahan dan kecamatan serta pemerintah Kota Metro yang telah mendukung program-program Kesehatan. “Mudah-mudahan penghargaan yang diterima ini semakin memotivasi kami untuk menjadi lebih baik lagi”, ucap kadis kesehatan. Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes mengungkapkan, Posyandu saat ini masih menjadi sarana terbaik dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Posyandu Aktif Ini merupakan tolak ukur, saat posyandu itu (dikatakan sebagai posyandu) aktif, maka status kesehatan di wilayah tersebut hampir bisa dipastikan baik,” tutur Diah Meira” Diah Meira mengatakan bahwa Posyandu aktif harus memenuhi kriteria, yakni melakukan kegiatan rutin Minimal 8 kali dalam setahun, minimal Mempunyai 5 Orang Kader Kesehatan, capaian masing-masing Program di Posyandu Minimal 80%, memiliki alat pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita, dan melaksanakan setidaknya 1 program tambahan. Diah Meira juga menambahkan Selamat atas capaian yang membanggakan ini, semua itu merupakan hasil dari kerja keras semua pihak, Semoga apa yang telah kita raih ini tetap dapat dipertahankan dan ditingkatkan.Tetap Semangat, Salam Sehat! “ungkap Diah Meira” Kontributor Liputan: Promkes_DinkesMetro
Hadiri Kongres Nasional IBI & PIT Bidan ke XVII JEXPO KEMAYORAN, IBI Kota Metro “Bidan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat”
Ikatan Bidan Indonesia Cab Kota Metro,menghadiri acara Kongres Nasional IBI & PIT Bidan ke XVII berlangsung Ballroom JEXPO KEMAYORAN, Senin (31-05/11/2023). Kegiatan ini dihadiri Menteri Kesehatan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pada Kongres ke-17 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menyatakan bahwa Kemenkes akan memperluas peran bidan hingga level desa untuk menekan angka kematian ibu dan bayi “Layanan puskesmas kita sekarang masih di level kecamatan dan kelurahan, sehingga itu masih dirasa sangat kurang. Tahun depan rencananya akan diturunkan di level desa, ada 85.000 desa, untuk menekan angka kematian ibu dan bayi,” Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengapresiasi komitmen bidan sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan bagi perempuan dan anak di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Menteri PPPA pada Kongres XVII Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Bidan Tahun 2023. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sangat mengapresiasi kerja keras dan komitmen para bidan dalam menjaga kehidupan ibu dan anak utamanya dalam optimalisasi 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) anak, karena bidan adalah “mitra” perempuan yang mengawal kesehatan perempuan sepanjang siklus kehidupan. Pengabdian dan perjuangan saudara-saudara sekalian adalah cermin dari kebesaran hati dan semangat kemanusiaan. Ketua Ikatan Bidan Indonesia Cab. Kota Metro Rochayani, SST.M.Kes , menyampaikan bahwa tema kongres kali ini adalah “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti” sehingga pasca kongres IBI Kota Metro optimis dan bersemangat menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan ibu dan anak. Ketua IBi Kota Metro juga menyampaikan, semoga Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cab. Kota Metro untuk dapat terus berdedikasi terhadap kesehatan ibu dan anak, sebagai bentuk untuk mewujudkan generasi unggulan Indonesia maju,”saya berharap agar bidan dapat bersinergi dengan baik bersama pemerintah Kota Metro,terlebih lagi saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sedang berupaya untuk menurunkan angka stunting,” harap Rochayani. Dimana bidan sebagai sosok baik itu, penyuluh, pendidik, pembimbing, dan fasilitator klinik, serta penggerak dan pemberdayaan masyarakat, menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas. Dalam Kongres Nasional IBI & PIT Bidan ke XVII juga diselenggarakan seleksi poster Ilmiah yang sama dengan tema kegiatan, Rochayani menambahkan Ketua IBI masa jabatan 2023-2028 yang baru saja dikukuhkan, IBI harus memperkuat organisasi dan para bidan juga perlu menjaga marwah profesinya. “Dengan kekuatan organisasi ini, kita akan semakin kuat, menjaga marwah profesi, menumbuhkembangkan potensi kita untuk melayani dan menjangkau masyarakat lebih luas lagi,” ujar rochayani.
Kota Metro Menjadi Satu-satunya Daerah dari Provinsi Lampung yang Mencapai 100% Dalam Capaian Indikator Posyandu aktif
Selasa (25/10/2023), Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI melakukan monev capaian program Promosi Kesehatan untuk TW III dan sosialisasi penginputan indikator GERMAS (penggerakkan GERMAS) bagi Kabupaten/Kota melalui daring. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati, SKM.,MKes menyampaikan Pada pertemuan monev capaian program Promosi Kesehatan untuk TW III, Kota Metro mendapatkan apresiasi karena menjadi satu-satunya Kab/Kota yang berasal dari Provinsi Lampung yang telah mencapai target nasional untuk indikator Kabupaten/Kota dengan minimal 80% Posyandu. Data per 19 Oktober menunjukkan, 15 Kabupaten/Kota di Lampung, baru 2 Kab/Kota telah mencapai minimal 80% Posyandu Aktif, yakni Kota Metro mencapai 100% dan Kabupaten Pesisir Barat 99%. Diah Meira juga menyampaikan Kriteria sebuah posyandu untuk dapat dikatakan posyandu aktif adalah : 1) melakukan kegiatan rutin posyandu minimal 1 kali dalam sebulan atau minimal 8 kali setahun; 2) memberikan pelayanan kesehatan minimal untuk ibu hamil dan atau balita dan atau remaja; 3) memiliki minimal 5 orang kader Diah Meira juga menambahkan Untuk indikator Kabupaten/Kota yang menerapkan Kebijakan GERMAS, Kota Metro juga meraih capaian memenuhi indikator, Sedangkan untuk indikator Pembinaan Posyandu, Kota Metro meraih capaian 100% sesuai data Pusat pada aplikasi Microsite Promkes. Selamat atas capaian yang membanggakan ini, semua itu merupakan hasil dari kerja keras semua pihak, Semoga apa yang telah kita raih ini tetap dapat dipertahankan dan ditingkatkan.Tetap Semangat, Salam Sehat! “ungkap Diah Meira”
Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak , Dinkes Metro adakan pertemuan AMP
DINKES METRO HARI INI__ Dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, Dinas Kesehatan Kota Metro melalui subtansi Kesga & Gizi melaksanakan Pertemuan Evaluasi Audit Kematian Maternal Perinatal (AMP) Tahun 2023, Kegiatan dilaksanakan di The Vintage berlokasikan di Jl. Sultan Sahrir 35, Tejoagung, Kec. Metro TimurKotaMetro,Lampung (18/10/2023) Secara umum tujuan kegiatan ini untuk Melakukan evaluasi kegiatan audit maternal dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan KIA melalui upaya penerapan tata kelola klinik yang baik dalam rangka percepatan penurunan AKI dan AKB di Kota Metro, hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes pada saat membuka Pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP). Dikatakan Diah Meira , Audit maternal perinatal merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri sebab kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dengan maksud mencegah kesakitan dan kematian dimasa yang akan datang dan pentingnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan dan masa sesudah melahirkan, kontrasepsi dan pelayanan kesehatan seksual sesuai dengan permenkes no.21 tahun 2021 “Penelusuran ini memungkinkan tenaga kesehatan menentukan hubungan antara faktor penyebab yang dapat dicegah dan kesakitan/kematian yang terjadi. Dengan kata lain, istilah audit maternal perinatal merupakan kegiatan death and case follow up“, terang Kabid Kesmas. Sebagai penutup, Diah Meira mengatakan strategi kunci untuk meningkatkan kesehatan maternal dan perinatal adalah Mendekatkan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir yang berkualitas kepada masyarakat, peserta dalam kegiatan ini Bidan Kordinator Se Puskesmas Kota Metro, Turun mendampingi Kabid Kesmas , Subkordinator Kesga & Gizi Risnawati,SKM.
Kuatkan Integrasi Layanan Primer , Dinkes Kota Metro Gelar workshop Kader Posyandu
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id – Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Subtansi Promkes & Pemberdayaan Masyarakat menggelar kegiatan Orientasi Pengelolaan Posyandu Integrasi Layanan Primer Kota Metro Angkatan I, bertempat di Aula Pertemuan Hotel Grand Sekuntum Kota Metro, Kamis, 12/10/2023 Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan bahwa Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan dengan sumber daya masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Eko Hendro mengatakan bahwa Posyandu sebagai sasaran utama dalam implementasi integrasi layanan kesehatan primer. Posyandu menjadi alat yang efektif dalam menjalankan tugas promotif dan preventif, serta membantu identifikasi masalah kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah. Eko Hendro juga menyampaikan Pelayanan Posyandu integrasi layanan primer sesuai siklus hidup. Siklus ini dimulai dari ibu hamil, bayi, Balita, anak, usia remaja dan produktif hingga lansia. Seluruh kelompok usia akan mendapatkan pelayanan kesehatan, pelayanan posyandu tidak lagi terkotak-kotak sesuai dengan program, seperti yang dilakukan sebelumnya. Dalam Kesempatan yang sama Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan Dalam Pelaksanaan Kegiatan ini di bagi ke dalam 2 Angkatan untuk Angkatan pertama dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 11-12 Oktober 2023 di Grand Sekuntum Kota Metro. Diah Meira juga mengatakan bahwa tujuan dalam kegiatan ini adalah untuk mewujudkan Posyandu terintegrasi layanan primer dengan peningkatan keterampilan kader Posyandu sebagai penggerak, penyuluh, dan pencatat agar mampu memberikan pelayanan seluruh sasaran siklus kehidupan melalui 25 keterampilan dasar kader,” ungkap Diah Meira Diah Meira juga menyampaikan bahwa Proses Orientasi Workshope ini akan berlangsung secara bertahap hingga tahun 2024, dengan tujuan agar Posyandu siap untuk memberikan pelayanan primer secara mandiri dan Puskesmas berkembang menjadi Fasilitas Kesehatan tingkat lanjutan,” Diah meira juga menyoroti peran penting kader Posyandu sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat melalui Posyandu dalam rangka melaksanakan transformasi pelayanan kesehatan. Turut hadir dalam kegiatan ini Subkoordinator Promkes & Pm Maryanto, SKM, Subkoordinator Kesga & Gizi Dinas Kesehatan Kota Metro , Risnawati,SKM dan peserta dalam kegiatan ini adalah pengelola program UKBM di Puskesmas Metro dan Bidan Poskeskel wilayah kerja Kecamatan Metro Utara, Metro Barat dan Metro selatan serta Kader Posyandu Kota Metro
Kadiskes Metro Eko Hendro, didaulat sebagai salah satu narasumber Transformasi Kesehatan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer
Kadis Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro,ST.,MKes didaulat sebagai salah satu narasumber dalam acara Pertemuan Koordinasi Pembinaan Wilayah Provinsi Lampung dengan tema “Keberhasilan, Tantangan dan Terobosan dalam Implementasi 6 Pilar Transformasi Kesehatan di Kota Metro. Kegiatan Pertemuan Koordinasi Pembinaan Wilayah Provinsi Lampung yang di selenggarakan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian RI bertempat di Balroom Hotel Novotel Bandar Lampung, Kamis,05 Oktober 2023. Dinas Kesehatan Kota Metro , di tunjuk oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer untuk menjadi Kota/Kab yang sudah melakukan terobosan dalam mengimplementasikan 6 Pilar Transformasi Kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra, ST.,MKes menyampaikan implementasi Transformasi Kesehatan di Kota Metro, Terdapat 6 pilar transformasi sistem kesehatan, yaitu pilar pertama transformasi layanan primer di kota metro Puskesmas dan Posyandu memiliki peran untuk menjaga masyarakat tetap sehat, Dinas Kesehatan Kota Metro sedang mengupayakan 22 Percontohan Posyandu Integrasi Layanan Primer di masing- masing kelurahan di Kota Metro, dengan Penerapan siklus hidup sebagai platform integrasi pelayanan kesehatan sekaligus platform penguatan promosi dan pencegahan, dalam hal ini paket pelayanan sesuai siklus hidup telah disusun meliputi edukasi, pencegahan, skrinning, diagnosis, pengobatan serta konseling. Pilar ke dua transformasi layanan Rujukan Kota Metro mempunyai RSUD Ahmad Yani Sebagai Rumah Sakit Rujukan regional propinsi Lampung (75% pasien luar Kota Metro). Pilar ke tiga Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Metro selalu mengupayakan kesedian Vaksin,dan Implementasi Cakupan imunisasi dasar kota metro per september sebesar 76% sudah mencapai target nasional. Pilar ke Empat Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Metro telah mencapai Jaminan Kesehatan Semesta UHC 100%.Pilar Ke Lima Transformasi SDM Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Metro adanya kemitraan dan fasilitasi dengan, perguruan tinggi disektor riset, di Kota Metro yang tertuang dengan kerjasama dalam bentuk Nota Kesepakatan dan Upaya pemenuhan 9 jenis tenaga kesehatan sesuai standar di puskesmas dengan melakukan rekrutmen tenaga BLUD Pilar ke Enam Transformasi Teknologi Kesehatan Salah satu implementasi dari transformasi teknologi di bidang kesehatan adalah pengembangan aplikasi kesehatan masyarakat, Walikota Metro, Wahdi mempunya Inovasi Aplikasi Jamapai (mews) integrated aplikasi yang memiliki manfaat sebagai deteksi dini kegawat daruratan kesehatan spesialis obstetri, untuk mencegah 3 terlambat, terlambat mengenal bahaya, terlambat merujuk dan terlambat mendapatkan pertolongan cepat di tempat rujukan Turut mendampingi Kadis Kesehatan Kota Metro,Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes , Kepala Bidang SDK Sabarina Amir, S.Farm.,Apt , dan Kasubag Perencanaan Daniel,SKM.,MKes
Peduli kualitas air, Dinkes Kota Metro Gelar Orientasi SKAMRT
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Menjelang kegiatan Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT), Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Subtansi Kesling & Kesjaor beri Orientasi Teknik Kesehatan Lingkungan (OTKL) pada Pengelola Program Kesehatan Lingkungan, bertempat di Aula Rapat Dinas Kesehatan Kota Metro, Senin 18 September 2023. SKAMRT sendiri bertujuan untuk memastikan jaminan penyediaan air minum aman sampai tingkat rumah tangga. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro , Dr.Eko Hendro Saputra, ST.,MKes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes dalam sambutan nya mengatakan bahwa Lima pilar STBM merupakan langkah priortas kita dalam memperjuangkan sanitasi air minum aman bagi masyarakat. Salah satu upaya dalam mengimplementasikan pilar tersebut adalah dengan melaksanakan agenda rutin SKAMRT,” jelas Diah Meira saat membuka kegiatan ini. Diah Meira menjelaskan, diperlukan refreshing, update pengetahuan bagi petugas Kesehatan Lingkungan yang baru maupun yang lama sebelum SKAMRT dilakukan. “Menjelang pelaksanaan SKAMRT, mari kita resfreshing kembali pengetahuan kita mengenai pelaksanaan SKAMRT, mulai dari inspeksi kesehatan lingkungan sampai pencatatan dan pelaporan hasil”lanjut Meira. Diah Meira menjelaskan lebih lanjut bahwa SKAMRT yang dilaksanakan setiap 1 tahun sekali ini mencakup uji kualitas dan pengamanan kualitas air minum di pengguna dalam hal setiap Rumah Tangga. “Dengan adanya beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum SKAMRT dilakukan, diharapkan seluruh pihak yang terkait dapat bekerjasama dengan baik, sehingga edukasi ke masyarakat dalam akses kualitas air minum yang aman sebagai bagian dari implementasi pilar ke-3 STBM dapat meningkat, dan pelaksanaan SKAMRT nanti dapat berjalan dengan lancar,” tutupnya. Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kota Metro, Desy Eva Rohmahwati, SKM, menyebutkan,”Kami telah menetapkan 8 lokus untuk SKAMRT di antara nya puskesmas Banjarsari, Puskesmas Ganjar agung,Puskesmas Mulyojati, Puskesmas Metro, Puskesmas Yosomulyo, Puskesmas IringMulyo, Puskesmas Tejo agung dan Puskesmas Yosodadi. Adapun indikator pengukuran pada SKAMRT terdiri dari 19 parameter. Mulai dari pH, suhu, TDS, warna, kekeruhan, Ecoli, Coliform, Nitrat, Nitrit, Timbal, Arsen, Cromium, Alumunium, dan sebagainya. “Kualitas air minum dikatakan baik apabila dari segi fisik, kimia dan bakteriologis memenuhi standar yang telah ditetapkan Permenkes No 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. Nanti nya hasil dari SKAMRT akan dikirim ke pusat,” ungkap Desy Eva.
Dinkes Kota Metro melalui Subtansi Promkes Adakan Pertemuan Koordinasi Petugas dan Validasi Data Komdat.
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Bidang Kesehatan Masyarakat , subtansi Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat mengadakan kegiatan Pertemuan Koordinasi Petugas dan Validasi Data pada Aplikasi Komdat bertempat pada Ruang Rapat OR Dinas Kesehatan Kota Metro, Senin, 18 September 2023 Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes dan Turut Hadir Penanggungjawab Promkes dan UKBM Puskesmas se-Kota Metro, dengan harapan bahwa dalam hal manajemen sistem informasi kesehatan memerlukan pencatatan dan pelaporan yang cepat, tepat, dan akurat. Diah Meira mengatakan pertemuan koordinasi petugas dan validasi data Komdat itu bertujuan untuk menyampaikan hasil pertemuan terkait perubahan indikator dan definisi operasional data Komdat Kesmas dan upaya perbaikan hasil kinerja sebagai rujukan untuk melakukan kegiatan yang berkelanjutan. “Diharapkan melalui pertemuan ini dapat menyamakan persepsi dan pengelolaan data dengan baik untuk semua pemegang program promkes dan UKBM, Sehingga dapat terwujud sinergitas dan sinkronisasi kegiatan dan hasil kinerja promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya. Dengan harapan upaya pencapaian indonesia sehat dapat segera terwujud khususnya di Kota Metro “Semoga melalui kegiatan ini dapat bermanfaat dan menjadi motivasi untuk menjalankan tugas bagi seluruh petugas penangung jawab program promkes dan UKBM. Dengan adanya sistem informasi Komunikasi Data Kesehatan secara Online di Dinas Kesehatan, diharapkan para petugas promkes dan UKBM Puskesmas se-Kota Metro dapat lebih mudah dan cepat dalam mengentri laporan Germas dan Posyandu Aktif, laporan dataset prioritas program kesehatan lainnya
Dinas Kesehatan Kota Metro Melaksanakan Workshop Kader “Pelayanan bagi Usia Produktif dan Lansia”
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Dinas kesehatan Kota Metro, melalui bidang kesehatan masyarakat subtansi kesga dan gizi menggelar workshop kader pelayanan kesehatan bagi usia produktif dan lansia di Ruang Ballroom hotel Grand Sekuntum Kota Metro, pada Senin, 18 September 2023 Kegiatan yang diikuti sekitar 120 orang Kader dan menghadirkan 2 narasumber,yaitu dr. Ni Wayan Dewi Putriny Asih, Sp.KJdan dr.solechin Prasetyo,Sp.PD. Dalam rangka mendukung implementasi Transformasi Layanan Primer sampai ke masyarakat, Posyandu diharapkan mampu memenuhi layanan dasar bagi seluruh siklus hidup yaitu layanan dasar pada bayi dan balita, layanan dasar pada ibu hamil, ibu nifas dan ibu balita, layanan dasar pada anak sekolah dan remaja, layanan pada usia produktif dan lansia. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/B/732/2023 tentang Pelaksanaan Pembinaan Kader dan Posyandu Bidang Kesehatan Tahun 2023. Pada butir keenam surat edaran tersebut mengamanahkan agar seluruh Dinas Kesehatan melakukan pelatihan atau orientasi peningkatan kapasitas kader posyandu secara bertahap untuk memenuhi 25 ketrampilan dasar kesehatan. Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas Kader dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Diah Meira juga mengatakan bahwa Penyakit Tidak Menular(PTM) kini tidak lagi menjadi penyakit yang diderita oleh orang lanjut usia namun sudah ditemukan di usia Produktif,” ungkapnya Dari data yang ada,angka kejadian penyakit tidak menular semakin meningkat dan menjadi penyebab kematian terbesar,seperti Jantung , stroke, diabetes melitus, hipertensi kanker dan paru ofstruktif kronis. Pada umumnya PTM disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, salah satunya adalah kurang aktivitas fisik. Padatnya kesibukan serta mobilitas yang tinggi membuat masyarakat kurang mengalokasikan waktu untuk berolahraga. Untuk itu perlu ada upaya strategis dalam melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit ini. Salah satunya, Masyarakat turut melakukan gerakan hidup sehat yaitu melakukan perubahan perilaku seperti meningkatkan aktivitas, tidak merokok kemudian tidak mengkonsumsi alkohol serta pola konsumsi atau makanan gizi seimbang. “Untuk mengetahui segera mungkin dalam tubuh kita ini aman tidak terjadi PTM ya kita harus mau melakukan deteksi dini,” Kata Diah Meira , Dalam kesempatan yang sama Subkoordinator Kesga dan Gizi Risnawati,SKM menyampaikan bahwa Deteksi dini bisa melalui pelayanan kesehatan Puskesmas.Kegiatan tersebut bertujuan agar tercapainya masyarakat yang sehat khususnya usia produktif dan lansia,” pungkas Risnawati.
Lepas Kontingen Perkemahan Saka Bakti Husada Nasional 2023, Kadinkes Bangga Jadi Bagian Gerakan Pramuka di Kota Metro
Berita ini tayang di promkes.metrokota.go.id Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro dalam hal ini Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes melepas peserta PERTINAS Anggota Pramuka Saka Bakti Husada Kota Metro dilakukan di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro, pada hari Jumat, 15 September 2023 Kegiatan Pertinas Ke VI tersebut yang akan di adakan mulai tanggal 18-23 September 2023 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Ada pun kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut adalah perkemahan, bakti sosial, lomba tentang kesehatan, dan lain sebagainya. Dr Eko Hendro Saputra,ST.,MKes selaku Kepala Dinas Kesehatan dan Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Kota Metro (Mabi) sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena melalui kegiatan Pramuka ini peserta dapat menambah wawasan, keterampilan, dan mengasah kemampuan dalam segala hal. Dalam sambutannya, Kadinkes Kota Metro selaku Mabi Saka merasa bangga berada di tengah-tengah keluarga besar gerakan pramuka di Kota Metro dan berpesan untuk tetap menjaga kesehatan yang saat ini musim kemarau, Untuk itu, diperlukan persiapan menghadapi musim kemarau,sebab cuaca panas dan kekurangan air dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Beliau berharap momen Pertinas SBH menjadi ajang untuk meraup ilmu, menjalin pertemanan dan memperkenalkan Pramuka Kota Metro di Kancah Nasional. Selain itu, Kadinkes juga berharap para peserta dapat berpartisipasi aktif pada kegiatan yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, sehingga dapat memiliki daya saing, menjadi agent of producer yang dapat menciptakan perubahan nyata, menumbuhkan pola pikir yang inovatif yang dapat mendorong kreativitas dan dapat memberikan kontribusi penting dan signifikan bagi kemajuan bangsa. Setelah memberikan arahan, beliau melepas kontingen Pertinas SBH dengan menyerahkan bendera kontingen kepada peserta kontingen. Hadir pada acara tersebut dari unsur Sekretaris pimpinan Saka Bakti Husada Kota MetroMaryanto,SKM. Kontributor Liputan: Promkes_DinkesMetro

