Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara Kota Metro UPTD Puskesmas Karangrejo di nilai Tim Penilai Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung, Jumat,21/06/2024. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Metro yang melalui Dinas Kesehatan Kota Metro, mendampingi Tim Verifikasi Lapangan, yang mana juga disambut oleh Wakil Wali kota Metro, Qomaru Zaman dan jajaran, serta Ketua TP-PKK Metro sekaligus penasehat kader Posyandu dr. Silfia Naharani Wahdi, Sp.KKLP, MMSelaku ujung tombak pelayanan Pemerintah Kota Metro, sekaligus mitra Posyandu bersama Puskesmas. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes menjelaskan, ada beberapa tahap penilaian yang telah dilalui dalam penilaian Posyandu berprestasi, yaitu seleksi administrasi, seleksi paparan melalui Video ,dan hari ini penilaian verifikasi lapangan oleh tim penilai Provinsi Lampung. Eko Hendro menambahkan Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara Kota Metro masuk 3 Besar dalam penilaian Lomba Posyandu Berprestasi, dan hari ini di nilai untuk menentukan juara satu yang nanti yaa akan diajukan untuk maju ke tingkat Nasional, “ungkap Eko Hendro” Sementara Ketua PKK Kota Metro dr. Silfia Naharani Wahdi, Sp.KKLP, MM , mengungkapkan dengan keikutsertaan posyandu mawar kelurahan karangrejo dalam lomba posyandu tingkat provinsi Lampung tahun 2024 ini merupakan bukti nyata keseriusan dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan • kesehatan kepada masyarakatnya,” Ungkap Silfia. Berharap tidak hanya keikutsertaan dalam lomba saja dalam memberikan pelayanan kesehatan di Posyandu, tetapi terus menerus untuk memberikan pelayanan kesehatan lebih baik lagi. “Manfaatkan dalam lomba ini, untuk menambah wawasan dan pengalaman serta ide kreatif dalam menjalankan tugas sebagai kader posyandu, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan di posyandu,” harap Silfia”. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati menambahkan “Ada 10 inovasi yang diterapkan di Posyandu Mawar , dan inovasi yang di unggulkan di Posyandu mawar adalah Kompas (komunitas orang tua asuh Posyandu yang solidaritas) Diah Meira menjelaskan pada awalnya Posyandu Mawar ini berjalan monoton dengan kegiatan rutinnya saja. Namun dengan arahan dan bantuan dari beberapa pihak seperti Puskesmas dan Pokja Keluran Karang Rejo, Posyandu Mawar berinovasi – inovasi di dalam nya yang bersumber dana dari Mitra Pemerintah yakni ada Organisasi IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia, sehingga tercetus nya Orang Tua Asuh bagi Posyandu Mawar yang di sebut dengan Inovasi KOMPAS (Komunitas Orang Tua Asuh Posyandu yang Solidaritas), dengan adanya donator orang tua asuh, menciptkan suasana yang berbeda dari mulai Pemberian PMT lokal yang lezat dan beragam serta terdapat pembagian hadiah sehingga masyarakat para ibu – ibu sasaran Posyandu Mawar selalu aktif dalam kegiatan di posayandu. Inovasi kompas yang hal ini adalah organisasi IIDI (Ikatan Istri-Istri Dokter Indonesia Cabang Kota Metro) berperan sebagai pendampingan Posyandu yang menjadi donator, serta Orang tua Asuh untuk membantu penyediaan makanan tambahan bagi balita sebagai upaya membantu menekan angka stunting di Kelurahan Karang rejo Posyandu Mawar kemudian memberikan kejutan berupa doorprice bagi balita yang beruntung sebagai strategi dalam meningkatkan jumlah kunjungan ke Posyandu. Dengan adanya inovasi-inovasi ini diharapkan Posyandu mawar menjadi Posyandu yang ditunggu-tunggu, sebagai tempat menambah ilmu, tempat bermain, posko pemberdayaan keluarga dan ajang silaturahmi antar sasaran Posyandu. Inovasi-inovasi ini diadakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kesiapan semua pihak yang terlibat ungkap Diah Meira. Tim Penilai Provinsi Lampung, Septiana Zainal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung mengatakan kriteria penilaiannya dari sisi kelembagaan berdasarkan Kemendagri No. 18 Tahun 2018 bahwa posyandu telah menjadi salah satu lembaga kemasyarakatan.Kalo dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi itu melihat dari sisi kelembagaannya, jadi kita melihat dari bagaimana Kelompok Kerja (Pokja) yang ada di kelurahan, apakah memang berjalan atau tidak atau sudah ada peraturan-peraturan baik itu peraturan yang dikeluarkan kelurahan terkait posyandu maupun peraturan perwali yg dikeluarkan terkait dengan lembaga kemasyarakatan yang ada di desa,” jelasnya. Secara keseluruhan, Posyandu Mawar sudah cukup baik sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Sudah ada perwalinya tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), Kepengurusan Kelompok Kerja (Pokja), dan SK sudah diterbitkan. Ketua Kader Posyandu Mawar, Thalib menyatakan kesiapan untuk Lomba Penilaian Posyandu sudah dipersiapkan dengan baik, mulai dari administrasinya hingga sumberdaya manusianya. Thalib berharap mudah-mudahkan tim penilai memberikan nilai yang terbaik kepada Posyandu mawar Kelurahan Karangrejo Kota Metro dan Kader Berprestasi Yuniar Susan. “harap Thalib” Kontributor Liputan ; Promkes_Dinkes Metro
Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo Siap Ikuti Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung
Kolaborasi PKK, Disnakertrans, IIDI , Pokjanal Kota dan OPD Lainnya MEMBANGGAKAN: Rapat persiapan penilaian Lomba Posyandu , Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo yang mewakili Kota Metro pada Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024. Dalam rangka persiapan mengikuti lomba posyandu tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Metro, Disnakertrans Kota Metro, dan PKK Kota Metro, Pokjanal Kota Metro menggelar rapat untuk persiapan penilaian verifikasi Lomba Posyandu dan Kader Berprestasi, Kamis (20/06/2024) di ruang rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kota Metro. Rapat dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kota Metro.M. Supriadi, SH, MM dan selalu Ketua Pokjanal Kota Metro mengatakan, dalam rapat itu disampaikan persiapan yang sudah dilakukan. Sekaligus melakukan evaluasi agar saat penilaian, seluruhnya sudah siap dan maksimal. Selain itu, supriadi mengatakan bahwa melalui lomba ini, dapat meningkatkan pengetahuan 25 kompetensi kader dan peran serta masyarakat dalam pentingnya penyelengaraan Posyandu Integrasi Layanan Primer yakni untuk peningkatan kunjungan ke Posyandu, sehingga sasaran Posyandu sesuai siklus hidup mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga meningkatakan status derajat kesehatan. “Selayaknya, posyandu maupun kadernya diberikan apresiasi, khususnya bagi yang memiliki kreasi kegiatan atau inovasi dalam mendukung program pemerintah,” tambahnya. Untuk diketahui, dalam rapat persiapan ini membahas petunjuk teknis dan panduan persiapan lomba berprestasi & kader berprestasi, Adapun pelaksanaan lomba Posyandu dan kader berprestasi ini dilakukan secara berjenjang,dimulai dari tingkat kecamatan, tingkat Kota hingga tingkat provinsi dan nasional” ungkap Supriadi” Turut hadir dalam persiapan lomba Posyandu Tingkat Provinsi Lampung, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kota Metro M. dan Selaku Pokjanal Kota Metro Supriadi, SH, MM Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro,ST.,MKes , Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan dihadiri oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi Disnakertrans Kota Metro, Marina Indrawati,SH,.MM, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes beserta Tim Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro serta Kepala Puskesmas Karang Rejo, Amrina beserta staf.
Miliki Inovasi Kompas, Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo Masuk Tiga Besar Penilaian Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung 2024
Begini Cara Dinas Kesehatan Kota Metro Memastikan ASN Selalu Bugar “1002 orang ASN Ikuti Pengukuran Kebugaran”
Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro dan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Metro beserta Yayasan Jantung Indonesia Klub Jantung Remaja Cab Kota Metro menggelar pengukuran kebugaran dan skrining bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Sai Wawai. Kegiatan berlangsung di Taman Merdeka Kota setempat, Jumat (14/6/2024). Dalam rangka memperingati HUT Kota Metro ke-87, Pemerintah Kota Metro sukses menggelar acara Pengukuran Kebugaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diinisiasi oleh Walikota Metro, dr. H. Wahdi, Sp.OG (K)., M.H Acara ini berlangsung lancar dengan kehadiran Walikota beserta rombongan yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Acara yang berlangsung di Taman merdeka depan Rumah Dinas Walikota Metro ini dimulai pada pukul 06:30 WIB dan dihadiri oleh banyak ASN dari berbagai instansi pemerintahan di Kota Metro. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan dan kebugaran para ASN tetap terjaga, sehingga mereka dapat bekerja secara optimal dan produktif. Walikota Metro, dr. H. Wahdi, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi para ASN. “Banyaknya prestasi Kota Metro adalah kontribusi aktif ASN. Jadi harus memperhatikan kesehatan mereka sendiri yang terpenting,” ujar Walikota. Beliau juga menyampaikan bahwa perhatian khusus terhadap kesehatan ASN adalah salah satu prioritas dalam pemerintahannya. Kegiatan ini tentunya sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh ASN maupun pegawai di lingkungan Pemkot Metro,” katanya. “Jadi, kalau kita punya ASN yang tidak berkualitas, artinya tidak baik. Maka pembangunan juga tidak berjalan. Oleh sebab itu, pemerintah mengadakan cek kebugaran bagi para ASN. Kalau kita sehat, InsyaAllah kita bisa berfikir baik dan memberikan manfaat,” imbuhnya. Menurutnya, Pengukuran Kebugaran dapat di laksanakan setiap saat menggunakan aplikasi sipgar.Saya kira program ini memang harus dilakukan tidak dalam bentuk seperti ini saja. Tetapi, setiap saat pun bisa dilakukan. Yaitu masuk dalam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat),” ucapnya. Dia mengungkapkan, program Germas dan PHBS tersebut sudah masuk dalam rangkaian JAMA-PAI (Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu). “JAMA-PAI itu merupakan kearifan lokal yang berkerja secara bareng-bareng dan gotong royong, disitulah terlihat pilar-pilarnya. Kalau kita mau lihat bagaimana merancang pembangunan, di situ bisa terlihat,” ungkapnya. Sementara, Kepala Dinas (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro Saputra menyampaikan, terimakasih kepada Wali Kota Metro atas dukungan yang telah diberikan pada kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terimakasih kepada pak wali atas dukungannya. Kegiatan ini merupakan dalam rangka sosialisasi Germas dan juga pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, jangan sampai ASN kita yang sebagai tulang punggung Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tidak sehat dan tidak bugar,” ujarnya. Pada Gelaran kegiatan Pengukuran Kebugaran ASN tingkat Kota Metro dibagikan juga secara gratis sayuran dan susu kepada seluruh peserta kebugaran Dia menyebut, kegiatan tersebut sangat penting. Karena kegiatan tersebut masuk dalam lingkup Germas dan mewujudkan visi Kota Metro. “Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan di masyarakat. Namun, kalau untuk ASN memang momennya baru ini, bertepatan pada hari jadi Kota Metro ke 87. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan visi Kota Metro, yaitu kota berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya,” ucap wahdi” Senada dengan Kadis Kesehatan Kota Metro, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro Diah Meirawati menambahkan Ada sekitar 600 orang ASN perwakilan dari masing-masing OPD se-Kota Metro melakukan Pengukuran kebugaran pada hari ini. Diah Meira menambahkan Untuk pengukuran kebugaran kita menggunakan metode rockport, dimana peserta diharuskan untuk melakukan joging, lari atau berjalan secara konstan sesuai dengan kemampuan mereka pada lintasan yang telah ditentukan sejauh 1.64 km.Dan diukur melalui aplikasi Sistem Informasi Kebugaran (Sipgar). Aplikasi ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI.Tetapi sebelum itu dilakukan skrining kesehatan terlebih oleh para ahli dalam bidangnya yang menentukan para peserta layak melakukan tes rockport nantinya,” tuturnya. Aplikasi Sipgar merupakan aplikasi pencatatan pemeriksaan kondisi fisik seseorang yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan metode Rockport pungkas Diah Meira “Setelah melakukan Pengukuran Kebugaran ini, akan didapatkan rekomendasi latihan fisik yang cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta yang sesuai dengan kategori kebugaran jasmani mereka,” jelas Diah Meira. Turut hadir dalam Penyelenggaraan Kegiatan Pengukuran Kebugaran ASN Tingkat Kota Metro Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Forkopimda Kota Metro, Asisten, Staf Ahli , Kepala OPD se-Kota Metro, Dandim, Kapolres,Camat dan Lurah Se Kota Metro dan juga kehadiran Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Provinsi Lampung Yulianto,SKM.M.Kes
Pengukuran Kebugaran dan Skrining Kesehatan, Walikota Wahdi ingin pastikan ASN Metro Sehat, Unggul dan Produktif.
Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro dan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kota Metro beserta Yayasan Jantung Indonesia Klub Jantung Remaja Cab Kota Metro menggelar pengukuran kebugaran dan skrining bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bumi Sai Wawai. Kegiatan berlangsung di Taman Merdeka Kota setempat, Jumat (14/6/2024). Dalam rangka memperingati HUT Kota Metro ke-87, Pemerintah Kota Metro sukses menggelar acara Pengukuran Kebugaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diinisiasi oleh Walikota Metro, dr. H. Wahdi, Sp.OG (K)., M.H Acara ini berlangsung lancar dengan kehadiran Walikota beserta rombongan yang turut serta dalam kegiatan tersebut. Acara yang berlangsung di Taman merdeka depan Rumah Dinas Walikota Metro ini dimulai pada pukul 06:30 WIB dan dihadiri oleh banyak ASN dari berbagai instansi pemerintahan di Kota Metro. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesehatan dan kebugaran para ASN tetap terjaga, sehingga mereka dapat bekerja secara optimal dan produktif. Walikota Metro, dr. H. Wahdi, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan bagi para ASN. “Banyaknya prestasi Kota Metro adalah kontribusi aktif ASN. Jadi harus memperhatikan kesehatan mereka sendiri yang terpenting,” ujar Walikota. Beliau juga menyampaikan bahwa perhatian khusus terhadap kesehatan ASN adalah salah satu prioritas dalam pemerintahannya. Kegiatan ini tentunya sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada seluruh ASN maupun pegawai di lingkungan Pemkot Metro,” katanya. “Jadi, kalau kita punya ASN yang tidak berkualitas, artinya tidak baik. Maka pembangunan juga tidak berjalan. Oleh sebab itu, pemerintah mengadakan cek kebugaran bagi para ASN. Kalau kita sehat, InsyaAllah kita bisa berfikir baik dan memberikan manfaat,” imbuhnya. Menurutnya, Pengukuran Kebugaran dapat di laksanakan setiap saat menggunakan aplikasi sipgar.Saya kira program ini memang harus dilakukan tidak dalam bentuk seperti ini saja. Tetapi, setiap saat pun bisa dilakukan. Yaitu masuk dalam Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat),” ucapnya. Dia mengungkapkan, program Germas dan PHBS tersebut sudah masuk dalam rangkaian JAMA-PAI (Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu). Pada Gelaran Pengukuran Kebugaran ASN tingkat Kota Metro juga di bagikan sayuran dan susu gratis kepada semua peserta kebugaran. “JAMA-PAI itu merupakan kearifan lokal yang berkerja secara bareng-bareng dan gotong royong, disitulah terlihat pilar-pilarnya. Kalau kita mau lihat bagaimana merancang pembangunan, di situ bisa terlihat,” ungkapnya. Sementara, Kepala Dinas (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro Saputra menyampaikan, terimakasih kepada Wali Kota Metro atas dukungan yang telah diberikan pada kegiatan tersebut. “Saya mengucapkan terimakasih kepada pak wali atas dukungannya. Kegiatan ini merupakan dalam rangka sosialisasi Germas dan juga pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, jangan sampai ASN kita yang sebagai tulang punggung Pemerintah Kota (Pemkot) Metro tidak sehat dan tidak bugar,” ujarnya. Dia menyebut, kegiatan tersebut sangat penting. Karena kegiatan tersebut masuk dalam lingkup Germas dan mewujudkan visi Kota Metro. “Kegiatan seperti ini sudah sering kami lakukan di masyarakat. Namun, kalau untuk ASN memang momennya baru ini, bertepatan pada hari jadi Kota Metro ke 87. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan visi Kota Metro, yaitu kota berpendidikan, sehat, sejahtera, dan berbudaya,” ucapnya Senada dengan Kadis Kesehatan Kota Metro, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro Diah Meirawati menambahkan Ada sekitar 600 orang ASN perwakilan dari masing-masing OPD se-Kota Metro melakukan Pengukuran kebugaran pada hari ini. Diah Meira menambahkan Untuk pengukuran kebugaran kita menggunakan metode rockport, dimana peserta diharuskan untuk melakukan joging, lari atau berjalan secara konstan sesuai dengan kemampuan mereka pada lintasan yang telah ditentukan sejauh 1.64 km.Dan diukur melalui aplikasi Sistem Informasi Kebugaran (Sipgar). Aplikasi ini dibuat oleh Kementerian Kesehatan RI.Tetapi sebelum itu dilakukan skrining kesehatan terlebih oleh para ahli dalam bidangnya yang menentukan para peserta layak melakukan tes rockport nantinya,” tuturnya. Aplikasi Sipgar merupakan aplikasi pencatatan pemeriksaan kondisi fisik seseorang yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu dengan menggunakan metode Rockport pungkas Diah Meira “Setelah melakukan Pengukuran Kebugaran ini, akan didapatkan rekomendasi latihan fisik yang cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta yang sesuai dengan kategori kebugaran jasmani mereka,” jelas Diah Meira. Turut hadir dalam Penyelenggaraan Kegiatan Pengukuran Kebugaran ASN Tingkat Kota Metro Walikota Metro, Wakil Walikota Metro, Sekda Kota Metro, Forkopimda Kota Metro, Asisten, Staf Ahli , Kepala OPD se-Kota Metro, Dandim, Kapolres,Camat dan Lurah Se Kota Metro dan juga kehadiran Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Provinsi Lampung Yulianto,SKM.M.Kes
Pekan Raya Lampung Tahun 2024,Dinkes Kota Metro Promosikan Program Unggulan, Salah Satunya Jama-PAI
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro mempromosikan berbagai program kesehatan yang tergabung dalam cluster Stand Pemerintah Kota Metro pada gelaran Pekan Raya Lampung Tahun 2024. Gubernur Lampung Arinal Djunaidi resmi membuka Pekan Raya Lampung (PRL) Tahun 2024 di PKOR Way Halim, Rabu (22/05/2024) malam. Gubernur menyatakan PRL 2024 merupakan sarana untuk menyampaikan berbagai capaian pembangunan di Provinsi Lampung sekaligus sarana hiburan masyarakat. PRL ini jangan melupakan makna awal. Pekan Raya Lampung adalah etalase berbagai capaian pembangunan dan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh seluruh stakeholder pembangunan, promosi berbagai potensi unggulan daerah, serta sarana hiburan bagi masyarakat,” ucapnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes ditemuin pada saat menghadiri Pekan Raya Lampung (PRL) Tahun 2024 di PKOR Way Halim mengatakan, sejumlah program unggulan yang dipromosikan di antaranya, Program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (Jama-PAI) yang merupakan program Walikota Metro yang berbentuk sinergi, kolaborasi, integrasi komprehensif kesehatan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Jama-Pai merupakan program untuk memberikan perlindungan terhadap ibu dan anak. Yang dimulai dari anak lahir dan pencegahan stunting, Masa remaja memberikan pelayanan kesehatan termasuk HIV dan merokok. “Program Jama-Pai juga berupa pengawasan dari pra-konsepsi, Sebab, pada fase tersebut dianggap penting dalam perkembangan tumbuh kembang anak di masa mendatang,” kata Eko Hendro”. Eko Hendro menambahkan, pada gelaran Pekan Raya Lampung, pihaknya juga memberikan pelayanan cek kesehatan gratis untuk para pengujung Pekan Raya Lampung . Diketahui, Pekan Raya Lampung Tahun 2024 mengusung Tema “untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, yang akan berlangsung selamatanggal 22 Mei s.d. 10 Juni 2024 di PKOR Way Halim Bandar Lampung.
Selamat Kota Metro “Terbaik Satu” Penghargaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung Tahun 2024
Kota Metro Kembali meraih Prestasi kali ini mendapatkan penghargaan dalam penanganan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tingkat Provinsi Lampung tahun 2024. Kali ini,Kota Metro berhasil meraih penghargaan Kategori Utama dalam Sinergitas Intervensi Gerakan Penurunan Stunting (Siger Stunting). Selain itu juga berhasil meraih penghargaan kategori Terbaik Satu dalam penghargaan penanganan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tingkat Provinsi Lampung. Penghargaan itu diterima Kepala Bappeda Kota Metro Dr.Anang Risgiyanto, SKM., M.Kes. dalam acara Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Stunting Provinsi Lampung yang digelar di Ballroom Swiss-Belhotel, Bandar Lampung, Rabu (22/5/2024). Anang menyampaikan, pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting pada tiap Kabupaten/Kota memiliki tujuan yang sama yakni menekan angka stunting di Provinsi Lampung. “Kabupaten/kota semua kita disini saling mendukung dan belajar. Sesuai tujuan kita bersama agar angka stunting di Provinsi Lampung turun sesuai target,” kata Anang” Di mana diketahui, prevalensi stunting di Kota Metro, dari tahun ketahun mengalami penurunan, Seperti pada tahun 2021 Stunting di angka 19,7 persen 2022 pada angka 10,4 di tahun 2023 sebanyak 7,1 persen “ujar anang” Anang menambahkan bahwa penilaian kinerja penurunan stunting adalah suatu proses atau serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam melaksanakan 8 aksi konvergensi penurunaan stunting dengan menggunakan instrumen penilaian berdasarkan indikator periode waktu yang diterapkan,” Ujarnya Penilaian Kinerja 8 aksi konvergensi yakni mengidentifikasi kelengkapan dokumen 8 aksi yang diunggah oleh Kabupaten/Kota dalam aplikasi yang telah disiapkan, yang kemudian diberikan penilaian awal dengan menggunakan indikator yang telah diatur dalam, juknis dengan komposisi 50%. “Selanjutnya penilaian awal tadi dilengkapi dengan penilaian dari paparan virtual, video, prevalensi stunting, dan wawancara terbaik. Pada akhirnya proses ini ditutup dengan rapat pleno,” ujarnya.
Kelurahan Yosodadi Wakili Kota Metro, Maju di Lomba Tingkat Provinsi Lampung
Promkes Metro — Tim penilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, melakukan klarifikasi lapangan dan pemaparan penilaian lomba kelurahan tingkat provinsi 2024, di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Rabu (22/5/2024). Dikatakan Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Intizam, penilaian tersebut melawati beberapa tahapan, salah satunya adalah klarifikasi lapangan. “Kami melihat ada beberapa item-item penilaian, dalam sambutan tadi sudah saya jelaskan ada 490 indikator. Kemudian, setelah tahapan penilaian, nanti akan masuk ke tahap paparan di provinsi, setelah itu kembali lagi kesini,” katanya. Dia menjelaskan, sejauh ini sudah ada tiga kabupaten/kota yang telah dilakukan penilaian. “Ini sudah yang ketiga, pertama di Kabupaten Lampung Selatan, kemudian kemarin di Kabupaten Lampung Tengah, dan saat ini di Kota Metro,” jelas Intizam, yang juga menjadi Ketua Tim Penilai Provinsi pada perlombaan kelurahan tersebut. Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi menyampaikan, ucapan terimakasih kepada tim penilai dari Provinsi Lampung, yang telah melakukan penilaian di Kelurahan Yosodadi. “Alhamdulillah, kita tahun lalu masuk terbaik di nasional dan regional. Tentu, ini menjadi semangat tersendiri,” ujarnya. Dia menjelaskan, dalam memilih kelurahan yang mewakili Kota Metro untuk mengikuti perlombaan kelurahan tingkat provinsi, melalui proses beberapa tahapan. “Artinya tidak hanya di tunjuk saja, kita melalui penilaian di tingkat kota. Tahun ini yang terpilih untuk mewakili Kota Metro adalah Kelurahan Yosodadi,” jelasnya. Dalam perlombaan tersebut, ia mengungkapkan, telah mengeluarkan inovasi-inovasi yang terbaik, guna memenangkan perlombaan tersebut. “Kita keluarkan inovasi-inovasi, pokoknya keren-keren. Jadi, tidak hanya di pemerintahannya saja, di tingkat kelurahan baik itu dari LKK, LPM, Karang Taruna, PKK, KWT, serta pelaku-pelaku usaha, semua bergerak untuk memenangkan perlombaan kelurahan,” ungkapnya. “Untuk dari PKK sendiri, kami bekerjasama dengan Karang Taruna menonjolkan bagaimana mengolah sampah. Kemudian, untuk lingkungan kita ada arseti, sedot tinja, dan tabungan subuh,” imbuhnya. Kemudian, ia mengatakan, Kelurahan Yosodadi optimistis dapat menjadi juara dalam perlombaan kelurahan tingkat provinsi. “Ungkap Silfia Naharani” Sementara Tim Penilai dari Provinsi di sektor Kesehatan Rita Anggrain di temui pada saat menijau Posyandu Melati 3 B yang menjadi Perwakilan Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi 2024. Rita Anggraini menjelaskan, indikator Penilaian posyandu yakni salah satunya adalah penyelengggaran Posyandu Integrasi Layanan PrimerPosyandu sekarang telah bertransformasi menjadi Posyandu ILP. Artinya posyandu yang dahulu hanya melayani balita dan ibu hamil saja, sekarang posyandu juga melayani satu siklus kehidupan, dari usia 0 tahun hingga lansia. Posyandu ILP bertujuan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan dapat dengan mudah menuju ke lokasi. “Bukan hanya yang ‘diantar saja’ (balita atau ibu hamil) yang diperiksa namun juga yang mengantarkan. Dengan demikian akan mempermudah pengambilan kebijakan agar kualitas bidang kesehatan menjadi lebih baik lagi,” katanya. Menurut dia, dengan adanya Posyandu ILP untuk meningkatkan cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan primer. Jangan sampai generasi penerus berkualitas rendah. Untuk itu mari cetak SDM penerus yang unggul, kuat dan sehat. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro
Miliki 10 Inovasi, Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo Maju Lomba Posyandu Tingkat Kota Metro
Untuk memberikan pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan dan meningkatkan motivasi pengetahuan serta keterampilan para kader posyandu di wilayah Kota Metro, Dinas Kesehatan Kota Metro bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Metro dalam upaya penyelenggaraan Posyandu Integrasi Layanan Primer. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes menyampaikan, saat ini posyandu mempunyai peran sebagai ujung tombak penggerakan pelayanan kesehatan masyarakat dan melalui posyandu dapat mengatasi permasalahan kesehatan di kelurahan. Diah Meira juga mengatakan Tim Dinas Kesehatan Kota Metro hari ini sedang melaksanakan kegiatan pembinaan dalam penyelenggraan Posyandu Integrasi Layanan Primer sekaligus melakukan penilaian penyelenggaraan posyandu mawar di Kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara “ungkap Diah Meira” Senin, 13/05/2024. Ketua Kader Posyandu Mawar Bapak Thalib menuturkan pembinaan sekaligus penilaian Posyandu ini meliputi Penyelenggaran Posyandu Integrasi Layanan Primer, 25 Kecakapan Keterampilan Kader, data-data capaian pelaksanaan kegiatan posyandu, kegiatan integrasi dan inovasi dalam tiga tahun terakhir. Menurutnya, Posyandu Mawar Kelurahan Karang Rejo Kecamatan Metro Utara Wilayah Puskesmas Karangrejo memiliki 10 inovasi pelayanan yang telah dilaksanakan dan menjadi program unggulan. Itu juga dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dikatakan Thalib, inovasi Posyandu tercipta tidak lepas dari kerja keras dan kerja sama yang solid dari semua kader dan terutama pihak puskesmas karang rejo, Kecamatan Metro Utara dan tentunya serta peran serta lurah karang rejo. Berikut 10 inovasi Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo Kecamatan Metro Utara :
Kadinkes Kota Metro Hadiri Lokakarya Mini Puskesmas Banjarsari, “ DBD , Ibu Hamil dan Balita Perlu Perhatian Serius”
Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes ., bersama Amalia Amraini, SKMKasubbag program, informasi dan humas menghadiri kegiatan Lokakarya Mini ( Lokmin ) Bulanan Puskesmas Banjarsari Rabu, 08 Mei 2024. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan kunjungan kerja Kepala Dinas Kesehatan dalam rangka memberikan arahan serta pembinaan kepada jajaran dan tenaga kesehatan Puskesmas Banjarsari. Kadis Kesehatan Eko Hendro mengatakan bahwa kegiatan lokmin kali ini, yang pertama membahas mengenai Penyakit DBD dan cara penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD), Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Metro pada bulan april tahun 2024 ini kasus DBD di Kota Metro terjadi 230 Kasus, Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret dalam penanganan kasus DBD. Lokmin ini menjadi wadah untuk memobilisasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk stakeholders di kecamatan. Eko Hendro menekankan pentingnya kebersihan lingkungan sebagai kunci utama dalam mencegah kasus DBD. Perubahan cuaca dapat memicu peningkatan kasus, namun dengan lingkungan yang bersih, risiko dapat diminimalkan. Oleh karena itu, upaya antisipasi perlu dilakukan secara bersama-sama, melibatkan masyarakat, pemerintah, dan tokoh masyarakat. Eko Hendro juga menyampaikan dalam sambutanya terkait dengan persiapan di lapangan tentang pemberian paket makanan tambahan (PMT) lokal bagi ibu hamil kurang energi kronis (KEK) dan balita bermasalah gizi bisa mencapai target dan terlaksana dengan baik. Ditambahkan, Ibu hamil dan Balita merupakan kelompok rawan gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Dikarenakan dampak jangka panjang yang ditimbulkan apabila mereka menderita kekurangan gizi. Ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi akan mempengaruhi proses tumbuh kembang janin, beresiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). BBLR bila tidak mendapatkan penanganan yang sesuai standard seperti halnya balita dengan kekurangan gizi akan beresiko stunting. “Untuk itu kami berharap apa yang menjadi tujuan dari program kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik dan mencapai target yang diharapkan”ungkap Eko Hendro” Sementara Kepala Puskesmas Banjarsari dr Balqis mengatakan Alhamdulillah Kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) lintas sektor dapat berjalan hingga terlaksana dengan baik, “Katanya Dan undangan yang hadir Alhamdulilah semua yang kita undang dan sesuai rencana semua hadir harapan saya semoga kegiatan ini bisa memang menjadi salah satu langkah kegitan untuk menurunkan langkah DBD di Kota Metro Khususnya di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari. ” Terangnya. Lokakarya ini diisi dengan presentasi dari para pihak puskesmas, diskusi lintas sektor, dan penyusunan rencana tindak lanjut untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan berbagai sektor dalam penanganan demam berdarah dan penyelenggaraan Pemberian PMT untuk Ibu Hamil dan Anak Beresiko Gizi Kurang dan Stunting. Turut Hadir dalam Kegiatan Lokakarya Triwulan dua Puskesmas Banjarsari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Danramil 411-02/Metro Utara, Camat Metro Utara, Lurah Banjarsari dan Tim Penggerakan PKK Kelurahan Banjarsari

