Metro, [17/12/2024] — Dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional bertempat di Gedung Sesat Agung, Puskesmas Banjarsari berperan aktif melalui Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) yang didedikasikan untuk mendukung penyandang disabilitas. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat dengan disabilitas, serta mengedukasi mereka tentang pentingnya pemantauan kesehatan yang rutin. Dr. Balkis, Kepala Puskesmas Banjarsari, menjelaskan bahwa peran Puskesmas Banjarsari dalam acara ini adalah menyediakan layanan kesehatan yang holistik bagi penyandang disabilitas. Dalam wawancaranya, beliau menyatakan, “Sebagai Puskesmas yang memiliki tanggung jawab untuk pelayanan kesehatan masyarakat, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas mendapat perhatian yang layak, termasuk akses layanan kesehatan yang memadai. Posbindu adalah wadah bagi kami untuk memberikan pemeriksaan kesehatan berkala, serta informasi penting terkait pengelolaan kesehatan mereka. Posbindu ini menyediakan berbagai layanan seperti pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta pemeriksaan kesehatan lainnya yang relevan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Selain itu, terdapat sesi edukasi mengenai kesehatan mental dan fisik, yang tak kalah pentingnya dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Dr. Balkis melanjutkan, “Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat lebih terbuka terhadap penyandang disabilitas dan memahami pentingnya inklusi sosial. Layanan yang kami berikan tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik, tetapi juga mental dan emosional, yang seringkali terabaikan. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk mendekatkan diri dengan komunitas disabilitas dan memperkuat rasa peduli bersama.” Acara ini dihadiri oleh banyak pihak, termasuk penyandang disabilitas, keluarga, relawan, serta organisasi masyarakat yang bergerak di bidang disabilitas. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti bahwa upaya untuk inklusivitas dan kesetaraan akses kesehatan semakin mendapatkan perhatian serius. Di sisi lain, Dr. Balkis juga menekankan bahwa penting bagi keluarga dan masyarakat untuk turut mendukung perawatan dan perbaikan kondisi kesehatan penyandang disabilitas. “Kami ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya ramah tetapi juga inklusif, di mana penyandang disabilitas merasa dihargai dan mendapatkan dukungan penuh, baik dari segi kesehatan maupun sosial.” Kegiatan Posbindu di acara Hari Disabilitas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Puskesmas Banjarsari untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih merata, terjangkau, dan menyeluruh bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan kegiatan ini, diharapkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan dan perhatian terhadap kebutuhan khusus penyandang disabilitas semakin meningkat, serta mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Puskesmas Banjarsari merupakan fasilitas kesehatan yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberian layanan kesehatan yang inklusif dan merata. Selain menjalankan tugas rutin sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas ini juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan penyandang disabilitas, serta berperan dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses kesehatan yang setara bagi semua kalangan. Editor : Promkes_Dinkes Metro_Eci Lindasari,SKM
Pemkot Metro Melalui Dinkes Gelar Kegiatan Aksi Bergizi Tingkat Kota 2024
Metro — Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar kegiatan aksi bergizi tingkat kota setempat. Acara berlangsung di Halam Wisma Haji Al Khairiyah, Jumat (6/12/2024). Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro, Eko Hendro Saputra mengatakan, anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut. “Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5- 14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32%. Hal ini berarti sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia,” katanya. Dia menyebut, menanggulangi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD). “Suplementasi TTD mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12-18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi,” ucapnya. “Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hasil Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa proporsi remaja putri yang memperoleh TTD dalam 12 bulan terakhir di sekolah sebesar 76,2%, tetapi hanya 1,4% yang mengonsumsi TTD sesuai anjuran,” imbuhnya. Dia menyampaikan, berangkat dari kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan merancang kegiatan Aksi Bergizi dan mulai melaksanakan kegiatan tersebut pada tahun 2018, melalui advokasi, mobilisasi sekolah dan masyarakat, koordinasi multi sektor, penguatan kapasitas serta pemantauan dan evaluasi. “Kegiatan Aksi Bergizi dilaksanakan dengan tiga intervensi utama, yaitu pertama sarapan dan minum TTD sekolah/madrasah setiap minggu. Kedua, edukasi gizi yang bersifat multi-sektor dengan tujuan mempromosikan asupan makan yang sehat dan aktivitas fisik. Ketiga, komunikasi untuk perubahan perilaku yang relevan dan komprehensif. Implementasi program Aksi Bergizi tentunya diintegrasikan dengan TRIAS UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat,” ujarnya. “Diharapkan setelah intervensi dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan siswa mengenai gizi, peningkatan proporsi remaja yang memiliki sikap positif terhadap TTD dan remaja putri yang mengonsumsi TTD setiap minggu, serta peningkatan remaja yang melakukan aktivitas fisik 60 menit setiap hari dan mengonsumsi buah dan sayur. Begitupun dengan hasil evaluasi diharapkan proporsi remaja putri yang mengonsumsi TTD mingguan 12 kali lebih mungkin naik setelah adanya intervensi,” tambahnya. Dia mengungkapkan, rangkaian acara Aksi Bergizi terdiri dari senam bersama, sarapan pagi bersama, minum Tablet Tambah Darah dan edukasi inter aktif. “Rangkaian tersebut tentunya tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi diharapkan dapat berjalan rutin setiap minggu sesuai kesepakatan dan kesediaan dari masing-masing sekolah. Oleh karena itu, peran pimpinan sekolah, guru, orang tua, murid, dan seluruh warga di sekitar sekolah sangat penting,” ungkapnya. “Kegiatan ini tentunya tidak hanya berhenti saat acara ini diadakan, tetapi kegiatan Aksi Bergizi diharapkan juga dapat terus dilaksanakan di seluruh SMP/SMA/sederajat di Kota Metro. Seluruh sekolah diharapkan ikut melaksanakan kegiatan Aksi Bergizi secara rutin sebagai bentuk upaya meningkatkan gizi remaja serta mencegah anemia pada remaja putri. Tentunya, keberhasilan Aksi Bergizi ini perlu didukung oleh keterlibatan dan kolaborasi dari lintas sektor,” imbuhnya. Dia mengatakan, pihaknya menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya menyambut baik atas terselenggaranya acara hari ini, semoga lebih bermanfaat dan bagi para siswa dan siswi yang hadir hari ini, tetap selalu semangat menjaga kesehatan karena kelak kalianlah yang menjadi Generasi Penerus Bangsa ini kedepan,” katanya
Kota Metro Raih Penghargaan Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024, Walikota Metro Wahdi : Terus Ukir Prestasi, Tingkatkan Pelayanan
Kota Metro kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional, berhasil meraih penghargaan Kategori Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024. Penghargaan tersebut diterima di acara Jambore Kader Tingkat Nasional Tahun 2024 sekaligus Malam Penganugerahan/ Apresiasi kepada Kader dan Posyandu Terbaik Tingkat Nasional 2024 di Trans Convention Center (TCC), The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 13 September 2024. Kota Metro menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin untuk Posyandu Mawar, Kelurahan Karangrejo, UPTD Puskesmas Karangrejo Kota Metro Provinsi Lampung. Kita bersyukur dan berterima kasih atas diraih penghargaan tersebut, ini sebuah prestasi dan kebanggaan,” ujar wahdi, sapaan akrabnya. Walikota Metro Wahdi, mengatakan terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan karena hanya penghargaan saja, tetapi bentuk pengabdian. “Kita berterima kasih kepada para kader posyandu telah berbuat dan menyumbang prestasi terhadap Kota Metro. Terus dikembangkan dan dipertahankan, prestasinya,” pungkasnya. Atas nama pemerintah kota Metro, wahdi turut mengapresiasi peran kader posyandu dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting di kota Metro. “Tentunya atas kerjasama dan kolaborasi bersama kader posyandu ini menghasilkan dampak yang sangat positif terhadap peran-peran kader posyandu. Maka dari itu, Pemerintah Kota Metro sangat mengapresiasi dan akan terus berupaya untuk meningkatkan perhatian pemerintah, salah satu ya seluruh kader Kota Metro sudah di lindungi Oleh BPJS Ketenagakerjaan maka diharapkan seluruh kader selalu semangat, bangun kebersamaan, kompak dan terus tingkatkan pelatihan-pelatihan terhadap kader-kader posyandu,” dan semoga posyandu tetap ada di hati masyarakat dan terus berperan dalam mewujudkan masyarakat sehat,” tutupnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr Eko Hendro Saputra yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat , Diah Meirawati,SKM.,MKes mengatakan bahwa kegiatan Jambore Kader Tingkat Nasional Tahun 2024 ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI yang mengusung tema “Kader Terampil, Layanan Berkualitas di Posyandu Siklus Hidup” yang diadakan tanggal 12-15 September 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat. Jambore Kader Tingkat Nasional adalah acara apresiasi bagi kader dan posyandu bidang kesehatan dimana semua kader terbaik se-Indonesia berkumpul termasuk para kader Provinsi Lampung yang telah mengikuti penilaian lomba Posyandu dan Kader bidang kesehatan mulai dari tingkat Kelurahan, kecamatan hingga provinsi. Posyandu Mawar meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitu Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024 dan serta Juara 1 Posyandu Berprestasi Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2024. Malam Penghargaan Jambore Kader Tingkat Nasional 2024 ini digelar Kementerian Kesehatan. Meira menjelaskan selama kegiatan Jambore Kader Tingkat Nasional berlangsung,Para Kader Provinsi Lampung akan bersaing dalam lomba yel-yel, poster, cerdas cermat serta mengikuti talk show, city tour, dan Ayo Sehat Fest hingga puncak acara pada malam penganugerahan penghargaan untuk kader dan Posyandu berprestasi dan inovatif. Diketahui, Posyandu berprestasi tingkat nasional tahun 2024 yang didapat Posyandu Mawar Kelurahan Karangrejo, Kota Metro Provinsi Lampung berkat inovasi Kompas Komunitas Orang Tua Asuh Posyandu yang Solidaritas dan gagasannya dalam menggalakkan program Penyelenggaran Posyadu di wilayah kelurahan Karangrejo. Berkat inovasinya itu Posyandu Mawar berhasil meraih penghargaan Kategori Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan Tingkat Nasional 2024. Kontributor Liputan: Promkes_Dinkes Metro/ Eci
Kota Metro Masuk Nominator STBM Award 2024, Wali Kota Metro Wahdi ungkap STBM “Konsep Bergerak Bersama”
Pemerintah Kota Metro kembali dinilai dalam ajang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM Award 2024. Setelah tahun sebelumnya meraih penghargaan sebagai Kota Sehat Swasti Saba Padapa di tahun 2023 dan STBM Award Kategori STBM Berkelanjutan yang di raih pada tahun 2022, kali ini Kota Metro masuk sebagai nominator dalam STBM Award Kategori Paripurna. Tim Verifikator STBM Award yang terdiri dari perwakilan Kemenkes RI, dan Kemendagri RI, mengunjungi Kota Metro untuk melakukan verifikasi lapangan ,serta turut mendampingi dari Subtansi Kesling & Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bertempat di Aula Pemerintah Kota Metro, Kamis (5/09/2024). Kedatangan tim verifikator diterima oleh Walikota Metro, dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG.(K), M.H. di Aula Pemerintah Kota Metro.,menurut wahdi, kunjungan ini merupakan bagian penting dari proses penilaian setelah sebelumnya Pemkot Metro telah mempresentasikan paparan yang mendalam terkait implementasi program STBM. Dalam sambutan dan arahannya, Wahdi menyampaikan bahwa Program STBM berkelanjutan ini harus kolaborasi seluruh pihak dalam menciptakan sanitasi yang lebih baik, program ini adalah wujud nyata dari komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, STBM bukan hanya tentang fasilitas fisik,tetapi juga tentang perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan Wahdi juga mengungkapkan bahwa program STBM adalah memetakan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur sanitasi, ketika masyarakat punya peran aktif di berbagai tahapan pembangunan infrastruktur, niscaya masyarakat akan merasa lebih memiliki,Keberlanjutan pun akan terjadi. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh aspek penilaian, terutama dalam implementasi 5 Pilar STBM telah terpenuhi dengan baik di lapangan. “Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Metro berharap dapat meraih penghargaan tertinggi dalam STBM Award 2024 sebagai bukti keberhasilan mereka dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat melalui pendekatan sanitasi berbasis masyarakat,” ujar Wahdi. Ketua Tim Verifikator STBM Award 2024, Adelina Hutauruk, SKM, MSc.PH menegaskan bahwa tujuan utama kunjungan ke Kota Metro untuk memverifikasi kesesuaian antara data yang telah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Metro dengan kondisi nyata di lapangan. Menurut dia, Kota Metro telah berhasil memenuhi banyak aspek penilaian untuk kategori paripurna berdasarkan hasil verifikasi ini. Penilaian dalam STBM Award didasarkan pada lima pilar utama, yaitu: Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pengelolaan Air Minum/Makanan Rumah Tangga, dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga. “Kota Metro telah menunjukkan keseriusan dalam mengimplementasikan kelima pilar tersebut, yang diharapkan bisa menjadi model bagi Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Lampung,” ujarnya. Adelina juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar perilaku sanitasi yang sudah dibentuk melalui program STBM dapat tetap terjaga dan diteruskan ke generasi berikutnya. “Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus menerapkan perilaku STBM dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan generasi muda juga ditekankan sebagai bagian penting dalam proses kaderisasi, memastikan bahwa nilai-nilai dan praktik STBM terus berlanjut ke masa depan,” katanya. (*) Dalam rangkaian penilaian ini, tim verifikator mengunjungi beberapa lokasi penting yang menjadi contoh sukses program STBM di Kota Metro, termasuk bank sampah di Hadimulyo Barat, IPAL Komunal di Kelurahan Ganjar Asri wilayah UPTD Puskesmas Ganjar Agung,Kelompok Arseti Rejomulyo, KWT Hadimulyo Barat Puskesmas Iringmulyo dengan WASH ni HCF.
Jelang Verifikasi Lapangan Penghargaan STBM Award,Kota Metro 2024“ Kadis Kesehatan” Perlu matangkan Sinergi dan Kolaborasi
Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan Kota Metro, Bidang Kesehatan Masyarakat Subtansi Kesehatan Lingkungan & Kesjaor menggelar Rapat koordinasi di OR Pemda Kota Metro, Rabu (28/08/2024). Pemerintah Kota Metro mulai mematangkan sinergitas antar pihak untuk mensukseskan penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2024 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kemendagri. Untuk membahas beberapa persiapan dan kebutuhan, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Metro akan mendapatkan kunjungan dari tim verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tahun 2024. Hal ini untuk memastikan status pilar-pilar STBM benar-benar telah dilaksanakan di kota metro. Hal ini disampaikan Eko Hendro Saputra Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro pada rapat persiapan, “Eko Hendro menjelaskan, penghargaan STBM ini merupakan inisiatif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menilai pencapaian daerah dalam menerapkan 5 pilar STBM, yakni stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), cuci tangan pakai sabun, pengamanan air minum rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sebelumnya, telah dilaksanakan verifikasi penilaian dokumen oleh tim verifikator pusat berdasarkan usulan dari kabupaten/kota dan provinsi yang sudah menerapkan STBM. Verifikasi penilaian dokumen oleh tim verifikator pusat ini merupakan bagian penting dalam proses penilaian dan pengakuan atas upaya daerah dalam mencapai standar sanitasi yang sehat dan berkelanjutan. Verifikasi penilaian dokumen ini merupakan tahap awal sebelum dilakukan verifikasi lapangan. Nantinya tim akan mengunjungi langsung lokasi untuk mengecek kebenaran data yang telah diajukan. Proses ini sangat penting karena memastikan bahwa penghargaan yang diberikan benar-benar berdasarkan perubahan nyata di lapangan, bukan hanya pada data administratif semata. Proses verifikasi lapangan melibatkan tim dari pemerintah pusat dan daerah yang bertugas menilai dan memastikan bahwa klaim sebuah Kelurahan atau daerah mengenai perubahan perilaku sanitasi telah terpenuhi. Tim ini juga yang akan memverifikasi apakah masyarakat di daerah tersebut telah mengadopsi perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, verifikasi di Kota Metro akan dilaksanakan pada 03 September 2024. Verifikasi ini untuk memastikan implementasi STBM, Kota Metro masuk Penilaian STBM Award 2024 dengan kategori Paripurna. Penilaian inovasi STBM, lanjutnya, akan dilakukan verifikasi oleh tim pusat dengan penilaian berdasarkan kemanfaatan, keberlanjutan, kemitraan, kolaborasi, keunikan, dan spesifik inovasinya. “Nantinya, pada verifikasi tersebut, tim akan melaporkan maksud dan tujuan, kemudian menyimak paparan dari Kota Metro, dan selanjutnya langsung melakukan verifikasi lapangan,” ujarnya. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati, SKM.,MKes menambahkan, dari 13 kabupaten dan 2 kota di Provinsi Lampung yang mengikuti tahap verifikasi dokumen kategori Paripurna, hanya Kota Metro yang lolos ketahap Verifikasi Lapangan. Penghargaan STBM ini sendiri diberikan setiap tahun dan menjadi motivasi bagi banyak daerah untuk meningkatkan kualitas sanitasi mereka. Daerah-daerah yang berhasil memperoleh penghargaan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan mendorong daerah lainnya untuk mengikuti jejak yang sama. Diah Meirawati menambahkan, bahwa rapat ini membahas penentuan lokus – lokus yang akan disiapkan untuk dikunjungi tim verifikator pusat pada verifikasi lapangan mendatang. Harapannya, verifikasi lapangan tersebut bisa optimal dan Kota Metro dapat mewujudkan penghargaan STBM kategori Paripurna tahun ini. Kontributor Liputan : Promkes_DinkesMetro
Menuju Penilaian STBM Award Dinkes Kota Metro Gelar Rapat Persiapan
Sebagai upaya meraih prestasi tinggi dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro menggelar pertemuan rapat koordinasi hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) 5 Pilar STBM, Bertempat di Ruang OR, Dinas Kesehatan Kota Metro, Rabu (31/7/2024). Pertemuan dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati,SKM, Ia memaparkan pentingnya kerja sama dengan Lintas OPD dalam pelaksanaan Persiapan Penilaian STBM Award. Diah Meira menambahkan bahwa dalam PERMENKES Nomor 3 Tahun 2014, strategi penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) meliputi 3 (tiga) komponen yang saling mendukung satu dengan yang lain yaitu; Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment); Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation); Peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply improvement); Apabila salah satu dari komponen STBM tersebut tidak ada maka proses pencapaian 5 (lima) Pilar STBM tidak maksimal. Tiga strategi ini disebut Komponen Sanitasi Total. Diah Meira mengungkapkan bahwa STBM Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kabupaten/Kota yang secara konsisten, memiliki komitmen dan partisipasi tinggi dalam pemicuan dan partisipasi masyarakat di bidang higiene dan sanitasi. Ajang ini dilaksanakan sekali dalam dua tahun. STBM Award ini bukan hanya ajang award saja tetapi tujuan utamanya adalah meningkatkan pembangunan sanitasi untuk menciptakan kondisi sanitasi yang baik berupa penyediaan sarana sanitasi yang berkualitas dan perubahan perilaku saniter masyarakat dalam rangka menunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, maka akan muncul kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Kini isu-isu kesehatan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab medis dan tenaga kesehatan saja, tetapi masyarakat memiliki peran utama dalam mewujudkan lingkungan sehat. Sisa fungsi kita semua untuk membina masyarakat agar program pusat ini dapat berjalan baik dan lancar,” jelas Diah Meira . Turut hadir dalam rapat ini perwakilan dari Bappeda Kota Metro, DPUPR Kota Metro, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Metro, Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, Sanitarian Puskesmas Se-Kota Metro
Penggerakan Posyandu Aktif Tingkat Kota Metro 2024″Posyandu Aktif, Keluarga Sehat “Bersama Wujudkan Kota Metro Bebas Stunting 2024”
Pemerintah Kota Metro dipimpin oleh Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru senantiasa memperhatikan peningkatan sumberdaya manusia yang ada di Kota Metro dalam rangka mendukung program nasional mencapai Indonesia Emas tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan RI. Di Kota Metro sendiri dengan program Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang), seluruh SDM di Kota Metro mendapatkan perhatian serius. Salah satu yang tak luput dari perhatian adalah kader Posyandu, yang selama ini keberadaannya sangat mendukung dalam penyiapan SDM di Kota Metro. Berkaitan dengan itu, pada hari Selasa, 23 Juli 2024, di TMII Metro, Pemkot Metro bersama para stakeholder dan pihak swasta mengadakan kegiatan Posyandu Aktif. Kegiatan ini diisi dengan edukasi peningkatan SDM dalam bidang kesehatan, hingga bidang keuangan melalui materi literasi keuangan keluarga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Selain OJK, turut andil dalam kegiatan ini adalah PT. Bank Lampung, PT Astra, PT. Pegadaian (Persero), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Adapun kegiatan ini mengusung tema “Tema Kegiatan Penggerakan Posyandu Aktif Tingkat Kota Metro 2024“Posyandu Aktif, Keluarga Sehat: Bersama Wujudkan Kota Metro Bebas Stunting 2024” Dalam peningkatan kapasitasnya, para kader diberikan pelatihan dan pembekalan mengenai penanganan kasus kesehatan masyarakat, pentingnya promosi kesehatan, dan peran posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Dalam kesempatan ini, Wahdi mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai edukasi untuk para kader, agar tercapai revitalisasi fungsi Posyandu sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing. “Kita bisa melihat di sini mereka ini ujung tombak dalam integrasi layanan primer sesuai dengan enam pilar transformasi di bidang kesehatan. Posyandu itu terbentuk sudah lama, makanya kita hanya perlu revitalisasi fungsi dan revitalisasi sarana dan prasarana, seperti kita lihat tadi ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk dibuat posyandu, ini wujud nyata bahwa peran masyarakat juga ada disini,” paparnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan tak hanya fokus pada aspek kesehatan saja, melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah dengan Industri jasa keuangan, Kader Posyandu yang hadir diberikan wawasan bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangga agar bisa menciptakan keluarga yang harmonis. “Semoga kegiatan Posyandu Aktif dan Literasi Keuangan Keluarga ini dapat menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih luas dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan finansial masyarakat Kota Metro,” sambungnya. Sementara itu dalam sesi edukasi yang dipimpin oleh OJK, peserta diberikan informasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi, perlindungan asuransi, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan, sehingga masyarakat sejahtera secara finansial dan tidak terjebak kepada investasi ilegal atau bodong. Di kesempatan ini Oto fitriandi kepala OJK Provisi Lampung menyampaikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, kader posyandu, dan OJK, masyarakat Kota Metro akan semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan literasi keuangan. “Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Daerah dapat ditingkatkan khususnya di Kota Metro. Sementara dari segi literasi keuangan, diharapkan masyarakat Kota Metro dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya penetrasi Jasa Keuangan disini bukan membahas soal bisnis semata akan tetapi mendukung Program-program Pemerintah Daerah melalui Kader posyandu dalam mendukung gerakan penurunan angka stunting serta pengetahuan literasi akan pentingnya mengelola keuangan keluarga. “Karna menurut saya kader posyandu inikan sesungguhnya bisa menjadi aset agen literasi kepada masyarakat di Kota Metro bisa kita lihat bahwa dalam pemetaan identifikasi masyarakat secara serentak 1 kader itu bisa meng cover 10 sampai 15 orang ini artinya pengetahuan kader posyandu kalau dibekali pengetahuan kesehatan dan pengelolaan keuangan yang baik itu bisa menjadi lengkap dalam kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ungkapnya. Sebaga bentuk perhatian dan apresiasi, Pemerintah Kota Metro bekerjasama dengan pihak swasta memberikan hadiah wisata religi, berupa paket Umrah ke Arab Saudi, untuk 1 orang kader Posyandu yang diundi langsung oleh Walikota Metro. Dalam kesempatan ini juga, sebagai perhatian Wahdi memberikan santunan jaminan sosial kematian klaim BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42 Juta kepada ahli waris seorang kader posyandu yang meninggal dunia. Tak sampai di situ, ia juga menyerahkan beasiswa kepada anak cucu kader posyandu dengan masa bakti 40 tahun pengabdian yang berjumlah 4 orang kader. Kepada kader aktif yang mempunyai anak yang sedang sekolah juga diberikan Tabungan Simpanan Pelajar. Selain itu diberikan juga kepada Kader Berprestasi Tingkat Provinsi, Kader Inovasi Tingkat Kota Metro dan Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional.
Apresiasi Kinerja Kader Posyandu, Kolaborasi dengan Stakeholder, Pemkot Metro Berikan Hadiah Umrah Gratis
Pemerintah Kota Metro dipimpin oleh Walikota Metro Wahdi dan Wakil Walikota Metro Qomaru senantiasa memperhatikan peningkatan sumberdaya manusia yang ada di Kota Metro dalam rangka mendukung program nasional mencapai Indonesia Emas tahun 2045, tepat 100 tahun kemerdekaan RI. Di Kota Metro sendiri dengan program Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang), seluruh SDM di Kota Metro mendapatkan perhatian serius. Salah satu yang tak luput dari perhatian adalah kader Posyandu, yang selama ini keberadaannya sangat mendukung dalam penyiapan SDM di Kota Metro. Berkaitan dengan itu, pada hari Selasa, 23 Juli 2024, di TMII Metro, Pemkot Metro bersama para stakeholder dan pihak swasta mengadakan kegiatan Jambore Kader Posyandu. Kegiatan ini diisi dengan edukasi peningkatan SDM dalam bidang kesehatan, hingga bidang keuangan melalui materi literasi keuangan keluarga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung. Selain OJK, turut andil dalam kegiatan ini adalah PT. Bank Lampung, PT Astra, PT. Pegadaian (Persero), BPJS Kesehatan, hingga BPJS Ketenagakerjaan. Adapun kegiatan ini mengusung tema “Jambore Kader Terampil Wujudkan Masyarakat Sehat”. Dalam peningkatan kapasitasnya, para kader diberikan pelatihan dan pembekalan mengenai penanganan kasus kesehatan masyarakat, pentingnya promosi kesehatan, dan peran posyandu dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Dalam kesempatan ini, Wahdi mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai edukasi untuk para kader, agar tercapai revitalisasi fungsi Posyandu sehingga terciptanya sumber daya manusia yang berdaya saing. “Kita bisa melihat di sini mereka ini ujung tombak dalam integrasi layanan primer sesuai dengan enam pilar transformasi di bidang kesehatan. Posyandu itu terbentuk sudah lama, makanya kita hanya perlu revitalisasi fungsi dan revitalisasi sarana dan prasarana, seperti kita lihat tadi ada masyarakat yang menghibahkan tanahnya untuk dibuat posyandu, ini wujud nyata bahwa peran masyarakat juga ada disini,” paparnya. Lebih lanjut dirinya mengungkapkan tak hanya fokus pada aspek kesehatan saja, melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah dengan Industri jasa keuangan, Kader Posyandu yang hadir diberikan wawasan bagaimana mengatur keuangan dalam rumah tangga agar bisa menciptakan keluarga yang harmonis. “Semoga kegiatan Jambore Kader Posyandu dan Literasi Keuangan Keluarga ini dapat menjadi langkah awal bagi perubahan positif yang lebih luas dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan finansial masyarakat Kota Metro,” sambungnya. Sementara itu dalam sesi edukasi yang dipimpin oleh OJK, peserta diberikan informasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, investasi, perlindungan asuransi, serta pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan, sehingga masyarakat sejahtera secara finansial dan tidak terjebak kepada investasi ilegal atau bodong. Di kesempatan ini Oto fitriandi kepala OJK Provisi Lampung menyampaikan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Metro, kader posyandu, dan OJK, masyarakat Kota Metro akan semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan literasi keuangan. “Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Daerah dapat ditingkatkan khususnya di Kota Metro. Sementara dari segi literasi keuangan, diharapkan masyarakat Kota Metro dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola keuangan secara bijaksana dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya penetrasi Jasa Keuangan disini bukan membahas soal bisnis semata akan tetapi mendukung Program-program Pemerintah Daerah melalui Kader posyandu dalam mendukung gerakan penurunan angka stunting serta pengetahuan literasi akan pentingnya mengelola keuangan keluarga. “Karna menurut saya kader posyandu inikan sesungguhnya bisa menjadi aset agen literasi kepada masyarakat di Kota Metro bisa kita lihat bahwa dalam pemetaan identifikasi masyarakat secara serentak 1 kader itu bisa meng cover 10 sampai 15 orang ini artinya pengetahuan kader posyandu kalau dibekali pengetahuan kesehatan dan pengelolaan keuangan yang baik itu bisa menjadi lengkap dalam kesejahteraan masyarakat berkelanjutan,” ungkapnya. Sebaga bentuk perhatian dan apresiasi, Pemerintah Kota Metro bekerjasama dengan pihak swasta memberikan hadiah wisata religi, berupa paket Umrah ke Arab Saudi, untuk 1 orang kader Posyandu yang diundi langsung oleh Walikota Metro. Dalam kesempatan ini juga, sebagai perhatian Wahdi memberikan santunan jaminan sosial kematian klaim BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp 42 Juta kepada ahli waris seorang kader posyandu yang meninggal dunia. Tak sampai di situ, ia juga menyerahkan beasiswa kepada anak cucu kader posyandu dengan masa bakti 40 tahun pengabdian yang berjumlah 4 orang kader. Kepada kader aktif yang mempunyai anak yang sedang sekolah juga diberikan Tabungan Simpanan Pelajar. Selain itu diberikan juga kepada Kader Berprestasi Tingkat Provinsi, Kader Inovasi Tingkat Kota Metro dan Posyandu Berprestasi Tingkat Nasional
Ciptakan SDM Unggul, Dinkes Kota Metro Beri Pelatihan Bagi Tenaga Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar Pelatihan Edukasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan dengan Metode Emo Demo Bagi Tenaga Kesehatan, bertempat di Ballroom Hotel Grand Skuntum dan Aula Dinas Kesehatan Kota Metro, Sabtu (20/07/2024). Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini diwakili Sabarina Amir,S.Farm,.Apt selaku Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro, menutup acara sekaligus memberikan sambutan, mengatakan bahwa Kegiatan Pelatihan Edukasi Gizi 1000 HPK dengan metode Emo Demo bagi tenaga kesehatan ini bekerjasama dengan Hanacaraka Training Center Indonesia PT Prima Medisina Hanacaraka sebagai Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan yang selanjutnya disebut Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan yang telah terakreditasi B Kementrian Kesehatan. Sabarina dalam sambutannya juga mengatakan bahwa Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) yang dikarenakan kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (sejak janin hingga anak usia 2 tahun). Hal ini berisiko pada hambatan pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, yang juga menyebabkan hambatan perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan, ucapnya. Sabarina mengatakan bahwa untuk merubah perilaku masyarakat yang lama ke perilaku baru yang lebih baik tentulah tidak mudah. Salah satunya merubah perilaku hidup sehat, dibutuhkan berbagai pendekatan dari pendidikan, penyuluhan hingga konseling untuk dapat merubah perilaku masyarakat. Sehingga diperlukan suatu pendekatan yang efektif agar program dapat tercapai. Salah satu metode pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat yaitu dengan metode Emotional Demonstration (Emo Demo), namun apakah Emo Demo itu? Emo Demo merupakan metode pendekatan untuk merubah perilaku masyarakat target atau sasaran dari perilaku yang tidak baik atau tidak sehat ke perilaku sehat. Metode dilakukan dengan rangkaian kegiatan yang sangat partisipatif yang bertujuan untuk menyampaikan pesan sederhana dengan cara yang menyenangkan dan atau menyentuh emosi, sehingga mudah diingat dan berdampak perubahan perilaku. Tim Fasilitator Hanacaraka Training Center Indonesia PT Prima Medisina Hanacaraka memberikan demonstrasi 10 modul Emo Demo melalui peragaan yang sangat menarik dan sederhana namun mampu menyentuh emosi peserta. Demo dilakukan dengan metode komunikasi ringan sehari-hari dan peragaan yang menarik untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dengan tujuan merubah perilaku masyarakat target. Harapannya, setelah pelatihan peserta mampu mengaplikasikan dalam kegiatan pendampingan di Kota Metro. Dan akhirnya atas izin dari Tuhan Yang Maha Esa dan kita yang hadir di ruangan ini saya nyatakan Pelatihan Edukasi Gizi 1000 HPK dengan metode Emo Demo bagi tenaga kesehatan Tahun 2024 secara resmi di tutup, “ungkap sabarina”. Dalam kesempatan yang sama Ketua Tim Kerja Subtansi Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Metro Verdalena Hasan, SKM, M.Kes menambahkan bahwa dalam Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan secara daring/online selama 2 hari yaitu tanggal 16-17 Juli 2024 dan secara luring/offline yaitu tanggal 19-20 Juli 2024. Perlu diketahui, proses Pelatihan dalam pertemuan ini yaitu mengisi pretest dan post test, Paparan dan Tanya Jawab, Diskusi, Praktir Teori dalam kelas (role play), Penugasan dan Praktik Lapangan. Peserta pertemuan yang hadir terdiri dari Petugas Pemegang Program Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Program Gikia, Dari Seluruh Puskesmas Se-Kota Metro ungkap Verdalena Turut Hadir Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Metro,dr. Achmad Redho Akbar sebagai salah satu narasumber Rencana Tindak Lanjut (RTL) pada pelatihan Edukasi Gizi 1000HPK dengan metode Emo Demo bagi Tenaga Kesehatan dr.Redho Akbar mengatakan bahwa di penghujung pelatihan, para peserta diminta untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL). Dan ini tidak sekedar tugas dalam pelatihan saja, akan tetapi harus disesuaikan dengan identifikasi masalah di tempat masing-masing. Perencanaan ini penting dilakukan dengan semua tertata, mulai dari planning, organising, acunting dan conrtoling (POAC) benar-benar diterapkan dengan baik, ungkap dr redho. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro/ E.L.
Pemkot Metro : Wujudkan Lansia Berdaya dengan Inovasi LMSC (Lansia Metro Sehat Ceria) Rumuskan Strategi Kolaboratif
Pertemuan Penguatan Upaya Kesehatan Lansia bagi Lintas Program/ Lintas Sektor, Rumah Sakit Rujukan, Lembaga Swadaya Masyarakat/ Non Government Organizational, Acara ini berlangsung di Ballroom Hotel Grand Skuntum Metro,Jumat, 12/07/2024 Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi lansia, Dinas Kesehatan Kota Metro mengadakan pertemuan penguatan dengan melibatkan lintas program, lintas sektor, rumah sakit rujukan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Metro yang bertujuan untuk merumuskan strategi kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lansia di wilayah Kota Metro. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, dr. Silfia Naharani Wahdi, Sp.KKLP, MM mengungkapkan bahwa 2045, penduduk lansia diperkirakan akan mencapai 19,9 persen atau hampir seperlima populasi. Jika para warga lansia tetap sehat dan produktif, Indonesia akan menikmati bonus demografi kedua. Warga lansia sehat dan produktif berpotensi menggerakkan perekonomian negara. Tren angka harapan hidup yang semakin tinggi ini memberikan konsekuensi untuk membuat lansia itu menjadi lansia yang sehat, lansia yang berkarya dan lansia yang berguna bukan lansia yang menjadi beban bagi keluarga, masyarakat maupun negara “lanjut Silfia Naharani” Silfia Naharani yakin dengan adanya inovasi Lansia Metro Sehat Ceria dengan salah satunya akan diadakan nya pelatihan keterampilan untuk para lansia sehingga hal ini akan menjadi salah satu wadah dalam membentuk lansia SMART (Sehat,Mandiri Aktif dan Produktif) Harapan kami melalui pembentukan Inovasi Lansia Sehat Metro Ceria yang hal ini salah satu program kerja nya adalah di adakan pelatihan ketrampilan untuk para lansia di Kota Metro, karena ini adalah salah satu upaya untuk menjaga eksistensi bangsa ini, orang tua yang sudah berusia lanjut adalah sumber nasehat dan restu sehingga harus dihormati dan harus mendapatkan perhatian, kepedulian dan kebahagiaan terutama dari lingkungan dan keluarga,” lanjutnya. Selain program pemerintah, dukungan keluarga juga diperlukan. Kehadiran keluarga berdampak positif bagi lansia. Stigma negatif terkait lansia harus segera dihilangkan. Lansia bukanlah beban melainkan orang yang terhormat dan dapat aktif berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat. Bagi penduduk usia produktif, diharapkan dapat tetap menjaga kesehatan fisik, mental maupun finansial agar tidak akan ada kata ‘merepotkan’ di masa tua nanti. Harapannya dimasa depan lansia bukan lagi menjadi objek yang tak berdaya, melainkan menjadi subjek yang berdaya, sehingga dapat terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi khususnya di Kota Metro, Sehingga lonjakan penduduk lansia di masa mendatang merupakan suatu bonus demografi yang dapat kita nikmati.”ungkap Silfia Naharani” Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr. Eko Hendro Saputra,ST.,MKes diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diah Meirawati,SKM.,MKes menjelaskan mengenai program baru Kota Metro yakni LSMC ( Lansia Sehat Metro Ceria) ini adalah program kesehatan lansia sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kota metro terhadap kesehatan lansia. Diah Meira mengatakan Lansia menurut UU Nomor 13 tahun 1998 adalah penduduk yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lanjut usia (lansia) sebagai individu juga menghendaki kemandirian dalam mempertahankan hidup, kesehatan dan kesejahteraannya. Perubahan fisik lansia akan mempengaruhi tingkat kemandirian, untuk melihat kemampuan fungsional seseorang (khususnya pada lansia) dapat diamati dari kemampuan melakukan aktivitas kesehariannya (Activities Daily Living/ADL) yang meliputi mandi, berpakaian, pergi ke kamar mandi berpindah kontinen, dan makan. Diah Meira menambah akan bahwa kedepan salah satu program dari LSMC untuk lansia yang tingkat kemandirian A yakni masih melakukan segala aktifitas sehari harinya sendiri akan di bekali beberapa pelatihan yang sesuai dengan minat ya salah satu contoh nya warga Lanjut Usia (Lansia) dibekali pelatihan kerajinan tangan atau handy craft melalui Sekolah Lansia. Diah Meira juga menambahkan untuk Lansia dengan tingkat Kemandirian B dan C dengan definisi sebagian aktivitas nya di bantu sanak saudara/ kerabat anggota keluarga lansia, sehingga kedepannya akan di adakan pelatihan cargiver dengan tujuan bagaimana memberikan bekal kepada anggota keluarga lansia dalam memenuhi kebutuhan dasar mengenai lansia, komunikasi lansia, bagaimana merawat lansia, pemenuhan gizi bagi lansia serta upaya perawatan penyakit degeneratif. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro /E.L

