Metro, April 2025 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kota Metro, Dinas Kesehatan Kota Metro mengadakan kegiatan Verifikasi dan Evaluasi Data Triwulan I (TW I) Capaian Indikator Program Bidang Kesehatan Masyarakat yang akan dilaksanakan melalui platform digital Zoom. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh data yang tercatat dan dilaporkan terkait program-program kesehatan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Acara ini akan dilaksanakan pada Senin, 21 April 2025, dan dijadwalkan untuk berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, guna mempermudah koordinasi dan komunikasi antar instansi terkait di tengah keterbatasan jarak. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, SKM., MKes, yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Diah Meirawati, SKM., MKes, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memantau dan mengevaluasi data terkait dengan beberapa program kesehatan masyarakat yang sedang berjalan, seperti Program Kesehatan Lingkungan (Kesling) dan Kesejahteraan (Kesjor), Program Promosi Kesehatan, Program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), serta Program Gizi dan Usia Produktif dan Lanjut Usia (Lansia). “Melalui kegiatan ini, kami memanfaatkan teknologi digital Zoom untuk mempermudah komunikasi dan integrasi seluruh indikator data yang dimiliki oleh berbagai program kesehatan. Hal ini sangat penting, karena dalam dunia digital saat ini, semua data harus terhubung dengan baik agar dapat digunakan untuk perencanaan dan evaluasi yang akurat dan tepat,” kata Diah Meira Pentingnya kegiatan ini tidak hanya terbatas pada evaluasi data, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Metro, terutama dalam hal memastikan bahwa seluruh program kesehatan di lapangan berjalan efektif dan efisien. Data yang telah diverifikasi ini akan menjadi acuan untuk perbaikan dan peningkatan kebijakan kesehatan di masa mendatang. Untuk mempermudah proses verifikasi dan evaluasi, kegiatan ini akan dibagi ke dalam beberapa breakout room yang masing-masing akan menangani fokus program-program kesehatan tertentu. Setiap tim akan bekerja secara terpisah, sesuai dengan sektor masing-masing, untuk melakukan desk data bersama Puskesmas yang relevan:1. Tim Kesehatan Lingkungan (Kesling): Fokus pada verifikasi data program Kesehatan Lingkungan.2. Tim Promosi Kesehatan (Promkes): Memeriksa dan mengevaluasi data terkait program promosi kesehatan masyarakat.3. Tim Gizi: Evaluasi terkait program gizi masyarakat, termasuk data mengenai penyuluhan dan pemberian suplemen gizi.4. Tim Usia Produktif dan Lansia: Berfokus pada program kesehatan usia produktif dan layanan kesehatan untuk lansia.5. Tim Kesehatan Ibu dan Anak (KIA): Verifikasi data terkait kesehatan ibu dan anak, termasuk pemantauan program KIA. Setiap tim akan melakukan diskusi dan evaluasi data dengan Puskesmas terkait di breakout room mereka masing-masing, untuk memastikan kualitas data yang akurat dan sesuai dengan standar yang berlaku. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi semua pihak terkait, agar lebih proaktif dalam penyampaian informasi dan feedback dalam setiap program kesehatan masyarakat yang ada di Kota Metro. Diharapkan bahwa melalui evaluasi dan verifikasi data yang cermat, Dinas Kesehatan Kota Metro dapat terus memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih terkoordinasi untuk seluruh masyarakat. Kontributor Liputan : Promkes Dinkes Metro / E.L
Kunjungan Pembinaan Posyandu di Metro: Dinkes Pantau Langsung Implementasi 25 Kompetensi Kader
Metro, 9 April 2025 — Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Substansi Promosi Kesehatan, melaksanakan kunjungan lapangan ke Posyandu Kenanga yang berlokasi di Kelurahan Hadimulyo Barat, wilayah kerja Puskesmas Yosomulyo. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari agenda serius untuk memastikan kualitas layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan sesuai standar. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pembinaan terhadap capaian pelayanan Posyandu sekaligus memantau secara langsung implementasi 25 kompetensi kader Posyandu, sebuah instrumen penting dalam menjamin mutu pelayanan dasar bagi ibu dan anak di tingkat komunitas. Diah Meirawati, SKM., M.Kes., selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan preventif-promotif, dan peran kader tidak bisa dianggap remeh. “Kami tidak sedang mencari yang terbaik untuk diberi penghargaan. Ini adalah bentuk pembinaan menyeluruh. Kami ingin tahu secara langsung, apakah kader memahami tugas-tugasnya, bagaimana mereka menjalankan 25 kompetensi yang ditetapkan, dan apa kendala yang mereka hadapi di lapangan,” ujar Diah. Sebagaimana diketahui, 25 kompetensi kader mencakup aspek penimbangan balita, pencatatan, pengukuran status gizi, pemberian KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), hingga pelaporan kegiatan. Semua itu adalah bagian integral dari siklus pelayanan Posyandu. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menggugah kembali pentingnya peran kader sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Melalui pembinaan langsung ini, Dinas Kesehatan berharap kualitas layanan Posyandu tidak hanya berjalan, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. “Kami juga akan merumuskan tindak lanjut dari hasil monitoring ini dalam bentuk pelatihan atau pembekalan tambahan bagi kader, agar kompetensi mereka terus terasah,” tambah Diah. Di tengah tantangan perubahan perilaku masyarakat, digitalisasi data, dan tuntutan pelayanan yang semakin kompleks, kehadiran kader Posyandu yang kompeten menjadi semakin krusial. Kota Metro, melalui pembinaan semacam ini, menunjukkan komitmen bahwa investasi terbaik untuk kesehatan masyarakat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten—oleh para kader yang bekerja dengan hati.
Kota Metro Bersiap Hadapi Penilaian Kota Sehat 2025: Dinas Kesehatan Matangkan Persiapan
Kota Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan koordinasi dalam rangka persiapan menghadapi Penilaian Kota Sehat 2025. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 11 Maret 2025, di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro ini dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sekretaris Daerah Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, dalam surat undangan resmi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Petunjuk Teknis Penilaian Kabupaten/Kota Sehat yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, menegaskan bahwa persiapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Kota Sehat bukan sekadar program, tetapi merupakan komitmen berkelanjutan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari lingkungan, pelayanan kesehatan, hingga kesejahteraan sosial,” ujarnya. Dr. Eko juga menyoroti bahwa dalam penilaian tahun ini, Kota Metro menargetkan peningkatan skor dari tahun sebelumnya dengan mengoptimalkan peran lintas sektor dan partisipasi masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh indikator dalam 9 tatanan Kota Sehat dapat terpenuhi dengan baik, termasuk aspek sanitasi, perumahan layak, serta pola hidup sehat masyarakat,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Diah Meirawati, SKM., M.Kes, menjelaskan bahwa keberhasilan Kota Metro dalam penilaian Kota Sehat sangat bergantung pada sinergi antara OPD dan elemen masyarakat. “Kami sudah mengidentifikasi indikator-indikator yang masih perlu diperbaiki dan akan mengintensifkan koordinasi lintas sektor agar persiapan ini lebih optimal,” paparnya. Diah juga menekankan pentingnya dokumen dan bukti pendukung dalam proses penilaian. “Setiap OPD yang bertanggung jawab atas indikator tertentu harus memastikan kelengkapan dokumen sebagai bahan evaluasi. Kita ingin membuktikan bahwa Kota Metro memang layak mendapatkan predikat Kota Sehat dengan kerja nyata, bukan hanya sekadar administrasi,” tambahnya. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan seluruh perangkat daerah yang terlibat dapat memahami perannya dalam mendukung suksesnya penilaian Kota Sehat 2025. Pemerintah Kota Metro optimistis dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan peringkatnya dalam skala nasional. “Kami berharap masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam mewujudkan Kota Sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, dan memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan,” tutup Dr. Eko. Dengan kesiapan yang matang dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, Kota Metro bertekad untuk terus menjadi daerah yang sehat, nyaman, dan berkualitas bagi warganya.
Dinkes Metro Gencar Turun Langsung Pantau Tumbuh Kembang Anak Lewat SDIDTK
Metro, 18 Februari 2025 – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan generasi penerus yang sehat dan cerdas. Melalui Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Metro melaksanakan kegiatan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) secara rutin setiap hari sesuai jadwal di berbagai wilayah. Hari ini, kegiatan SDIDTK dilaksanakan oleh Puskesmas Tejo Agung di TK Negeri Pembina, Metro Timur. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memantau status pertumbuhan dan perkembangan balita serta anak pra-sekolah. “Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan terpantaunya status pertumbuhan anak, seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, serta mendeteksi secara dini potensi penyimpangan tumbuh kembang,” ujar Diah Meira Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan SDIDTK dilakukan bergiliran oleh puskesmas sesuai jadwal. “Hari ini giliran Puskesmas Tejo Agung yang melaksanakan kegiatan ini. Setiap puskesmas memiliki jadwal untuk menjalankan program SDIDTK di wilayah kerja masing-masing,” tambahnya. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala TK Negeri Pembina Metro Timur, Miswati, S.Pd. Ia menyatakan bahwa program SDIDTK yang rutin dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Metro bersama Puskesmas Tejo Agung sangat bermanfaat bagi pemantauan tumbuh kembang anak didiknya. “Kami merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Pendampingan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tejo Agung sangat membantu kami dalam memantau kesehatan dan perkembangan anak-anak di sekolah,” ungkapnya. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala, tes daya lihat dan daya dengar, serta deteksi tumbuh kembang menggunakan metode kuisioner SDIDTK. Orang tua dan guru juga diberikan edukasi terkait pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. “Kami ingin memastikan bahwa jika ada penyimpangan tumbuh kembang, dapat segera terdeteksi dan dilakukan intervensi dini,” jelas Diah Meira Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Dinas Kesehatan Kota Metro dalam memastikan tumbuh kembang anak-anak berada dalam kondisi optimal, mendukung terwujudnya generasi penerus yang sehat dan cerdas. Diah Meirawati juga menegaskan bahwa program SDIDTK akan terus dilaksanakan secara berkala di seluruh wilayah Kota Metro. “Kami berkomitmen untuk menjangkau semua anak di Kota Metro, memastikan mereka mendapatkan hak atas kesehatan dan tumbuh kembang yang optimal,” pungkasnya. Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Dinas Kesehatan Kota Metro dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target nasional di bidang kesehatan masyarakat. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro/ Eci Lindasari, SKM
AKHI dan Dinkes Kota Metro Gelar ‘AKHI Fun Walk’ untuk Skrining Kesehatan dan Pengukuran Kebugaran Calon Jamaah Haji 2025
Metro, 8 Februari 2025 – Sebagai bagian dari persiapan ibadah haji yang optimal, Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) Cabang Kota Metro bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Metro menggelar kegiatan skrining kesehatan dan pengukuran kebugaran bagi calon jamaah haji (CJH) Kota Metro 2025. Acara yang berlangsung di Taman Merdeka Kota Metro ini diikuti oleh 322 calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 2025. Sebelum melakukan pengukuran kebugaran fisik, para calon jamaah haji terlebih dahulu mengikuti tahap skrining kesehatan. Skrining dimulai dengan pengisian formulir Physical Activity Readiness Questionnaire (PAR-Q). Formulir ini bertujuan untuk mengetahui apakah seorang calon jamaah haji layak untuk mengikuti pengukuran kebugaran. PAR-Q membantu dalam menilai apakah calon jamaah haji memiliki kondisi medis atau gangguan kesehatan tertentu yang dapat mempengaruhi kemampuan fisik mereka. Budi Kurniawati, Amd Kep, Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kota Metro, mengungkapkan bahwa pengisian formulir PAR-Q ini sangat penting untuk memastikan keselamatan para calon jamaah haji selama tes kebugaran. “Formulir ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta yang mengikuti pengukuran kebugaran dalam kondisi fisik yang aman, tanpa risiko kesehatan yang dapat membahayakan,” ujar Budi. Setelah mengikuti skrining kesehatan, para calon jamaah haji melanjutkan kegiatan pengukuran kebugaran dengan menggunakan metode Rockport. Metode ini digunakan untuk mengukur kebugaran jantung dan paru-paru dengan cara jalan cepat atau lari secara konstan sejauh 1600 meter. Desy Eva Rohmawati, SKM, Katim Substansi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga pada Dinas Kesehatan Kota Metro, menjelaskan, “Semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan jarak 1600 meter, semakin baik status kebugarannya. Untuk peserta berusia 18 hingga 59 tahun, kami menggunakan metode Rockport, sementara untuk usia 60 tahun ke atas, kami menggunakan metode jalan 6 menit.” Setelah tes kebugaran selesai, hasilnya akan menunjukkan kadar volume oksigen yang digunakan peserta selama tes, serta memberikan rekomendasi kebugaran sesuai dengan kondisi fisik mereka. “Yang diukur dalam tes ini bukan jarak, melainkan waktu tempuhnya. Peserta harus berjalan cepat, bukan berjalan santai,” kata Desy. Ini menunjukkan bahwa kecepatan dan ketahanan fisik calon jamaah haji adalah faktor penting dalam pengukuran kebugaran. Rekomendasi olahraga yang diberikan kepada peserta didasarkan pada hasil tes kebugaran mereka. Jika kebugaran mereka kurang optimal, mereka disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin yang sesuai dengan kemampuan tubuh masing-masing. Kesiapan fisik menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan ibadah haji. Selain kesiapan mental dan spiritual, kondisi tubuh yang bugar sangat dibutuhkan untuk menjalani aktivitas fisik yang intens, seperti berjalan jauh, tawaf, dan sa’i. Dengan adanya kegiatan skrining dan pengukuran kebugaran ini, calon jamaah haji diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang untuk menjalani ibadah haji. “Kami ingin memastikan para jamaah haji Kota Metro tidak hanya siap secara spiritual, tetapi juga secara fisik. Melalui kegiatan ini, mereka bisa lebih siap menghadapi tantangan fisik yang ada di Tanah Suci,” tutup Desy Eva Rohmawati. Selain pengukuran kebugaran, para peserta juga mendapatkan edukasi tentang istita’ah, yang merupakan kesanggupan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Edukasi dengan tema ‘Istita’ah Bugar dan Sehat Menuju Haji’ disampaikan oleh dr. Agung Budi Prasetyo, Sp. PD, yang mengingatkan para calon jamaah haji tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik sebelum berangkat haji serta selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Akbar Nafi, SKM, Ketua Tim Kerja Substansi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Metro, juga menyampaikan pentingnya kegiatan edukasi yang telah berlangsung. “Edukasi ini memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya menjaga kesehatan tubuh, tidak hanya sebelum berangkat haji, tetapi juga selama menjalani ibadah di Tanah Suci,” ujar Akbar Nafi. dr. Primalia Sulistiowati, M.Sc., Sp. PK, Ketua Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) Cabang Kota Metro, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk membantu calon jamaah haji mempersiapkan diri secara fisik. “Kami mengadakan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebugaran fisik bagi calon jamaah haji, sehingga mereka dapat menjalani ibadah haji dengan lebih sehat dan lancar,” ungkap dr. Primalia. Dengan rangkaian kegiatan yang meliputi skrining kesehatan, pengukuran kebugaran, dan edukasi kesehatan, calon jamaah haji Kota Metro diharapkan dapat mempersiapkan diri secara menyeluruh dan melaksanakan ibadah haji dengan lebih lancar dan khusyuk. Laporan Kontributor; Promkes_Dinkes Metro
Kota Metro Bersiap Hadapi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2025, Tim Pembina KKS Lampung Lakukan Monev”
Metro, 5 Februari 2025 – Dalam upaya meningkatkan kesiapan Kota Metro menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2025, Tim Pembina KKS Provinsi Lampung melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Aula Bappeda Kota Metro. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan indikator di 9 tatanan Kota Sehat serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung program Kota Sehat. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Dr.Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini diwakili, Diah Meirawati, SKM., M.Kes., selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meira mengungkapkan bahwa pembinaan ini menjadi momen penting bagi Kota Metro untuk mengevaluasi progres yang telah dicapai dan melengkapi indikator yang masih perlu ditingkatkan. “Kami terus berkomitmen dalam mewujudkan Kota Metro sebagai daerah yang sehat, nyaman, dan ramah lingkungan. Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kami dapat mengidentifikasi tantangan serta solusi yang diperlukan untuk meningkatkan capaian dalam program Kabupaten/Kota Sehat,” ujar Diah Meirawati. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Yulianto, SKM., M.Kes Ia didampingi oleh Yuliana, ST, Ketua Tim Kesling & Kesjaor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, yang turut memberikan arahan terkait persiapan kabupaten/kota dalam penilaiaan program KKS tahun 2025. Dari Dinas Kesehatan Kota Metro, hadir pula Desy Eva Rohmahwati, SKM., selaku Ketua Tim Kerja Kesling & Kesjaor Dinas Kesehatan Kota Metro, yang memberikan laporan mengenai kondisi terkini persiapan yang telah dan akan dilaksanakan di Kota Metro dalam rangka persiapan penilaian Kota Sehat tahun 2025 “Kami ingin memastikan bahwa semua kabupaten/kota di Lampung siap menghadapi penilaian dengan data yang valid dan program yang berjalan optimal. Sinergi antar sektor, termasuk dengan Bappeda, sangat diperlukan untuk mencapai target Kota Sehat,” ujar Yulianto dalam sambutannya. Beberapa aspek utama yang menjadi fokus dalam kegiatan ini meliputi:Evaluasi Indikator KKS – Meninjau pencapaian indikator yang telah ditetapkan dan melakukan perbaikan terhadap aspek yang masih belum optimal.Pendampingan Lintas Sektor – Melibatkan Dinas Kesehatan, Bappeda, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi.Pengawalan Data dan Verifikasi Lapangan – Memastikan bahwa data yang dikumpulkan sesuai dengan realitas di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penilaian. Dengan adanya kegiatan ini, Kota Metro berharap dapat semakin siap dalam menghadapi Penilaian KKS 2025 dan mempertahankan prestasi sebagai kota yang sehat dan berdaya saing, Dinas Kesehatan bersama Bappeda dan lintas sektor akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan secara berkelanjutan guna mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkualitas bagi masyarakat. Penilaian KKS yang dilakukan setiap tahun ganjil menjadi tantangan bagi setiap daerah untuk terus berinovasi dalam menciptakan kawasan yang mendukung kesehatan masyarakat, Kota Metro berkomitmen menjadikan program ini sebagai bagian dari pembangunan jangka panjang demi meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warganya. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro/Eci Lindasari,SKM
“Promkes Keliling Sekolah: Upaya Nyata Dinkes Kota Metro dalam Kewaspadaan DBD”
Metro, Januari 2024 – Menghadapi potensi meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) selama musim penghujan, Dinas Kesehatan Kota Metro telah mengambil langkah proaktif melalui serangkaian program yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Langkah ini tertuang dalam surat edaran resmi yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., M.Kes, yang menekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap penyakit ini. Kegiatan ini akan dilaksanakan di seluruh Kota Metro, bertempat jadwal hari ini di sekolah SMANO wilayah kerja UPTD Puskesmas Tejo Agung kegiatan ini di hadiri Plt. Kepala Puskesmas Tejo Agung Opsi Okta Handayani,S.ST.,M.Kes ,Selasa,14 Januari 2025. Dalam upaya pemberantasan DBD, beberapa program unggulan diluncurkan, di antaranya adalah Gerakan Lingkungan Bersih dan Sehat (GELIAT), Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), dan pelibatan aktif sekolah-sekolah untuk pengawasan rutin. Program ini bertujuan memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penyebaran DBD, dengan mengurangi genangan air dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Dr. Eko Hendro Saputra yang hal ini diwakili Bdn. Diah Meirawati, SKM., M.Kes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat , menyampaikan dalam wawancara eksklusif bahwa langkah ini merupakan solusi yang tepat sasaran, namun memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak. Menurut Diah Meirawati, “Program seperti GELIAT dan G1R1J adalah pendekatan yang inovatif, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi masyarakat dalam menjalankan langkah-langkah preventif.” Ia juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang bahaya genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, pemberdayaan Juru Pantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah dinilai sebagai langkah strategis untuk memonitor langsung keberadaan jentik nyamuk. “Ketika setiap keluarga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah, potensi wabah DBD dapat ditekan secara signifikan,” tambahnya. Menyikapi ancaman meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan, Dinas Kesehatan Kota Metro melalui Promosi Kesehatan (Promkes) telah mengambil langkah proaktif. Salah satu upaya nyata adalah edukasi langsung ke sekolah-sekolah, di mana siswa diajak untuk memahami pentingnya pencegahan DBD dengan pendekatan 3M Plus. Bdn. Diah Meirawati, SKM., M.Kes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, menjelaskan, “Nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD, memiliki kebiasaan menggigit di waktu pagi dan sore hari. Oleh karena itu, sangat penting bagi anak-anak sekolah untuk melindungi diri mereka dengan cara yang sederhana namun efektif, yaitu 3M Plus.” Apa Itu 3M Plus? • Menguras: Membersihkan dan menyikat tempat penampungan air, seperti bak mandi atau ember, secara rutin untuk mencegah jentik nyamuk berkembang biak. • Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur. • Mendaur ulang: Memanfaatkan kembali barang bekas seperti botol atau kaleng yang berpotensi menjadi tempat genangan air. Plus-nya, siswa juga diajak untuk menggunakan lotion anti nyamuk sebagai perlindungan tambahan selama berada di sekolah, terutama pada pagi hari saat jam belajar dimulai dan sore hari saat aktivitas sekolah berakhir. Bdn. Diah Meirawati menambahkan, “Dengan langkah sederhana seperti 3M Plus, kita dapat menekan risiko DBD secara signifikan. Anak-anak sekolah memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat mengajak keluarga mereka untuk melakukan hal yang sama di rumah.” Dalam kegiatan ini, petugas Promkes tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung tentang cara melakukan 3M di lingkungan sekolah. Siswa diajak untuk: • Membersihkan genangan air di sekitar sekolah, • Mengenali tempat-tempat yang sering menjadi sarang nyamuk. • Mempelajari cara aman dan efektif menggunakan lotion anti nyamuk. Sejalan dengan perkembangan teknologi, Dinas Kesehatan juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, Tiktok, dan YouTube sebagai alat edukasi. Pesan-pesan preventif dan informasi tentang penanganan DBD disampaikan secara kreatif agar dapat menjangkau generasi muda dan masyarakat umum. Bdn. Diah Meirawati menekankan pentingnya pendekatan ini, “Media sosial adalah alat yang sangat efektif dalam membangun kesadaran publik. Namun, pesan yang disampaikan harus mudah dipahami dan relevan agar masyarakat benar-benar tergerak untuk bertindak.” Kolaborasi menjadi kunci sukses program ini. Kepala keluarga, institusi pendidikan, dan kelompok kerja di tingkat kecamatan dan kelurahan diharapkan aktif menjalankan tugas mereka. Dalam wawancara, Bdn. Diah Meirawati juga mengapresiasi pengaktifan kembali Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD Kecamatan sebagai bentuk sinergi yang melibatkan pemerintah dan masyarakat. Dengan program yang terstruktur dan didukung oleh kolaborasi berbagai pihak, upaya Dinas Kesehatan Kota Metro diharapkan mampu mengurangi kasus DBD selama musim penghujan. Namun, seperti yang diungkapkan oleh Bdn. Diah Meirawati, “Perubahan nyata hanya dapat terjadi jika setiap individu berperan aktif, karena tanggung jawab kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama.” Kontributor Liputan : Promkes Dinkes Metro_Eci Lindasari
HAKLI Kota Metro Fokuskan Upaya pada Pengendalian DBD
Metro, Jumat, 10 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesehatan lingkungan dan mencegah berbagai penyakit yang mengancam masyarakat, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kota Metro menggelar rapat penting di Aula Dinas Kesehatan Kota Metro. Dipimpin langsung oleh Ketua HAKLI, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., MKes, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, rapat ini membahas strategi pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) Dalam sambutannya, Dr. Eko Hendro menegaskan bahwa pengendalian DBD harus menjadi prioritas bersama. Untuk itu, HAKLI akan melaksanakan Gerakan Serentak Pengendalian DBD pada Minggu, 19 Januari 2025, yang melibatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta aksi pemberantasan sarang nyamuk di kelurahan yang menjadi titik rawan. “Peran HAKLI juga dalam pengawasan keamanan pangan sangat krusial. Kami ingin memastikan bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga bebas dari kontaminasi yang dapat memicu penyakit,” ujar Dr. Eko. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan HAKLI dalam program ini adalah wujud kontribusi nyata organisasi dalam mendukung kesehatan masyarakat Kota Metro. Untuk meningkatkan efektivitas organisasi, HAKLI juga akan mengadakan agenda rutin guna membahas pembaruan regulasi kesehatan lingkungan serta menyusun program-program inovatif yang memungkinkan HAKLI terlibat secara langsung dalam berbagai isu kesehatan lingkungan. Penertiban keanggotaan juga menjadi perhatian, di mana anggota yang telah mutasi ke kabupaten atau kota lain, untuk di tertibkan secara administrasi keaktifan dan validitas data nya. Dr. Eko berharap rapat ini menjadi awal dari langkah-langkah strategis HAKLI dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan lingkungan. “Kami optimis, dengan kerja sama yang baik dan peran aktif HAKLI, kita dapat menciptakan Kota Metro yang lebih sehat dan bebas dari ancaman penyakit menular maupun bahaya dari pangan yang tidak aman,” tutupnya. Dengan hasil rapat ini, HAKLI Kota Metro siap memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam pernyataan penutupnya, Dr. Eko menekankan bahwa pengendalian DBD memerlukan upaya yang berkelanjutan dan kolaboratif. “Kita harus bergerak bersama, tidak hanya dengan edukasi tetapi juga aksi nyata di lapangan. HAKLI hadir untuk memastikan kesehatan lingkungan di Kota Metro tetap terjaga,” ujarnya optimis. Rapat ini menjadi langkah awal untuk memperkuat peran HAKLI dalam mendukung kesehatan masyarakat dan menjadikan Kota Metro sebagai kota yang lebih sehat dan bebas dari ancaman DBD. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes_Metro/ Eci Lindasari.SKM
Upaya Dinkes Kota Metro dalam Menanggulangi Penyakit DBD: Gerakan Bersama PSN & PJB
Metro, [Selasa, 31 Desember 2024] – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi perhatian serius di berbagai daerah, tak terkecuali Kota Metro. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Kesehatan Kota Metro (Dinkes) mengimplementasikan dua strategi utama: Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pemberantasan Jentik Berkala (PJB). Kedua langkah ini bertujuan untuk mengurangi jumlah vektor penyakit dan meminimalkan risiko penyebaran DBD. PSN merupakan langkah preventif yang difokuskan pada pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama DBD. Kepala Dinkes Kota Metro, Dr. Eko Hendro Saputra, ST., MKes, menekankan pentingnya gerakan bersama dalam menangani masalah ini. “PSN adalah gerakan kolektif yang melibatkan masyarakat, Puskesmas, dan berbagai pihak lainnya untuk membersihkan lingkungan dari potensi perindukan nyamuk. Kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam mencegah penyebaran DBD,” ujar Dr. Eko. PSN dilakukan dengan mengedukasi masyarakat agar secara rutin memeriksa dan membersihkan genangan air di sekitar rumah mereka, tempat yang sering menjadi sarang nyamuk. Kegiatan ini meliputi pembersihan bak mandi, selokan, dan tempat-tempat lain yang berpotensi menampung air hujan. Selain PSN, Dinkes Kota Metro juga menjalankan program Pemberantasan Jentik Berkala (PJB), yang bertujuan untuk secara rutin membasmi jentik-jentik nyamuk sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa. Program ini dilakukan secara berkala di wilayah-wilayah yang berisiko tinggi, dengan melibatkan tenaga medis dan masyarakat. “Langkah PJB ini sangat penting untuk memastikan bahwa jentik nyamuk yang berkembang di lingkungan kita dapat dibasmi sejak dini. Dengan melakukan PJB secara berkala, kita dapat menurunkan jumlah nyamuk yang berpotensi menularkan virus DBD,” jelas Dr. Eko. Sebagai bagian dari upaya terstruktur, Dinkes Kota Metro telah menjadwalkan kegiatan Gerakan Bersama PSN dan PJB yang akan dilaksanakan mulai 30 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025. Tim yang terdiri dari petugas Dinkes, Puskesmas, dan Masyarakat akan turun ke lapangan untuk melaksanakan pembersihan sarang nyamuk dan pembasmian jentik secara langsung di wilayah-wilayah yang menjadi prioritas. Kedua program ini juga dilengkapi dengan penyuluhan dan edukasi yang intensif kepada masyarakat. Dinkes Kota Metro bekerja sama dengan Puskesmas dan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk memberikan pemahaman tentang cara-cara mencegah DBD, termasuk pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap tempat-tempat yang berisiko. Salah satu perwakilan Kepala Puskesmas di Kota Metro, Ibu Rochayani Kepala Puskesmas Ganjar Agung, mengungkapkan bahwa gerakan bersama ini sangat penting dalam menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif. “Gerakan PSN dan PJB yang diinisiasi Dinkes Kota Metro adalah upaya yang sangat penting. Masyarakat harus tahu bahwa mereka memiliki peran besar dalam pencegahan DBD. Tanpa partisipasi aktif dari warga, kita tidak bisa berharap untuk menekan angka kasus DBD secara signifikan,” ujar Rochayani. Dinkes Kota Metro dan Puskesmas tidak hanya mengandalkan pendekatan pencegahan melalui PSN dan PJB, tetapi juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program ini berjalan dengan baik. “Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan Puskesmas dan pihak terkait untuk memastikan bahwa semua langkah pencegahan berjalan dengan maksimal,” tambah Dr. Eko. Dinkes Kota Metro juga rutin melakukan penyemprotan fogging di area-area yang rentan terhadap penyebaran DBD. Namun, Dr. Eko menegaskan bahwa fogging hanya merupakan langkah tambahan, dan yang terpenting adalah pencegahan melalui PSN dan PJB yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Melalui gerakan bersama PSN dan PJB, Dinkes Kota Metro berharap dapat menurunkan angka kejadian DBD di wilayah ini. Dr. Eko menambahkan, “Kami berharap dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, kita dapat membentuk kesadaran kolektif yang kuat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. DBD adalah penyakit yang dapat dicegah, dan kita memiliki kekuatan untuk melakukannya bersama-sama.” Dengan upaya yang terstruktur dan kolaborasi yang solid antara Dinkes, Puskesmas, dan masyarakat, Dinkes Kota Metro berkomitmen untuk menciptakan Kota Metro yang lebih sehat, bebas dari ancaman penyakit DBD. Kontributor Liputan : Promkes_Dinkes Metro_Eci Lindasari,SKM
Pertemuan Forum Kota Sehat Kota Metro: Membahas Rencana Strategis “Langkah Nyata Menuju Kota Sehat yang Berkelanjutan”
Metro, 24 Desember 2024 – Forum Kota Sehat Kota Metro menggelar rapat penting yang bertempat di Rumah Dinas Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman. Dalam rapat tersebut, hadir berbagai pihak terkait untuk membahas evaluasi program Kota Sehat di tahun 2024 dan merumuskan rencana strategis untuk tahun 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Forum Kota Sehat sekaligus Wakil Walikota Metro, Qomaru Zaman, dan dan di hadiri anggota Forum Kota Sehat Kota Metro dan Dinas Kesehatan Kota Metro. Dalam arahannya, Qomaru Zaman menegaskan pentingnya kesinambungan dalam upaya mewujudkan Kota Metro yang sehat dan ramah bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa penyelenggaraan Kota Sehat harus melibatkan semua pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD), masyarakat, dan pelaku usaha. Dalam rapat yang berlangsung intensif tersebut, Sekretaris Forum Kota Sehat, Djihad Mujiono, memaparkan hasil evaluasi dan sejumlah rekomendasi penting untuk pelaksanaan program Kota Sehat di tahun mendatang. Beberapa poin utama yang menjadi fokus adalah:1. Pembuatan Timeline Agenda atau Kegiatan Forum Kota Sehat (Januari-Mei 2025) “Forum akan menyusun jadwal kegiatan yang lebih terstruktur dan berkesinambungan untuk memastikan seluruh program dapat berjalan efektif dan tepat waktu”2. Penyusunan Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Sehat di Kota MetroPerwali ini akan menjadi landasan hukum yang memperkuat implementasi program Kota Sehat di berbagai sektor, seperti pendidikan, transportasi, dan fasilitas umum.3. Pembuatan Media Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang Efektif untuk Pasar, Upaya ini bertujuan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pasar, mengingat pasar menjadi salah satu lokasi strategis dalam menciptakan kebiasaan masyarakat yang lebih sehat.”4. Penyusunan Laporan Kegiatan Forum Kota Sehat Tahun 2024Laporan ini akan mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilakukan selama tahun 2024 sebagai bahan evaluasi dan referensi untuk perencanaan program di masa mendatang.5. Penetapan Lokus Unggulan dalam 9 Tatanan Kabupaten/Kota Sehat (KKS):Forum akan memprioritaskan lokus unggulan dari sembilan tatanan KKS,Lokus unggulan ini akan dipilih berdasarkan kebutuhan dan potensi Kota Metro untuk memastikan dampak yang maksimal. Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Dr Eko Hendro Saputra,ST.,MKes yang hal ini di wakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati, SKM., M.Kes., menyatakan bahwa Rekomendasi yang disampaikan Forum Kota Sehat sangat relevan dengan kebutuhan Kota Metro saat ini. Ia memastikan bahwa seluruh masukan akan ditindaklanjuti bersama OPD yang terkait. Sebagai penutup, Qomaru Zaman mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam Forum Kota Sehat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program Kota Sehat memerlukan komitmen bersama dari semua elemen masyarakat dan pemerintah. Dengan adanya rencana strategis dan sinergi yang kuat, Forum Kota Sehat Kota Metro optimis bahwa berbagai program yang direncanakan untuk tahun 2025 akan berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kontributor ; Promkes_Dinkes Kota Metro/ Eci Lindasari,SKM

